Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peduli Lingkungan

Peduli Lingkungan

Ratings: (0)|Views: 3,697|Likes:
Published by WISNU
PROYEK PEMBANGUNAN KILANG MINYAK DENGAN MEMELIHARA LINGKUNGAN
PROYEK PEMBANGUNAN KILANG MINYAK DENGAN MEMELIHARA LINGKUNGAN

More info:

Published by: WISNU on Jul 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
No. 27, Juni 2007
1
 
No. 27, Juni 2007
2
Editorial
Redaksi menerima masukan artikel yang dikirim melalui e-mail : buletin@bpmigas.com atau fax. 021 - 5290 1315 
K
eberadaan industri minyak dan gasbumi memang kerap dihadapkanpada isu lingkungan. Pasalnya,setiap proses kehidupan apalagi industri selalumenghasilkan sampah, dan bila tidak cermatdilokalisir akan menjadi limbah yangmembahayakan lingkungan. Begitu pula proseseksplorasi dan eksploitasi serta prosespendistribusian migas bisa mengandung resikobagi lingkungan.Di Indonesia, pencemaran dalam kegiatanoperasi migas juga kerap terjadi. Di antaraberbagai kasus, yang paling sering terjadiadalah kasus tumpahnya minyak ke laut, baik yang terjadi karena kecelakaan maupun akibatketeledoran. Kasus lainnya adalah kebocoranpipa gas dan
 blow out 
. Yang paling berbahayasecara fisik adalah
 blow out 
, namun karenapada umumnya langsung terbakar (ataudibakar) maka kepada lingkungan menjadi tidak berbahaya secara signifikan. Justru yangpaling sulit diatasi adalah tumpahnya minyak,karena tidak terbakar malah tersebar 
(dispersion)
ke segala arah dan tidak jarangbisa mencemari pantai.Selain masalah pencemaran lingkungan,kegiatan industri migas ikut mempengaruhiperubahan suhu dan iklim bumi yang terjadisaat ini. Peningkatan konsentrasi gas rumahkaca (
 green house gas
) akibat aktivitasindustri migas memberi andil dalampeningkatan radiasi yang terperangkap diatmosfer. Hal ini memicu fenomenapemanasan global
(global warming)
, yaitumeningkatnya suhu permukaan bumi.Namun menghentikan industri migasbukanlah solusi yang tepat, mengingat kitamasih sangat bergantung pada industri tersebut, baik untuk perolehan devisa maupunmencukupi kebutuhan energi di dalam negeri.Dengan demikian, langkah terbaik adalahmengupayakan teknologi yang aman bagilingkungan sembari meminimalkan dampak lingkungan dengan operasi yang benar.Menyadari resiko inilah, BPMIGAS danKontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)senantiasa menempatkan aspek perlindunganlingkungan sebagai prioritas utama dalammenjalankan tugas-tugasnya. Berbagaiprogram perlindungan lingkungan telahditerapkan semenjak kegiatan awal eksplorasihingga eksploitasi di lapangan migas.BPMIGAS-KKKS melakukan antisipasi danberkontribusi secara proaktif dalam mengatasipermasalahan lingkungan hidup ini. Langkah-langkah yang telah ditempuh antara lain;mengurangi emisi gas rumah kaca dengancara meningkatkan efisiensi penggunaanenergi dalam kegiatan operasional dilapangan. KKKS juga didorong untuk melakukan investasi dalam penelitian,pengembangan dan perbaikan teknologi yangramah lingkungan dalam memperoleh sertamenciptakan energi.Lebih jauh lagi, BPMIGAS-KKKS juga telah melakukan berbagai kegiatan pedulilingkungan, mulai dari upaya pengelolaan danpemantauan lingkungan, dokumen AMDAL,revisi AMDAL, sosialisasi PROPER, programsertifikasi ISO 14001, penanganan emisiudara, program perbaikan lingkungan,penanganan pencemaran lingkungan danpenyelesaian
 sludge
. Meskipun demikian,persoalan lingkungan tidak hanyamerupakan tanggungjawab individu,namun perwujudan tanggung-jawab bersama. ***
Evaporation Water Pond ENERGY EQUITY EPIC (SENGKANG) 
 
No. 27, Juni 2007
3
Laporan Utama
A
spek perlindungan dan pelestarianlingkungan merupakan bagianpenting dari kegiatan operasiusaha hulu minyak dan gas bumi di Indone-sia. Bahkan sudah dilakukan oleh para pelakuusaha hulu sebelum lahirnya Undang-undangLingkungan No. 4 Tahun 1982.“Hal ini dilakukan karena kegiataneksplorasi maupun eksploitasi migasmempunyai potensi memberikan dampak negatif maupun positif bagi lingkungan disekitar daerah operasi,” papar Wakil KepalaBPMIGAS Abdul Muin di sela-sela acaraPameran Pekan Lingkungan Indonesia Tahun2007.Dengan begitu, menurut Muin, kualitaslingkungan di sekitar daerah operasi hulumigas dapat ditingkatkan. Sehingga selainmampu meningkatkan pendapatan negaradari sektor migas, upaya tersebut jugamemberikan manfaat bagi masyarakat danlingkungan di sekitarnya.Pameran Pekan Lingkungan Indonesia(PPLI) 2007 merupakan rangkaian kegiatanpenyebarluasan informasi prestasi dankinerja pengelolaan lingkungan hidup terbesar di Indonesia . Acara yang diadakanpada 31 Mei – 3 Juni 2007 di Jakarta Con-vention Center ini bertujuan memberikanpencerahan dan arti penting lingkungan bagimasyarakat luas serta mempertajam visidan misi tentang lingkungan dari para
 stake- holder.
Partisipasi BPMIGAS bersama-samaKontraktor KKS pada PPLI 2007 mengusung tema “Efisiensi Energi bagi PelestarianLingkungan”. Stan BPMIGAS-KKKS menam-pilkan berbagai informasi penting tentangupaya-upaya usaha hulu migas dalam
Efisiensi EnergiBagi PelestarianLingkungan
meminimalkan dampak-dampak negatifserta memaksimalkan dampak-dampak positif dari sumber daya lingkungan disekitarnya. Contohnya, pemanfaatan emisigas menjadi komoditas yang dapat diman-faatkan oleh industri maupun masyarakatdan lingkungan.Partisipasi BPMIGAS-KKKS dalam PPLI2007 diharapkan bisa memicu masyarakatagar dapat lebih mengetahui dan memahamiusaha-usaha perlindungan dan pelestarianlingkungan yang telah dilakukan industrimigas selama ini. Selain itu, pameran inijuga merupakan salah satu
event 
pentinguntuk menyadarkan masyarakat bahwalingkungan tidak hanya merupakan tang-gungjawab individu namun perwujudan tanggungjawab bersama.Selama pameran, stan menampilkandialog tentang upaya perlindungan danpelestarian lingkungan, baik secara umummaupun di sekitar daerah operasi hulumigas. Pada hari pertama, dialog diisi olehmantan Menteri Lingkungan Hidup EmilSalim yang mengusung tema “PemanasanGlobal”. Uniknya, dialog tersebut tidak hanyadiikuti oleh para pengunjung pamerannamun juga para murid Sekolah Dasar yangsengaja diundang dalam acara tersebut.Kepada anak-anak, Emil Salim menjelas-kan dengan ringkas proses terjadinyapemanasan global dan dampak-dampaknya.Setelah itu, dia pun melontarkan beberapapertanyaan kepada anak-anak. Beberapa anak juga sempat dipanggil ke depan. Dialog yangcukup mengundang tawa pun terjadi setelahsi bocah menjawab pertanyaan pakar lingkungan ini dengan polos dan lugu.***
“Kegiatan eksplorasi maupuneksploitasi migas mempunyaipotensi memberikan dampaknegatif maupun positif bagilingkungan di sekitar daerahoperasi.”
>>Abdul Muin 
Condensat Storage tank / EMP Keangean 

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Cewi Dwitama liked this
Yogie Maradona liked this
Yogie Maradona liked this
Sabielil Haque liked this
D_kurozaki liked this
cintasaja liked this
adzkiya1700 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->