3
berbentuk sirkular, sedangkan DNA eukariot berbentuk linear dan memilikiprotein histonDNA terdapat pada seluruh jaringan dan cairan tubuh. Oleh karena ituDNA genom dapat diisolasi dari semua bahan biologis yang mengandung selberinti, seperti darah, semen, rambut, tulang, liur dan lain-lain. Bahan yangpaling sering digunakan untuk tujuan isolasi DNA adalah darah dan rambutbeserta akarnya, karena kedua bahan tersebut relatif mudah diperoleh.DNA genom yang diisolasi dapat digunakan untuk identifikasi DNAsuatu organisme, baik dengan metode PCR (
polymerase chain reaction
) atau
menggunakan enzim endonuklease restriksi (”DNA fingerprinting”). Hasil
pemeriksaan dari kedua teknik tersebut kemudian dapat digunakan untuk diagnosis penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri, mendeteksiadanya mutasi gen yang menimbulkan penyakit keganasan, penyakit herediter,menentukan jenis kelamin prenatal serta sebagai alat bantu forensik dalambidang kedokteran.Darah (whole blood) dan sumsum tulang mamalia mengandung baik sel-sel berinti (sel darah putih) maupun sel-sel tidak berinti (sel darah merah).Untuk mengisolasi DNA dari darah dan sumsum tulang, sel darah merah yangtidak mengandung DNA genom harus dilisiskan dahulu agar dapat dipisahkandari sel darah putih. Sel-sel darah putih yang sudah dipisahkan kemudiandilisiskan dengan bantuan bahan pengawet DNA yaitu, deterjen anionik yangdapat melarutkan komponen seluler. Bahan pengawet DNA juga dapatmengurangi aktivitas Dnase yang terdapat di dalam sel. Bila perlu dapatditambahkan Rnase untuk menyingkirkan kontaminasi RNA.Selanjutnya dengan presitasi garam, DNA genom dipisahkan dariprotein plasma dan inti. Akhirnya DNA genom diisolasi dengan presipitasidengan alkohol dan pelarutan kembali endapan yang terbentuk dari larutandapar yang mengandung suatu bahan pengawet DNA. Hasil isolasi DNAdikatakan baik apabila didapatkan DNA yang murni dan utuh.