Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hewan Haram Dan Yang Halal

Hewan Haram Dan Yang Halal

Ratings: (0)|Views: 85|Likes:

More info:

Published by: Adjie Satryo Pamungkas on Jul 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
Data Pesantren Terbaru
Maslakul Huda ( Dr. KH. Sahal Mahfudz)Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa_Tengah, Telp: 0295-452333Hewan yang Halal danHaram Ditulis oleh Dewan Asatidz
Tanya:
Assalamualaikum Wr. Wb.Saya bekerja pada perusahaan asing dan sering menjamu tamu atau dijamu oleh relasimakan. Sehubungan dengan hal tersebut, saya ingin menayakan mengenai halalharamnya makanan di bawah ini untuk kita umat Islam.1) Kodok 2) Rajungan3) Kepiting4) Daging Penyu5) Makanan impor yang tidak berlabel halal akan tetapi jelas-jelas tidak termasuk katagori haram (Seperti: Mie instant Impor, Ikan kalengan impor, dll). Mohon petunjuknya, terima kasih.Wassalamualaikum Wr. Wb.
 Purnama
Jawab:
Dalam soal halal atau haramnya memakan hewan, ada sebuah kaidah fikih yangmenyatakan:
 jika dalam satu hewan terdapat aspek yang menghalalkan dan aspek yang mengharamkan, maka yang dimenangkan adalah aspek yang mengharamkan.
Sebagaicontoh, hewan yang lahir dari pasangan babi (haram) dan kambing (halal) dalam soalhukum memakannya adalah mengikuti unsur sang babi. Artinya, anak yang lahir dari pasangan campuran tsb adalah haram.Hubungan kaidah di muka dengan kodok, rajungan, kepiting dan penyu:
1. Kodok,
adalah spesis hewan yang dapat hidup di dua tempat, air dan darat (ampibi).Kalau melihatnya sebagai hewan yang dapat hidup di air maka ia adalah halal dimakan.Rasul SAW. mengatakan:
"Ia (laut) adalah yang suci airnya dan yang halal bangkainya" 
 
(Turmudzi dan Nasa i).
Artinya, segala hewan yang dapat hidup di air adalah halal dimakan. Namun melihatnya sebagai hewan yang dapat hidup di darat, iaadalah jenis hewan melata yang dianggap menjijikkan, sehingga memakannya adalahharam.Menurut alur fikih demikian ini, yang didukung oleh ulama-ulama Syafi'iyah, makakodok adalah hewan yang haram dimakan. Karena ia mengandung unsur haram (darat)
 
dan unsur halal (laut), dan sesuai dengan kaidah dimuka, maka yang menentukan adalahunsur haramnya.Di samping itu sebagian besar ulama (selain Malikiyah) mengharamkan kodok karena Nabi saw. melarang membunuh kodok 
(HR. Abu Dawud, Ahmad, dll).
Biasanya Nabimelarang membunuh suatu hewan itu adakalanya karena haram memakannya, ataukarena memulyakannya, atau kedua-duanya.
2. Rajungan
halal, karena ia ternasuk hewan yang hanya mampu hidup di laut (air).
3. Kepiting:
Para ulama di Indonesia, yang merupakan pengikut madzhab Syafi'iyah, berselisih pendapat, sesuai dengan asumsinya masing-masing. Sebagian mengatakan, bahwakepiting adalah jenis hewan ampibi, maka hukumnya haram dimakan. Dan sebagian yanglain mengatakan, bahwa ia hanya mampu hidup di air saja, maka ia halal dimakan.Kalau menurut saya, ia adalah jenis hewan yang hanya mempu hidup dengan bantuan air.Ia mampu hidup di darat asalkan ditaruh ditempat yang basah. Jadi, ia adalah halaldimakan.
4. Penyu.
Menurut ulama-ulama Syafi'iyah, ia haram dimakan karena dianggap sebagai hewandarat atau setidak-tidaknya ia adalah jenis hewan ampibi. Sementara menurut Malikiyah,hewan dianggap sebagai jenis "hewan air", jika ia mampu hidup di dalam air, walaupun juga mampu hidup di daratan. Sehingga menurut teori fikih Malikiyah ini, katak,rajungan dan kepiting hukumnya halal.Adapan penyu menurut Imam Malik, mempunyai dua jenis, yang pertama adalah jenisair (sulahfaah) dan jenis darat (tursul maa'). Jenis pertama halal (walaupun tanpadisembelih) dan jenis kedua halal dengan syarat harus disembelih secara syar'iy.Adapun masalah makanan kaleng sebagaimana disebutkan penanya adalah halal, selamahal-hal yang mengharamkannya tidak nyata. Wallahua'lam bisshawaab.Wassalamualaikum Wr. Wb.
 Abdul Ghofur Maimoen

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->