PUTU RUSDI ARIAWAN
idle bisa berupa adanya tegangan negatif pada jalur tersebut. Permulaan karakterditandai dengan suatu
start bit
dengan nilai biner 0. Ini diikuti dengan lima sampaidelapan bit yang sebenarnya merupakan karakter. Bit
–
bit karakter ditransmisikan yangdimulai dengan bit yang secara signifikan merupakan yang paling sedikit.Persyaratan waktu untuk skema ini sederhana saja. Sebagai contoh, karakter IRAbiasanya dikirim sebagai unit 8-bit, termasuk bit parittas. Bila receifer 5 persen lebihlambat atau lebih cepat daripada transmitter, pemerikasaan delapan bit karakter akandipindahkan per 45 persen dan masih diperiksanya dengan benar. Gambar 1menunjukkan dampak kesalahan dalam waktu dari magnituda sehingga menyebabkanmunculnya kesalahan pada penerima. Dalam contoh ini kita mengasumsikan rate datasebesar 10.000 bit detik (10 kbps) ; maka, masing
–
masing bit besarnya 0,1 milisecond(ms), atau durasi 100 µs. Anggap saja receifer memiliki kecepatan sebesar 6 persen,atau, atau 6 µs per bit waktu. Jadi sebagaimana contoh di atas, receifer akankedatangan karakter setiap 94 µs (berdasarkan atas detak pada transmitter).Sebagaimana yang bisa dilihat, contoh terakhir ini ternyata keliru.Kesalahan semacam ini sebenarnya terjadi karena dua hal. Pertama, karena bityang terakhir tidak diterima dengan benar. Kedua, perhitungan bit kemungkinan diluardari yang ditentukan. Bila bit-7 adalah 1 dan bit-3 adalah 0, bit-8 bisa jadi salah sebagaibit awal. Kondisi ini disebut
framming error,
sebagaimana karakter plus bit awal danelemen akhir yang kadang
–
kadang ditunjukkan sebagai frame. Framing error kadang
–
kadanga terjadi bila beberapa keadaan derau menyebabkan munculnya bit awal yangsalah sepanjang status idle.Transmisi asynchronous sangat sederhana dan murah namun memerlukantambahan dua sampai tiga bit per karakter. Sebaai contoh, untuk karakter 8-bit tanpa bitprioritas, menggunakan elemen akhir sepanjang 1-bit, dua dari setiap sepuluh bit tidakmembawa informasi, namun mereka hanya untuk sinkronisasi saja; sehinggatabahannya 20 persen. Tentu saja, tambahan persentase dapat dikurangi denganmengirimkan blok bit yang lebih besar diantara bit awal dan elemen akhir.Bagaimanapun juga, seperti yang ditunjukkan Gambar 1, semakin besar blok bit, makasemakin besar tumpukan kesalahan. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih besar,digunakan transmisi synchronous, yang merupakan bentuk lain dari sinkronisasi.
Transmisi Synchronous
Merupakan aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakaibisa berkomunikasi pada waktu yang sama , contohnya:
chatting
,
Video Conference
,dsb. Pada transmisi synchronous suatu blok bit ditransmisikan dalam suatu deretanyang cukup mantap tanpa kode start dan stop. Panjang blok tersebut bisa terdiri dari bit
–
bit yang begitu banyak. Untuk mencegah ketidaksesuaian waktu pada transmitter danreceifer, detaknya dengan cara apapun harus dibuat sinkron. Salah satukemungkinannya adalah dengan menyediakan sebuah jalur detak terpisah diantaratransmitter dan receifer. Salah satu sisi (transmitter maupun receifer) mengatur jalursecara teratur dengan satu pulsa pendek per bit waktu. Sisi yang lain menggunakanpulsa reguler ini sebagai detak. Teknik ini akan bekerja dengan aik untuk jarak pendek,namun untuk jarak yang lumayan panjang pulsa detak akan menjadi sasaran gangguan
–
gangguan yang sama seperti yang terjadi pada sinyal data, ditambah lagi denganadanya kesalahan dengan hal waktu. Alternatif lain, dengan menyimpan informasipewaktuan dengan sinyal data. Untuk sinyal
–
sinyal digital hal ini bisa diperoleh denganpengkodean Manchester atau Manchester differensial. Sedangkan untuk sinyal
–
sinyalanalog, terdapat sejumlah teknik yang dapat dipergunakan; misalnya, frekuensipembawa itu sendiri juga dapat dipergunakan untuk mensinkronkan receifer didasarkanatas fase srekuensi pembawa.