Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Daya Saing Jagung Febri Irawan 05091002006 Teknik Pertanian UNSRI

Daya Saing Jagung Febri Irawan 05091002006 Teknik Pertanian UNSRI

Ratings: (0)|Views: 291 |Likes:

More info:

Published by: Febri Irawan Putra Zenir on Jul 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

 
 1
ANALISIS DAYA SAING KOMODITI JAGUNG DAN DAMPAKKEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP AGRIBISNIS JAGUNG DINUSA TENGGARA BARAT PASCA KRISIS EKONOMI
 
IKIN SADIKIN
1)
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian,Badan Litbang Departemen Pertanian RI, Bogor
ABSTRACT
The objective of this study was to analyze comparative and competitive advantage of NTBcorn production. Primary and secondary data were collected by interviewing corn farmers,farmer groups, corn traders, and any corn agribusiness corn institutional in NTB. The surveywas conducted from December 1998 up to January 1999. The data resulted were analyzed byPolicy Analysis Matrix (PAM). The results of analysis, including sensitivity analysis showedthat NTB corn production after crisis periode have rel atively hight and stable bothcomparative and competitive as to reflected by PCR dan DRCR values less than one. Theefficiency able to increase by deregulation government policies distortion on output and inputtradable as well as domestic input. The deregulation can be by reduction tariff import ortradable input, corn seeds, fertilizer, and pesticide.
 Key word
: Competitiveness, government policies, corn, pasca crisis.
PENDAHULUAN
Meskipun jagung di Indonesia merupakan komoditi pangan terpenting ke dua setelahpadi/beras, namun bagi kehidupan sebagian masyarakat petani di daerah Nusa TenggaraBarat (NTB) sampai tahapan sekarang, jagung masih merupakan komoditi pangan andalan.Jagung selain sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja, juga sebagai komoditi
tradable
 yang dapat menghasilkan devisa negara melalui ekspor, khususnya di masa-masa mendatang
.
Di masa depan terdapat indikasi kuat bahwa tingkat permintaan jagung oleh industri akanterus meningkat, seiring dengan penambahan penduduk dan peningkatan kesadaran gizimasyarakat, meskipun tingkat partisipasi konsumsi dan tingkat konsumsi rumah tanggacenderung akan menurun, baik secara regional (di NTB) maupun secara nasional (diIndonesia).Tingkat konsumsi jagung rumah tangga di NTB menurun dari 16,8 kg/kap/thn padatahun 1990, menjadi 13,9 kg/kap/thn pada tahun 1998, dan di tingkat nasional menurundari 9,72 kg/kap/thn pada tahun 1990, menjadi 6,81 kg/kap/thn pada tahun 1993 (DipertaNTB, 1998, Departemen Pertanian, 1999). Sementara tingkat partisipasi konsumsi keluargamenurun dari 52,3 persen pada tahun 1993 menjadi 46,3 persen pada tahun 1996 (Erwidodo,
et al
. 1998).
1) Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor
 
 2
Dilihat dari segi laju peningkatan produksi jagung dalam dua dekade belakangan
(1984-1999)
, ternyata masih mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu mencapai 5,36persen per tahun di NTB dan 5,18 persen per tahun di Indonesia. Tetapi karena lebihcepatnya laju peningkatan kebutuhan/permintaan jagung untuk bahan baku industri,khususnya industri pakan ternak, yaitu 11,98 persen per tahun (Sekretaris BP Bimas, 1998,dan Sudaryanto,
et al
. 1998), maka terjadi kesenjangan produksi jagung domestik yang cukuptinggi, yaitu sekitar 0,83 juta ton pada tahun 1996, dan meningkat menjadi 6,03 juta ton padatahun 2010 (PSE, 2000), dan dalam rangka memenuhi kesenjangan tersebut, Indonesia masihmengimpor jagung sekitar 364.884 ton setiap tahun dari berbagai pasar jagung dunia.Dalam konteks Asia. Indonesia saat ini berada pada peringkat ke lima negara importer jagung terbesar setelah Jepang, Republik Korea, China, dan Malaysia (FAO, 1999). Padatahun 2000, volume impor jagung Indonesia mencapai sekitar 591.856 ton yang bernilai US $71,12 juta (posisi Agustus) yang sebagian besar dipasok dari China 79,07 %, Argentina 9,55%, dan Thailand 8,77 % (Badan Pusat Statistik, 2000).Laju volume dan nilai impor jagung Indonesia selama dua dekade tahun terakhirmeningkat sekitar 290 persen dan 227 persen per tahun. Meskipun bila dibandingkan antaraperiode sebelum krisis versus setelah krisis berlangsung, nampak adanya polarisasi lajuvolume dan nilai impor jagung yang cukup tajam, yaitu dengan laju masing-masingmeningkat 339 persen dan 267 persen per tahun sebelum masa krisis versus menurun -25persen dan -31 persen per tahun pada saat setelah krisis ekonomi berlangsung (1998).Meskipun pada saat-saat tertentu Indonesia mengimpor jagung cukup tinggi; tapi disaat-saat lain (musim panen raya) Indonesia juga melakukan ekspor ke beberapa negara Asia.Volume dan nilai ekspor jagung Indonesia selama dua dekade terakhir meningkat denganlaju 354 persen dan 239 persen per tahun. Di mana pada saat sebelum krisis, ekspor jagungIndonesia rata-rata hanya 69.840 ton ($ 9,1 juta) per tahun, dan setelah krisis meningkatmenjadi 234.572 ton ($ 24,58 juta) per tahun. Fenomena inilah yang sedikit-banyak dapatmenggambarkan prospek dan kemampuan daya saing jagung Indonesia di masa-masamendatang.Banyak data hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing jagung Indonesia cukupbaik, sebagaimana diperlihatkan oleh nilai koefisien DRC (DRCR) yang lebih kecil dari satu.DRCR di daerah luar Jawa 0,52 – 0,73, dan di daerah Jawa 0,54– 0,92. Hal inimengindikasikan bahwa penggunaan sumber daya domestik dalam usaha memproduksi jagung di dalam negeri lebih efisien dibanding dengan melakukan impor, sebab setiap satuan
 
 3
devisa yang dihasilkan dari produksi jagung di Indonesia hanya memerlukan modal sumberdaya domestik sekitar 52–73 persen. Sementara itu, untuk menghasilkan satu satuan devisadalam memproduksi jagung di daerah Nusa Tenggara dan Bali, sebelum masa krisis,diperlukan modal sumber daya domestik sebesar 52-73 persen (Suryana, 1980; Oktaviani,1991; Haryono, 1991, 1998; Adnyana
et al
. 1994, 1996; Kariyasa,
et al
. 1995; Hutabarat,
et al
. 1997; Buharman,
et al
. 1998; Kariyasa dan Adnyana, 1998; Sadikin,
et al
. 1998; danSadikin, 1999, 2000).Berdasarkan informasi tersebut yang diiringi dengan proses penyejagatan ekonomi ditingkat dunia, maka masalah perdagangan jagung di Indonesia, tidak terlepas dari situasiperdagangan jagung di tingkat internasional, nasional, dan regional. Oleh sebab itu makadaya saing jagung Indonesia, khususnya di NTB perlu diteliti bagaimana keunggulankompetitif, komparatif, dan dampak kebijakan pemerintah dalam penerapan harga danmekanisme pasar jagung setelah tiga tahun masa krisis berlangsung (1997).
METODOLOGI PENELITIAN
 
Lokasi dan Cakupan Data Penelitian
Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, PropinsiNTB. Daerah kabupaten ini dipilih secara sengaja dengan kriteria : (1) sebagi salah satudaerah sentra produksi jagung di NTB, dan (2) berpontensi sebagai daerah pengembangan jagung dimasa-masa mendatang (IPPTP, 1996). Pengumpulan data dilakukan pada bulanDesember 1998 sampai Januari 1999 melalui wawancara langsung dengan petani, kelompok tani, pedagang saprodi, pedagang jagung, pemilik/supir truk, dan instansi terkait lainnya. Dikabupaten Sumbawa dipilih lima desa tipikal yang mewakili sebagian besar kondisilingkungan sistim agribisnis pertanian (SUP) jagung. Dalam hal ini petani dimaksud adalahpetani peserta kemitraan SUP jagung Bisma yang dibina oleh Badan Litbang Pertanian.Penelitian ini menganalisis hasil produksi jagung MT 1997/1998, di mana saat itusituasi perekonomian Indonesia sudah dilanda krisis yang dimulai sejak krisis moneter padabulan Juli 1997. Dalam kerangka itu, maka analisis daya saing jagung dalam penelitian inidiilustrasikan sebagai “pasca krisis”.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
miftahol liked this
driremes liked this
Iwang Karokaro liked this
Adawiah Uni liked this
andreasmedah liked this
sabilio liked this
elmuhar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->