Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Perda Terminal

Kumpulan Perda Terminal

Ratings: (0)|Views: 2,122|Likes:
Published by Sony Wicaksono

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Sony Wicaksono on Jul 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/13/2010

pdf

text

original

 
Perda Retribusi Terminal Direvisi
SIDOARJO
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akhirnya merevisi Perda RetribusiTerminal. Perda itu terakhir disahkan pada 2001. Saat ini, raperda tersebut berada di tangan banleg. ''Kami sudah mengkaji revisi perda retribusi terminal tersebut,'' ujar Ketua Banleg DPRDSidoarjo Suhariyono. Perda revisi tentang retribusi terminal itu masuk dalam 24 raperda yangsedang dibahas, namun belum diparipurnakan.Dia menjelaskan bahwa eksekutif atau pemkab sudah menyerahkan draf revisi untuk perdaretribusi terminal tersebut.
Nah
, setelah masuk ke banleg dan dikaji, baru dibentuk panita khusus(pansus) untuk raperda. Pansus itulah yang bertugas menyelidiki dan mengkaji lebih dalam,apakah revisi perda dan raperda baru layak diteruskan dan didok.Pembentukan pansus baru akan dilakukan akhir Mei atau awal Juni. Satu pansus bisa mengurusidua hingga tiga raperda. Untuk menyelesaikan seluruh perda, satu pansus membutuhkan waktukurang lebih tiga bulan.''Tapi, untuk perda yang tinggal merevisi, biasanya waktunya lebih cepat,'' ujar anggota komisi Citu. Salah satu poin yang diubah dalam perda tersebut adalah retribusi masuk peron yang semulaRp 200 menjadi Rp 500. ''Tapi, ini belum final, belum digedok dan belum tentu disetujui,''tegasnya.Subbang TU Terminal Purabaya atau Bungurasih Teguh Santoso menyatakan bahwa biayaretribusi itu sangat berpengaruh pada pemasukan terminal. Pasalnya, biaya retribusi saat inidinilai tidak relevan lagi. Apalagi jumlah penumpang yang menyusut membuat pemasukanterminal kian kecil.''Saat ini, mendapatkan Rp 5 miliar saja susah, padahal untuk operasional saja Rp 4 miliar lebih,''ujarnya. Biaya operasioanal tersebut dipakai untuk perbaikan jalan di area terminal, pemeliharaan kebersihan, dan beberapa hal lainnya. Luas terminal Bungurasih mencapai 12hektare.Teguh menjelaskan bahwa ada banyak faktor penyebab turunnya pendapatan terminal. Yang pertama tentu saja penyusutan penumpang. Sebab, saat ini orang lebih banyak menggunakansepeda motor daripada angkutan umum, seperti bus.Selain itu, penyebab terbesar kedua adalah retribusi. Kenaikan retribusi yang pernah dia usulkankepada Pemkab Sidoarjo tidak banyak. Namun, itu bisa mendongkrak pemasukan terminal.''Sekarang Rp 200 (biaya peron, Red) itu uang apa, pengamen saja tidak mau diberi segitu. Kalaunaik Rp 500,
kan
tidak akan ada yang keberatan," ujarnya.
(sha/c6/ib)
 
 
 TERMINALMengapa orang tidak mau masuk Terminal? Apakah karena bagi sebagian orang Terminal tidak menyenangkan? Pertanyaan ini selalu datang ke benak kita. Banyak sekali contoh Terminal yangtidak populer bahkan tidak terpakai di Pulau Sumatera ini.Terminal seharusnya dapat menjadi tempat konsentrasi penumpang yang maksimal, dimana penumpang dapat berkumpul dan mendapatkan dengan mudah apa yang mereka inginkan disana.Hal ini akan terwujud bila semuanya diusahakan secara profesional dan ³
i
ndependent 
³. Ada tigahal yang harus dijamin oleh Terminal yaitu:1.
 
Adanya ³
co
n
c
entrat 
io
atau konsentrasi penumpang.2.
 
Adanya ³
co
nne
c
io
n
´
atau hubungan dari tempat asal ke Terminal3.
 
Adanya ³
is
tr 
ibu
io
n
´
atau sebaran perjalanan dari Terminal ke tempat yang akan ditujuoleh penumpang.Seringkali ketiga hal tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pengelola Terminal. karena ada beberapamasalah, antara lain:1.
 
Infrastruktur jalan dan tempat parkir di Terminal dalam keadaan rusak.2.
 
Letak Terminal tersembunyi dibalikpasar.3.
 
Lahan Terminal terpakai untuk Pedagang Kaki Lima.4.
 
Penumpang sulit mendapatkan rute penghubung yang diinginkan (terlalu banyak  pergantian angkutan umum)5.
 
Pintu Terminal tertutup oleh kendaraan yang berhenti, menurun naikkan penumpangdipintu Terminal. Akibatnya kendaraan dan penumpang tidak mau masuk Terminal yangsudah semrawut dari pintu masukknya.Pertanyaannya adalah bagaimana mengetahui minat penumpang dan bagaimana caramemenuhinya agar Terminal menjadi populer dan disukai banyak penumpang maupun operator kendaraan.Terminal sesungguhnya dapat dijadikan sumber keuangan bagi daerah dalam jumlah yang lebih besar dari sekedar pungutan retribusi biasa yang tanpa target. Pemasukan dan Pengeluaran Uangdapat jelas dilihat dan dinterpretasikan sebagaimana gambar 1, dibawah ini yang menunjukkanarus sumber uang masuk dan keluar. Untuk sumber pemasukan dapat dibuat dengan jelas dantransparan, dapat diketahui dari hasil survey perhitungan kendaraan jumlah angkutan yangmasuk ke Terminal, jumlah orang/pengantar yang menggunakan peron dan ruang VIP, jumlah pengguna parkir khusus dan penyewa loket dan ruang ruang di Terminal.Transparansi ini akan lebih jelas lagi bila telah ada ³
dete
c
o
, yaitu alat penghitung kendaraan,yang ditempatkan dipintu masuk. Alat mekanik dapat ditanamkan di perkerasan jalan pintumasuk atau dapat juga menggunakan alat CCTV yang lebih modern dapat merekam jelas semua jenis kendaraan dan dapat diterjemahkan langsung kedalam komputer berupa angka jumlah
 
kendaraan. Sistem informasi bagi kendaraan di terminal akan sangat mempermudah pelanggandan menguntungkan Pengusaha Terminal. Angka yang mengagetkan diperoleh dari hitungansecara kasar pemasukan Terminal Keramasan Palembang, tanpa memperhitungkankebocoran, memperoleh 25 hingga 30 juta rupiah perhari. Jadi betapa pentingnya alat detector yang dapat menghitung kendaraan secara terus menerus guna menghindari kebocoran pemasukan. Kalau dikelola lebih intensif lagi, dengan investasi disana sini, penghasilan dapatditingkatkan menjadi 50 juta rupiah perhari. Alat inipun dapat dengan mudah dibeli dari uang pemasukan Terminal tersebut. Maka jumlah dan jenis kendaraan yang tidak mau masuk keTerminal pun dapat terdeteksi dengan jelas dan dapat dikenakan sangsi hukum dan sangsi sosial(karena dapat ditayangkan di televisi lokal).Selain itu, pengeluaran dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga pengeluaran menjadi efisiendan efektif. Uang untuk biaya keamanan dan lingkungan selayaknya diperhitungkan dengan jelas. Bila memakai tenaga mantan preman sebagai penjaga keamanan di lingkungan tersebut,hendaknya mereka diperhitungkan dengan gaji yang sesuai, bukan berdasarkan
³
b
ag 
i
ha
 sil 
´
dari pendapatan yang mereka peroleh dengan ³melindungi dan mengawasi
´
kendaraan di Terminal.Sistem bagi hasil ini tidak efisien dan tidak terukur. Lagipula mereka tidak memiliki saham atasadanya Terminal dan lahan Terminal ini adalah milik negara bukan milik preman yang bertempattinggal disekitarnya. Jumlah kendaraan yang masuk ke Terminal selama 24 Jam selalu terukur dan tidak dapat termanipulasi dengan sistem dagang atau bagi hasil, atau sistem yang selama iniselalu membuat kebocoran disana sini, termasuk akibat kendaraan yang membangkan tidak maumasuk ke Terminal.Peraturan Daerah mengenai Terminal hendaknya bukan hanya memuat pasal pasal pembinaandan retribusi saja. DPRD dan pemerintah harus bekerja lebih keras lagi membuat peraturan peraturan yang berkembang dari kasus kasus yang ada Terminal yang ada. Jangan sampai terjadiDPRD merasa ³berkuasa
´
atas pemerintah, dan setiap ada kehendak membuat Peraturan Daerah,maka pihak eksekutif dicukur habis dengan minta dikirim study banding untuk belajar membuatPerda dari kota lain. Study banding untuk DPRD dalam hal pembuatan Perda bukanlah hal yang penting, kalau memamng mau mendapatkan ilmu tentang Terminal atau perencanaan lainnyamengapa tidak diadakan kursus saja yang intensif. Atau sesuai dengan UU No.22 tahun 1999yang direvisi menjadi UU No. 32 (sayangnya pada produk revisi ini hal tersebut tidak dibahas)legislatif dapat merekrut ahli Transportasi lokal atau dari luar untuk membantu mereka dalammenimbang dan mengkaji soal Perda Terminal ataupun Perda perda lain yang dibutuhkan.Seyogyanya makin banyak masalah, makin banyak pula mata pasal peraturan yang diciptakanuntuk mengatasi masalah bersama. Diharapkan kedepan pengelolaan Terminal dapatdikembangkan sebagai berikut:1.
 
Pengelolaan Terminal dipimpin oleh Direktur Perusahaan Daerah, BUMD atau SwastaPenuh, yang independen dan profesional.2.
 
Dilakukan kerjasama registrasi kendaraan antar kota, kabupaten dan propinsi.3.
 
Perlu dilengkapi dengan alat detector untuk merekam jumlah kendaraan yang masuk keTerminal setiap waktu, sehingga jumlah uang masuk dari retribusi dapat diaudit setiapsaat. Demikian juga dengan uang keluarnya.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sony Wicaksono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->