hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah berdasarkan peraturanperundang-undangan yang ditetapkan sebelumnya; tetapi lebihmerupakan hasil dari kegiatan produksi bersama (
coproduction
)antara lembaga pemerintahan dengan
klien
masing-masing.Pemerintahan (
governing
) menurut
Kooiman
, merupakan prosesinteraksi antara berbagai aktor dalam pemerintahan dengankelompok sasaran atau berbagai individu masyarakat. Oleh sebab itu,pola penyelenggaraan pemerintahan dalam masyarakat dewasa inipada intinya merupakan proses koordinasi (
coordinating
),pengendalian (
steering
), pemengaruhan (
influencing
) danpenyeimbangan (
balancing
) setiap hubungan interaksi tersebut.Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwapenyelenggaraan pemerintahan (
governing
) dapat dipandang sebagai“intervensi perilaku politik dan sosial yang berorientasi hasil, yangdiarahkan untuk menciptakan pola interaksi yang stabil atau dapatdiprediksikan dalam suatu sistem (sosial-politik), sesuai denganharapan ataupun tujuan dari para pelaku intervensi tersebut”.
Bonus Info Kewarganegaraan
Dalam masyarakat modern atau
post-modern
dewasa ini, polapemerintahan yang dapat dikembangkan sesuai dengankarakteritiknya masing-masing adalah sebagai berikut :
a.
Kompleksitas
, yaitu dalam menghadapi kondisi yangkompleks, maka pola penyelenggaraan pemerintahan perluditekankan pada fungsi koordinasi dan komposisi.
b.
Dinamika,
yaitu dalam hal ini pola pemerintahan yangdapat dikembangkan adalah pengaturan atau pengendalian(
steering
) dan kolaborasi (pola interaksi saling mengendalikandiantara berbagai aktor yang terlibat dan atau kepentingandalam sesuatu bidang tertentu.
c.
Keanekaragaman,
yaitu masyarakat denganberbagai kepentingan yang beragam dapat di atasi dengan polapenyelenggaraan pemerintahan yang menekankan padapengaturan (
regulation
) dan integrasi atau keterpaduan(
integration
).
2.Bentuk Pemerintahan
a.Bentuk Pemerintahan Klasik
Teori-teori tentang bentuk pemerintahan klasik pada umumnyamasih menggabungkan bentuk negara dan bentuk pemerintahan. Hal
3