Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
37Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STRATEGI DAN INOVASI TERHADAP PASAR THE BOTTOM OF PYRAMID DALAM PERSPEKTIF TANGGUNGJAWAB SOSIAL KORPORASI1

STRATEGI DAN INOVASI TERHADAP PASAR THE BOTTOM OF PYRAMID DALAM PERSPEKTIF TANGGUNGJAWAB SOSIAL KORPORASI1

Ratings:

4.88

(1)
|Views: 3,325|Likes:
Published by Haery Sihombing
Dampak yang dihasilkan bisnis terhadap pertumbuhan ekonomi bukan hanya menghasilkan keuntungan dan kesejahteraan terhadap masyarakat, namun juga kemiskinan. Sekalipun beberapa perusahaan telah mulai mengambil kepedulian sosial sebagai nilai- nilai kemanusiaan melalui program- program tanggungjawab sosial korporasi, sementara yang lainnya adalah menunggu, namun perusahaan tampaknya tidak melihat keuntungan langsung yang dapat diraih melalui tanggungjawab tersebut.
Ini karena beberapa perusahaan lebih menilainya sebagai aspek- aspek pemasaran, reputasi, brand dan kedermawanan belaka. Padahal pasar di bagian bawah piramida ekonomi (bop) dan kemiskinan, adalah memiliki potensi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Penggunaan strategi pasar melalui tanggungjawab sosial korporasi (csr) yang digabungkan dengan pemahaman pasar dua sisi (two-sided market), lokalisasi, mode pembelian dan strategi nilai (value strategy) terhadap pasar bagian terbawah piramida sebenarnya dapat merupakan ’lock’ terhadap pasar sebagai suatu strategi monopoli (monopoly rule) dan keuntungan persaingan (competitive advantage) yang berjalan sejajar dengan kesinambungan pembangunan ekonomi dan/atau konsumen berdasarkan pembangunan pasar untuk membangun keuntungan jangka panjang, keuntungan persaingan, dan kesinambungan bisnis (business sustainability) berdasarkan inovasi pasar melalui layanan berdasarkan ikatan yang dijalin terhadap konsumen sebagai loyalitas.
Dampak yang dihasilkan bisnis terhadap pertumbuhan ekonomi bukan hanya menghasilkan keuntungan dan kesejahteraan terhadap masyarakat, namun juga kemiskinan. Sekalipun beberapa perusahaan telah mulai mengambil kepedulian sosial sebagai nilai- nilai kemanusiaan melalui program- program tanggungjawab sosial korporasi, sementara yang lainnya adalah menunggu, namun perusahaan tampaknya tidak melihat keuntungan langsung yang dapat diraih melalui tanggungjawab tersebut.
Ini karena beberapa perusahaan lebih menilainya sebagai aspek- aspek pemasaran, reputasi, brand dan kedermawanan belaka. Padahal pasar di bagian bawah piramida ekonomi (bop) dan kemiskinan, adalah memiliki potensi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Penggunaan strategi pasar melalui tanggungjawab sosial korporasi (csr) yang digabungkan dengan pemahaman pasar dua sisi (two-sided market), lokalisasi, mode pembelian dan strategi nilai (value strategy) terhadap pasar bagian terbawah piramida sebenarnya dapat merupakan ’lock’ terhadap pasar sebagai suatu strategi monopoli (monopoly rule) dan keuntungan persaingan (competitive advantage) yang berjalan sejajar dengan kesinambungan pembangunan ekonomi dan/atau konsumen berdasarkan pembangunan pasar untuk membangun keuntungan jangka panjang, keuntungan persaingan, dan kesinambungan bisnis (business sustainability) berdasarkan inovasi pasar melalui layanan berdasarkan ikatan yang dijalin terhadap konsumen sebagai loyalitas.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Haery Sihombing on Jun 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2012

pdf

text

original

 
Strategi dan Inovasi Bisnis Terhadap Pasar ‘ 
The Bottom of Pyramid 
” Dalam Perspektif TanggungjawabSosial Korporasi:
Strategi Monopoli Terhadap Peluang Pertumbuhan Bisnis “Kemasakinian dan Kemiskinan”
Haery untuk Jurnal Manajemen
 
1
STRATEGI DAN INOVASI BISNIS TERHADAP PASAR
THE BOTTOM OF PYRAMID
” DALAM PERSPEKTIFTANGGUNGJAWAB SOSIAL KORPORASI
(STRATEGI MONOPOLI TERHADAP PELUANG PERTUMBUHAN BISNIS DARI“KEMASAKINIAN DAN KEMISKINAN” )
Oleh:
Haery Sihombing
 Manufacturing Management Dept., Manufacturing Engineering Faculty of Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Abstrak:
Dampak yang dihasilkan bisnis terhadap pertumbuhan ekonomi bukan hanya menghasilkankeuntungan dan kesejahteraan terhadap masyarakat, namun juga kemiskinan. Sekalipun beberapaperusahaan telah mulai mengambil kepedulian sosial sebagai nilai- nilai kemanusiaan melaluiprogram- program tanggungjawab sosial korporasi, sementara yang lainnya adalah menunggu,namun perusahaan tampaknya tidak melihat keuntungan langsung yang dapat diraih melaluitanggungjawab tersebut.Ini karena beberapa perusahaan lebih menilainya sebagai aspek- aspek pemasaran, reputasi,
brand
dan kedermawanan belaka. Padahal pasar di bagian bawah piramida ekonomi (
bop
) dan kemiskinan,adalah memiliki potensi yang menguntungkan bagi perusahaan.Penggunaan strategi pasar melalui tanggungjawab sosial korporasi (
csr
) yang digabungkan denganpemahaman pasar dua sisi (
two-sided market
), lokalisasi, mode pembelian dan strategi nilai (
valuestrategy
) terhadap pasar bagian terbawah piramida sebenarnya dapat merupakan ’
lock
’ terhadap pasarsebagai suatu strategi monopoli (
monopoly rule
) dan keuntungan persaingan (
competitive advantage
)yang berjalan sejajar dengan kesinambungan pembangunan ekonomi dan/atau konsumenberdasarkan pembangunan pasar untuk membangun keuntungan jangka panjang, keuntunganpersaingan, dan kesinambungan bisnis (
business sustainability
) berdasarkan inovasi pasar melaluilayanan berdasarkan ikatan yang dijalin terhadap konsumen sebagai loyalitas.
Melalui kasus kemiskinan dan TKI di Indonesia, pihak perbankan dapat mengambil perantanggungjawab sosial untuk pemberdayaan konsumen melalui inovasi produk dan layanan, sehinggakonsumen ditempatkan sebagai mata rantai ekonomi bisnis di mana perusahaan dapat memainkanperanannya sebagai fasilitator, mediator, katalisator, dan ‘aktor’ melalui pembangunan ekonomi yangdilakukannya.
Kata kunci:
CSR (tanggungjawab sosial korporasi), pasar bagian bawah piramida ekonomi (BOP),strategi monopoli, strategi nilai, pasar dua sisi, dan keuntungan persaingan.
1.0PENDAHULUAN
Lingkungan bisnis dewasa ini adalah sedang mengalami perubahan secara dramatis di mana perubahan iklim dan kemiskinan telah menjadi pembentuk pasar yang benar- benar tidakdapat dihilangkan, sekalipun telah berulangkali diusahakan melalui penguatan ekonomi.(Baker, 2008a; The Economist, 2008). Maka karenanya, adalah penting untuk dipahami
 
Strategi dan Inovasi Bisnis Terhadap Pasar ‘ 
The Bottom of Pyramid 
” Dalam Perspektif TanggungjawabSosial Korporasi:
Strategi Monopoli Terhadap Peluang Pertumbuhan Bisnis “Kemasakinian dan Kemiskinan”
Haery untuk Jurnal Manajemen
 
2 bahwa ekonomi yang berbasiskan kerakyatan adalah asas ekonomi yang mampu menyokongkehidupan ekonomi masyarakat secara lebih luas. Namun demikian, pihak pemerintah dansektor swasta mengenyampingkan fakta tersebut dengan mendukung pengusaha- pengusaha besar yang pada kenyataannya adalah bersaing dengan aktifitas- aktifitas skala kecil yangmenyokong mayoritas tadi (Mubyarto, 2001).Di sisi lain, pembangunan ekonomi sebagai prioritas adalah ternyata menghasilkan pertumbuhan yang tidak seimbang. Sehingga hal ini mengarah kepada terganggunya faktor penyebaran dan pemerataan pembangunan (itu sendiri) yang berdampak kepada pertumbuhanekonomi, di mana kemiskinan seperti di daerah- daerah pedesaan atau pertanian dipercayaiadalah terluput terhadap usaha- usaha memodernisasikannya (Chih-yu, 2006). Salahsatu penyebabnya adalah relokasi tenaga kerja di sektor pertanian yang berubah ke sektormanufaktur dan jasa, sehingga sektor pertanian tertinggal bersama kemiskinannya. Padahalsektor- sektor tersebut pada gilirannya semakin jenuh dalam menyediakan lapangan kerja,sehingga kemudian menyediakan ruang pengangguran yang semakin luas seiring denganketerbatasan lapangan kerja sebagai akibat dari melemahnya sektor industri yang berakibatdengan tidak mampunya sektor ini menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja. Contoh, sebagaihasil dari krisis ekonomi di Asia, maka setidaknya 20 juta orang di Indonesia diperkirakankehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Hal ini menambah keguncangan terhadap pekerjaan di sektor informal lainnya melalui penurunan upah riil dikarenakan tekananekonomi terhadap kosumsi oleh penerima upah disektor formal maupun informal (Asra, 2000)Pada kenyataannya, menurut Prahalad & Hart (2002), prospek ekonomi dengan jutaankonsumen kelas menengah di negara- negara yang sedang berkembang sebagai target usaha-usaha untuk penanaman modal adalah semakin membuat krisis keuangan di Asia danAmerika Latin jauh dan lebih lama untuk bangkit. Sehingga sebagai konsekuensinya adalah,diperlukan suatu pemikiran ulang terhadap struktur resiko dan keuntungan dari pasar yangdemikian.Adalah suatu kenyataan, bahwa perusahaan- perusahaan dengan sumber- sumber daya dankecakapan yang dimiliki untuk bersaing pada sektor pasar kelas bawah adalah memiliki prospek terhadap pertumbuhan, keuntungan dan sumbangsih yang tak terhitung besarnyaterhadap kemanusiaan (Prahalad & Hart, 2002). Namun, seperti dikatakan oleh Banerjee(2008), dikarenakan peran korporasi dalam entitasnya adalah didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan atau korporasi pada hakikatnya adalah diarahkan melalui kepentingan dirinya atau
 
Strategi dan Inovasi Bisnis Terhadap Pasar ‘ 
The Bottom of Pyramid 
” Dalam Perspektif TanggungjawabSosial Korporasi:
Strategi Monopoli Terhadap Peluang Pertumbuhan Bisnis “Kemasakinian dan Kemiskinan”
Haery untuk Jurnal Manajemen
 
3untuk beroperasi dengan dasar sosial yang merefleksikan efisiensi yang diperlukan untukmemaksimalkan kesempatan yang dapat diraih dan legalitas korporasi terhadap peranansosialnya, maka korporasi bisnis yang diciptakan dan mampu hidup (
 survive
) adalah perusahaan atau korporasi yang hanya dikarenakan melalui satu ‘perlindungan’ terhadapkeuntungan yang dapat diperolehnya. Ini karena tugas korporasi adalah mendapatkeuntungan. Di sini tidak ada nilai- nilai, tidak ada tanggungjawab- tanggungjawab sosialselain daripada nilai- nilai berbagi dan tanggungjawab individu- individu. (Friedman, 1970).Ini karena korporasi- korporasi yang sukses membutuhkan satu masyarakat yang sehat: pendidikan, kesehatan, dan kesempatan yang sama sebagai hakikat dari tenaga kerja yang produktif (Porter & Kramer, 2006).Di dalam strategi bisnis, adalah umum berlaku seperti sebuah mantra: ”Perhatikan denganhati- hati apa yang konsumen anda butuhkan dan kemudian menanggapinya dengan produk baru yang sesuai atau melebihi keinginan mereka.” (Thomke& von Hippel, 2002). Semua pemasar tahu bahwa tugas utama mereka adalah memahami konsumen. Namun konsumen bukanlah sekedar konsumen. Konsumen adalah warga negara dan memiliki serangkaianimpuls keraguan dan pertentangan. Untuk itu, (Baker, 2008b) mengatakan, bahwa hal iniadalah tergantung kepada bagaimana suatu perusahaan dapat menggenggam dan terutamasekaligus meraihnya melalui bagaimana kehidupan bisnis perusahaan atau korporasi tadi jadinya di masa depan. Olehkarenanya, tindakan perusahaan perlu dinyatakan terhadap pelbagai dimensi konsumen (
multidomensionality customer).
Mulai dari konsumen yang bukan hanya sebagai sebuah ekonomi, namun juga sebagai anggota keluarga, komunitas, dannegara. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya berfokus kepada satu individu ketikamenjadi konsumen melalui pengalaman mereka dalam mempergunakan produk atau layananyang diberikan perusahaan, namun juga terhadap anggota- anggota potensial dari pelbagaikelompok
 stakeholder 
untuk lebih dipuaskan melalui produk dan layanan yang dibuat perusahaan (Luo & Bhattacharya, 2006).Bagi perusahaan- perusahaan dengan sumber- sumber daya dan usaha- usaha tetapnya untuk bersaing pada bagian dasar dari piramida ekonomi dunia, maka prospek keuntungan yangdapat diraih adalah juga termasuk pertumbuhan, keuntungan, dan kontribusi terhadapkemanusian. Keadaan ini luput dari dari pandangan pengusaha- pengusaha dikarenakan pasardidasarkan kepada penghasilan atau pemilihan dan pemilahan produk- produk atau layanan-layanan yang disesuaikan dengan negara- negara yang sudah maju. Padahal, sebagian besar

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Haery Sihombing liked this
Ratna Lisny liked this
Laella Stanza liked this
Ifa Masluhah liked this
alifahifah liked this
setyono27 liked this
Soen Purbo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->