2
Berita Utama
Edisi 217 TEdisi 217 TEdisi 217 TEdisi 217 TEdisi 217 Tahun Xahun Xahun Xahun Xahun X23 - 31 Juli 201023 - 31 Juli 201023 - 31 Juli 201023 - 31 Juli 201023 - 31 Juli 2010
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Alamat RedaksiTata Usaha / Iklan / Sirkulasi
:Jl. Paledang RT 19/20 No. 4Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat
E-mail
: mediarakyat_new@yahoo.com
PO. BOX 88 Karawang 41300Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Kantor Perwakilan Utama :
Jl. Bina Harapan No. 38-C,Telp. (021) 79192764Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi,Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
Hisar MT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Irwan Hamid,
Litbang :
Herman Sugianto,
Manager Iklan :
Rudi Harris,
Manager Distribusi:
Herdi,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu,
Jakarta Barat :
Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, E. Supriatna, Cece Wiriyadi,
Bogor,Depok :
Ali, Ruslan,
Bekasi Kota :
Yosef Rangkuti (Kepala), S. Wahyudi,
Kab. Bekasi :
Edi Rusdianto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani,
Purwakarta :
SapanSupriatna,
Biro Subang :
Iman,
Bandung Kota :
Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka :
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini,Wawan Setiawan, Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
Kuswandi,
Biro Cianjur :
Ruslan AG, H. Apipudin, AdlanTaftajani, Kuswandi,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin,
Ciamis :
HeriHerdiana (Kepala),
Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi, (Kepala),
Kota Palembang,
Adiyanto, (Kepala),
Kota Prabumulih / kab. Muara Enim :
Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah (Kepala), Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega,
Biro Batu Raja / OKU :
Sahmi, (Kepala),
Biro Oku Selatan :
Swardi, (Kepala)
,
Yudi Novi,
Oku Timur :
Rustam Efendi (Kepala),
Ogan Ilir :
Marleni (Kepala), Astute,
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir(Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Bengkulu Utara :
Syaiful BahkriS,
Jambi :
Hendar,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto,
Biro Batam :
Ganda S.Prawira (Kepala, Herwin Saputra, Dodi Togatorop,A. Stansa Tuah,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano,
Biro Natuna :
Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M.Amin,
Kab. Anambas :
S. Edwar. S, (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah (Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida(Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Jawa Timur:
RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan,
Sidoarjo :
Palguno,
Kupang :
Moses Mone Kaka(Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Kota Medan :
Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti,
Tebing Tinggi :
Hasni (Kepala), Herdan,
Langkat :
Ojak Sianturi
(
Kepala), Waskito,
Deli Serdang :
T. Manalu (Kepala), Belfri,
Pematang Siantar :
Heru (Kepala), Sintan,
Simalungun :
Togap Munthe (Kepala), JentarBangun,
Tarutung :
Juang N,
Dairi :
Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi,
Padang Sidempuan:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman, Putu Artha.
Bandung (MR)
PT Bio Farma sebagai satu-satunya BUMN yangmemproduksi vaksin siap menjadi tempat untukmelaksanakan pengolahan plasma darah pertama diIndonesia, yang selama ini diimpor dari luar untuk memenuhikebutuhan dalam negeri.Direktur Utama PT Bio Farma, Iskandar, mengatakan darisegi Sumber Daya Manusia dan mengetahuan Bio Farmasudah siap termasuk investasi yang mencapai Rp 500 miliar,untuk melakukan pengolahan plasma darah. “Kita semuanyasudah siap, tinggal menunggu regulasi KementerianKesehatan sebagai acuan sebelum pabrik dibuat jika jadi diBio Farma,” ujarnya.Iskandar menyatakan, untuk pengolahan plasma dari segiteknis tidak mudah, karena membutuhkan mobilitas massaluntuk mengumpulkan darah dari seluruh Indonesia, apalagiadanya keterbatasan waktu darah yang akan diolah harussegar dan baru.“Banyak Negara-negara yang sudah memandirikan pabrikpengolahan plasma darah yang gagal karena tidak didukungdengan monilitas missal,” ucap Iskandar.Menurutnya, untuk mengolah plasma darah di pabrik, tidakbisa menggunakan darah yang sudah berumur 2 bulan, tetapiharus baru dan terjaga kondisi serta keutuhan darahnya.“Secara nasional pengolahan plasma darah sangat strategisuntuk sebuah bangsa sehingga perlu adanya penyamaankeinginan dan persepsi antara pemerintah, PMI dan industriserta Badan POM,” katanya.Iskandar menyatakan, pihaknya telah menerimaguidelines dari World Health Organization (WHO) tentangpembangunan pabrik plasma darah termasuk persyaratanyang harus dipenuhi PMI dan Badan POM. “PMI dan BadanPOM nanti harus di audit sesuai standar WHO,” pungkasya
>> Dodi Sulaeman
Anggarkan Rp 500 Miliar,Bio Farma Siap OlahPlasma Darah
Kupang (MR)
Sebanyak 78 dari 82 orangimigran gelap asal Afganistan,Iran dan Irak yang sebelumnyadi tampung di tahanan PolresSumba Timur, akhirnya berhasildievakuasi ke rumah detensiimigrasi (Rudenim) Kupang,Nusa Tenggara Timur (NTT).Hingga dievakuai keKupang, Jumat, (9/7) malam,empat dari total 82 orangimigran gelap yang ditangkapdi perairan Pulau Salura, kaburdari tahanan Polres SumbaTimur dengan motif tidak jelasdan hingga kini masih dalampencarian aparat kepolisiansetempat,” kata Kepala SeksiPengawasan dan Penindakan,Kantor Imigrasi Kupang, MoonBagarai, di Kupang, Minggu.Ia mengatakan hal itu disela-sela penjemputan para imigrangelap di pelabuhan Fery Bolok di Kabupaten Kupang, untuk selanjutnya diantar ke RudenimKupang guna proses penanga-nan lanjutan.Menurut dia, hasil pemerik-saan di Polres Sumba Timur,para imigran gelap ini mengakukabur dari penampungan bad-an resmi PBB untuk urusanpengungsi (UNHCR) di CisaruaJawa Barat dan berhasil
78 Imigran GelapDievakuasi ke Kupang
melarikan diri ke Australia.Dalam perjalan ke Australiaitu, perahu yang ditumpangibocor dan terbawa arus keperairan di Selatan PaulauSumba, hingga terdampar diPulau Salura dan ditangkapaparat Polres Sumba Timur,Minggu tanggal 27 Juni 2010.Kaburnya para imigran dariCisarua Bogor itu, karena belumada kepastian atas proseshukum yang hendak dihadapi,sehingga memilih kabur daritempat penampung.Kepala Imigrasi Kupang,Engelbertus Rustarto yangdihubungi terpisah membenar-kan 78 orang imigran sedangdalam proses evekuasi pihak terkait di pelabuhan Bolok Ku-pang menuju Rudenim Kupang.Ke-78 orang imigran gelapitu selama dua pekan beradadalam tahanan Polres SumbaTimur karena kondisi cuacayang tidak bersahabat selamadua pekan terkahir iniRustarto mengatakan dalamawal bulan Juli ini sudah sekitar148 orang imigram gelap ditang-kap aparat keamanan di wilayahperairan Nusa Tenggara Timurdengan perincian 82 orang diperairan Pulau Sumba dansekitar 66 orang di perairanpulau Rote dan Timor.Sehingga katanya totalimigran gelap yang akan ditam-pung di Rudenim Kupang men-capai 169 orang. “Jumlah inibelum termasuk 78 orang yangsedang dievakuasi menujuRudenim Kupang, sehinggapihak imigrasi sedang berkoor-dinasi denga Dirjen Keimigra-sian Pusat untuk memindahkansebagian imigran gelap keRudenim terdekat,” katanya.Pemindahan sebagian imig-ran gelap ini mendesak karenasaat ini Rudenim Kupang tidak dapat menampung semuaimigran gelap karena sudahkelebihan kapasitas. “Dayatampung yang ada hanya ber-kisar antara 60 hingga 80 orangsementara yang ada saat ini 169belum termasuk 82 orang yangsegera dievakuasi dari SumbaTimur itu,” katanya.Namun untuk memindahkanpara imigran gelap tersebut kedaerah lain untuk ditampungatau dipulangkan perlu suratresmi dari Dirjen KeimigrasianKementerian Hukum dan HAMRI, karena selain berkaitandengan anggaran juga berkait-an dengan kelanjutan prosesterhadap para imigran gelap itu.
>> Klaudius E Burga
Jakarta (MR)
Menteri Agama Surya-dharma Ali mengatakan plafonharga sewa pemondokan bagi jemaah haji pada biaya penye-lenggaraan ibadah haji tahun2010 sebesar 3.000 dolarAmerika Serikat sudah sesuaidengan harga saat ini sehing-ga sulit untuk menurunkannya.“Kami minta agar DPRtidak mengusulkan untukmenurunkan lagi karena saatini harganya memang sudahseperti itu,” katanya disela rapat pembahasan biayapenyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dengan pimpinan DPRdi Gedung DPR, Jakarta.Suryadharma menjelaskan, plafon harga sewapemondokan di Mekkah sebesar 3.000 dolar Amerika Serikattidak naik dibandingkan harga sewa tahun lalu, tapi kualitaspelayanannya justru naik.Ia mencontohkan, jika pada penyelenggaraan haji tahun2009 hanya sebanyak 28 persen jemaah haji Indonesia yangmendapat pemondokan di ring I, yakni terjauh empat dariMasjidil Haram, tapi pada penyelenggaraan haji tahun 2010akan meningkat hingga 68 persen.Padahal, kata dia, hingga saat ini pemerintah Arab Saudimasih terus melakukan renovasi perluasan kawasan MasjidilHaram, sehingga hotel, losmen, atau perumahan di sekitarMasjidil Haram lokasinya makin menjauh.Dengan plafon harga sewa pondokan sebesar 3.000 dolarAS, kata dia, jika ada peningkatan harga sewa maka akanditanggung oleh pemerintah dengan menggunakan danaoptimaliasi haji yakni bersumber dari kelebihan BPIH tahunlalu.Dalam kesempatan patan tersebut Suryadharma menga-takan, penurunan BPIH sebesar 36 dolar Amerika Serikatdari total BPIH yang diusulkan pemerintah sebesar 3.577dolar AS.Suryadharma Ali menjelaskan, pemerintah tidak mencarikeuntungan dari penyelenggaraan haji tapi tetap menjagakemungkinan perubahan kurs dolar yang akan mempe-ngaruhi BPIH.Menurut dia, selain meningkatkan kualitas pemondokandi Arab Saudi, pemerintah juga memperhitungkan komponenfluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, fluktuasiharga avtur, peningkatan kuota haji, serta persaiangan.Dengan asumsi perhitungan yang menjadi pertimbangantersebut, kata dia, Kementerian Agama tetap menginginkanadanya tabungan dana optimalisasi untuk penyelenggaraanhaji tahun 2011. “Makanya kita sepakati dulu, strategipembiayaan apakah tidak perlu ada tabungan atau tabungansedikit saja. Kalau tabungannya sedikit maka ada potensikenaikan BPIH tahun depan,” kata Suryadharma.Sebelumnya, pada pembahasan antara tim pemerintahdan tim Komisi VIII DPR sudah mencapai penurunansebesar 63 dolar Amerika Serikat meliputi penurunan biayapenerbangan sebesar 59 dolar AS serta penurunan kompo-nen biaya tidak langsung sebesar 4 dolar AS.
>> Muhammad
Suryadarma Ali
Menag :
Harga Pemondokan HajiSudah Sesuai
Jakarta (MR)
Harga-harga sejumlahkebutuhan pokok di sejumlahdaerah merangkak naik. Sangattak terkendali. Kenaikannyabahkan mencapai lebih dari 100persen. Penyebabnya pasokanyang minim akibat hujan, gagalpanen, dan bencana alam diberbagai daerah.Kenaikan harga di sejumlahpasar di Jakarta, misalnya sudahterjadi sejak sebulan terakhir.Pantauan wartawan, Selasa (13/ 7), harga cabai merah naik dariRp 30 ribu menjadi Rp 50 ribuper kilogram. Bawang merahnaik Rp 6.000 menjadi Rp 18 ribu.Sayur-mayur bahkan naik 100persen dari rata-rata Rp 500 perikat menjadi seribu rupiah.
Mendag : Pasokan Bahan Pokok Aman
Lonjakan harga ini mengu-sik Menteri Perdagangan MariElka Pangestu turun ke lapa-ngan meninjau langsung. MariElka mengakui kenaikan dise-babkan pasokan yang berku-rang. “Kalau dicek di pasarinduk memang pasokannyaberkurang sekitar 20 persen,” jelas Mari di Pasar Koplo,Tanjung Duren, Jakarta Barat,Kamis (16/7).Perihal pasokan, Mari Elkasudah berkoordinasi denganpihak terkait untuk mengata-sinya. Dan ia menjamin pasokanaman sampai Lebaran hinggaakhir tahun. “Kita benar-benarmemastikan tidak ada masalahatau gangguan di distribusi.Dan tidak ada masalah keku-rangan pasokan,” kata Mari.Mari Elka tak menjelaskanadanya kemungkinan hargaturun. “Kita harapkan tidak adalonjakan. Lebih penting lagipasokannya cukup,” tambahMendag.Harga bahan-bahan pokok seperti cabai, bawang putih,atau ayam potong naik. Pan-tauan di Pasar Rebo Purwakarta,Jawa Barat, cabai merah naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp40 ribu per kilogram. Bawangmerah menjadi Rp 19 ribu perkilo. Bawang putih naik dua kalilipat menjadi Rp 25 ribu per kg.Sementara ayam potongmenjadi jadi Rp 27 ribu.Pun demikian yang terjadi diPasar Agung, Sukmajaya,Depok, Jawa Barat. Harga cabainaik dari Rp 35 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram. Hargabawang juga meroket dari Rp 20ribu ke Rp 36 ribu per kilogram.
>> Nokipa
Samosir (MR)
Danau Toba di Sumatra Utara tidak lagi seindah dulu.Menikmati danau ini dari Hutaginjang, Tapanuli Utara,kawasan hutan sebagai hulu sungai yang mengairi DanauToba sudah gundul di sana-sini. Tidak heran jika permukaanair danau terbesar di Indonesia ini sudah surut hingga tigameter selama delapan tahun terakhir. Longsor dan banjirbandang pun turut mengancam sebagaimana yang terjadiakhir April lalu dan merenggut lima korban jiwa. Belumlagi soal sampah dan limbah yang mengotori air danau.Mengantisipasi agar tidak mendatangkan bencana lebihbesar, sejumlah tokoh masyarakat Batak menggalang aksikepedulian dengan mengundang beberapa menteri KabinetIndonesia Bersatu II ke Danau Toba, belum lama ini. Diantaranya Menteri Kehutanan, Menteri Pariwisata, MenteriPendidikan, dan juga Menteri Negara Pemuda danOlahraga. Sejumlah pengusaha pun ikut diundang.Para tamu juga dianugerahi bulang-bulang yang terdiri dariulos, topi batak, serta tongkat yang melambangkanpenghormatan masyarakat Batak terhadap tamu. Padakesempatan ini diucapkan ikrar untuk melakukan reboisasidi seputar Danau Toba yang dikelilingi 10 kabupaten.Warga Batak sendiri berharap kedatangan para tamuini bukan sekadar menikmati sisa-sisa keindahan DanauToba. Mereka berharap agar danau yang menjadi maskotSumatra Utara itu kembali menyedot wisatawan, baikdomestik maupun mancanegara.
>> Juang N
Ikrar MeteriMengembalikan PamorDanau Toba
P Siantar (MR)
Macetnya anggaran kepa-da Panwaslukada tingkat
Perlambat Anggaran Perkeruh Pemilukada
Kecamtan se-Simalungun,yang disebabkan minimnyaanggaran yang dicairkan dariPemkab Simalungun, meman-cing reaksi yang beragam darisejumlah kalangan. Macetnyaanggaran kepada Panwas-lukada tingkat Kecamtan se-Simalungun, yang disebabkanminimnya anggaran yangdicairkan dari Pemkab Sima-lungun, memancing reaksi yangberagam dari sejumlah kala-ngan.Namun kebanyakan me-nyatakan, Pemkab harus ber-tanggung jawab penuh, mana-kala nanti dalam pelaksanaanPemilukada, banyak kesalahan,akibat tidak mendapat penga-wasan. “Saya prihatin mende-ngar informasi dari Panwas dikecamatna, hingga kini kesulitanbekerja karena persoalan danaoperasional, yang belum jugadicairkan. Sehingga honormereka yang sedikit terpaksadipergunakan.Yang membuat sayabingung, kenapa pemerintahmembiarkan hal ini terjadi,” kataAhmad Simamora SPdi SSos,seorang pengamat kepadawartawan, Kamis (15/7). KataAhmad, idealnya Pemkab tidak menjadikan belum dibahasnyaanggaran P-APBD Simalungun,menjadi alasan, atas pertanyaanlambannya pencairan anggaranPanwaslukada Simalungun.Pemerintah dapat menga- jukan tak terduga, untuk menda-hulukan anggaran, keperluanPemilukada, khususnya untuk anggaran KPUD, dan Panwas-lukada. “Sangat miris mende-ngar kabar, bahwa hingga 5bulan kerja berjalan, anggaranPanwaslukada masih cairsekitar Rp400 juta. Maka sayatidak menyalahkan, ketikakinerja rekan-rekan Panwaslu-kada belum maksimal,” ujarnya.Komentar senada jugadiutarakan, Robert Simamora.Saat ditemui di kediamannya, di jalan Sangnaualuh Damanik KM 4, Robert mengatakan,permasalahan anggaran Pan-waslukada ini, hendaknyamenjadi perhatian serius bagipemerintah. Selain itu, masalahini juga, katanya, memperli-hatkan seberapa besar keingi-nan Pemkab, untuk mensukses-kan Pemilukada. “Dengan mem-perlamban proses pencairananggaran untuk keperluanPemilukada, berarti pemerintah juga tidak sepenuh hati men-dukung suksesnya Pemilu-kada,” katanya.Selain itu, pria ini jugamengkritik DPRD Simalungun,khususnya Badan Anggaran.Katanya, DPRD seharusnya juga menjadikan hal ini menjadiperhatian, karena meyangkutmasa depan Kabupaten Sima-lungun.
>>Togap M/Jentar B
“Saya prihatin mendengarinformasi dari Panwas dikecamatna, hingga kinikesulitan bekerja karenapersoalan danaoperasional, yang belumjuga dicairkan. Sehinggahonor mereka yang sedikitterpaksa dipergunakan.Yang membuat sayabingung, kenapapemerintah membiarkanhal ini terjadi,”