Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DAFTAR PERATURAN MIGAS DI INDONESIA, 2012

DAFTAR PERATURAN MIGAS DI INDONESIA, 2012

Ratings: (0)|Views: 4,341 |Likes:
3.52. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS Nomor KEP-003/BP00000/2011/S0 Tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama
3.53. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS Nomor KEP-0012/BP00000/2011/S0 Tentang Pedoman Tata Kerja Pemeliharaan Fasilitas Produksi Minyak Dan Gas Bumi
3.54. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER - 28/PJ/2011 Tentang Bentuk Dan Isi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Yang Melakukan Kegiatan Di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan/Atau Gas Bumi
3.55. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER - 29/PJ/2011 Tentang Tata Cara Penerbitan Surat Ketetapan Pembayaran Pajak Penghasilan Minyak Bumi Dan Gas Bumi Dan Surat Keterangan Pembayaran Pajak Penghasilan Minyak Bumi Dan Gas Bumi Sementara
3.56. Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan Di Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral Kepada Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2011
3.57. Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak
3.58. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218/PMK.02/2011 Tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran, Penghitungan, Pembayaran, Dan Pertanggungjawaban Subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kilogram
3.59. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 256/PMK.00/2011 Tentang Batasan Pengeluaran Alokasi Biaya Tidak Langsung Kantor Pusat Yang Dapat Dikembalikan Dalam Penghitungan Bagi Hasil Dan Pajak Penghasilan Bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak Dan Gas Bumi
3.60. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 257/PMK.011/2011 Tentang Tata Cara Pemotongan Dan Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Lain Kontraktor Berupa Uplift Atau Imbalan Lain Yang Sejenis Dan/Atau Penghasilan Kontraktor Dari Pengalihan Participating Interest
3.61. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 258/PMK.011/2011 Tentang Batasan Maksimum Biaya Remunerasi Tenaga Kerja Asing Untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak Dan Gas Bumi
3.62. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3053 K/12/MEM/2011 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219 K/12/MEM/2010 Tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Minyak Dan Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Yang Dicampurkan Kedalam Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu
3.63. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional
3.64. Peraturan Menteri ESDM Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara Dan Gas Serta Transmisi Terkait
3.65. Peraturan Menteri ESDM Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Penetapan Dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi Non Konvensional
3.52. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS Nomor KEP-003/BP00000/2011/S0 Tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama
3.53. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS Nomor KEP-0012/BP00000/2011/S0 Tentang Pedoman Tata Kerja Pemeliharaan Fasilitas Produksi Minyak Dan Gas Bumi
3.54. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER - 28/PJ/2011 Tentang Bentuk Dan Isi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Yang Melakukan Kegiatan Di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan/Atau Gas Bumi
3.55. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER - 29/PJ/2011 Tentang Tata Cara Penerbitan Surat Ketetapan Pembayaran Pajak Penghasilan Minyak Bumi Dan Gas Bumi Dan Surat Keterangan Pembayaran Pajak Penghasilan Minyak Bumi Dan Gas Bumi Sementara
3.56. Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan Di Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral Kepada Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2011
3.57. Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak
3.58. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218/PMK.02/2011 Tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran, Penghitungan, Pembayaran, Dan Pertanggungjawaban Subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kilogram
3.59. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 256/PMK.00/2011 Tentang Batasan Pengeluaran Alokasi Biaya Tidak Langsung Kantor Pusat Yang Dapat Dikembalikan Dalam Penghitungan Bagi Hasil Dan Pajak Penghasilan Bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak Dan Gas Bumi
3.60. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 257/PMK.011/2011 Tentang Tata Cara Pemotongan Dan Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Lain Kontraktor Berupa Uplift Atau Imbalan Lain Yang Sejenis Dan/Atau Penghasilan Kontraktor Dari Pengalihan Participating Interest
3.61. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 258/PMK.011/2011 Tentang Batasan Maksimum Biaya Remunerasi Tenaga Kerja Asing Untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak Dan Gas Bumi
3.62. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3053 K/12/MEM/2011 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219 K/12/MEM/2010 Tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Minyak Dan Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Yang Dicampurkan Kedalam Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu
3.63. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional
3.64. Peraturan Menteri ESDM Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara Dan Gas Serta Transmisi Terkait
3.65. Peraturan Menteri ESDM Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Penetapan Dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi Non Konvensional

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Jul 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

 
 
PENAWARAN
DAFTAR PERATURAN MIGAS DI INDONESIA, 2012
 Januari, 2012
Eksploitasi minyak Indonesia telah berlangsung lebih dari satu abad, hingga tahun 2009volume cadangan diprediksi berkisar 7.998 MMSTB (terbukti 4.303 MMSTB dan potensial3.695 MMSTB), dengan tingkat produksi 357 juta barel per tahun, minyak Indonesia akanhabis dalam tempo sekitar 10 tahun.Sementara dalam satu setengah dasawarsa terakhir perkembangan cadangan gas bumicenderung terus meningkat, per Januari 2009 cadangan gas bumi Indonesia tercatat mencapaivolume sekitar 159 TSCF (terbukti sekitar 107,3 TSCF dan potensial 57,6 TSCF). Dengantingkat produksi sekitar 2,74 TSCF per tahun, pemanfaatan gas bumi diprediksi masih dapatberlangsung sekitar 40 tahun.Menipisnya cadangan minyak mendorong pemerintah melakukan percepatanperubahan paradigma penggunaan energi di antaranya pemanfaatan gas untuk kebutuhanenergi domestik meliputi gas untuk listrik dan industri pupuk domestik, program konversiminyak tanah ke LPG 3 Kg dan pengembangan gas kota.Di satu sisi, kegiatan investasi eksplorasi migas nasional cenderung menurun setiaptahunnya, sejak dimulainya pembahasan antara pemerintah dan DPR sampaidiberlakukannya UU No.22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, di mana pada pasal 31tercantum berbagai kewajiban pajak dan pungutan atas peralatan eksplorasi yangdidatangkan dari luar negeri meski pihak investor belum menemukan minyak setetespun. Disamping itu, UU Migas tersebut berdampak pada panjang dan berantainya proses birokrasiyang harus dilalui dalam kegiatan investasi migas di Indonesia.Di sisi lain, UU No.22/2001, dan Kepres Nomor 57 Tahun 2002, berpotensi mengubahpola pengelolaan industri migas Indonesia, antara lain pembagian lebih tegas antara fungsipemerintah, pengatur dan pelaku usaha migas, pemilahan rantai usaha dalam sejumlahkegiatan utama (
unbundling
) serta penekanan pada liberalisasi sisi hilir migas. Pasal 8 ayat 1UU No.22/2001 dengan tegas menyatakan pemerintah mesti memprioritaskan pemanfaatangas bagi kebutuhan konsumsi domestik.Sementara upaya percepatan diversifikasi dan konservasi energi harus segeraterimplementasi, untuk meningkatkan kapasitas produksi migas nasional dibutuhkan danainvestasi yang tidak sedikit, sementara arus investasi migas sebagian besar masih disumbangoleh non APBN.Untuk mendorong akselerasi investasi kegiatan usaha migas, diterbitkan PPNo.55/2009 (Perubahan PP No.35/2004) dan PP No.30/2009 (Perubahan PP No.36/2004)dimaksudkan untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi investor menanamkan modalnya,baik di hulu maupun hilir migas.Ketika angin reformasi birokrasi berhembus di tataran pemerintahan, pada 2007 dan2010 pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan tiga PeraturanMenteri Keuangan (PMK), yang diantaranya pembebasan Bea Masuk dan PPN ditanggungpemerintah untuk kebutuhan alat eksplorasi migas dan panas bumi domestik, namun PMK
1
 
 
dinilai bukan jalan keluar bersifat permanen disebabkan status yang lebih rendah dibandingUU, selain itu dikhawatirkan berpotensi menimbulkan gugatan dikemudian hari. Untuk itu,diperlukan upaya optimal pemerintah dan DPR agar tercipta iklim lebih kondusif.Sementara biaya program pengembangan sektor ESDM jangka pendek (2010-2014)diestimasikan membutuhkan biaya investasi senilai Rp1.599 triliun, mengingat alokasianggaran dari APBN masih dibawah kisaran 10% dari total kebutuhan, pemerintahmengundang pihak investor baik swasta maupun BUMN serta BUMD untuk berpartisipasiaktif dalam kegiatan pengembangan energi Indonesia 2010-2014.Permenhub No.48/2011 yang mulai berlaku 18 April 2011 mengatur secara ketatpenggunaan kapal asing untuk kegiatan pengeboran dan lepas pantai (
offshore
), baik mengenai jangka waktu penggunaan kapal, proses perizinan serta mekanisme pengoperasiannya.Batas waktu yang ditetapkan bervariasi. Untuk kegiatan survei minyak dan gas bumidengan penggunaan kapal survei seismik, survei geofisika dan survei geoteknis diberi bataswaktu sampai Desember 2014. Sementara kegiatan konstruksi lepas pantai ditetapkanberdasarkan jenis kapal, yaitu untuk kapal derek/
crane, pipe/cable/subsea umbilical riser flexible(SURF) laying barge/vessel
diberi jangka waktu sampai Desember 2013.Adapun jenis kapal
diving support vessel
(DSV) diberi jangka waktu sampai akhirDesember 2012. Kegiatan pengeboran diberi jangka waktu sampai dengan akhir Desember2015. Kegiatan penunjang operasi lepas pantai diberi jangka waktu sampai dengan akhirDesember 2012. Kegiatan pengerukan serta
salvage
dan pekerjaan bawah air diberi jangkawaktu sampai akhir Desember 2013.Dengan dirangkumnya laporan kebijakan pemerintah terkait kegiatan usaha hulu danhilir migas nasional, diharapkan semua pihak yang terkait perkembangan usaha domestikmigas akan lebih obyektif dalam melangkah dan mensikapi kondisi bisnis migas di Indonesia.Laporan kebijakan pemerintah RI terkait kegiatan usaha Hulu dan Hilir Migas yangdisusun setebal 1.000 halaman
 
ini kami tawarkan dengan harga
Rp 4.500.000
(empat juta limaratus ribu rupiah) per-copy (dua jilid) dalam edisi bahasa Indonesia. Untuk pemesanan daninformasi lebih lanjut, silahkan menghubungi
PT Media Data Riset
melalui
Telepon (021)809-6071, Fax (021) 809-6071,
atau
website www.mediadata.co.id
dengan mengisi lampiranformulir pemesanan. Pemesanan untuk luar negeri atau luar Jakarta akan ditambah biayakirim.Demikian penawaran ini kami sampaikan dan atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Jakarta, Januari 2012
PT Media Data RisetDrh. H. Daddy Kusdriana M.SiDirektur Utama
2
 
 3
DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN MIGAS DI INDONESIA, 2012
 Januari, 2012
1. PENDAHULUAN2. SUMBER DAYA DAN PERAN MIGASINDONESIA
2.1. Perkembangan Sumber Daya Migas Status1993-20092.2. Kebijakan Migas Nasional2.3. Skema Kegiatan Hulu Migas2.3.1. Rantai penerimaan industri migasnasional2.3.2. Formula perhitungan perolehan minyak bumi2.4. Daerah Penghasil & Produsen Migas IndonesiaMenurut Wilayah2.5.
 Lifting
& Bagi Hasil Usaha Migas Pusat &Daerah2.5.1. Mekanisme dana bagi hasil2.5.2. Sistem monitoring produksi dan
lifting
 migas2.6. Kontribusi Migas Terhadap Perolehan Negara2004-20102.7. Dana Bagi Hasil Migas 2008-2009
3. DAFTAR PERATURAN
3.1. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor22 Tahun 2001
Tentang Minyak Dan Gas Bumi3.2. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor30 Tahun 2007
Tentang Energi3.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 79 Tahun 2010
Tentang Biaya OperasiYang Dapat Dikembalikan Dan PerlakuanPajak Penghasilan Di Bidang Usaha HuluMinyak Dan Gas Bumi3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 30 Tahun 2009
Tentang PerubahanAtas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun2004 Tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak Dan Gas Bumi3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 55 Tahun 2009
Tentang PerubahanKedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 35Tahun 2004 Tentang Kegiatan Usaha HuluMinyak Dan Gas Bumi3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 34 Tahun 2005
Tentang PerubahanAtas Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun2004 Tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 35 Tahun 2004
Tentang KegiatanUsaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2004
Tentang KegiatanUsaha Hilir Minyak Dan Gas Bumi3.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2010
Tentang DaftarBidang Usaha Yang Tertutup Dan BidangUsaha Yang Terbuka Dengan PersyaratanDi Bidang Penanaman Modal3.10. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 45 Tahun 2009
Tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2005Tentang Penyediaan Dan PendistribusianJenis Bahan Bakar Minyak Tertentu3.11. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 71 Tahun 2005
Tentang PenyediaanDan Pendistribusian Jenis Bahan BakarMinyak Tertentu3.12. Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 21 Tahun 2001
Tentang PenyediaanDan Pelayanan Pelumas3.13. Peraturan Menteri Perhubungan
NomorPM.48 Tahun 2011
Tentang Tata Cara DanPersyaratan Pemberian Izin PenggunaanKapal Asing Untuk Kegiatan Lain YangTidak Termasuk Kegiatan MengangkutPenumpang Dan/Atau Barang DalamKegiatan Angkutan Laut Dalam Negeri3.14. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor22/PMK.011/2011
Tentang Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung PemerintahAtas Impor Barang Untuk Kegiatan UsahaHulu Eksplorasi Minyak Dan Gas BumiSerta Kegiatan Usaha Eksplorasi PanasBumi Untuk Tahun Anggaran 20113.15. Peraturan Menteri ESDM
Nomor 01 Tahun2011
Tentang Pedoman TeknisPembongkaran Instalasi Lepas PantaiMinyak Dan Gas Bumi3.16. Peraturan Menteri ESDM
Nomor 03 Tahun2011
Tentang Pengelolaan Kilang Minyak Bumi Dalam Rangka Pendidikan DanPelatihan, Dan Pengelolaan Fasilitas
 LubeOil Blending Plant 
Dalam RangkaPenelitian Dan Pengembangan3.17. Peraturan Menteri ESDM
Nomor 04 Tahun2011
Tentang Penghargaan Energi3.18. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor21/PMK.011/2010
Tentang PemberianFasilitas Perpajakan Dan Kepabeanan Untuk Kegiatan Pemanfaatan Sumber EnergiTerbarukan3.19. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor73/PMK.03/2010
Tentang PenunjukanKontraktor Kontrak Kerja SamaPengusahaan Minyak Dan Gas Bumi DanKontraktor Atau Pemegang Kuasa/ 

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Echi Bebex liked this
Lalu Rijal Hadi liked this
widi_wicaksono liked this
Lilik C. Mafula liked this
Humbang Purba liked this
Vino Dhevit liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->