Pengantar Ilmu Negara dan Pemerintahan
Ketika berbicara bentuk-bentuk negara, maka kita berbicaratentang klasifikasi negara. Dalam mengklasifikasikan bentuk-bentuknegara, para ahli ilmu kenegaraan menggunakan kriteria yangberbeda-beda. Ada yang menggunakan kriteria siapa yangmemerintah dalam negara itu seperti Aristoteles, maka dia membagibentuk-bentuk negara menjadi:
•
Monarki, negara yang diperintah oleh satu orang saja.
•
Aristokrasi, negara yang diperintah oleh sekelompok orang.
•
Republik, negara yang diperintah oleh rakyat.Apa yang dimaksud dengan memerintah disini berkaitan dengansiapa yang menentukan hukum. Pada negara yang disebut Monarki,hukum ditentukan oleh satu orang yang diakui-- biasanya raja. Sedangpada negara Aristokrasi, hukum ditentukan oleh sekelompok orang.Dan pada negara yang disebut Republik, hukum ditentukan olehrakyat.Istilah Monarki, Aristokrasi dan Republik yang digunakan olehAristoteles di kemudian hari mendapatkan
ta’rif
yang lain di tanganahli ilmu kenegaraan yang lain. Contohnya menurut Leon Duguit,monarki adalah bentuk pemerintahan (
forme de gouvernement
) bukanbentuk negara (
forme de staat
), yang kepala negaranya dipilih dandiangkat menurut garis darah (sistem waris).Lebih lanjut Aristoteles mengklasifikasikan negara juga berdasarpraktek pemerintahannya. Menurut Aristoteles:
•
Monarki yang ditujukan hanya untuk kepentingan pribadipenguasanya disebut negara Tirani.
•
Aristokrasi yang ditujukan untuk kepentingan sekelompokorang penguasanya saja disebut negara Oligarki.
•
Republik yang ditujukan untuk kepentingan penguasa-penguasanya (orang-orang yang diserahi amanat rakyat; wakilrakyat) saja disebut negara Demokrasi.Di era modern, istilah-istilah yang digunakan oleh Aristotelesbanyak yang mengganti peruntukannya. Sebagai contoh istilah
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com
-78-