Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
154Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kmno4

kmno4

Ratings: (0)|Views: 14,472|Likes:
Published by arsencihuy
kalium permanganat
kalium permanganat

More info:

Published by: arsencihuy on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/15/2013

pdf

text

original

 
1
I. PENDAHULUAN
Bedak merupakan salah satu jenis obat yang paling umumdigunakan dalam masyarakat. Bedak yang terdapat dipasaran terdiridari 2 jenis, yaitu :1.
 
Bedak untuk pemeliharaan badan.2.
 
Bedak untuk kosmetika.Fungsi ± fungsi dari bedak adalah :1.
 
Untuk menyembunyikan cacat atau kekurangan pada kulit.2.
 
Menyerap keringat.3.
 
Melindungi kulit dari lingkungan yang kurang baik (sinarmatahari/
UV 
)
.4.
 
Untuk menambah daya tarik.Pada dasarnya komposisi dari bedak adalah sama, hanyaditambahkan zat tertentu yang menyebabkan fungsinya berbeda.Komposisi bedak terdiri dari :1.
 
Bahan dasar.Fungsi dari bahan dasar :a.
 
Sebagai pelicin.Contoh : Talk (3MgO.4SiO2.H2O
)
 b.
 
Sebagai daya rekat.Contoh : Senyawa stearat-stearat dari Mg, Ca, Zn dan kaolinMurni.c.
 
Sebagai daya tahan.Contoh : ZnO, CuSO4, TiO2 dan ZnS.d.
 
Sebagai daya serap / penyerap.Contoh : CaCO3, MgCO3, kaolin murni, pati dan lain lain.2.
 
Pewarna.Fungsi dari pewarna adalah untuk menyesuaikan dengan warnakult.3.
 
Pewangi.Fungsi dari pewangi adalah untuk menghilangkan bau khas zat ±zat dari bahan dasar.
 
2
 
II. KALIUM PERMANGANAT (KMnO
4
)
Kalium permanganat telah banyak dipergunakan sebagai agenpengoksidasi. Reagen ini dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal,dan tidak membutuhkan indikator terkecuali untuk larutan yang amatencer. Satu tetes 0,1 N permanganat memberikan warna merah mudayang jelas pada volume dari larutan yang biasa dipergunakan dalamsebuah titrasi. Warna ini dipergunakan untuk mengindikasi kelebihanreagen tersebut. Permanganat menjalani beragam reaksi kimia, karenamangan hadir dalam kondisi-kondisi oksidasi +2, +3, +4, +6, +7.Reaksi yang paling umum ditemukan dalam laboratorium adalahreaksi yang terjadi dalam larutan-larutan yang bersifat amat asam, 0,1N atau lebih besar. Permanganat bereaksi secara cepat dengan banyakagen pereduksi berdasarkan reaksi ini, namun beberapa substansimembutuhkan pemanasan dan penggunaan sebuah katalis untukmempercepat reaksi
Underwood, 2002).
 Kalium permanganat, selain sebagai oksidator dalam suasanaasam, juga dapat berlangsung dalam suasana basa maupun netral.Dalam suasana asam atau [H
+
]  0,1 N, ion permanganat mengalamireduksi menjadi ion mangan (II
)
sesuai reaksi :MnO
4-
+ 8H
+
+ 5e
-
 
Mn
2+
+ 4H
2
O E
o
= 1,51 VoltDalam suasana basa, ion permanganat mengalami reduksi menjadi ionmanganat yang berwarna hijau seperti reaksi berikut :MnO
4-
+ e
-
 
MnO
42-
E
o
= 0,56 VoltDalam suasana netral, MnO
4
direduksi menjadi MnO
2
yang mengendap.Reaksinya :MnO
4-
+ 4H
+
+ 3e
-
 
MnO
2
+ 2H
2
O E
o
= 1,70 V
 
(Annisanfushie, 2008
)
.Pereaksi kalium permanganat bukan merupakan larutan bakuprimer dan karenanya perlu dibakukan terlebih dahulu. Larutan bakuKMnO
4
dibuat dengan melarutkan sejumlah kalium permanganatdalam air, mendidihkannya selama delapan jam atau lebih, kemudian
 
3
 
endapan MnO
2
yang terbentuk disaring, lalu dibakukan dengan zatbaku utama (larutan standar primer
)
 
(Rivai 
 , 1994).
 Tindakan pencegahan khusus harus dilakukan dalam pembuatanlarutan permanganat. Mangan dioksidasi mengkatalisis dekomposisilarutan permanganate. Jejak-jejak dari MnO
2
yang semula ada dalampermanganat. Atau terbentuk akibat reaksi antara permanganatdengan jejak-jejak dari agen-agen produksi didalam air, mengarahpada dekomposisi. Tindakan ini biasanya berupa larutan kristal-kristalnya, pemanasan untuk menghancurkan substansi yang dapatdireduksi dan penyaringan melalui asbestos atau gelas yang disinteruntuk menghilangkan MnO
2
. Larutan tersebut kemudian distandarisasidan jika disimpan dalam gelap dan tidak diasamkan konsentrasinyatidak akan banyak berubah selama beberapa bulan
(Di 
nd 
a
 , 2008).
Ada beberapa standar primer untuk standarisasi permanganat,yaitu :
A. Arsen (III) Oksida
Senyawa As
2
O
3
adalah standar primer yang sangat baik untuklarutan-larutan permanganat. Senyawa ini stabil, nonhigroskopis, dantersedia dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Oksida ini dilarutkandalam larutan Natrium hidroksida, dan larutan kemudian diasamkandengan asam klorida dengna titrasi permanganat :5HAsO
2
+ 2MnO
4-
+ 6H
+
2H
2
O
2Mn
2+
+ 5H
3
AsO
4
 Reaksi ini berjalan lambat pada suhu ruangan terkecuali sebuah katalisditambahkan. Kalium iodida, KI, kalium iodidat, KIO
3
, dan iodinmonoklorida, ICl, telah dipergunakan sebagai katalis.
B
. Natrium Oksalat
Senyawa ini, Na
2
C
2
O
4
, juga merupakan standar primer yangbaik untuk permanganat dalam larutan asam. Senyawa ini dapatdiperoleh dengan tingkat kemurnian yang tinggi, stabil pada saatpengeringan, dan nonhigroskopis. Reaksinya dengan permanganatagak sedikit rumit, dan meskipun banyak penyelidikan telah dilakukan,mekanisme tapatnya tidak pernah jelas. Reaksinya berjalan lambatdalam suhu ruangan, sehingga larutan biasanya dipanaskan sampai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->