P : ♀ Tinggi x Pendek ♂DD ddGamet D d
F
1
: TinggiDd Menyerbuk sendiri (Dd x Dd)
F
2
:Gamet
Γ
Gamet
Ε
DdDDD(tinggi)Dd(tinggi)dDd(tinggi)dd(pendek)Tinggi (D-) : pendek (dd) = 3 : 1DD : Dd : dd = 1 : 2 : 1
Gambar 2.1. Diagram persilangan monohibrid untuk sifat tinggi tanaman
Individu tinggi dan pendek yang digunakan pada awal persilangan dikatakan sebagai tetua(parental), disingkat P. Hasil persilangannya merupakan keturunan (filial) generasi pertama,disingkat F
1
. Persilangan sesama individu F
1
menghasilkan keturunan generasi ke dua, disingkatF
2
. Tanaman tinggi pada generasi P dilambangkan dengan DD, sedang tanaman pendek dd.Sementara itu, tanaman tinggi yang diperoleh pada generasi F
1
dilambangkan dengan Dd.Pada diagram persilangan monohibrid tersebut di atas, nampak bahwa untuk menghasilkanindividu Dd pada F
1
, maka baik DD maupun dd pada generasi P membentuk gamet (sel kelamin).Individu DD membentuk gamet D, sedang individu dd membentuk gamet d. Dengan demikian,13