Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Edisi 378

Edisi 378

Ratings: (0)|Views: 1,151 |Likes:
Published by Hary Buana
Mingguan Medikom Edisi 378
Mingguan Medikom Edisi 378

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 378 Tahun VII 19 s.d. 25 Juli 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Lingkup kegiatannya, pemba-ngunan ruang perpustakaan,pengadaan perabot pendukungperpustakaan, dan penagadaansarana peningkatan mutupendidikan meliputi alat peraga,kit multimedia, buku penga- yaan, buku referensi, ICT pendi-dikan dan alat elektronikpendidikan.Namun memasuki triwulanketiga, program ini belum jugadimulai pelaksanaannya dilapangan. Terlambatnya pelak-sanaan diduga keras akibat Ke-menterian Pendidikan Nasionaltidak juga menggulirkanpetunjuk teknis dan petunjukpelaksanaan sebagai pedomanke kabupaten/kota penerimaprogram di seluruh Indonesia. Tidak munculnya petunjukteknis dan petunjuk pelaksa-naan inilah yang membuatbeberapa daerah kabupaten/kota ketar-ketir. Pasalanya bilamelihat rentang waktu tahunanggaran berjalan hanya tersisabeberapa bulan ke depan.Dikhawatirkan, bila pelaksa-naan tidak segera dilaksanakananggaran yang sudah mengen-dap di kas daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia akanhangus dan diluncurkan untuktahun anggaran 2011.Salah seorang yangmengkhawatirkan kondisi iniadalah Kepala Dinas PendidikanKabupaten Subang Drs Ma’murSutisna WD MMPd. MenurutMa’mur, keterlambatan juklak juknis pelaksanaan DAK dariKementerian Pendidikan
DAK PendidikanTerancam Gagal
Dunia pendidikanmemang dunia kacaubalau, banyak programdalam pelaksanaannyatidak terukur danterkawal secara baik.Salah satunya adalahprogram Dana AlokasiKhusus (DAK) BidangPendidikan Tahun 2010.Sejatinya DAK bidangpendidikan dialokasikanuntuk menunjangpelaksanaan programWajib Belajar (Wajar)Pendidikan Dasar 9Tahun yang bermutu danmerata untuk sekolahdasar dan sekolahmenengah pertama.
Nasional ke daerah membuatdaerah khawatir. Sebab, programDAK Bidang Pendidikan di daerahtelah masuk dalam rencanastrategis (renstra) bidang pendidikankabupaten/kota. Renstrapendidikan ini, katanya, merupakanterjemahan dari renstra pemerintahdaerah, tentu renstra daerahmengacu terhadap renstra yangditetapkan pemerintah pusat. Salahsatu program pendukung pelaksa-naan renstra pendidikan adalahprogram DAK bidang pendidikan ini.Namun sayangnya, untuk tahun2010 daerah kabupaten/kota belumbisa melaksanakan karena petunjukteknis dan petunjuk pelaksanaanbelum juga diterima daerah masing-masing.Melihat waktu sedemikian mepet,katan Ma’mur, dikhawatirkanprogram ini tidak bisa terealisasipada tahun 2010 ini. “Ini sangatmengkhawatirkan bila DAK tahun2010 tidak bisa direalisasikan, danini merugikan daerah danmasyarakat khususnya duniapendidikan daerah,” kata Ma’mur.Dalam kesempatan ini juga,Ma’mur menyayangkan sikapKementerian Pendidikan Nasional yang terkesan tidak serius mengawalprogram ini. Hal itu terlihat,beberapa waktu lalu muncul suratpemberitahuan dari Direktorat Jenderal Manajemen PendidikanDasar dan Menengah tertanggal 14 Juni 2010 yang ditujukan kepada wali kota dan bupati seluruhIndonesia. Di mana dalam isisuratnya, memerintahkan daerahpenerima DAK bersiap-siap melak-sanakan DAK dengan mekanismelelang. Prosedur pelelanganmengacu pada aturan Keppres 80 Tahun 2003 dan perubahannya. Tapi anehnya, lanjut kepala dinas yang telah menjabat lima tahun ini,petunjuk teknisnya tetap sajabelum dikirimkan ke daerah. “Inikan aneh. Daerah diperintahkanuntuk siap-siap melaksanakan. Tapi petunjuk teknisnya belumdatang juga. Dan ini membuatdaerah menjadi khawatir,” kataMa’mur.Padahal di daerah, lanjut Ma’mur,DAK bidang pendidikan sejakdiluncurkan pada tahun anggaran2005 lalu sangat membantupeningkatan kualitas pendidikandaerah. Sebab Dana alokasikhusus, kata Ma’mur, di daerahdifokuskan membangun sekolah-sekolah dengan tujuan mencapaisekolah berstandar nasional.Intinya sekolah berstandar nasionalberspektrum satuan pendidikandi setiap sekolah memenuhistandar isi, proses, biaya, tenagapendidik, sarana dan prasarana,kelulusan, dan manajemen.Karena itu, kata Ma’mur, tidakbisa dipungkiri DAK bidangpendidikan sangat dibutuhkanoleh daerah. Bila dalam pelak-sanaan tahun 2010 ini terjadikonflik di Kementerian Pendi-dikan Nasional, diharapkan lan- jut Ma’mur janganlah merugikandaerah. Apalagi keterlambatandapat mengancam dan batalnyaprogram tentu ini sangatmerugikan daerah.“Konflik apapun di tingkatpusat janganlah merugikandaearah. Dan keterlambatan inidapat mengancam batalnyaprogram DAK bidang pendidikan yang harus diluncurkan dantentu akan sangat merugikandaerah,” tandas Ma’mur.Apalagi, masih menurutMa’mur, batalnya DAK bukankarena dana. Karena DAK bidangpendidikan sudah ada di kaspemerintah daerah, tinggalpetunjuk teknis dan petunjukpelaksanaannya daerah siap
Ke Halaman 11
GARUT,
 Medik om
-Seorang Wanita yang nyaris menjadi korban amukmassa di Kampung Patrol, DesaCidatar, Kecamatan CisurupanGarut Jawa Barat, saat menjalanipemeriksaan di Markas Polres Garutmengaku bernama Lia (18)beralamat di Tangerang.Meskipun diduga Liamengalami gangguan jiwa, namunberdasarkan hasil pemeriksaansementara Lia masih terlihatnormal. Meskipun terkadang tidaknyambung ketika diajak berbicara,akan tetapi untuk hal-hal tertentuLia masih terlihat komunikatif.Liatertangkap warga malam harikarena gerak-geriknya yangmencurigakan.Selain terlihat bingung danmondar-mandir di sekitar tempatkegiatan mengaji yang umumnyadiikuti anak-anak, juga kecurigaan warga semakin kuat saat Lia berlariketika dua unit mobil polisi melewati
Wanita Diduga Penculik Nyaris Dikeroyok Warga
daerah tersebut. Sekitar pukul 20.00WIB, di Jalan Raya Cisurupan,tepatnya di Kampung Patrol, DesaCidatar, Kecamatan Cisurupan, warga langsung mengakap seorang wanita berusia 30 tahun tanpamembawa identitas yang dicurigai warga sebagai pelaku penculik yangselama ini cukup meresahkan warga setempat dan beberapakecamatan lainnya.Menurut Ano, salah seorang warga Kampung Patrol, wanitatanpa identitas tersebut bolak-balikdi sekitar rumah yang di dalamnyasedang berlangsung kegiatanmengaji yang umumnya diikutianak-anak. Wanita tersebut ditegur warga namun tidak menjawab danberusaha melarikan diri, bahkan tas yang dibawa wanita tersebutdibuang, sehingga mengakibatkan warga curiga dan secara ramai-ramai menangkap wanita yangdiduga pelaku penculikan.Sementara itu hampir satu jamlamanya ratusan wargabergerombol mengepung rumahsalah seorang warga yang dijadikantempat mengamankan wanita yangdiduga pelaku penculikan tersebut.Beruntung sejumlah tokohpemuda dan masyarakat sertaanggota koramil dan PolsekCisurupan segera mengamankan wanita dari amukan warga hinggaakhirnya puluhan pasukan DalmasPolres Garut yang sedang berada diPolsek Cikajang segera datang danmengamkan wanita tersebut yangselanjutnya dibawa denganmempergunakan kendaraan patrolimenuju Markas Polres Garut.Hingga saat ini belum diketahuiidentitas wanita yang dicurigaisebagai pelaku penculikan yangberhasil ditangkap warga KampungPatrol, Desa Cidatar Kecamatan
Ke Halaman 11
Wibawa, keluhuran profesi advokatsebagai penegak hukum tidak lepas daritanggung jawab seluruh advokat untukmenjaga citra dan kewibawaan advokatsebagai profesi yang terhormat danmulia. Oleh karena itu, dibutuhkanpula peran, fungsi organisasi advokat(
bar association
) yang memilikitanggung jawab untuk menjaminkualitas profesi advokat sebagai penegakhukum memberikan pelayanan yangterbaik kepada publik atau masyarakatsecara luas.Fungsi penjagaan citra dan wibawaadvokat itu mesti selalu dikedepankan searahdengan fungsi tempat berlindung dan pembela darisegala bentuk intervensi pihak lain. Fungsi lainnya yang tak kalah pentingnya secara internal ialahdalam standarisasi kompetensi advokat,pengawasan dan pendisplinan. Fungsi-fungsi yangmelekat pada advokat dan organisasi profesinya
Refleksi Kritis AdvokatDemi Negara Hukum
Oleh Hermanto Barus SH
menjadi standar umum mengenai defenisi,peran, dan fungsi organisasi advokatsebagaimana yang secara internasionaldirumuskan dalam International BarAssociation (IBA) pada tahun 1991 yangdikenal dengan IBA Standards for TheIndependence of The Legal Profesion.Sejarah peran advokat dalam penegakanhukum pada dekade 1970-an dikenalsebuah organisasi advokat yang berwibawadan menjadi kebanggaan yang disebutdengan Persatuan Advokat Indonesia(Peradin). Para advokat yang tergabungdalam organisasi itu, seperti Yap ThiemHien, Suardi Tasrif, Lukman Wiriadinata, bukan sajamenunjukkan kecakapannya, tetapi juga sebagaipejuang reformasi, pejuang negara hukum, hak asasimanusia.Peran advokat pada era 1960–1970-an sebagai
Ke Halaman 11
SUBANG,
 Med ik om
 –KabupatenSubang menempati posisi empat di Jawa Barat dalam hal jumlahpenderita HIV/AIDS. Hingga April2010, tercatat ada sebanyak 13penderita AIDS/HIV. Bahkan biladikumulatifkan, jumlah penderitaHIV/AIDS selama 1999-2010 sudahmencapai 352 orang dan 165 diantaranya positif AIDS. Sementaraitu diperoleh informasi, urutanpertama jumlah penderita HIV/AIDS diduduki Kota Bandung,kedua Bekasi, dan ketiga KabupatenBogor.Kepala Dinas KesehatanKabupaten Subang dr H WawanSetiawan didampingi Kasi PenyakitMenular, Suwata dan SekretarisKomisi Penanggulangan AIDS (KPA)Kabupaten Subang dr AhmadNasuhi pada acara temu mediamenyampaikan rencana layananProgram Terapi Rumatan Metadon(PTRM).Dikatakannya, pihaknya saat inisedang berupaya mengurangi risikoberjangkitnya HIV/AIDS sebagailangkah penanggulangan danpenyebaran penyakit mematikanitu di wilayah kerjanya. Salahsatunya mengurangi dampak burukpenggunaan jarum suntik maupunnarkoba suntik. Sebab 39,3% kasusHIV/AIDS di Subang ditularkanmelalui jarum suntik.“PTRM merupakan pilihanterbaik, sehingga ketergantunganzat suntik dialihkan pada yangdiminum. Artinya bukan
HIV/AIDS di SubangMenghawatirkan
memfasilitasi pecandu narkotika,tapi terapi, walaupun harus denganmetadon,” ujar Wawan.Wawan menyebutkan, terapi bagipengguna narkotika sudah dapatdilakukan di PuskesmasSukarahayu. Untuk sementaralangkah ini yang dilakukan danmetadonnya sendiri tidak mungkinmudah didapat, kecuali bagi mereka yang melakukan terapi, terutama yang terindikasi HIV. “Kita berharap,masyarakat tidak memarginalkanpenderita HIV/AIDS karena tidakakan menular begitu saja, kecualibila berhubungan intim. Dari data yang ada, 50,2 persen terjangkitakibat perilaku heteroseksual,” jelasnya.Sementara, terkait HIV/AIDS diKabupaten Subang Unit TransfusiDarah Palang Merah Indonesia(UTD PMI) Kabupaten Subang kerapmenemukan pengidap hepatitis,HIV, bahkan sifilis pada darahpendonor, termasuk penyakitlainnya. Akibatnya, darah yangdiperoleh PMI terpaksa harusdimusnahkan agar tidakdipergunakan.“Data jelas ada, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak,termasuk yang mengidap HIV.Hanya saja, kita tidak bisamemberikan data rinci karenasudah merupakan kode etik yangharus dirahasiakan,” kata KepalaUTD PMI Kabupaten Subang dr Hj
Ke Halaman 11
CIAMIS,
 Med ik om
-
Ribuanmasyarakat Ciamis selatan yangsudah yakin akan terbentuknyadaerah otonomi baru dan terpisahdari Kabupaten Ciamis, dipastikanakan kecewa jika Presidenmembatalkan rencana pemekaranmelalui moratorium pemekaran.Mereka masih tetap berharappembentukan Daerah OtonomiBaru Pangandaran itu tidakdibatalkan.“Kemarin dan hari ini, puluhanmasyarakat di Ciamis selatandatang kepada kami. Semuanyamenyatakan rasa kecewanya jikapemerintah menunda pemben-tukan Kabupaten Pangandaran,”kata H Soleh, tokoh masyarakat diCijulang, Ciamis selatan,Kabupaten Ciamis, Kamis (15/7).Menurut H Soleh, warga diCiamis selatan yang kecewa jikaPemerintah menunda pemben-tukan Kabupaten Pangandaran,bukan hanya puluhan atau ratusanorang, melainkan ribuan orang.Pasalnya, selama ini mereka sudah yakin bahwa keinginan untukmembentuk daerah otonom barudi selatan Ciamis itu tidak akanterbendung.Di Jakarta, sebagaimana dike-tahui, Presiden RI Susilo BambangYudhoyono mengeluarkan
Masyarakat CiamisSelatan Kecewa JikaPemekaran Dibatalkan
pernyataan agar pemekaran daerahditunda atau ditinjau ulang dulu.Pasalnya, belakangan banyakdaerah otonom baru yang ternyatatidak berhasil setelah terpisah darikabupaten induknya.Sementara itu, mantan KetuaDPRD Ciamis yang sekarangmenjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Jeje Wiradinata, sangat memahamikekecewaan warga di Ciamisselatan, begitu mendengar Presidentetap akan menunda pembentukandaerah otonom baru. Namun demi-kian, Jeje berharap masyarakattetap tenang. “Masyarakat sayatetap harapkan tenang,” ujarnya.Ketua Presidium PembentukanKabupaten Pangandaran H Su-pratman mengatakan, walaupunPresiden mengisyaratkan soalmoratorium pemekaran, presidiumakan tetap mengegolkan KabupatenPangandaran.Andis Sose, Sekretaris PresidiumPembentukan KabupatenPangandaran menambahkan,untuk mengetahui kejelasan soalpemekaran, Kamis (15/7), pentolanpresidium langsung berangkat ke Jakarta. Mereka antara lain HAdang Sandaan, H Iyos Rosby,Untung, Wagiman serta CamatPangandaran Drs Rida Nirwana.(
Herz/Pan
)
Sampah MedisBukan Limbah Biasa
Pedagang Pasar KawaliDatangi DPRD Ciamis
CIREBON,
 Medik om –
Ketua Forum Umat Islam Cirebon Prof Dr HSalim Bajri mengaku kecewa dengan batalnya pertemuan ormasIslam dengan Muspida. Karena pembatalannya dilakukan secaramendadak dengan alasan Muspida belum siap. “Padahal jika walikotanya tidak bisa, kan bisa diwakilkan kepada wakil wali kotadan sekda, serta mengundang kapolresta untuk hadir supaya segeratuntas persoalan ini. (Karaoke Fantasy, Red),” tutur Salim Bajri.Keinginan sejumlah ormas Islam untuk bertemu dengan walikota, Muspida, dan DPRD untuk membahas persolan KaraokeFantasy, batal terwujud terkait dengan tidak hadirnya wali kotadan Muspida saat pertemuan yang dijadwalkan Rabu (14/7).Pertemuan yang digelar di ruang serba guna DPRD itu hanya dihadiriormas Islam dan pimpinan DPRD.“Kami melihat tidak ada itikad baik dari Pemkot Cirebon untukmenyelesaikan persoalan ini. Oleh karena itu, kami memintapemkot agar bisa mmencabut izin Karaoke Fantasy dalam waktusatu minggu ke depan,” ujarnya.Sebab, saat ini umat Islam di wilayah Cirebon sudah mulaigerah dengan keberadaan Karaoke Fantasy. “Kedatangan kami kedewan minta difasilitasi untuk bertemu dengan muspida. Tetapikalau bisa diselesaikan oleh DPRD sebagai perwakilan rakyat itulebih baik dan kami tinggal terima hasilnya,” ungkap dia.
Ormas Kecewa Gagal Bertemu Muspida
90 Persen Karaokedi Kota Cirebon DidugaBerbau Maksiat
Ke Halaman 11
MAJALENGKA,
 Medik om
 –DPRD Kabupaten Majalengka memintaPemerintah Kabupaten Majalengka untuk terlebih dulu mengkajipotensi parkir sebelum berupaya membuat perda baru mengenaiperparkiran dan tarif parkir. Sebab, hasil kajian yang dilakukanoleh perguruan tinggi, potensi parkir mencapai senilai Rp1 miliaran.Sedangkan selama ini pendapatan parkir tidak pernah mencapaisenilai itu, bahkan jauh dari nilai Rp1 miliar.Hal tersebut disampaikan anggota DPRD yang juga panitiaanggaran Aep Saripudin menyikapi rencana dibuatnya perda baru yang drafnya sudah disampaikan ke dewan. Dalam draf raperdatersebut dinyatakan kalau retribusi parkir akan dinaikkan masing-masing senilai Rp500 untuk di tempat-tempat khusus dan parkir yang bersifat insidentil. Sedangkan di tepi jalan umum, tarif parkirmasih menggunakan tarif lama.“Beberapa tahun lalu itu, perguruan tinggi pernah melakukankajian mengenai potensi pendapatan dari sektor parkir. Nilainyamencapai Rp1 miliaran setiap tahunnya. Namun ternyata apa yang dikatakan oleh hasil peneliti tersebut hingga kini belum pernahterbukti. Kondisi ini harus diteliti apa penyebabnya, manajemennyaatau terjadi pembiasan atau faktor lain. Itu kita harus tahu terlebihdulu kenapa hingga tidak tercapai. Di samping itu, kita juga perlutahu seberapa besar pendapatan rentribusi tersebut sebelum dan jika nanti dinaikkan,” ungkap Aep.Makanya jelas Aef, data prakiraan potensi harus ada dulu, agarnanti dewan bisa menganalisa, haruskan retribusi itu dinaikkan? Jika harus, seberapa besar nilai kenaikannya. Lagi pula saat inisaja, perda kenaikan retribusi parkir belum dibahas, sementarakonsisi di lapangan tarif parkir sudah mulai naik.
Ke Halaman 11
Dewan Minta PemkabKaji Potensi Parkir
 
Sisi Lain
Edisi 378 Tahun VII 19 s.d. 25 Juli 2010
2
Jawa Barat
INDRAMAYU,
 Med ik om
 –KomisiPemilihan Umum ( KPU ) KabupatenIndramayu Jumat (16/7), akhirnyamenetapkan nomor urut enampasangan Cabup/Cawabup yangakan maju dalam perhelatanPemilihan Kepala Daerah pada 18Agustus 2010 mendatang. Penetapannomor urut dengan sistem undi inidisaksikan keenam Cabup/Cawabupdengan sepuluh tim suksesnya yangberlangsung di Aula KPU Indramayuserta disaksikan ratusan pendukungdari keenam pasangan Cabup/Cawabup tersebut.Penentuan nomor urut dengansistem undi ini untuk nomor satu yakni pasangan Cabup/CawabupApi Karpi-Rawita, nomor urut duapasangan Mulyono Martono-Handaru Wijaya Kusuma, nomorurut tiga pasangan Gorri Sanuri-
KPU Tetapkan NomorUrut 6 Cabup–Cawabup
Ruslandi, nomor urut empatpasangan Hj Anna Sophana- Drs HSupendi MSi, nomor urut limapasangan Toto Sucartono-KhasanBasari dan nomor urut enampasangan H Uryanto Hadi SH SE-HAbas Asyafah SAg MSi.Ketua KPU Indramayu AhmadKhotibul Umam SAg menjelaskan,setelah dilakukan penetapan danpenentuan nomor urut bagi enamCabup/Cawabup, tahap selanjutnyaakan dilakukan persiapan jadwalkampanye untuk para Cabup/Cawabup yang berlangsung selama14 hari mulai tanggal 31 Juli hingga14 Agustus 2010.Pantauan
Medikom
, jalannyapengundian nomor urut bagi enampasangan Cabup/Cawabup yangakan maju dalam pemilukada pada18 Agustus 2010 di KPU Indramayuberlangsung aman dan lancar.Ratusan polisi dari Polres dan Brimobditurunkan sejak pagi denganmembuat barikade di pintu masukKPU maupun di sekitar area yangakan dijadikan tempat berkumpulnyamassa.Kapolres Indramayu AKBP NasriWiharto SIK mengatakan, lancarnyapenentuan nomor urut bagi paraCabup/Cawabup ini karena adanyakesadaran yang tinggi untuk tidakmembuat keributan dari masingmasing pendukung calon saatpendaftaran maupun setelahpenentuan nomor urut. Kapolres jugaberterimakasih kepada para calon yang bisa menempatkan para pendu-kungnya sesuai dengan komitmenbersama untuk saling menjaga demikelancaran pelaksanaan pemilukadadi Kabupaten Indramayu.
(H YF)BOGOR,
 Medik om
 –KepengurusanPaguyuban Pasundan Kota Bogormassa bakti 2010-2015 dikukuhkandan dilantik oleh Ketua PBPaguyuban Pasundan H Safei diBalaikota Bogor (15/7). Pelantikandisaksikan Asisten Tata Praja KotaBogor H Syarip Hidayat dan jajaranMuspida Kota Bogor.Pengurus yang berjumlah 41 orangdipimpin Ketuanya H IyodSasmita. Iyod dibantu oleh tiga orang wakilnya yakni Ketua I Aim HalimHermana, H Asep Firdaus, dan HjYayah Warsiah. Sedangkan Sekrtarisdijabat R Tedi SAO Wirakusumahdibantu Sekretaris I dan II yakni RoniSuritoga, dan Ayep Ruhiyat.Bendahara Hj Edna Diani Hasrul danWakilnya Hj Nurhadiati.Kepegurusan dilengkapi Bidang-Bidang yakni Bidang Organisasi danHukum, Pendidikan, Kerohanian,Sosial dan Ekonomi, Seni Budaya,Kewanitaan, Pemuda dan Olah Ragadan Bidang Kesekteriatan Umum.Ketua Paguyuban Pasundan HSafei menegaskan, kondusifnyaorganisasi Paguyuban Pasudan tidakterlepas dari ketangkasan parapengurusnya dalam membangunkemitraan dengan pemerintah
Menipisnya Budaya Sunda di Kota Bogor
Paguyuban Pasundan Dikukuhkan
daerah.Ditegaskan, organisasi tidak akanbisa hidup tanpa adanya jalinankemitraan. “Insya Allah PaguyubanPasundan di masing-masing anakcabang keberadaannya akan bisadirasakan manfaatnya,” kata Safei.Safei mengatakan, kemitraandengan pihak luar sangatdibutuhkan. Kamitraan dimaksudbukan hubungan dengan atasan. Tapi, harus merupakan hubunganmitra kerja, yang harus
silih asah,silih
dan
silih asuh
. Artinya, cabang-cabang Paguyuban Pasundan harusdinamis, yang dibuktikan dengan jalinan komunikasi dua arah.Menurut Safei, PaguyubanPasundan harus kompak dalammelaksanakan visinya sesuai diaturdalam anggaran dasar. Di era globa-lisasi sekarang ini orang Sunda harusberjuang sekuat tenaga memperta-hankan solidaritas kasundaansehingga Sunda tidak terpinggirkan.“Masyarakat Sunda jangan berceraiberai, makanya, perlu terus me-mpertahankankekompakan,” ingatnya.Walikota Bogor yang diwakiliAsisten Tata Praja Kota Bogor AdeSyarif Hidayat mengakui, seiringdengan semakin derasnya pengaruhglobalisasi, untuk mempertahankanbudaya Sunda terasa semakin berat.Buktinya, dalam kehidupan sehari-sehari sudah jarang warga Kota Bogor yang berbicara menggunakan bahasaSunda, baik di lingkungan keluargamaupun di antara sesama tetangga.Apalagi, generasi muda saat inisepertinya tidak peduli terhadapbudaya Sunda. Begitu pula di antararemaja putri saat ini sudah jarangsekali terlihat mengenakan pakaiankebaya Sunda yang menjadi cirikhasnya remaja putri Sunda.“Melihat kenyataan ini, sepertinyakita sudah kehilangan tatakramaadat budaya Sunda. Hal inilah yangmengundang keprihatinan, akibatsemakin menipisnya budaya Sundadi sekitar Kota Bogor,” ungkapnya.Meski demikian tidak perluberputus asa, warga Sunda harusterus berjuang mempertahankandan memelihara budaya Sunda. “Kitaberharap kepada PaguyubanPasundan, bagaimana caranya bisamemelihara, merawat, danmempertahankan budaya Sundaagar jangan sampai hilang di tatarSunda,” pintanya.
(gan
)
CIAMIS,
 Medik om
-Keluarnya fatwa MUI Pusat perihal penempatan arahkiblat ke barat laut (sebelumnya mengarah ke barat), membawa dampak yang positif. Terutama bagi masjid-masjid di daerah yang penempatannyadi antara bangunan masjid dan tanahnya membuat arah kiblat tidaksesuai dengan arah kiblat yang mengarah ke barat laut.Pantauan
Medikom
di berbagai masjid besar di Kabupaten Ciamis,menemukan pergeseran alas tikar masjid, bergeser menurut arah kiblat yang sesuai. Berapa derajat digeser, itu tergantung dari kondisi bangunanmasjid itu sendiri. Salah satunya di Masjid Jamie Kecamatan Kalipucang,terlihat pergeseran tikar yang cukup mencolok. “Adapun bentukbangunannya tidak dirubah, namun hanya tikarnya saja yang kamiubah. Sedikit lebih miring agar maksudnya arah kiblat mengarah kebarat laut,” jelas seorang pengurus masjid. Tokoh agama setempat membenarkan adanya pergeseran arah kiblatdi Masjid Jamie Kalipucang dari arah sebelumnya. Hal tersebutdikarenakan keberadaan tanah wakaf tersebut yang sebelumnyapembangunan masjid ini mengarah ke tanah milik warga. Dengan ituposisi masjid disesuaikan dengan tanah wakaf itu sendiri, alhasil diakuinyakeberadaan masjid ini tidak begitu mengarah ke arah kiblat.“Dengan keluarnya fatwa MUI Pusat perihal penempatan arah kiblat yangsekarang menjadi ke barat laut, membawa dampak nilai positif bagi kamiuntuk merubah posisi sholat yang lebih baik,” kata tokoh agama tersebut,sambil memberikan arahan pada tokoh-tokoh pemuka agama di KecamatanKalipucang, dengan upaya menyosialisasikan perubahan arah kiblat seakan-akan tidak merubah bangunan yang telah ada. (
Agus S
/
Pan
)
 Arah Kiblat ke Barat Laut
Direspons Positif olehMasjid Jamie Kalipucang
SUKABUMI,
 Medik om
-
Pengembangan wisata alam dan seni-budaya JawaBarat dengan segala keunggulannya, terus dilakukan Disparbud Jabarsesuai tugas pokok dan fungsi yang dimilikinya. Salah satunya denganmendayagunakan ombak yang dimiliki pantai Cimaja di KabupatenSukabumi sebagai objek dan destinasi wisata. Pernyataan inidikemukakan Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan MM, Kamis (15/7), dalamrangka pengembangan potensi wisata ombak yang dimiliki pantai Cimaja,di daerah Pelabuhan Ratu.Program kerja sebagai penunjang diselenggarakan kompetisi
surfing
(International Cimaja Surfing Competition) pada Sabtu (17/7) hinggahingga Minggu (18/7). Kompetisi diikuti sekitar 100 peserta dari seluruhIndonesia, Australia dan Jepang. Seperti dalam sambutan resminyapada pembukaan kompetisi ini, disampaikan harapan
event
internasionalini bisa menjadi agenda tetap dan berkesinambungan.Pernyataan senada dikemukakan Kabid Pariwisata Drs H Dani HerdianaMSi. Bahwa peserta yang berkompetisi dalam perlombaan ini berasaldari seluruh Indonesia bergabung menjadi anggota Persatuan SelancarOmbak Indonesia (PSOI) dan peselancar mancanegara yang sudah terujikemampuannya. Seluruh peserta merupakan peselancar profesional yangsudah malang melintang dalam berbagai kompetisi dan
event
.Promosi wisata ombak pantai ini bertujuan memperkenalkankeunggulan wisata alam yang terdapat di Jawa Barat. Sehingga ini menjadipromosi efektif untuk lebih meningkatkan angka kunjungan wisatawan,baik mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus). “InternationalCimaja Surfing Competition merupakan ajang turnamen internasionalsekaligus mempromosikan pariwisata Jabar dengan tujuan untukmeningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Jabar,” tegasnya.Lokasi pantai Cimaja sangat ideal untuk kompetisi ini, karena memilikiombak yang cukup besar dan tinggi, mencapai kira-kira empat meter.Keunggulan ini juga diakui oleh seluruh peserta yang sudah terlebihdahulu melakukan uji coba sebelum kompetisi dilakukan. Sebagaistimulan atau perangsang dalam perlombaan ini diperebutkan hadiahuang total Rp50 juta, trofi, dan sertifikat. Sedangkan juri yang dilibatkantelah profesional dan memiliki sertifikasi dari Standar Indonesia SurfingChampionship (ISC). (
Zaz
)
Surfing Cimaja PotensialTingkatkan Wisatawan
KARAWANG,
 Medik om
-KedatanganKontingen Kabupaten Karawang yang usai berlaga pada ajang PekanOlahraga Daerah (Porda) JawaBarat XI disambut secara langsungoleh Bupati Dadang S Muchtar diAula Husni Hamid, PemdaKarawang, Rabu malam pekan lalu. Tidak hanya itu, Bupati Dadang SMuchtar pun secara spontanmemberikan
kadeudeuh
bagi paraatlet dan pelatih yang berprestasi.Atlet peraih medali emasmendapatkan
kadeudeuh
sebesarRp10 juta, peraih perakmendapatkan
kadeudeuh
sebesarRp7,5 juta, dan peraih perunggumendapatkan
kadeudeuh
sebesarRp5 juta. Sedangkan bagi pelatih yang telah berhasil membinaatletnya meraih emasmendapatkan
kadeudeuh
sebesarRp5 juta.Penyerahan
kadeudeuh
diberikansecara simbolis oleh unsur MuspidaKabupaten Karawang kepada limaorang atlet, yaitu Bayu Septianadan Fitri Putri Dewi yang meraihemas pada cabang anggar, SoniSonjaya yang meraih emas padacabang atletik, Jaya Emon yangmeraih emas pada cabang BPOC,serta Fildan Fazrian atlet termudaberusia 10 tahun dan masih dudukdi kelas V SD yang meraih perunggupada cabang sepatu roda.Bupati Dadang S. Muchtar
Bupati Serahkan “Kadeudeuh”Kontingen Porda Karawang
sendiri sangat bangga terhadapperjuangan kontingen KabupatenKarawang dalam penyelenggaraanPorda kali ini. Meskipun hanyamampu berada di posisi 14 diklasemen akhir dengan 12 emas,namun prestasi ini berhasil diraihatlet-atlet berdarah asli Karawang.“Saya bangga karena prestasi inibetul-betul diraih secara murni olehatlet asli Karawang,” ujarnyaLebih lanjut Bupati menjelaskanbahwa kondisi ini berbeda jauhdengan penyelenggaraan Pordasebelumnya, di mana KabupatenKarawang menjadi tuan rumah. Saatitu, Kontingen Karawang berada padaposisi ke-6 dengan 31 emas, 43 perak,dan 53 perunggu. “Karena dari jumlah tersebut, hanya 8 emas yangberhasil diraih atlet asli Karawang,” jelasnya.Kebanggaan lainnya, lanjut Bupatiadalah fakta bahwa atlet-atlet asliKarawang yang turun pada Porda kaliini masih berusia sangat muda.Sebagian besar di antaranya masihsekolah di tingkat SMA, dan bahkanhampir seluruh atlet sepatu rodamasih berusia SD dan SMP, namuntelah mampu meraih emas. “Merekatentunya akan memiliki masa pakai yang panjang, dan mampuberprestasi lebih jauh,” lanjutnya.Menurut Bupati, kondisi inimenunjukkan keberhasilan dariproses pembinaan atlet di KabupatenKarawang. Untuk itu, Bupatimenginstruksikan jajaran KONIKabupaten Karawang serta parapengurus cabang olahraga untukterus mempertahankan danmeningkatkan proses pembinaantersebut. “Terlebih PemerintahDaerah telah membanguninfrastruktur olahraga yangrepresentatif,” imbuhnya.Bupati menambahkan bahwa daribeberapa infrastruktur olahragatersebut bahkan sudah berskalanasional dan internasional, sepertiArena Dayung Cipule, StadionSingaperbangsa, Sport Hall Adiarsa,GOR Anggar Panatayudha, sertaSirkuit Sepatu Roda Karang Pawitan.“Bahkan Arena Dayung Cipulesendiri akan digunakan dalam
event
Asian Games 2011,” tambahnya.Sementara itu, dalampelaksanaan Porda Jawa Barat XI diKota Bandung, Kabupaten Karawangmengirimkan 297 atlet yang akanberlaga di 32 cabang olahraga. Merekadidampingi oleh 32 orang ofisial, 32manajer, 32 pelatih, dan 44 asistenpelatih. Kontingen KabupatenKarawang berada di posisi 14 dengan12 emas, 9 perak, dan 28 perunggu.Sedangkan untuk kategori BadanPembina Olahraga Cacat (BPOC),Kabupaten Karawang berhasilmeraih 2 emas, 1 perak, dan 1perunggu.
(Andy Nugroho)
BANDUNG,
Medikom-
Banyaknya permintaanmasyarakat di Malaysiadan Jawa Barat, untukkunjungan wisata, makaMalaysia Airlines, Jumat(16/7), melakukanpenerbangan perdanaKuala Lumpur–Bandung.Peristiwa ini merupakanmomen penting sebagaipenerbangan “full service”pertama yang terbang keKota Bandung, yangmendarat di BandaraHusein Sastranegara.Adapun penerbanganperdana Malaysia-Bandungmembawa 144 penumpang.
Pada tahun 1972 MalaysiaAirlines memulai penerbangan ke Jakarta dan Medan sebanyak duakali dalam seminggu. Sekarang ini jumlah penerbangan meningkatmenjadi 88 kali dengan rincian, ke Jakarta 38 kali, Denpasar 21 kali,Medan 12 kali, Surabaya 7 kali,Bandung 7 kali dan Jogyakarta 3kali seminggu.Demikian diungkapkan,Malaysia Airlines ManagingDirector/CEO, Tengku Dato AzmilZahruddin saat mendarat diBandara Husein Sastranegara,kepada wartawan. Permintaanatas perjalanan antara Malaysiadan Indonesia, katanya, sangattinggi. Malaysia Airlines pada tahunlalu mengangkut 800.000penumpang dari kedua negara.“Saya sangat gembira, karenaMalaysia Airlines telah menjangkauBandung. Satu-satunyapenerbangan dari Negara Malaysia yang terbang ke kota dengan julukan Parijs Van Java,” kata Tengku Dato.Dijelaskannya, Malaysia Airlinesterbang ke Bandung setiap hari dan
Penumpang Perdana KualaLumpur-Bandung 144 Orang
berencana menambah tujuan kekota lain di Indonesia. Jumlahkeseluruhan penerbangan setiapminggu adalah 88 kali, dari KualaLumpur ke enam pintu gerbang diIndonesia, seperti Bandung, Jakarta,Surabaya, Jogyakarta, Denpasar danMedan. Malaysia Airlines tahun initelah mengembangkan jaringannyaseiring dengan meningkatnyapermintaan. Pada awal tahun inipihaknya memulai penerbangan kekota Dammam, Saudi Arabia, kotadi mana minyak dan gas diproduksidi negara . “Bandung adalah kotatujuan kedua kami. Malaysia Airlinesmerencanakan untuk terbang kebeberapa kota tujuan lagi pada tahunini,” ungkapnya. Juga dijelaskan, pihaknya jugaakan menambah jumlah tempatduduk, memperkenalkan kotatujuan baru, dan menggunakanpesawat baru pada rute-rute tersebut. Tujuan utamanya meningkatkan
market share
” antara Indonesia danMalaysia. Di samping itu mendorongpara turis untuk terbang ke Singapore, Thailand, Vietnam, Kamboja, Cina,Australia, Eropa dan juga sebaliknya,untuk mendatangkan turis darinegara tersebut ke Bandung. Tengku Dato Azmil menjelaskan,pihaknya telah memesan 50 pesawatB738-800, 25 A330 dan 6 A380 yangakan dikirim mulai tahun 2010sampai 2015. Pada tahun 2015,untuk tingkat regional, MalaysiaAirlines akan mempunyai armada yang termuda serta ramahlingkungan. Pesawat B737-800 akandigunakan untuk melayani pasardalam negeri dan regional.Sedangkan A330-300 digunakanuntuk melayani Asia Selatan, Cina,Asia Utara, Australia dan Timur Tengah. “Armada A380 akandikhususkan untuk jurusan Sydneydan London, “kata Azmil.Selain itu, maskapai ini juga telahmenambah pesawat baru untuktujuan kota penting di ASEAN, AsiaSelatan, Eropa, Afrika Selatan, Aus-tralia dan Selandia Baru. Penam-bahan jaringan dan armada pesawatini, sejalan dengan
“BusinessInitiatives”
dan rencana lima tahun
“Business Transformation Plan”
.“Dengan target menjadikanpenerbangan “bintang lima” terbaikdi dunia sambil menawarkanpenerbangan yang berkualitas danbernilai tinggi,” ujarnya.Wisatawan MancanegaraSementara Kepala BPS Jabar DrsH Lukman Ismail MA, belum lamaini, mengungkapkan, perkembanganpariwisata di Jawa Barat tak lepasdari banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)maupun wisatawan nusantara(wisnus). Mengetahui seberapa besarminat wisatawan mancanegaraberkunjung ke Jawa Barat, adalahdengan melihat banyaknya wisman yang berkunjung melalui pintumasuk yang ada di Jabar. Pihak BPSsendiri menyajikan perkembangan wisman yang datang ke Jabar melaluipintu masuk Bandara HuseinSastranegara di Kota Bandung danPelabuhan Muarajati di KotaCirebon.Kedatangan tamu mancanegaramelalui Bandara HuseinSastranegara pada bulan Mei 2010,kata Lukman, mengalamipeningkatan 18,46 persendibandingkan dengan bulan April2010. Pada bulan Mei 2010, wisman yang datang ke Jawa Barat melaluipintu masuk Bandara HuseinSastranegara tercatat 8.156 wisman,sedangkan April 2010 tercatat 6.885 wisman. Wisman yang datangmelalui pelabuhan Muarajati Cirebonkebanyakan para kru kapal.Angkanya mengalami peningkatan104,04 persen, dari 99 wisman padaApril 2010 menjadi 202 wisman padaMei 2010.Wisman yang datang ke Jabarkebanyakan berkebangsaan Malaysiadan Singapura. Pada Mei 2010tercatat wisman kebangsaanMalaysia ke Jabar melalui HuseinSastranegara sebanyak 7.098 wisman. Angka ini meningkatdibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5.967 wisman ataunaik sebesar 18,95 persen.“Sedangkan yang berkebangsaanSingapura pada bulan April 2010sebesar 581 naik menjadi 689 padabulan Mei 2010,” ujarnya. (
 Laures
)
DEPOK,
 Med ik om
 –Baliho-balihoprogram dengan memasang gambarWali Kota Depok, NurmahmudiIsmail di jalan-jalan protokol di KotaDepok Jawa Barat, kini mulai menuaipermasalahan baru terkait gelaranpemilukada Kota Depok yang bakaldigelar 16 Oktober 2010 mendatang.Meski baliho tersebutdimaksudkan memaparkan programkeberhasilan pembangunan KotaDepok, tetap saja diprotes sejumlahkalangan termasuk dari para wakilrakyat karena dianggap sebagaibentuk sosialisasi kampanyeterselubung.Ketua Panwaslukada Kota DepokSamsuhadi kepada wartawan baru-baru ini menjelaskan, pihaknya akansegera melakukan rapat koordinasidengan KPU guna membahasnyamasalah baliho-baliho itu agar tidakmelebar.“Selayaknya yang namanya baliho
Baliho KampanyeTerselubung Marak
tidak hanya gambar wali kotanyatetapi harus didampingi oleh wakilnya agar tidak terjadiinterpretasi lain,” jelas Samsuhadi.Kritikan keras sebelumnyaditegaskan Ketua DPRD Kota DepokRintisyanto. Rintis menganggapbaliho tersebut bentuk kampanyedan sosialisasi terselubung yang dilakukan oleh Wali Kota DepokNurmahmudi Ismail. ApalagiNurmahmudi dalam pemulikadamendatang ikut mencalonkankembali.Dari pantauan wartawan dilapangan menunjukkan bahwabaliho dengan gambar Wali KotaDepok seperti di jalan protokolseputaran Jalan Margonda dan JalanH Juanda termasuk di kelurahan dankecamatan dipenuhi baliho Wali KotaDepok. Sayangnya baliho tersebuthanya gambar wali kotanya saja tidakdengan wakilnya.
(Lucy)
PEROLEHAN MEDALI KOTA TASIKMALAYA
Informasi terakhir perolehan medali yang diraih Kota Tasikmalaya, Selasa (13/7) pada Porda (Pekan OlahRaga Daerah) XI Provinsi Jawa Barat adalah 12 emas, 7perak dan 19 perunggu dengan rincian sebagai berikut:
NoCabang Olah RagaPerolehan MedaliEmasPerakPerunggu
1Aeromodeling3-12Selam1--3Senam1114Loncat Indah11-5Balap Sepeda1126Balap Motor1-17Angkat Besi12-8Tarung Derajat2-29Taekwondo1-110Atletik1111Bulutangkis1212Gulat113Renang114Karate215PABBSI116Tarung Derajat Grup117Pencak Silat118Bridge1
 TOTAL 12 7 19
KUNINGAN,
 Medik om
 – 
Bukan isapan jempol belaka dalam memajukandunia pendidikan khususnya dilingkup sekolah di bawah KantorKementerian Agama, Drs H S ASudrajat berbuat total. Terbukti figur yang satu ini berhasil memenej danmengembangkan sarana prasaranaagar sekolah yang dipimpinnnyaterlihat representatif. Bukan hanyaitu, perilaku kedisiplinan pun tidakterlepas diterapkan kepada semuapihak.Dari mulai dirinya menjabat KepalaMTsN maupun madrasah aliyahnegeri, Drs H S A Sudrajat terusmencurahkan pemikirannya agarkepemimpinannya saat dirinyamenjabat maupun mutasi ke sekolahlain dapat terus dikenang oleh paraguru, murid, dan masyarakat.Kali ini pun, meskipun dirinyasebentar lagi mau memasuki masapensiun dari MAN Cigugur, tetapmempunyai pemikiran yang patutdicontoh. Karenanya, ia telahberhasil memperbaiki sekolahnyasebanyak lima lokal sejak dirinyamenjabat pertama kali meneruskankepemimpinan dulu. Bahkan di
Drs H S A Sudrajat BerkomitmenMajukan Dunia Pendidikan
 jabatan yang sekarang hampir limatahun itu, telah merehab pulasebanyak delapan lokal berikutpembangunan lapangan bola basket.“Saya punya pemikiran oleh siapalagi dan kapan lagi mencurahkanpemikiran guna memajukan sekolah,kalau bukan saat ini selagi sayamenjabat,” terangnya saat berbincangdengan
Medikom
baru-baru ini.Sudrajat mengatakan, di akhir jabatanya memiliki keinginan untukmembuat sarana UKS yangrepresentatif. Seperti halnya adatempat praktik penanganaan yangsakit, dan warung sekolah. Namunkarena waktu pensiun yang sebentarlagi, kemungkinannya ide itu akandisampaikan kepada penggantidirinya dan kepada jajarannya.Mudah-mudahan direspons positif.Perjuangan lain pun dalam rangkameningkatkan animo masyarakatuntuk menyekolahkan anaknya keMAN Cigugur terus dilakukan, meskidiakui terganjal oleh kebijakanpemerintah yang memberikankebebasan dalam rekruitmen anakdidik. Sehingga banyak yang masukke sekolah umum maupun SMK.“Perjuangan secara fisik, mentaldan kemampuan telah kamilakukan. Bahkan pendekatan kesekolah-sekolah supaya anak yangmau melanjutkan bisa masuk keMAN Cigugur.Namun rupanya kita tidakmemaksakan keinginanmasyarakat,” ujarnya.Kendati demikian, ia tetapbekerja secara profesional danbersaing secara sehat. Karenapenilaian nanti akan muncul darimasyarakat itu sendiri. Bahwa kitamemiliki kelebihan, di sampingkeilmuan secara umum, jugakeilmuan bidang agama yangmendidik anak berjiwa luhurberbudi pekerti yang baik, taat danpatuh.“Kami juga mempunyaikomitmen bahwa dalam rangkamengembangkan sekolah,diterapkan asaz terbuka dantransparan dengan semua guru.Yang terpenting tidak banyakbicara, tapi berikan contoh yangbaik dalam setiap pelaksanaandimulai dari diri kita sendiri,”ujarnya.
(Yoyo Suhendar) TASIKMALAYA, Medikom– 
WakilBupati Tasikmalaya HE Hidayat SHMH menghadiri Rapat Paripurnatentang Penjelasan Pertanggungja- waban Pelaksanaan Anggaran Penda-patan dan Belanja Daerah Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2009, Jumat (16/7) di Ruang Rapat Paripur-na DPRD Kabupaten Tasikmalaya.Rapat paripurna dihadiri olehKetua DPRD Kabupaten Tasikmalaya,anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Komandan Brigif 13Galuh Kostrad, Komandan LanudWiriadinata, Ketua Pengadilan Negeri Tasikmalaya, unsur Muspida Tasikmalaya, para asisten daerahKabupaten Tasikmalaya, para kepalaOPD, para camat serta instansi terkaitlainnya.Dalam laporannya, Wakil Bupati Tasikmalaya HE Hidayat SH MHmengatakan, Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah Kabupaten
 Pendapatan Pemkab Tasikmalaya Lampaui Target
 Tasikmalaya Tahun Anggaran 2009 yang ditetapkan dengan PeraturanDaerah Kabupaten Tasikmalaya No1 Tahun 2009 mengalami perubahandengan ditetapkannya PeraturanDaerah Kabupaten Tasikmalaya No11 Tahun 2009 tentang PerubahanAnggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah Kabupaten Tasikmalaya.Disampaikan bahwa landasanhukum yang mengaturpertanggungjawaban keuangandaerah adalah pasal 298 ayat (1) danayat (2) Peraturan Menteri DalamNegeri No 13 Tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan KeuanganDaerah, menyatakan bahwa KepalaDaerah menyampaikan rancanganperaturan daerah tentangPertanggungjawaban PelaksanaanAPBD kepada DPRD, paling lambatenam bulan setelah tahun anggaranberakhir. Isinya memuat laporankeuangan, meliputi laporan realisasianggaran, neraca daerah, laporanarus kas, catatan atas laporankeuangan, serta dilampiri denganlaporan kinerja yang telahdiperiksa BPK dan ikhtisar laporankeuangan badan usaha milikdaerah/perusahaan daerah.Setelah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melakukan evaluasi, jelasnya, secara keseluruhankegiatan telah dilaksanakan sesuaidengan rencana yang tercantrumdalam Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah. Dari sisi penda-patan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melakukanintensifikasi dan ektensifikasisecara maksimal baik dari jenispendapatan asli daerah maupundana perimbangan dari Pemerin-tah Provinsi, sehingga pada tahunini telah melampaui targetanggaran pendapatan sebesar Rp41.979.429.071.
(A Cucu)
 
Lintas Kota
3
Edisi 378 Tahun VII 19 s.d. 25 Juli 2010
Berdasarkan Keputusan MenteriKesehatan 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan KesehatanLingkungan Rumah Sakit, limbahrumah sakit harus diolah agar tidakberdampak negatif bagi manusia.Limbah medis infeksiuscontohnya, sangat berbahaya karenadapat menyebabkan tertularnyapenyakit hingga menimbulkankematian. Dr Mochammad Chaerul,Pakar Teknik Lingkungan ITB,mengatakan kasus yang banyakterjadi adalah penggunaan jarumsuntik yang bisa menyebabkantertularnya virus HIV.Menurut data di lapangan, jelasdia, sering terjadi kelalaian yangmenyebabkan limbah medis dapatdidaur ulang, seperti penemuan jarum suntik atau ampul infus ditempat pembuangan akhir (TPA)sampah.“Rendahnya pengelolaan limbahrumah sakit sangat memungkinkanberedarnya limbah di TPA ataupunpencemaran polusi udara yangdihasilkan dari penimbunan limbahmedis,” tutur Chaerul kepada
Medikom
, Jumat (16/7).Aktivis Walhi Jawa Barat, DwiSawung, menuturkan, beberaparumah sakit yang tidak disiplin,membuang sampah medis ke TPALeuwigajah. Sampah medis yangbiasa ditemukan antara lain organtubuh, botol infus, jarum suntik dan yang biasa didaur ulang yaitu wadahplastik berlogam. “Dan telahmenyebabkan satu orangmeninggal,” tandasnya.Kecemasan akan salah kelolalimbah medis sangatlah beralasan.Belum lama ini,
Medikom
menda-patkan warga Desa Cicangkang-girang, Kecamatan Sindangkerta,Kabupaten Bandung Barat berinisialOS tengah membersihkan bekas alatsuntik/sepet. Ia tampak asyikmemisahkan jarum dari tabungnya,memisah-misahkan botol obat,plastik, dan kardus.OS mengatakan, barang-barangini didapat dari Puskesmas Cicang-kanggirang. “Kan lumayan bisa un-tuk dijual,” tandasnya tanpa beban.Ia menjelaskan, untuk satu bijibotol dijual dengan harga Rp50, alatsuntik/sepet dijual Rp1.000-Rp1.500/biji, dan untuk kardus sertaplastik dijual ke tukang rongsok perkg dihargai Rp500-Rp750. Untukbekas alat suntik dan botol obat, kataOS, “Ada yang mengambil langsungdari perodusen di Bandung.”Sejauh ini, pengelolaan limbahmedis ditengarai Sawung baru 40%,khususnya yang ada di Bandung.Bahkan ia menduga, salah saturumah sakit di kawasan Gardujatibelum memenuhi
standar operationprocedure
(SOP) limbah. Alasannya,struktur fisik rumah sakit tidakmemungkinkan melakukaninsinerator limbah medis.“Pengelolaan limbah ada yangdilakukan sendiri dengan caradibakar, ada juga yang dikelola olehperusahaan swasta,” imbuhnya saatditemui
Medikom
di markas Walhi Jln Titiran No 5 Bandung, baru-baruini.Karenanya, tak berlebihan jikaChaerul menekankan supaya setiaprumah sakit memiliki fasilitaspengolahan limbah medis. Namun
Sampah Medis Bukan Limbah Biasa
 Limbah medis rumah sakit ataupun puskesmas sangat berbahayakalau tidak dikelola sesuai dengan prosedur baku. Bahkan jika salahkelola, limbah ini berakibat fatal: seseorang bisa menjumput ajal.
demikian, menurut data yangdimilikinya, pada tahun 2008, hanyaada delapan rumah sakit di KotaBandung yang memiliki insinerator(tempat pembakaran), yaitu RSK DrHA Rotinsulu, RSIA Hermina, RSRajawali, RS Sartika Asih, SBIH, RSSt Yusup, RS Dr Salamun, dan RSBoromeus.Penempatan limbah medistambahnya, mesti jauh dari jangkauan masyarakat, karenadapat menular melalui udara.Radius yang ideal adalah 1 km.Sedangkan untuk suhu wadahlimbah yang ideal untuk tempatlimbah B3 adalah 20 derajat celciusagar tidak terjadi pembiakkanbakteri.Sebenarnya, ujar Chaerul, limbahmedis yang perlu dikelola hanya 15%. Tetapi karena pemilahan limbahmedis yang infeksius dan noninfeksius (
general waste
) tidakdilakukan dengan baik, bisa sajalimbah medis infeksius tercampurpada limbah medis domestik. Halitulah yang membahayakan bagimasyarakat, terlebih pemulung.“Kemampuan operator dari limbahrumah sakit yang kurang kompetenpun menyebabkan tercampurnyalimbah medis hingga terbuang ke TPA,” urainya.Karena rumah sakit lebihmengutamakan pelayanankesehatan dibanding pengolahanlimbah, ada alternatif bekerja samadengan pihak ketiga untukpengelolaan limbah. Namundemikian, tanggung jawabpengelolaan limbah tetap melekatpada rumah sakit. Jadi, apabiladiserahkan kepada pihak ketiga,rumah sakit harus memantau pihakketiga apakah sudah memenuhistandar yang ditetapkan.Dikatakan, dasar hukummengenai pengelolaan limbah medisdiatur dalam PP 18 junto 85 tahun1999 tentang Pengelolaan LimbahB3, termasuk limbah yang infeksius.Di dalamnya ada aturan yang berisipenghasil limbah harus bertanggung jawab penuh terhadap limbah yangdihasilkan.Untuk itu, setiap rumah sakitseharusnya memiliki instalasipengolahan air limbah (IPAL). Dalamhal ini, IPAL RSHS dinilai cukupsignifikan dan dijadikan percontohansecara nasional.Kebijakan nasional menetapkansetiap rumah sakit harus memilikitempat atau fasilitas untukpengolahan limbah B3 secaraterpusat. Pengolahan limbah medisB3 tidak hanya terpaku padainsinerator, karena kemampuanreduksinya. Suhu pembakaran bagilimbah domestik hanya 800-1.000derajat celcius sedangkan suhuuntuk limbah medis harus di atas1.000 derajat celcius.“Dari mulai sumber untuk limbahinfeksius dan non infeksius harusberbeda. Ada pemilahan wadah.Untuk limbah infeksius yang utamaharus ada simbol biohazard,sedangkan untuk wadah limbah jarum suntik menggunakan bahanPPC,” terangnya.Dijelaskan, konsep pengelolaanlimbah secara umum dengan cara
extended producer responsibility
(EPR). Artinya rumah sakit tidakperlu terlalu banyak mengelolalimbah medis karena limbah yangdihasilkan bisa saja dikembalikankepada produsennya. Namun diIndonesia belum berjalan. Bagirumah sakit, konsep inimenguntungkan karena dapatmenghemat biaya.Menurut Chaerul, rumahsakit yang memiliki standar ISO puntidak menjamin dalam pengolahanlimbah. Apalagi campur tanganpemerintah sebatas pembinaan.Idealnya, rumah sakit wajib memilikiUKL (upaya kelola lingkungan) danUPL (upaya pemantauanlingkungan) atau kelengkapandokumen lingkungan.“Ini menjadi salah satu tugasBPLHD untuk memantau, namuntidak memiliki power untukmenghentikan rumah sakit yangtidak memiliki dokumenkelengkapan lingkungan,” ucapnya.Program pengolahan limbah B3Untuk menangani persoalanlimbah B3 yang kewenangannya adadi Kementerian Lingkungan Hidup.Pemprov Jabar melalui BadanPengelola Lingkungan Hidup Daerah(BPLHD) Jabar pada tahun 2006meluncurkan Program PengolahanLimbah B3 di Jawa Barat. Kebijakanini merupakan suatu terobosanguna memelihara lingkungan hidup.Kepala Sub Bidang PemantauanPencemaran Lingkungan BLHD Jabar Hilman Charda dan KepalaSub Bidang Mitigasi Bencana TulusSibuea kepada
Medikom
di kantorBPLHD belum lama inimenjelaskan, melalui program diatas, BPLHD Jabar mengajak setiap
stakeholder
untuk mengolahlimbah B3 dengan benar, termasuk juga para pengelola rumah sakit.BPLHD Jabar terus melakukankoordinasi dengan BPLH di tingkatkabupaten/kota di Jawa Barat.Baru-baru ini BPLHD Jabar jugamelakukan pengarahan ke daerah Tasikmalaya dan Cirebon.Program pengolahan limbah B3tidak hanya diarahkan kepadapemerintah dan perusahaan yangmenghasilkan limbah. Pemprov Jabar juga terus mendorong pihakswasta yang bergerak di bidangusaha pengolahan limbah untukberpartisipasi. “Semakin banyakperusahaan pengolah limbah B3,berarti mengurangi beban peme-rintah untuk menangani dampaknegatif limbah B3 ini,” urai Hilman.Khusus untuk pengolahanlimbah medis, Tulus dan Hilmanmengatakan, dari programpengolahan limbah B3 telah berhasilmengundang investasi dari pihakswasta yaitu PT Jasa Medivest.Perusahaan tersebut merupakanpengolah limbah medis terbesar yangada di Jawa Barat saat ini.Hanya saja, sangat disayangkan,para pejabat Dinas KesehatanProvinsi Jabar yang berkali-kalidikonfirmasi
Medikom
berkenaandengan pengolahan limbah medis,belum bisa memberikan keterangan.Barangkali, rigidnya birokrasi masihmenjadi kendala untuk dapatmemberikan informasi yangdibutuhkan masyarakat.
(Wulan, Mbayak Ginting,Fauzy, Dadan)UNTUK
menelusuri pengolahanlimbah rumah sakit di wilayah JawaBarat,
Medikom
mencobamenelusuri sistem pengolahanlimbah di Rumah Sakit HasanSadikin (RSHS) dan RSUDUjungberung Kota Bandung.Menurut Kepala Instalasi KesehatanLingkungan RSHS Maudy Dirgahayubaru-baru ini, RSHS sangat pedulidalam pengolahan limbah medis.Apalagi letak RSHS berdekatandengan permukiman penduduk.Oleh karena itu, pengolahanlimbah medis padat RSHSdikerjasamakan dengan perusahaanpengolah limbah PT Jasa Medivest.Soalnya, pengolahan limbah medispadat dengan insinerator sudah tidakmemungkinkan dilakukan dilingkungan gedung RSHS. Corongasap insinerator yang berdekatandengan pemukiman berpotensimengganggu masyarakat.Atas dasar tersebut, RSHS lebihmemilih bermitra denganperusahaan pengolah limbah yanglokasinya jauh dari permukimanpenduduk.“Untuk memastikan pengolahanlimbah medis padat ini denganbenar, kami juga memantau prosespengolahan limbah tersebut di lokasiperusahaan (di Karawang, red).Pemantauan ini untuk memastikanproses pengolahan limbah medispadat RSHS ini tidak akanmembahayakan masyarakat,” ujarMaudy.Agar limbah medis padat RSHStidak sampai didaur ulang kembali,Maudy menegaskan, pihaknyabekerja sama dengan semua unitkerja di RSHS. Mulai dari sumberawal limbah medis padat di tiap-tiapunit kerja RSHS, limbah tersebut
Gandeng Perusahaan Swasta
sudah dipilah-pilah, kemudiandikemas sehingga tidak jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab. Kemudian limbah yangsudah dikemas, dikemas kembalioleh perusahaan pengolah limbahuntuk dibawa ke tempatpengolahan. Jumlah limbah medispadat RSHS ini rata-rata 250-350kg/hari.Sedangkan untuk limbah cair,Maudy menegaskan, RSHS dari dulusudah memiliki Instalasi PengolahanAir Limbah (IPAL). Jadi dengan IPAL ini, RSHS mengolah sendiri limbahcairnya. Limbah cair terdiri darilimbah domestik RSHS dan limbahmedis cair. Rata-rata setiap hari jumlah limbah cair RSHS mencapai750 m³, dan 25% dari limbahtersebut merupakan limbah mediscair.Sementara di RSUD UjungberungKota Bandung, menurut Asep AliKudus, Kasi Pemeliharaan danPemulasaran RSUD Ujungberung,kebijakan pengelolaan limbah medisrumah sakit tertuang dalam SKDirektur Rumah Sakit se KotaBandung No 007/1238 a-RSUD 2010tentang Kebijakan PengelolaanKesehatan Lingkungan RSUD KotaBandung.Sesuai dengan ketentuan yangada, pemisahan antara sampahtajam dan sampah medisdikumpulkan di TPS seluas 9 kubikdengan volume 300 kg/bulan.Pelaksanaannya melibatkan pihakswasta, PT Wastec Internasionaluntuk limbah medis. Budget yangdisediakan Rp6.000-6.500/kg persatu kali pengangkutan.RSUD Ujungberung, jelas Asep,berpijak pada standar SOP. Di setiaptempat atau ruang tindakandisediakan wadah limbah padat yang terkontaminasi ataupunnonkontaminasi. Tapi hanya barudua jenis yang dipisahkan, yaitulimbah tajam dan yangterkontaminasi, contoh jarumsuntik. Sedangkan limbah cairditangani oleh IPAL (instalasipengolah air limbah), kecuali bekascairan cucian dari laboratorium.Dikatakan, limbah B3 (berbahaya,berbau, dan beracun) yangdihasilkan oleh rumah sakit sepertiampul pecah atau jarum suntik danorgan tubuh. Wadah yang berwarnakuning untuk limbah medis dan yang warna hitam untuk limbahdomestik seperti sampah-sampahpengunjung atau kertas-kertas yangtidak terkontaminasi. Dan limbahdomestik dipisah antara organik dannon organik untuk dijadikankompos sesuai dengan programAdipura.Petugas pengambil limbah B3 yaitu cleaning service dilatih dandilengkapi dengan APD (alatpelindung diri) seperti masker dansarung tangan. Sementara petugaspengontrol limbah datang dari BPLHbaik kota maupun provinsi dengantim khususnya mengontrol rumahsakit-rumah sakit. Namun merekahanya “rajin” pada
event
Adipura.RSUD bersertifikat akreditasitahun 2007 ini mengklaim sudahmemenuhi protap dan dasar hukum yang ada terkait denganpengendalian limbah medis. “Kitaada audit internal untuk masalahlimbah dan audit eksternal dari PT Side Global enam bulan sekali danmeraih ISO 9000:1 tahun 2008,” ujarAsep di ruang kerjanya kepada
Medikom
, Rabu (14/7). 
(Wulan, Mbayak Ginting)
Kemajuan teknologi semakincanggih. Kehidupan sehari-hari manusia pun tidakdapat lepas dariketergantungan terhadapberbagai bahan kimia yangsemakin bertambah banyakdari segi jumlah dan jenisnya. Bahan kimiatersebut terkandung dalamproduk-produk yangdigunakan manusia sepertihasil pertanian danpeternakan, makanan danminuman, farmasi, kosmetik,tekstil, dan sebagainya.Pada dasarnya penggunaanbahan kimia dimaksudkanuntuk membantumeningkatkan kesejahteraanmanusia, namun tidak dapatdipungkiri adanya dampaknegatif dari bahan kimiatersebut.
Limbah Medis Harus Diolah
Berbagai bahan kimia yangberedar di pasaran dan terkandungdalam produk-produk konsumsiumum berpotensi menjadi limbahBahan Berbahaya dan Beracun (B3).Pengelolaan limbah B3 di Indonesiamerujuk pada Peraturan PemerintahRepublik Indonesia Nomor 18 Tahun1999 juncto Peraturan PemerintahRepublik Indonesia Nomor 85 Tahun1999 (PP 18/99 jo PP 85/99) tentangPengelolaan Limbah BahanBerbahaya dan Beracun.Peraturan ini menyatakan bahwa yang dimaksud dengan limbah B3adalah sisa suatu usaha ataukegiatan yang mengandung bahanberbahaya dan beracun yang karenasifat dan konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsungmaupun tidak langsung, dapatmencemarkan dan atau merusaklingkungan hidup, dan atau dapatmembahayakan lingkungan hidup,kesehatan, kelangsungan hidupmanusia, serta makhluk hidup lain.Limbah yang termasuk kedalam limbah B3 adalah limbah yang memenuhi salah satu ataulebih karakteristik mudah meledak,mudah terbakar, bersifat reaktif,beracun, menyebabkan infeksi,bersifat korosif, limbah lain yangapabila diuji dengan metodetoksikologi dapat diketahui termasukdalam jenis limbah B3.Peraturan ini menyebutkanbahwa jenis limbah B3 menurutsumbernya meliputi limbah B3 darisumber tidak spesifik, limbah B3 darisumber spesifik, dan limbah B3 daribahan kimia kedaluwarsa,tumpahan, bekas kemasan, danbuangan produk yang tidakmemenuhi spesifikasi.Dari penjelasan di atas terlihatbahwa limbah B3 dihasilkan dariberbagai sumber yang secara umumterbagi atas sektor industri dan nonindustri. Dengan demikian, limbahB3 perlu mendapat perhatiankhusus dan harus dikelola secaraterpadu karena melibatkan berbagaisektor. Secara teknis operasional,pengelolaan limbah B3 menurut PP18/99 jo PP 85/99 merupakanrangkaian kegiatan mulai dari upayareduksi limbah yang akan terbentuksampai terbentuknya limbah olehpenghasil. Rantai berikutnya adalahpemanfaatan limbah olehpemanfaat, pengumpulan limbaholeh pengumpul, pengangkutanlimbah oleh pengangkut, danpengolahan atau penimbunanlimbah oleh pengolah.Kegiatan tersebut berkaitan eratdengan berbagai pihak yangmerupakan mata rantai dalampengelolaan limbah B3. Setiap matarantai memerlukan pengawasan danpengaturan. Aspek pengawasan dansanksi juga diatur dalam peraturantersebut. Badan yang mempunyaikewenangan untuk mengawasipengelolaan limbah B3 di Indonesiaadalah Badan PengendalianDampak Lingkungan (Bapedal).Perjalanan limbah dalam rantaipengelolaan wajib disertai dengandokumen. Dokumen limbahmemegang peranan penting dalammemantau perjalanan limbah B3dari penghasil limbah B3 sampai kepengolah limbah-limbah B3.Dokumen tersebut dibuat dalamrangkap tujuh dan merupakansarana pemantauan yangmenyerupai konsep
cradle to grave.
Lembar pertama disimpanpengangkut limbah B3 danditandatangani penghasil limbah B3(pengirim). Lembar kedua dikirimkepada Bapedal setelahditandatangani pengangkut limbahB3. Lembar ketiga disimpanpenghasil atau pengumpul limbahB3 setelah ditandatanganipengangkut limbah B3. Lembarkeempat diserahkan olehpengangkut limbah B3 kepadapengumpul atau pengolah limbahB3. Lembar kelima dikirimkankepada Bapedal oleh pengumpulatau pengolah limbah B3. Lembarkeenam dikirimkan pengangkutlimbah B3 kepada bupati atau walikota setelah ditandatanganipenerima. Selanjutnya lembarterakhir dikirimkan kembali olehpengolah limbah kepada penghasil.Peraturan lain yang turutmengatur pengelolaan limbah B3 diIndonesia adalah KeputusanBapedal seperti Keputusan KepalaBapedal No 2 Tahun 1995 tentangDokumen Limbah B3. Pasal 1Keputusan Kepala Bapedal No 2 Tahun 1995 menyebutkan bahwadokumen limbah B3 adalah surat yang diberikan pada waktupenyerahan limbah B3 untukdiangkut dari lokasi kegiatanpenghasil ke tempat penyimpanandi luar lokasi kegiatan dan ataupengumpulan dan ataupengangkutan dan atau pengolahanlimbah B3 dan atau pemanfaatanlimbah B3 serta penimbunan hasilpengolahan.Pasal 3 dari keputusan inimenyatakan bahwa badan usaha yang melakukan pengolahan limbahB3 wajib mengajukan permohonankepada Kepala Bapedal untukmendapatkan nomor registrasiterlebih dahulu sebelum dokumenlimbah B3 dipergunakan denganmelampirkan izin pengelolaanlimbah B3.Pengelolaan limbah B3 hanyaboleh dilakukan oleh pihak yangsudah mendapat izin daripemerintah. Berdasarkan landasanhukum di atas, maka setiap industripenghasil limbah B3, pengangkutlimbah B3, dan pemanfaat limbahB3 diwajibkan melaporkankegiatannya kepada instansi terkaitdalam bentuk neraca limbah B3,manifest limbah B3, dan izin yangtelah diberikan sebelumnya.Dokumen tersebut berisi data tim-bulan limbah B3 yang dihasilkan,disimpan, diangkut, dan dikelola.Dari sekian banyak sumberpenghasil limbah B3 itu, salahsatunya adalah rumah sakit.Limbah rumah sakit adalah semualimbah yang dihasilkan dari kegiatanrumah sakit dalam bentuk padat,cair, dan gas. Limbah padat rumahsakit adalah semua limbah rumahsakit yang berbentuk padat sebagaiakibat kegiatan rumah sakit yangterdiri dari limbah medis padat dannon-medis. Limbah medis padatadalah limbah padat yang terdiri darilimbah infeksius, limbah patologi,limbah benda tajam, limbah farmasi,limbah sitotoksis, limbah kimiawi,limbah radioaktif, limbah kontainerbertekanan, dan limbah dengankandungan logam berat yang tinggi.Sementara limbah padat non-medis adalah limbah padat yangdihasilkan dari kegiatan di rumahsakit di luar medis yang berasal daridapur, perkantoran, taman, danhalaman yang dapat dimanfaatkankembali apabila ada teknologinya.Sedangkan limbah cair adalahsemua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumahsakit yang kemungkinanmengandung mikroorganisme,bahan kimia beracun dan radioaktif  yang berbahaya bagi kesehatan.Limbah gas adalah semua limbah yang berbentuk gas yang berasal darikegiatan pembakaran di rumah sakitseperti insinerator, dapur,perlengkapan generator, anastesi,dan pembuatan obat citotoksik.Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organismepatogen yang tidak secara rutin adadi lingkungan dan organismetersebut dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkanpenyakit pada manusia rentan.Limbah sangat infeksius adalahlimbah berasal dari pembiakan danstock bahan sangat infeksius, otopsi,organ binatang percobaan danbahan lain yang telah diinokulasi,terinfeksi atau kontak dengan bahan yang sangat infeksius.Limbah sitotoksis adalah limbahdari bahan yang terkontaminasi daripersiapan dan pemberian obatsitotoksis untuk kemoterapi kanker yang mempunyai kemampuanuntuk membunuh ataumenghambat pertumbuhan selhidup.Berdasarkan Keputusan MenteriKesehatan 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan KesehatanLingkungan Rumah Sakit, limbahrumah sakit tersebut harus diolahsehingga tidak menimbulkandampak negatif bagi manusia.
(IthinK)SOREANG,
 Medik om
 –Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KabupatenBandung berjanji akan mencairkan bantuan bencana alam di KabupatenBandung senilai Rp400 miliar. Dana tersebut di antaranya untukbantuan bencana alam seperti di Kecamatan Pangalengan, KabupatenBandung. Hal tersebut disampaikan panitia husus (pansus) banjir danbencana lainnya, Cecep Suhendar kepada
Medikom
, baru-baru ini.Pernyataan Cecep terkait dengan pembahasan Rencana PeraturanDaerah (Raperda) tentang Bencana Banjir dan Bencana lainnya diKabupaten Bandung yang kini telah diajukan ke DPRD.Menurutnya, rencana raperda aka menjadi prioritas, sebab menyangkutpencairan dana bantuan dari pusat sekitar Rp400 miliar. “Target kitapencairan sekitar bulan Agustus sebelum pilkada,” ungkap nya.Lanjut Cecep, kepastian pencairan dana tersebut, pihaknya telahberkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)di Jakarta belum lama ini. Berdasarkan hasil koordinasi, dana senilaitotal Rp800 miliar akan dicairkan pada APBD tahun 2010. “Maka kamioptimis dana akan cair pada bulan Aagustus sebelum pelaksanaanpemilihan Bupati Bandung. Oleh karna itu, perdanya harus kita selesaikanpada pertengahn bulanAgusrus. Total bantuan angragaran tersebut senilaiRp800 miliar untuk Provinsi Jawa Barat, Rp400 miliar di antaranyadialokasikan untuk Kabupaten Bandung,” tutur Cecep.
(Suhendar)
Dana Bencana Akan Cair Agustus
BANDUNG,
 Med ik om
 –Jumlah anggaran APBD Provinsi Jabar Tahun 2011 diperkirakan menurun dibandingkan dengan tahun2010 dari Rp9,55 triliun (termasuk dana silpa Rp1,8 triliun)menjadi Rp9,2 triliun (termasuk dana Silpa sebesar Rp748,8miliar). Anggaran belanja pegawai yang masuk pos belanja tidaklangsung meningkat jumlahnya sebesar 0,45 triliun, dari Rp1,6triliun pada APBD 2010 menjadi Rp2,05 triliun pada RAPBD 2011.Dalam RAPBD 2011, pendapatan murni Pemprov Jabardiprediksi sebesar Rp8,44 triliun, dan dana silpa Rp784,8 miliar,sehingga total pendapatan menjadi Rp9,2 triliun. Perolehan itudidapat dari pendapatan asli daerah (PAD) sebeesar Rp6,5 triliun,dana perimbangan Rp1,9 triliun, lain-lain pendapatan sahRp12,1 miliar.Sementara pos pengeluaran belanja tidak langsung mencapaiRp4,6 triliun, terdiri dari belanja pegawai Rp2,05 triliun, belanjasubsidi Rp12 miliar, belanja hibah Rp50 miliar, bansos Rp40miliar, belanja bagi hail Kab/Kota Rp2,34 triliun, bantuankeuangan Rp100 miliar, belanja tidak terduga Rp50 miliar.Sementara nilai pos belanja langsung adalah sebesar Rp3,09triliun. Hal tersebut terungkap dalam Rancangan KebijakanUmum Anggaran (KUA) dan Rancangan Program Plafon AnggaranSementara (PPAS) APBD Provinsi Jawa Barat 2011.Ketua DPRD Jabar Ir Irfan Suryanegara saat Penyampaian KUAdan Rancangan PPAS APBD Provinsi Jawa Barat 2011 olehGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan baru-baru inimengungkapkan, Rancangan KUA dan PPAS 2011 berdasarkanPermendagri No. 59/2007 harus sudah disampaikan kepadaDPRD paling lambat pertengahan bulan Juni dan disepakatipaling lambat akhir bulan Juli tahun berjalan.Sementara penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaanAPBD tahun 2009, disampaikanpaling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir(bulan Juni tahun berjalan) dan mendapat persetujuan bersamapaling lama satu bulan terhitung sejak Raperda diterima sesuaiPermendagri No. 13/2006.Rancangan KUA dan PPAS 2011 dan Perubahan APBD TA 2010disampaikan minggu pertama bulan Agustus tahun berjalan dandisepakati minggu kedua bulan Agustus tahun berjalan.Sedangkan RAPBD Perubahan disampaikan paling lambat minggukedua bulan September dan mendapat persetujuan bersamapaling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir.Selanjutnya RAPBD 2011, disampaikan paling lambat minggupertama bulan Oktober dan Persetujuan Bersama paling lambatsatu bulan sebelum tahun anggaran berakhir (bulan November).dan hal itu harus menjadi perhatian dan komitmen bersamaPemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Jawa Barat.Irfan juga mengemukakan bahwa sesuai dengan mekanisme,maka pembahasan akan dilakukan di internal DPRD bersamaKepala Daerah, yang keduanya dalam hal ini diwakili oleh BangarDPRD Provinsi Jawa Barat dan (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) TAPD. Di internal DPRD terlebih dahulu dibahas di komisi-komisi,selanjutnya KUA dan PPAS akan dibahas oleh Bangar dan TAPD.Belanja pegawai meningkatMeski sejak 1 Januari 2010 Pemprov Jabar sudah menerapkansistem penggajian pegawai dengan Insentif Berbasis Kinerja (IBK) yang tujuannya menghemat anggaran, namun terlihat padaRAPBD 2011, pos belanja tidak langsung untuk belanjapegawaimeningkat sebesar Rp0,45 triliun.Anggota Komisi A DPRD Jabar Deden Darmansah kepada wartawan menjelaskan, soal peningkatan belanja pegawai inikini menjadi sorotan Komisi A DPRD Jabar. Secara logika,seharusnya sistem IBK tersebut dapat menurunkan ongkosbelanja pegawai pada pos belanja tidak langsung.Sementara itu, dari segi PAD, pada RAPBD 2011 ada kenaikandibandingkan dengan APBD 2010, yakni menjadi Rp6,5 triliun,dari sebelumnya Rp5,6 triliun.
(IthinK)
PPAS 2011 Diluncurkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->