Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manusia Indonesia

Manusia Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,050 |Likes:
Published by Anggita
iseng2 aja..hahaha,,wae!!
iseng2 aja..hahaha,,wae!!

More info:

Published by: Anggita on Jul 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2010

pdf

text

original

 
MANUSIA INDONESIA
1. Manusia Indonesia1.1. Pengertian
Pengertian manusia Indonesia berlainan dengan pengertian bangsa Indonesia. Manusia Indonesialebih mengandung pengertian etnis (sosiologis-antropologis), sedangkan bangsa Indonesia mengandungmakna politis
(nation)
. Menurut Ernest Renan, seorang filosof Prancis, bangsa adalah segerombolanmanusia yang hidup bersatu. Syarat utama terbentuknya suatu bangsa adalah kehendak atau kemauan untuk  bersatu. Sedangkan manusia berkaitan erat dengan latar belakang suku, agama, ras, adat istiadat, bahasa,maupun kebudayaan.
1.2. Terbentuknya Manusia Indonesiaa. Masa Prasejarah
Menurut Prof. Koentjaraningrat, kira-kira satu juta tahun yang lalu di Indonesia sudah hidupmanusia-manusia tertua, ketika Dataran Sunda masih berupa daratan. Mereka mempunyai ciri-ciri fisik yan berbeda dengan manusia sekarang. Fosil-fosil yang ditemukan di daerah Lembah Bengawan Solo berasal dari manusia-manusia tertua tersebut. Oleh para ahl antropologi, fosil tersebut dinamakan
 P 
ithecanthropus erectus.
 Di daerah Ngandong ditemukan fosil yan lebih muda, yang dinamakan
Homo Soloensis
dan yanglebih muda lagi adalah fosil yang ditemukan di daerah Wajak (Tulungagung) yan disebut
 HomoWajakensis
, yang mempunyai ciri-ciri fisik seperti nenek moyang penduduk pribumi Australia.Di samping itu juga didapati fosil-fosil yang menunjukkan ciri-ciri Austro-Melanesoid (ada jugayang menamakannya Papua-Melanesoid). Mereka tinggal d gua-gua (
abris sous roche
) atau perkampungan di dekat muara sungai. Salah satu makanannya adalah kerang, yang kulitnya dibuang bersama-sama dengan alat-alat kebudayaan yang telah usang. Tumpukan kulit kerang ini sedemikian banyak sehingga menyerupai bukit yang dinamakan
kyokkenmodding 
(dari bahasa Denmark yang artinyasampah dapur). Kyokkenmodding terdapat di beberapa daerah, antara lain pantai timur Sumatera Utaradekat Medan, dekat Langsa di Aceh, di Perak, Kedah, dan Pahang (Malaysia).Gelombang berikutnya dari penyebaran manusia di Indonesia adalah yang membawa alat-alatkebudayaan neolithik dari Asia Tenggara, yang fisiknya mempunyai banyak ciri-ciri Mongoloid. Merekamenggunakan bahasa Proto-Austronesia, yang merupakan induk keluarga bahasa-bahasa Kadai (CinaSelatan, Hainan, Taiwan), Cham (di Vietnam Tengah), dan Austronesia (di Indonesia dan KepulauanPasifik). Mereka telah mempunyai kepandaian bercocok tanam sederhana tanpa irigasi. Yang tinggal didaerah pantai dan hilir sungai mengembangkan kebudayaan maritim berupa perahu bercadik sehinggamemungkinkan mereka berlayar meninggalkan Vietnam menuju kepulauan di Asia Tenggara dan
 
Pasifik. Dalam sejarah, mereka juga dinamakan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) dan menurunkanantara lain suku-suku bangsa Batak dan Dayak.Gelombang berikutnya adalah penyebaran manusia-manusia yang membawa kebudayaan perunggu, yang berasal dari Vietnam Utara (daerah Dongson). Benda-benda perunggu dari zaman prasejarah banyak ditmukan di Indonesia berupa nekara, moko, candrasa, dan lain-lain. Pembawakebudayaan perunggu inilah yang kemudian dikenal sebagai bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda)yang menurunkan suku-suku bangsa Jawa, Sunda, Melayu, Banjar, dan lain-lain.
b. Masa Sejarah
Pada zaman sejarah, proses masuknya manusia-manusia ke Indonesia masih tetap berlangsung.Mereka membawa pengaruh kebudayaan dan agamanya. Mereka antara lain oran-orang Cina, India, Arab,dan Eropa.
Pengaruh India
Pengaruh India berupa agama dan kebudayaan Hindu maupun Buddha, bentuknya antara lainsebagai berikut.1.
 
Berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu maupun Buddha berlandaskan konsep dewa raja (raja dipandangsebagai penjelmaan atau keturunan dewa). Kerajaan-kerajaan itu, antara lain Kerajaan Kutai,Tarumanegara, Mataram, Sriwijaya, Kediri, Singasari, dan Majapahit.2.
 
Dikenalnya tulisan atau huruf sehingga Indonesia memasuki zaman Sejarah. Di beberapa daerahditemukan prasasti-prasasti dengan menggunakan huruf Pallawa, Praenagari, maupun Jawa Kuno.Bahasanya ada yang menggunakan Sansekerta, Melayu Kuno, Jawa Kuno, dan lain-lain.3.
 
Dipeluknya agama Hindu maupun Buddha oleh sebagian orang Indonesia, terutama dari kalangan atas(bangsawan dan keluarga raja).4.
 
Pengaruh lain misalnya dalam bidang kesusastraan, seni bangunan, dan sistem sosial (kasta).
Pengaruh Islam
Pengaruh Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Persia dan Gujarat. Itulahsebabnya Islam di Indonesia mengandung unsur-unsur mistik (tasawuf). Ajaran Islam yang lebih murnidatang lebih belakangan, ketika banyak orang Indonesia kembali dari tanah suci Arab. Pengaruh agama dankebudayaan Islam terasa kuat di daerah-daerah yang pengaruh Hindu-Buddhanya kurang kuat, misalnyaAceh, Banten, pantai utara Jawa, dan Sulawesi Selatan. Di daerah-daerah yang pengaruh Hindhunya cukupkuat, agama Islam mempunyai corak tersendiri, misalnya di pedalaman Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat Islam Kejawen. Berdasarkan penelitiannya di daerah Mojokuto (Kediri), Clifford Geertz membagimasyarakat Jawa menjadi tiga : kaum santri, kaum priyayi, dan kaum abangan.Selain dalam agama, bentuk pengaruh Islam terlihat, antara lain :1.
 
Upacara keagamaan : kelahiran, kematian, dan hari besar.
 
2.
 
Bangunan/arsitektur : masjid dan langgar.3.
 
Kesenian : seni musik dan seni kaligrafi.4.
 
Kesusastraan : suluk dan hikayat.
Pengaruh Eropa
Orang-orang Eropa datang ke Indonesia pada mulanya bermotif ekonomi (berdagang rempah-rempah),namun pada akhirnya menjadi imperialistis. Satu demi satu dan akhirnya seluruh Indonesia dikuasainya.Pengaruh Eropa terasa d berbagai bidang, antara lain :1. Politik pemerintahan : sistem pemerintahan dengan administrasi yang modern.2. Sosial-ekonomi : makin meresapnya sistem ekonomi uang, sistem kerja upahan sebagai buruh, sertatumbuhnya perusahaan/ industri besar dan modern.3. Kebudayaan : tumbuhnya sistem pendidikan modern, ilmu pengetahuan dan teknologi, arsitektur,serta sistem transportasi dan komunikasi.4. Agama : tersebarnya agama Katolik dan Protestan, terutama di daerah-daerah yang belum kuatterpengaruh Hindu, Buddha, dan Islam. Misalnya, di daerah pedalaman Sumatera Utara, pedalamanKalimantan, Sulawesi Utara dan Tengah, Maluku Tengah dan Selatan, Nusa Tenggara Timur, danIrian Jaya.Disamping pengaruh-pengaruh yang telah disebutkan di muka, masih ada pengaruh lain, misalnyamasuknya orang-orang Cina yan jumlahnya cukup besar. Mereka umumnya bergerak di bidang ekonomimenjadi pedagang dan pengusaha serta tinggal di daerah perkotaan. Pada zaman Belanda, kepada merekadisediakan perkampungan khusus yang disebut Pecinan. Pengaruh di bidang keagamaan dan kebudayaantidak terlalu besar, barangkali disebabkan karena kelompok etnis Cina biasanya hidup secara eksklusif.Dengan uraian seperti di muka, jelaslah bagi kita mengapa di Indonesia terdapat heterogenitas etnis,agama, budaya, dan lain-lain. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan turut berperan bagitimbulnya keanekaragaman tersebut. Manusia-manusia tinggal di pulau-pulau yang berserakan salingterpisah dan dalam jangka waktu lama sehingga timbulnya perbedaan-perbedaan merupakan sesuatu yangwajar.
1.3. Apa dan Siapa Manusia Indonesia
Berbicara tentang apa dan siapa manusia Indonesia berarti kita memasuki pembicaraan yang amatsubjektif. Penilaian tentang manusia Indonesia amat tergantung kepada siapa, dalam posisi apa, dan kapanmereka menilai kita. Kita sendiri sebagai objek yang dinilai juga selalu mengalami perubahan. Berikut iniakan dikemukakan penilaian orang luar terhadap manusia Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Mochtar Lubis dalam ceramahnya di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 9 April 1977.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->