Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
fakta iklan

fakta iklan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,608|Likes:
Published by Syikin Samsuddin

More info:

Published by: Syikin Samsuddin on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
PRINSIP PRINSIP PENGIKLANAN 
Sejarah dan Perkembangan Pengiklanan
 
Perkembangan kegiatan pengiklanan pada masa sekarang sudah semakin pesat. Bertambahnya tingkatpersaingan dan didukung dengan infrastruktur perkembangan teknologi, iklan menjadi sebuah fenomenapada jaman sekarang.Hasil pengamatan AC Nielsen di Indonesia, dalam bidang ritel saja pertumbuhan omzetnya 23,8% pertahun 2005 ± 2006 belanja iklannya pada tiga katagori media; Televisi, Koran dan majalah, secara totalpada tahun 2005 sebesar Rp. 115.716.000.000,- dan pada tahun 2006 mengalami kenaikan menjadi Rp.165.600.000.000,- Angka ini belum termasuk bidang yang lainnya di luar ritel. Dari total tersebut,ternyata Koran menjadi pilihan yang paling banyak karena dianggap paling efektif oleh industri ritel. Haltersebut tampak jelas dari kontribusi Koran mencapai 90,6% total belanja iklan kategori retailer,selebihnya adalah majalah 5,2% dan Televisi hanya 4,2%. Para pemain yang beriklan ini, yang terbesaradalah Hypermart sebesar Rp. 39 milyar, dan urutan kedua adalah Carrefour Rp. 33 milyar (AC Nielsen,dalam Majalah Marketing, No 5 /VII/Mei/2007).
 
Kita tidak pernah menyangka pengiklanan sudah berkembang dengan pesat, kalau diikuti dari perjalanansejarah pengiklanan. Dari cara yang sangat klasik sampai dengan metode yang sangat modern. Ahlipengiklanan seperti J. Thomas Russell dan W. Ronald Lane membagi sejarah pengiklanan menjadi tigaperiode yang besar:
 1.
 
Era prapemasaran
( The Premarketing Era): lebih kurang pada masa pra sejarah sampaipertengahan abad ke 18 kegiatan pengiklanan masih dilakukan dengan sangat primitive. Merekamasih menggunakan tanah liat dan kedai-kedai minuman, dan tukang teriak kota (town criers).
 2.
 
Era Komunikasi Massa
(The Mass Communication Era): Sejak pertengahan abad ke 18sampai dekade-dekade awal abad ini, para pelaku pengiklanan memilih akses kemampuanpenyebaran informasi yang lebih luas, melebihi segmen-segmen masa sebelumnya. Hal inididukung dengan perekembangan media cetak yang lebih cepat dan melalui media siaran.
 3.
 
Era Penelitian
(The Research Era): selama 50 tahun terakhir, para pengiklan secara metodistelah meningkatkan teknik-teknik pengenalan dan secara sempit mencapai audiens yangditargetkan dengan pesan-pesan yang dipersiapkan secara khusus untuk tiap-tiap kelompok atauindividu (dalam hal penjualan langsung lewat pos). ditunjang dengan teknologi yang modern,telah mampu membantu penelitian untuk kampanye pengiklanan yang sempurna.
 
 
Tantangan kegiatan pengiklanan pada masa yang akan datang menjadi cukup diperhitungkan. Selainkeefektifannya dalam meningkatkan popularitas dan penjulan produk, iklan menjadi senjata pentingdalam kegiatan promosi. Oleh sebab itu, banyak perusahaan-perusahaan besar mulai melakukanperubahan struktur organisasinya dengan masuknya sebuah bagian atau devisi atau departemenkhusus yang melakukan kegiatan pengiklanan. Walaupun demikian sampai sekarang kegitanpengiklanan masih dibawah departemen pemasaran.
 
Peranan Pengiklanan pada Bisnis
 
Peranan pengiklanan dalam dunia bisnis dan pemasaran sangatlah besar seperti; pesannya dapatdirancang untuk menambah keinginan untuk membeli produk, untuk mendukung suatu gagasan ataumaksud, bahkan sebaliknya untuk mengurangi konsumsi suatu produk tertentu (demarketing). Bahkanuntuk kegiatan politik. Di luar negeri sudah dilakukan lebih awal jauh sebelum Pilkada di Indonesia mulaisemarak. Pengiklanan digunakan untuk mencari suatu dukungan untuk menjadi presiden atau gubernurdan bupati. Kita bisa saksikan di Metro TV (siaran Indonesia) pada pertengahan tahun 2008 menjelangPemilu 2009. Prabowo Subianto mantan Komandan Kopasus pada masa Orde Baru, melakukan iklanpencitraan dengan memposisikan diri sebagai sosok atau pigur yang dekat dengan para petani. Bahkan iamenyebutkan dirinya sebagai ketua Himpunan Rukun Tani Indonesia. Selain Prabowo terdapat juga Wirantro dan Ketua Umum Partai Amanak Nasional. Walaupun demikian, iklan sebagian besar digunakan untuk barang dan jasa. Dalam konteks ini,pengiklanan hanyalah menyangkut salah satu factor akan kesuksessan dari produk di pasar. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pengiklanan merupakan segalanya dari kegiatan pemasaran. Iklan hanyalahsebuah sarana komunikasi. Ada kalanya iklan menjadi gagal untuk membuat produk dapat diterimapasar, mengubah sikap konsumen dari tidak mendukung produk menjadi berminat. Para manajerpemasaran menjadi prustasi ketika melihat kenyataan volume penjualan setiap bulan mengalamipenurunan. Jika hal ini terjadi, biasanya disebabkan oleh masalah non komunikasi pemasaran, sepertifactor kualitas produk (product performance). Hal ini menyangkut permasalahan yang sangatpundamental. Sebaik apapun iklan, factor kualitas produk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginanserta harapan pelanggan tetap menjadi prioritas utama.Sehubungan dengan itu di atas terdapat tiga aturan penting untuk mengembangkan pengiklanan yangefektif (J. Thomas Russell dan W. Ronald Lane, Tata Cara Periklanan Kleppner, PT. Elex MediaKomputindo, 2000. hal 22-34).
 
 
y
 
Semua kegiatan pengiklanan harus dilihat dari sudut pandang konsumen. Produk harusmemenuhi kebutuhan konsumen bukan penjual. Hal ini berarti dalam pengembangan produk  baru harus berorientasi pada permintaan konsumen yang potensial. Bukan mulai dari konsepproduk apa yang dapat diproduksi secara efisien.
 
y
 
Menyampaikan pesan-pesan penjualan: motiv pengiklanan bukan untuk penulisan karya tulis yang hebat, penyajian gambar yang paling bagus, penghibur khalayak, walaupun semua unsuretersebut terdapat dalam pengiklanan tetapi unsure yang terpenting adalah pengiklananmerupakan alat penjualan.
 
y
 
Para Pelanggan membeli manfaat bukan atribut. Oleh sebab itu para pengiklan harus mampumenunjukan manfaat dari atribut. Perbedaan manfaat pada atribut produk pesaing menjadipenting untuk ditonjolkan. Konsumen tidak mencari apa yang dapat diperoleh dari barang ini,tetapi manfaat yang akan didapat dari barang ini.
 
Pengertian Pengiklanan
 
Pengertian iklan yang diberikan oleh para ahli menjadi berbeda dari sudut cara penyampaianya, tetapimakna intinya mengarah pada pengertian komuikasi. Kotler menyebutkan bahwa pengiklananmerupakan berbagai bentuk presentasi dan promosi non-pribadi yang dibayar mengenai gagasan, barang,atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi. Sedangkan Otto Klepper dalam bukunya AdvertisingProcedure mendifinisikan iklan mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak-pihak lain. Definisitersebut sangat meneyerupai pengertian dari komunikasi yaitu; transpormasi pesan dari satu orang(pihak) ke orang lain, dengan menggunakan media lisan, media cetak, radio, televise, computer, internet,telpon dan lain sebagainya. Pendapat Wright dikutip oleh Liliweri menyebutkan bahwa iklan merupakansebuah bentuk untuk menyampaikan pesan sebagaimana kegiatan komunikasi lainnya. Kemudian secarategas disebutkan juga, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangatpenting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasanatau ide-ide melaui saluran tetentu dalam bentuk informasi yang peruasif.Beberapa Negara mengistilahkan iklan dengan cara yang berbeda. Di Amerika dan Inggris disebutkansebagai advertising, Di Belanda diistilahkan dengan advertentie . di Prancis disebut dengan reclamare, yang berarti menyebutkan atau meneriakkan secara berulang-ulang. Bangsa Latin menyebutkan sebagaiadvertere. Dan Bangsa Arab menyebutkan sebagai I¶lan, kemduian di Indonesia dibaca dengan Iklan.Oleh sebab itu istilah iklan yang kita kenal di Indonesia berasal dari istilah Arab. Tetapi ada juga yangmenyebutkan dengan istilah advertensi, berasal dari istilah Amerika dan Inggris juga termasuk Belanda.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
IQ250395 liked this
neniey liked this
nh_sy liked this
Hakim Abdillah liked this
HuiKeet Tan liked this
che mohd azman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->