hak dan kewajiban. Dengan demikian penerapan jaminan keadilan perludilandasi oleh sikap jujur rendah hati dan tindakan yang tidak beratsebelah.Sebagai manusia kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak danmengabaikan kewajiban, karena hal yang demikian dapat mengarahpada
pemerasan
dan
memperbudak oran lain
. Sebaliknya jika hanyamenjalankan kewajiban dan mengabaikan apa yang menjadi hak kita,maka kita akan mudah diperbudak atau diperas oleh orang lain.
Contoh
; seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upahtanpa diimbangi peningkatan kualitas kerjanya tentu dianggap sebagai
pemeras
. Sebaliknya seorang majikan yang terus menerus memerastenaga pegawainya tanpa memperhatikan kenaikan upah danpeningkatan kesejahteraan pekerjanya, maka cenderung disebut telah
memperbudak
orang lain.
B.
PENTINGNYA KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAMKEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
1.
Pengertian Keterbukaan dan Keadilan
a.Keterbukaan
Keterbukaan merupakan perwujudan dari sikap jujur, rendah hati,adil, mau menerima pendapat, kritik dari orang lain. Dalam
KamusBesar Bahasa Indonesia
, keterbukaan adalah hal terbuka, perasaantoleransi dan hati-hati serta merupakan landasan untukberkomunikasi. Dengan demikian dapat dipahami pula bahwa yangdimaksud dengan keterbukaan adalah suatu sikap dan perilakuterbuka dari individu dalam beraktivitas.
b.Keadilan
Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia
, kata keadilan yangberasal dari kata dasar “adil”, mempunyai arti kejujuran, kelurusandan keikhlasan yang tidak berat sebelah. Sehingga keadilanmengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelahatau tidak memihak dan tidak sewenang-wenang.Sedangkan di dalam
Ensiklopedi Indonesia
, disebutkan bahwakata “adil” (bahasa Arab ; ‘
adl
) mengandung pengertian sebagaiberikut :
Tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak.
Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hakyang harus diperolehnya.
Mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar danmana yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atausyarat dan rukun yang telah ditetapkan. Tidak sewenang-wenangdan maksiat atau berbuat dosa.
Orang yang berbuat adil, kebalikan dari
fasiq
(orang yang tidakmengerjakan perintah).Pengertian kata “adil” yang lebih menekankan pada “
tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan
”, maka sesungguhnyapada setiap diri manusia telah melekat sumber kebenaran yang
2