di dalam dirinya. Struktur kehidupan manusia yang memilikikewaspadaan indrawi berlaku juga bagi hewan. Dalam kenyataan,manusia memang merupakan bagian dari kehidupan organik yangdapat ditelusuri dari bentuk sub-human (evolusi).
Materialisme Antropoligik,
yaitu menjelaskan bahwa manusiaadalah mahluk yang memiliki unsur spiritual-intelektual yang secaraintrinsik tidak bergantung kepada materi. Manusia tidak dapatdijelaskan dengan satu prinsip saja, sebab di dalam diri manusiabergabung berbagai prinsip yang menyusun suatu pemahamantentang dirinya secara utuh dan lengkap.Dalam mempelajari makna manusia, berikut akan dijelaskan tentang :a) Aspek Manusia, b) Tipologi Manusia c) Manusia sebagai MahlukIndividu dan Sosial, serta c) Ras Manusia.
a.Aspek Manusia
Manusia dalam wujud kehidupan sehari-hari, terdiri dari aspek
badan
dan
jiwa
(jasmani dan rokhani) sebagai suatu kesatuanyang utuh. Namun dalam perkembangan pemikiran tentang aspekmanusia, secara
filosofis
sering dipertanyakan manakah yang lebihpenting antara badan dan jiwa ?. Berdasarkan kajian teori, tentangaspek manusia telah melahirkan
aliran materialisme, aliranspiritualisme
, dan
aliran dualisme
.
NoTokohAliranUraian PenjelasanKeterangan
1.
FEURBACH
(1804 –1972)”Materialisme”
Badanlah yang penting, jiwa hanya mem-boncengsaja dalam tubuh.
Di balik badan manusiatidak ada mahluk lain yangmisterius yang disebut jiwa, seperti tidak adanya Tuhan di balik alam ini.
Sesuatu itu disebut nyata,bila dapat dirasakan olehpancaindera.
Manusia merupakanmakhluk jasamani yangyang dinamis.Pendapatnyabersifat mate-rialistis, ateis dansosialis-komunis.Pada abad 19,pen-dapattersebut sangatberpengaruhterhadappemikiran
KarlMarx
dan
FriedrichEngels
.2.
PLATO
(427 – 347SM)”Spiritualisme”
Jiwa lebih penting daripadabadan, jiwa telah ada di”alam atas” sebelummasuk ke jiwa.
Jiwa ini terjatuh ke dalamhidup duniawi, lalu terikatpada badan jasmani yangfana.
Dalam kerukunannya,badan dan jiwa tidakberdampingan secara Teori spiritualismebersifat ”Etis –Religius”.
3