Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
66Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jaringan Tumbuhan Dan Hewan

Jaringan Tumbuhan Dan Hewan

Ratings: (0)|Views: 3,721 |Likes:
Published by Kokoro No Tomo

More info:

Published by: Kokoro No Tomo on Jul 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

 
JARINGAN TUMBUHAN DAN HEWAN
A. Sel dan jaringan tumbuhan
Perbedaan sel tumbuhan dari sel hewan ditunjukkan dari adanya kloroplas, sel yangdewasa memiliki vakuola sentral yang besar yang berfungsi membantu memelihara turgiditassel, serta adanya dinding sel pada sel tumbuhan. Dinding sel tumbuhan terutama disusun olehselulosa. Kebanyakan sel tumbuhan, khususnya sel yang memberikan kekuatan, memiliki dualapis dinding sel, dinding primer dan sekunder. Pada dinding sel ada bagian-bagian yang tetaptipis disebut noktah, melalui noktah inilah aliran sitoplasma sel-sel yang berdampingan(plasmodesmata) dapat saling berhubungan. Plasmodesmata merupakan saluran komunikasidan sirkulasi di antara sel-sel tumbuhan yang berdampingan (Gambar 8.2)Pada makhluk hidup multiseluler, sel-sel yang sejenis mengalami proses spesialisasiuntuk membentuk jaringan embrional (meristem), pada tumbuhan terdapat pada titik tumbuh.Jaringan embrional kemudian berdiferensiasi membentuk jaringan lainnya. Berkenaan denganprosestersebut, pada tumbuhan dan hewan dijumpai berbagai macam jaringan. Berdasarkanperkembangannya, jaringan tumbuhan dibedakan atas dua macam, yaitu jaringan meristem(embrionik = muda) dan jaringan dewasa.Jaringan dewasa tidak lagi mengalami pembelahan sel, dibedakan atas jaringanepidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (klorenkima dan sklerenkim), jaringanpembuluh (xilem dan floem), serta jaringan gabus (periderm).
a. Jaringan meristem
Pada jaringan ini terjadi pembentukan sel-sel baru (aktif membelah). Jaringan meristemterdapat pada titik tumbuh, misalnya pada ujung akar, ujung batang, maupun kambium.Jaringan yang terdapat di ujung akar dan ujung batang disebut meristem ujung (
apical meristem
), yang terdapat di antara xilem dan floem disebut
kambium pembuluh
dan yangmenggantikan fungsi epidermis sebagai jaringan protektif disebut jaringan gabus, disebut juga
 periderm
seperti Gambar 8.3 .berikut.
 
b. Jaringan epidermis
aringan epidermis
merupakan lapisan terluar dari organ tumbuhan, umumnya terdiridari selapis sel hidup dan tersusun rapat, berbentuk pipih, kubus, prisma, atau berlekuk- lekuk(Gambar 8.4). Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan yang terletak di dalamnya darikerusakan fisik atau infeksi
 patogen
. Pada organ yang mengalami pertumbuhan sekunder fungsi perlindungan digantikan oleh jaringan gabus, yang terbentuk kemudian. Pada daun ataubatang beberapa tumbuhan, sel-sel epidermisnya menghasilkan senyawa lilin yang disebutkutikula (apa fungsi kutikula?).
c
. Jaringan parenkim
aringan parenkim
merupakan jaringan dasar, terdiri atas sel-sel hidup, mempunyaidinding yang tipis (Gambar 8.6), umumnya berbentuk poligonal. Pada daun dijumpai selparenkim yangmengandung kloroplas yang disebut klorenkima, berperan penting dalam proses fotosintesis.Dijumpai pula sel-sel parenkim tanpa kloroplas pada umbi, buah, biji, yang berfungsi sebagaitempat cadangan makanan. Sel parenkim memiliki vakuola besar, dapat mengandung pati,minyak, kristal, serta beragam hasil sekresi sel lainnya. Sel parenkim dewasa dapat membelahdan berdiferensiasi menjadi tipe sel lainnya. Kemampuan sel parenkim memperbanyakdiri sangat penting untuk memperbaiki jaringan yang rusak, misalnya pada saat tumbuhanterluka.
d. Jaringan penyokong/penguat
aringan penyokong 
berfungsi agar dapat mengokohkan berdirinya tubuh tumbuhan.Jaringan ini terbagi dua tipe, yaitu
kolenkim
(sel hidup, penebalan dinding selulosa pada sudut-sudut sel, pektin), berperan mengokohkan batang muda yang belum berkayu, dan
sklerenkim
(sel mati, dinding tebal dan mengeras, lignin). Ada dua tipe sklerenkim yaitu sklereid (sel batu,bentuk bulat, pada tempurung kelapa) dan serat (bentuk panjang dan kedua ujung meruncing,terdapat pada permukaan batang kelapa).
aringan kolenkim
Seperti halnya jaringan parenkim, sel-sel kolenkim tersusun dari sel-sel hidup, tetapidinding sel mengalami penebalan yang tidak merata sehingga dapat menghasilkan berbagaitipe kolenkim, seperti kolenkim sudut dan kolenkim bidang. Fungsinya sebagai jaringanpenunjang organ-organ muda (Gambar 8.7).
 
aringan sklerenkim
Berbeda dengan kolenkim, jaringan sklerenkim tersusun dari selsel yang berdinding tebal danprotoplasmanya mati atau tidak aktif, mengandung lignin (zat kayu). Adanya ligninmenyebabkan dinding sel menjadi kaku dan keras. Jaringan sklerenkim yang dewasa terdapatdi daerah yang pertumbuhan memanjangnya sudah berhenti. Terdapat dua tipe jaringansklerenkim yakni
serat 
dengan sel-sel panjang dan ramping dengan ujung meruncing serta
sklereid 
dengan sel-sel pendek agak membulat (Gambar 8.8). Beberapa spesies tumbuhanmempunyai serat bernilai ekonomi tinggi, misalnya serat manila sebagai bahan dasar tali. Selsklereid berdinding tebal dan sangat keras, dijumpai sebagai penyusun kulit kacang dan kulitbiji (dapatkah kalian mencari contoh serat dan sklereid lainnya?).
 
e. Jaringan pengangkut
aringan pengangkut,
 jaringan pertama adalah
 xilem
(pembuluh kayu: sel mati, dindingberlignin), tersusun atas trakea, trakeid, serat, dan parenkim xilem, berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Jaringan kedua ialah
floem
(pembuluh tapis dengan selpengiring =
companion cell 
), berfungsi sebagai pengangkut hasil asimilasi dari daun ke seluruhorgan tubuh yang lain. Floem tersusun atas: pembuluh tapis, sel tapis, serat floem, parenkimfloem serta sel pengiring.
aringan xilem
Xilem merupakan jaringan kompleks yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Sel-sel jaringan tersebut panjang-panjang menyerupaiserat. Berdasarkan sifat hubungan sel-selnya, dikenal dua macam xilem, yaitu
trakea
dan
trakeid 
(Gambar 8.9). Dikatakan trakea, jika dinding batas di antara sel-sel penyusunnya telahhilang dan yang lain. terdapat
lempeng perforasi 
. Dikatakan trakeid, jika batas di antara sel ±sel penyusunnya tampak berlubang ± lubang yang disebut noktah (
 pit)
. Pada umumnya, dinding ± dinding samping juga bernoktah.
aringan floem
Jaringan floem termasuk jaringan kompleks dan berfungsi sebagai jaringan pengangkut.Berbeda dengan xilem, zat yang diangkut umumnya senyawa organik hasil fotosintesis yangterjadi di daun. Floem terdiri dari pembuluh tapis, sel tapis, parenkim, serat dan sel pengirim(Gambar 8.10). Komponen pembuluh tersusun dari sel-sel panjang yang ujung-ujungnyamenyatu sehingga membentuk pembuluh. Dinding batas kedua sel berlubang-lubang sepertitapisan, melalui lubang-lubang tersebut protoplasma kedua sel dapat berhubungan secaralangsung
.
Komponen pembuluh tapis (
floem
) merupakan sel-sel yang hidup. Suatukeistimewaan dari bagian tersebut adalah bahwa nukleusnya hilang setelah sel dewasasehingga sel-sel komponen pembuluh tapis berhubungan dengan satu atau beberapa selpengiring, di antara keduanya dihubungkan oleh sejumlah plasmodesmata. Sel pengiring

Activity (66)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Naidatul Aisyah liked this
addien_com6570 liked this
Syamsiah Rahim liked this
Hyung ZaiHottest liked this
Rashyn liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->