/  13
 
MM
ELANJUTKANELANJUTKAN
DD
AKWAHAKWAH
RR
ISALAHISALAH
 
MEMBINA UMAT DARI BAWAH
 JANGAN BERHENTI TANGAN MENDAYUNG ...,
1
udah sama-sama kita sadari, bahwa memilihbidang "pembinaan" sebagai lapangan usaha, yaknipembinaan umat masyarakat desa, baik lahirataupun batin, perumusannya sederhanakedengarannya, tetapi pada hakekatnya, tidaklahbegitu sederhana. Sebab ini berarti bahwa kita berusahamemanggil dan membawa serta masyarakat desa itumemperbaiki dan meningkatkan taraf hidupnya mencapaikesejahteraan lahir dan batin.Semua itu dalam rangka "pembinaan negara" dalamarti yang luas. Kalau kita sudah menyadari benar-benarhakekat tugas kita itu, maka titik tolak dan cara-cara usahakita mempunyai suatu corak yang khas.1. Satu dalil dalam ilmu ekonomi, mengatakan bahwamanusia sebagai manusia ekonomis (
homo-economicus
)secara umumnya melakukan kegiatan-kegiatanekonomis. Dengan tujuan pastinya adalah mencapaisebanyak-banyak hasil, guna memenuhi keperluan-keperluannya dengan "korban" yang sekecil mungkin.Begitu bunyi satu dalil atau stelling ekonomi yangterkenal.Akan tetapi manusia bukan semata-mata homoeconomicus saja. Tetapi ia juga seorang
homo methaphisicus
atau
homo religiousus
.
Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir
195
SS
 
MM
EMBINAEMBINA
UU
MATMAT
 
DARIDARI
BB
AWAHAWAH
 
Ia mempunyai bermacam kepercayaan. Menganutbermacam nilai hidup yang seringkali dipandangnya lebihpenting daripada memenuhi keperluan hidup materialnyasemata-mata.
 Manusia juga adalah makhluk ijtimaa'ie
. Manusia sebagaikelompok social being, yang tak dapat tidak, hidup dalamsuatu "rangka kemasyarakatan" social order. Di manamanusia selalu terikat oleh ikatan-ikatan kulturil, sosialpolitik, adat-lembaga, atau cita-cita sosial yang tertentu.Salah seorang Sarjana Ekonomi dalam satu ulasannyamengatakan antara lain
2
; 
"... perkembangan ekonomi itu bukanlah suatu prosesyang semata-mata mekanis sifatnya. Tidaklah semata-matasekedar usaha menghimpunkan beberapa unsur-unsur yangtertentu. Pada akhirnya suatu perkembangan ekonomi itu,adalah merupakan satu usaha manusia. Dan sebagaimana juga halnya dengan lain-lain usaha manusia, hasilnya, padaakhirnya, tergantung kepada kecakapan, mutu (kualitas)dan sikap jiwa dari manusia yang menyelenggarakan usahaitu sendiri
".Sebagaimana kita ketahui, masyarakat yang hendakkita panggil dan bawa serta untuk berusaha meningkatkankesejahteraannya lahir dan batin itu, adalah masyarakat-agraris.Masyarakat pertanian dengan segala sifat danpembawaannya sebagai "masyarakat tani".Taraf hidup dalam sebagian terbesar dari desa-desakita, lebih-lebih sebelum "pemulihan kemerdekaan" masihdekat sekali kepada gambaran masyarakat desa, seperti yang
Dakwah Komprehensif 
196
 
MM
ELANJUTKANELANJUTKAN
DD
AKWAHAKWAH
RR
ISALAHISALAH
 
dilukiskan oleh DR. MOHAMAD HATTA dalam bukunya"Beberapa Fasal Ekonomi", antara lain sebagai berikut ;
" ..... Tanah adalah pokok penghasilan yang terutama. Padatanah bergantung nasib manusia. Betul tak ada penghasilanyang jadi, kalau tidak dengan usaha manusia, tetapi pekerjaan manusia cuma sedikit bagiannya.Kerja manusia hanya mencangkul sedikit, menanam bibitdan mengatur banyak air yang perlu bagi tanamannya.Selanjutnya diserahkan kepada alam untuk membesarkanyabibit itu sampai menjadi buah. Kalau bibit sudah ditanam,orang dapat mengetahui, apabila waktu menuai, apabilabuah dapat dimakan. Itu diketahui berkat pengalaman.Kebiasaan menunggu berbulan-bulan akan hasil usahabertanam dan kepastian, bahwa saban tahun orang dapatmengharapkan buah, keduanya itu menenangkan pikiran,menyabarkan hati dan menetapkan buah, keduanya itumenenangkan pikiran, menyabarkan hati dan memantapkan perasaan. Oleh karena itu persekutuan dusun tenangrupanya, bersifat menanti.Semuanya, langkah dan waktu ditetapkan oleh alam. tidakada pekerjaan yang harus dan diburukan. Penghidupanberedar menurut irama yang sudah tentu. Dari tahun ketahun edaran ekonomi tetap, tidak berubah-ubah. Memangada yang mengganggu ketetapan itu. Misalnya musimkemarau, musim penyakit dan bahaya perang, yangmemusnahkan beberapa jiwa.Tetapi, selainnya menunggu segala marabahaya itu,menetapkan kembali keadaan yang lama. Jiwa yangbertambah dari tahun ke tahun disapunya kembali. Oleh
Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir
197

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...