Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ebook-Antologi Puisi Lingkungan

ebook-Antologi Puisi Lingkungan

Ratings: (0)|Views: 2,195 |Likes:
Published by Art Partner
Ebook Buku Antologi Puisi Lingkungan Penyair Kalimantan Selatan Indonesia
Ebook Buku Antologi Puisi Lingkungan Penyair Kalimantan Selatan Indonesia

More info:

Published by: Art Partner on Jul 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
 
MENGHIJAUKAN KATA-KATA BERSAMA SASTRAMENGHIJAUKAN DAERAH KITA DALAM KARYA NYATABERSAMA KITA LINDUNGIDANGALAKKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN HIDUP
 
 Prolog
Rekam Jejak Lingkungan Hidup Kalsel 2009(catatan akhir tahun)
Kalimantan Selatan diawal tahun 2009 lalu dihiasi dengan bencana banjir yangsudah melanda sebagian besar wilayah hulu Kalimantan Selatan di akhir tahun 2008dan berlanjut ke awal tahun 2009, banjir itu melanda Kabupaten Hulu SungaiTengah, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Bumbu dan jugaKabupaten Kotabaru. Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sendiri sedikitnyamengakibatkan 10.075 KK menjadi korban
1
. Sementara itu, korban banjir permanenyang berlangsung sejak 23 Desember 2008, di Kabupaten HSS mencapai 8.012kepala keluarga (KK) tersebar pada lima kecamatan. Korban banjir tersebut, diKecamatan Daha Selatan, sebanyak 16 desa dengan jumlah 4.261 KK, KecamatanDaha Barat, meliputi tujuh desa sebanyak 665 KK, Kecamatan Daha Utara, meliputi18 desa sebanyak 1,981 KK. Selain itu, korban banjir lainnya di KecamatanKelumpang meliputi enam desa dengan jumlah korban sebanyak 545 KK danKecamatan Kandangan, meliputi dua desa dengan jumlah korban sebanyak 560 KK.Itu baru yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan belum yang terjadi diKabupaten-kabupaten lain di kalsel.Bencana banjir ini “hanya” lah menjadi menu pembuka awal tahun 2009,selanjutnya di sepanjang tahun 2009 Kalimantan Selatan terus-terusan “dihantam” bencana demi bencana yang silih berganti berdatangan mulai dari kekeringan,kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap. Yang parahnya bencana-bencana itubukan hanya dipengaruhi oleh faktor alam saja. “Bencana pembangunan, terjadisebagai gabungan faktor krisis lingkungan akibat pembangunan dan gejala alam itusendiri, yang diperburuk dengan perusakan sumberdaya alam dan lingkungan sertaketidakadilan dalam kebijakan pembangunan sosial” 
2
. Pembangunan yang hanyamenekankan kepada kepentingan ekonomi semata pada akhirnya telah mengamcamkeselamatan keberlangsungan kehidupan rakyat. Dan ketika bencana telah datang,pertanyaan kita adalah siapa yang paling dirugikan akibat terjadinya bencanatersebut?, Apakah para pejabat-penguasa, para pengusaha atau rakyat? .
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM KALIMANTAN SELATAN
Kebijakan pengelolaan sumber daya alam Kalimantan selatan masih sajabertumpukan kepada industri ekstraktif dan ditambah dengan perluasan perkebunankelapa sawit bahkan hingga ke daerah rawa. Pembangunan ekonomi yangberlangsung selama ini telah menempatkan sumber daya alam hanyalah sebagaionggokan komoditi semata. Oleh karenanya eksploitasi terhadap sumberdaya alamdilakukan secara massif dan berlebihan dengan mengabaikan aspek ekologi-lingkungan, sosial dan kemungkinaan dampak bencana yang ditimbulkannya.Jikapun ada beberapa kebijakan dan pembangunan yang pro lingkungan namuntetap saja tidak mampu membendung laju kerusakan lingkungan yang terusberlangsung karena posisinya yang memang hanya dijadikan sebagai “alatpelengkap” saja agar kelihatan akomodatif dan bervisi berkelanjutan. Dan “pembangunan berkelanjutan” yang selama ini digandang-gadang oleh pemerintahternyata pada kenyataannya masih tetap mengedepankan kepentingan ekonomi(jangka pendek) ketimbang keberlanjutan kehidupan itu sendiri.
Sektor Pertambangan
Tambang batubara masih lah menjadi primadona dan juga penggerak perekonomianKalimantan Selatan. pengerukan batu bara di Kalimantan Selatan ini bisadiibaratkan seperti orang yang sedang ”menggali kuburannya sendiri.” Pernyataanini bukan tanpa alasan karena kerusakan akibat kegiatan pertambangan batubaraseringkali tidak terpulihkan. Pengerukan batubara banyak dilakukan dikawasan-kawasan hulu sungai, dan kawasan tangkapan air utama di Kalimantan Selatan telahmeningkatkan resiko terjadinya bencana banjir, longsor hingga krisis air karenaterganggunya daerah tangkapan air. Di masa depan kondisi ini akan memburuk, jikacadangan batubara dikawasan pegunungan Meratus menjadi sasaran pengerukanberikutnya. Kawasan tersebut merupakan kawasan tangkapan air yang tersisa dansecara fisik memiliki lereng-lereng curam rawan longsor. Semua ongkos sosial,ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang mesti ditanggung akibat dari operasipertambangan, tidaklah sebanding dengan manfaat finansial yang selalu dijadikanalasan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Eksploitasi
1
Banjarmasin Post, 10 Januari 2009
2
Kartodihardjo dan Jhamtani (2006)
 
sumberdaya alam yang dilakukan sudah melebihi daya dukung lingkungan yang adadan melampaui ambang batas.Dengan 23 buah PKP2B dan 380 Kuasa Pertambangan (KP) yang mengkaplingsekitar 1,8 Juta Hektare
3
lahan di Kalimantan Selatan atau sepertiga dari luas kalselyag mencapai 3,7 Juta Hektare tentunya akan menjadi sebuah permasalahan yangsangat serius jika ini tidak dibenahi. Dan juga melihat bagaimana pengelolaan daneksploitasi di sektor ini tentunya akan menjadi sangat ironis jika kita juga melihatfakta bahwa Kalimantan Selatan adalah penghasil78 juta ton/tahun
4
, jumlah yangsangat lah besar, namun pada kenyataannya saat ini 70% batubara itu diekspor keluar negeri, 29% dikirim ke pulau jawa dan bali. Jadi jika listrik mati dilumbungenergy (baca : Kalsel) itu sudah biasa. Di tahun 2009 ini juga masih ada sajakebijakan yang mengijinkan dibukanya suatu usaha pertambangan batubara disejumlah kabupaten, misalnya izin PKP2B PT.Mantimin Coal Mining yang mendapatpenolakan dari pemkab setempat, begitu pula dengan adanya izin eksplorasi 6 KP diPulau Laut, Kabupaten Kotabaru yang juga mendapat penolakan dari wargasetempat. Hal ini seolah menjadi bukti bahwa sebenarnya banyak sekali masyarakatyang menyangsikan bahwa pertambangan batubara yang dikatakan akanmensejahterakan masyarakat sekitar hanya lah sebuah mitos.
Sektor Kehutanan.
Kalimantan Selatan yang memiliki luas wilayah 3.751.687 hektar. Pola tata ruang diKalimantan Selatan berdasarkan SK Menhut 435/2009 meliputi Hutan Lindung526.425 hektar, hutan produksi 762.188 hektar hutan produksi terbatas 126.660hektar, hutan produksi yang dapat di konversi 151.424 hektar, Hutan Suaka Alamdan hutan Wisata 213.285 hektar. Dari sekian luasan Kalimantan Selatan dan polatata ruang yang sudah diatur terdapat kawasan HPH sebesar 261.966,67 hektar, ijinkonsesi HTI seluas 383.683,46 hektar
5
. Kawasan pertambangan sementara initerdata yang sudah melakukan ekploitasi seluas 658.742,88 hektar
6
, ini belumditambah dari beberapa KP dan PKP2B yang sudah mengkapling daerah yang akanditambang. Belum lagi konversi perkebunan sawit skala besar sebesar 360.833 darirealisasi rencana yang mencapai 700 ribu hektar. Dilihat dari luas peruntukan untukHPH, HTI, perkebunan skala besar dan Pertambangan saja luasnya mencapai3.145.649 hektar. Luasan tersebut hampir sama dengan luas wilayah KalimantanSelatan. Argumentasi yang logis untuk menelaah kondisi ini adalah telah terjaditumpang tindih lahan dari tata guna hutan kesepakatan, sehinga akan sulit sekalimelakukan pengelolaan yang berkelanjutan. Hal ini merupakan salah satupermasalahan yang selama ini sangat susah diantisipasi. Diperlukan suatu tingkatkoordinasi yang intensif antar sektor untuk pengelolaan bersama demi menjaminkeamanan hutan dan SDA di Kalimantan Selatan dan wilayah lainnya.Sedangkan untuk menyangga dan mengimbangi itu semua, Kalimantan Selatanhanya memiliki kawasan konservasi seluas 186.540 yang terdiri dari Suaka Margasatwa Pleihari seluas 6.000 hektar, Tahura Sultan Adam seluas 112.000 hektar,Cagar Alam Gunung Kentawan 245 hektar, Cagar Alam Teluk Kelumpang, Selat lautdan Selat sebuku seluas 66.650 hektar, Cagar Alam pulau Kaget seluas 85 hektar,Hutan Wisata Pulau Kembang seluas 60 hektar dan Taman Wisata Pleihari PulauLaut seluas 1.500 hektar ditambah hutan lindung 440.720,84 yang tidak begitu jelaskondisinya. Kawasan Konservasi ini pun tidak terlepas dari ancaman pengrusakandan tekanan-tekanan lain dari berbagai sektor industri terutama industri kayu(hutan) dan tambang.
Prediksi Kondisi Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan 2010
1.
 
Ekploitasi “kuras habis” akan terus berlangsung, kecuali terjadi perubahanmendasar dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan lingkunganyang dapat menjamin keberlangsungan ekosistem dan keberlanjutanekonomi.2.
 
Dengan konsep PSDA yang ada sekarang yang menekankan eksploitasi SDAdan Alih Fungsi Lahan untuk meningkatan PAD, lemahnya penegakan hukumdan kecenderungan keberpihakan aparat kepada pengusaha maka kerusakanlingkungan dan konflik antara rakyat dan pengusaha akan terus berlanjut,bahkan bisa jadi terjadi konflik horizontal di tingkat rakyat.3.
 
Dengan RTRWP yang ada sekarang, dimana pendekatan yang dilakukanmasih administrasi dan bukan kawasan, maka kerusakan lingkungan hidupakan lebih serius dan konflik antar wilayah akan terjadi, terutama daerah-daerah yang kaya akan SDA
3
 
Data Bappeda Kalsel, 2009
4
Data Dinas Pertambangan dan Energi Kalsel, 2009
 
5
 
Data Dinas Kehutanan Kalsel, 2009
 
6
 
Data Dinas Kehutanan Kalsel, 2009
 

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur Simatupang liked this
miftahol liked this
Delin liked this
lijunki liked this
asmeri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->