Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kuntowijoyo-Masjid Atau Pasar

Kuntowijoyo-Masjid Atau Pasar

Ratings: (0)|Views: 384 |Likes:
Published by empiris
Makalah Training Islam Intensif (TII), EMPIRIS
Makalah Training Islam Intensif (TII), EMPIRIS

More info:

Published by: empiris on Jul 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
MASJID ATAU PASAR:
Akar Ketegangan Budaya di MasaPembangunan
ADA sebuah Hadits Nabi yang barangkali banyak mengundangpemikiran tentang relevansinya dengan masa kini. “Sebaik-baiktempat ialah masjid-masjid, dan sejelek-jelek tempat ialah pasar”,demikian kata Nabi. Di sini dengan jelas dipertentangkan antaramasjid dan pasar. Padahal Nabi sendiri dalam sebuah Hadits yanglain memuji jual-beli yang jujur dan baik (dan penghasilan dari hasiltangan sendiri) sebagai mata pencaharian yang utama. Jikaperdagangan dan industri merupakan pekerjaan yang dimuliakan,dalam kedudukan apa “pasaritu menjadi “tempat yang sejelek- jeleknya”?Rupanya Nabi berpikir secara dialektik
1
. Masjid adalah simboldari agama dan pasar dari kepentingan ekonomi. Masing-masingdapat menjadi kekuatan sejarah yang mengubah dunia.
Transfor-mative capacity 
(daya rubah) dari agama Islam sudah menjadi jelasdalam buku-buku sejarah Islam, baik sebagai kekuatan sosial, politik,maupun budaya. Kreativitas sejarah yang mula-mula muncul sebagaikekuatan spiritual (iman) telah mampu memobilisasikan umat Islamdalam perjalanan sejarah yang panjang dari zaman kekhalifahan,kerajaan-kerajaan, dan perlawanan terhadap penetrasi imperialisme(masuknya penjajahan), sehingga sebuah peradaban baru munculdalam arena sejarah. Islam yang oleh Toynbee
2
dimasukkan dalamtradisi Judeo Christian (budaya agama samawi) itu telah menembuslebih jauh dari jangkauan dunia Barat, sampai di India, Tiongkok, danIndonesia yang dalam sejarah dikenal dengan Dunia Timur dan per
-
adaban Timur. Dalam keadaannya yang sekarang, peradaban Islammenjelma ke dalam setidaknya lima zone budaya: Arab, Iran, Turki,
®
 
Makalah
dalam Seminar KPFI IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 17-19 Oktober 2003.Kuntowijoyo,
Budaya dan Masyarakat-edisi paripurna
, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006, hal. 131.Dimodifikasi sedikit oleh Abuya.
1
 
Model berpikir yang menyatukan dua titik ekstrim untuk menemukan titik tengah yang seimbang.
 
2
Pengamat Islam berkebangsaan Inggris.
 
Masjid atau Pasar: Akar Ketegangan Budaya di Masa Pembangunan
Melayu, dan Afrika Hitam.
3
Kepada lima zone itu masih dapatditambahkan daerah-daerah
mualaf 
di Eropa, Amerika, dan Asialainnya.Namun pertanyaan yang mendasar terhadap Islam telah di-lancarkan oleh penulis Marxis (pendukung Marxisme
4
) sepertiMaxime Rodinson yang meragukan keunikan Islam sebagai duniayang tersendiri dalam sejarah. Islam juga akan terkena hukumumum yang melihat seluruh manusia, yaitu adanya pertentangan-pertentangan –antara kelas sosial, antara bangsa. Di Siria, Rodinsonmemberi contoh, petani petani miskin dari Horns dan Hamah yang juga merupakan muslim yang baik, maju ke muka untuk membeladengan kekuatan sebuah rezim yang dikuasai partai yang sekulerdan didirikan oleh seorang Kristen Arab. Mereka melindungi rezim itudari serangan-serangan kaum pedagang dan tukang-tukang di kotayang didukung oleh para ulama. Khotbah-khotbah para ulama hanyamempunyai pengaruh yang tidak berarti terhadap mereka yangmiskin dibandingkan dengan perbuatan-perbuatan nyata dari PartaiBaath yang memerintah.
5
Dengan kata lain, rupa-rupanya Islam tidakbanyak mempunyai sumbangan terhadap proses kehidupan ekonomimasa kini. Kekuatan mengubah dari Islam, tidak menjamah sektorkehidupan ini. Apakah ini berarti bahwa bahkan umat Islam telahlebih banyak dikuasai oleh pasar daripada oleh masjid? Situasi pasar(keadaan ekonomi) seseorang lebih menentukan daripada panggilanagamanya. Pasar berada di atas masjid?Apakah hal ini terjadi karena Islam tidak mempunyai hubungandengan sebuah
mode of production
(cara berekonomi)
 
tertentu?Kalau benar bahwa Islam memang mempunyai pilihan (caraberekonomi)
 
tertentu, bagaimana pilihan itu akan menjadi suatuaktualitas (kenyataan) sejarah? Ada banyak contoh menandakanbahwa para pemikir Islam masa kini cenderung untuk mencaripenafsiran yang otentik dari ajaran-ajaran Islam yang kurang lebihberada di perbatasan antara sosialisme
6
dan kapitalisme
7
. Sementara
3
Untuk pembicaraan singkat mengenai zone-zone budaya Islam lihat, Sayyed Hossein Nasr, “
Islam in theWorld: Cultural Diversity within Spiritual Unity 
”, dalam penerbitan UNESCO,
Islam: The Perenniality of Values
(Paris: The Unesco Press and la Baconniere, 1977), pp. 15-33.
4
Isme yang menjadi cikal bakal komunisme.
5
Maxime Rodinson,
Islam and Capitalism
(New York: Penguin Books, 1980), p. 227.
6
Pemikiran tentang pengaturan ekonomi masyarakat dalam Negara yang mengakibatkan kelesuan ekonomi,karena masyarakat menjadi tidak kreatif. Ketidak-kreatif-an itu akibat dari tidak boleh adanya hak kepemilikanpribadi, semua alat produksi dikuasai oleh Negara. Negara memberikan gaji pada semua warga negara, warganegara
tahunya
beres.
7
Pemikiran tentang pengaturan ekonomi masyarakat dalam Negara yang mengakibatkan penumpukankekayaan pada pihak-pihak tertentu saja. Faham ini yang sekarang menjadi dasar pemikiran pengaturan ekonomiRepublik Indonesia Serikat. Pemikiran tentang ekonomi berdasar pada asumsi bahwa harga suatu barangdagangan akan ditentukan dengan sendirinya oleh perbandingan jumlah permintaan dan penawaran, semakinbanyak permintaan tanpa penambahan jumlah penawaran barang maka harga akan naik, begitu sebaliknya.Pendapat ini lemah, karena di pasar ternyata ada pedagang yang suka menimbun barang, bila barang ditimbunpastinya akan terjadi pengurangan penawaran yang artinya kenaikan harga. Oleh karena itu pemerintahseharusnya campur tangan dalam masalah penentuan harga barang dagangan, dengan memastikan harga padatingkat yang wajar serta menindak para pelaku penimbunan barang.
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com
-114-
 
Masjid atau Pasar: Akar Ketegangan Budaya di Masa Pembangunan
Islam mengecam keras pembentukan kelas-kelas ekonomi yangantagonistis (mustadh’afin Versus Mustakbirin) dan penumpukankekayaan oleh sekelompok masyarakat, Islam juga mendukungtanpa ragu-ragu konsep kekayaan pribadi (memperbolehkan hakmilik pribadi).
8
Islam melawan baik Marxisme maupun kapitalisme.Kiranya belum ada sebuah studi yang mendalam mengenaihubungan antara Islam dan perkembangan ekonomi, kecuali sedikitdari Max Weber yang agak berbau
ethnocentrism
(ta’ashub)
 
danMaxime Rodinson yang mempunyai analisa Marxis.Menarik untuk dibicarakan adalah pandangan Max Webertentang Islam. Dalam studinya yang lain, yang menjadikan tesisnya(pendapatnya) sangat terkenal dan mendapat banyak tanggapan,
The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism
9
,
Webermenyebutkan bahwa untuk mencapai rasionalisme ekonomi kapitalisada prasyarat institusional (kelembagaan) yang harus dipenuhi.Syarat bagi kapitalisme itu terdapat dalam etika Protestan denganapa yang disebutnya
inner worldly asceticism
.
Dalam dunia yangdidominasi oleh Budaya Islam tidak terdapat prasyarat semacam itu.Hukum yang rasional dan formal (resmi), kota-kota yang otonom,kelas menengah kota yang merdeka, dan stabilitas politik, tidakditemukan Weber dalam dunia Islam. Weber melihat bahwa “etikaprajurit” dan dominasi patrimonial (pengaruh budaya waris mewarisi)dari para sultan dan khalifah menghambat munculnya kapitalismeyang rasional. Dominasi patrimonial membuat hubungan ekonomi,politik, dan hukum tidak stabil dan penuh kesewenangan, atauirrasional
, dalam pengertian Weber.
Meskipun analisis dan tesis Weber sudah banyak mendapatkritik,
namun gema Weber banyak muncul dalam studi mengenaiIslam di Indonesia. Pada umumnya, para pengamat mencoba meng-hubungkan gerakan reformasi Islam, seperti dalam Masyumi danMuhammadiyah, dengan gerakan Protestantism di Eropa, karenareformasi lahir dari para pedagang, kelas menengah kota. Etika parapendukung reformasi Islam rupa-rupanya mendukung perkembangankapitalisme di lingkungan orang Indonesia. Menurut Clifford Geertz,para pengusaha dan Reformasi Muslim mempunyai semangat
entrepreneurship
(wirausaha)
 
seperti kaum Puritan (pemurni agama)pada permulaan kapitalisme.
Sekalipun pendapat Geertz dibuktikantidak selalu benar adanya, seperti studi Lance Castle mengenai para
8
Pokok-pokok pikiran mengenai Islam dan sosialisme dapat dilihat dalam John H. Donohue dan John L.Esposito,
Islam in Transition: Muslim Perspective
(New York: Oxford University Press, 1982), pp. 98-139.
9
Judul buku Tulisan Max Weber.
10
Kezuhudan berusaha dalam perekonomian.
11
Tidak logis, tidak berdasar pemikiran yang jernih.
12
Lihat Bryan
S.
Turner,
Weber and Islam: A Critical Study 
(London: Routledge & Kegan Paul, 1974), p. 15.
13
Banyaknya kritik tetah dilontarkan terhadap tulisan Weber, di antaranya ialah Kurt Samuelson,
Religion and Economic Action: A Critique
of 
Max Weber 
(New York: Harper Toorchbooks,
1964).
14
Lihat Clifford Geeriz,
Peddlers and Economic Change in Two Indonesian
Chicago Press, 1971), p. 49.
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com
-115-

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dwi Lestari liked this
Wah You Dhie liked this
thefoxs_251 liked this
TardjaniUmar liked this
abu syakir ahmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->