Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lamp_PMK59_01_PEDOMAN_SAPP

Lamp_PMK59_01_PEDOMAN_SAPP

Ratings: (0)|Views: 41|Likes:
Published by Pitri Rahayu

More info:

Published by: Pitri Rahayu on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
 
MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA
 
LAMPIRAN IPERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR : 59/PMK.06/2005 TENTANGSISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGANPEMERINTAH PUSAT
 
PEDOMAN PELAKSANAANSISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT
I.
 
PENDAHULUANI.1.
 
UmumUndang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 8 menyatakanbahwa dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengelolaan fiskal, Menteri Keuanganmempunyai tugas antara lain menyusun laporan keuangan yang merupakanpertanggungjawaban pelaksanaan APBN.Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 9 menyatakanbahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barangKementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lainmenyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yangdipimpinnya.Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 30 ayat (2)menyatakan bahwa Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentangpertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yangmeliputi Laporan Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atasLaporan Keuangan, yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara danbadan lainnya.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 7 ayat (20)menyatakan bahwa Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenangmenetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Negara.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 51 ayat (1)menyatakan bahwa Menteri Keuangan/Pejabat Pengelola Keuangan Daerah selakuBendahara Umum Negara/Daerah menyelenggarakan akuntansi atas transaksikeuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi pembiayaan danperhitungannya.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 51 ayat (2)menyatakan bahwa Menteri/pimpinan lembaga/kepala satuan kerja perangkat daerahselaku Pengguna Anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan, aset,utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi pendapatan dan belanja yang berada dalamtanggung jawabnya.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55 ayat (1)menyatakan bahwa Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal menyusun LaporanKeuangan Pemerintah Pusat untuk disampaikan kepada Presiden dalam rangkamemenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55 ayat (2)menyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimanadimaksud pada ayat (1), menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna
 
 
MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA
 
LAMPIRAN IPERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR : 59 /PMK.06/2005 TENTANGSISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORANKEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
 
:1
Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yangmeliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangandilampiri laporan keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/Lembagamasing-masing.Penjelasan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara, menyatakan bahwa agar informasi yang disampaikan dalamlaporan keuangan pemerintah dapat memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas,perlu diselenggarakan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) yang terdiri dariSistem Akuntansi Pusat (SiAP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan danSistem Akuntansi Instansi (SAI) yang dilaksanakan oleh kementerian negara/lembaga.Undang-undang Nomor 36 Tahun 2004 tentang Anggaran Pendapatan dan BelanjaTahun Anggaran 2005 Pasal 17 ayat (1) menyatakan bahwa setelah Tahun Anggaran2005 berakhir, Pemerintah menyusun Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan AnggaranPendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2005 berupa Laporan Keuangan.Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan AnggaranPendapatan dan Belanja Negara pada Pasal 60 ayat (1) menyatakan bahwaMenteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaandana bagian anggaran yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neracaKementerian Negara/Lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui MenteriKeuangan. Keputusan Presiden tersebut telah diubah dengan Keputusan Presiden No.72 tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara.Dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban keuangan sebagaimana ditetapkandalam Undang-undang Keuangan Negara dan Keputusan Presiden tentang pelaksanaanAPBN tersebut di atas, maka perlu dibuat suatu mekanisme dan peraturan yangmengatur tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.
 
 
MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA
 
LAMPIRAN IPERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR : 59 /PMK.06/2005 TENTANGSISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORANKEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
 
:2
I.2.
 
TujuanTujuan dari Pedoman Pelaksanaan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat adalah untuk memberi petunjuk umum dalam menyelenggarakan:I.2.1.
 
Akuntansi Pusat pada KPPN, Kanwil Ditjen PBN, dan Kantor Pusat Ditjen PBN;I.2.2.
 
Akuntansi Instansi pada tingkat Satuan Kerja, Wilayah, Eselon-I, Kantor PusatKementerian Negara/Lembaga, dan Satuan Kerja Dekonsentrasi/TugasPembantuan, serta Koordinator Wilayah Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan.I.3.
 
Ruang LingkupPeraturan Menteri Keuangan ini berlaku untuk seluruh unit organisasi Pemerintah Pusatdan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasidan/atau Tugas Pembantuan serta pelaksanaan Anggaran Pembiayaan danPerhitungan.Tidak termasuk dalam ruang lingkup Peraturan Menteri Keuangan ini adalah :a.
 
Pemerintah Daerah (sumber dananya berasal dari APBD)b.
 
Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah yang terdiri dari :1.
 
Perusahaan Perseroan, dan2.
 
Perusahaan Umum.c. Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan Milik Pemerintah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->