Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lokakarya Ranperda Des

Lokakarya Ranperda Des

Ratings: (0)|Views: 1,224|Likes:

More info:

Published by: Feriawan Agung Nugroho on Jul 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/31/2013

pdf

text

original

 
REKAM PROSES
CHECKLIST - Penyusunan Peraturan Daerah tentang Perencanaan danPenganggaran Daerah
Bappeda Gunungkidul, 2 Februari 2010
Zaki
 Assalamualaikum wr, wb
. Selamat pagi bapak ibu semua, yang kami hormatianggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, yang kami hormati kepala SKPD atau yangmewakili, yang kami hormati perwakilan dari kecamatan, yang kami hormati dariperwakilan desa dan beberapa kelompok masyarakat, serta LSM yang saat ini hadirbersama kami pagi ini. Hadirin yang kami hormati, sebelum acara kita mulai, kitaakan membahas bersama-sama beberapa hal hari ini. Terkait proses perencanaandan penganggaran, sekarang ini sedang ada proses inisiasi rancangan peraturandaerah tentang perencanaan penganggaran monitoring dan evaluasi di KabupatenGunungkidul dan hari ini kita akan melihat bersama-sama apakah rancanganperaturan itu ke depan mungkin dilaksanakan bersama-sama. Draft itu sudahdisiapkan oleh rekan-rekan Bappeda dan tim yang tediri dari akademisi, LSM danBappeda. Kemarin rancangan tersebut sudah didiskusikan, lalu hari ini kita akanmencari masukan, terkait dengan rancangan yang hari ini sudah ada di tanganbapak ibu sekalian. Acara ini akan kita laksanakan bersama-sama hingga pukul13.30. Nanti akan kita bagi menjadi dua, acara pertama adalah paparan dari prosesyang selama ini dilakukan oleh tim, Mbak Tenty akan menyampaikan itu. Keduaadalah substansi atau poin-poin yang ada dalam draft Raperda perencanaanpenganggaran, monitoring evaluasi yang sudah dipersiapkan oleh Bappeda, PakIrawan Jatmiko nanti akan menyampaikan poin-poinnya. Pagi ini sebetulnya kamisangat menunggu bapak Kepala Bappeda untuk membuka acara, namun sampaisekarang beliau masih berada di PU dan belum bisa hadir bersama kita. Olehkarena itu, mari kita buka bersama-sama dengan berdoa bersama. Terimakasih. Bapak ibu sekalian, acara pertama adalah paparan dari Pak Irawan Jatmiko, nanti akan dipandu oleh saudara Tenty Kurniawati. Silahkan. TentySelamat pagi bapak ibu sekalian, bapak-bapak dari DPRD, bapak ibu dari perwakilanwarga, bapak ibu dari kecamatan, dari SKPD. Kami akan menceritakan sedikit latarbelakang tentang adanya pertemuan ini. Kami dari IDEA dan kami adalah lembaganon pemerintah yang bekerja bersama-sama dengan pemerintah KabupatenGunungkidul dalam kaitan program SAPA yang sekarang sedang berjalan diKabupaten Gunungkidul dan 15 daerah yang lain di Indonesia. SAPA adalah strategialiansi untuk pengentasan kemiskinan di 15 daerah. Di Gunungkidul ini sudahberjalan 6 bulan, kita berkolaborasi dengan TKPKD yang ada di Sekda Gunungkidul,ketuanya bapak Sekda, tapi kemarin sudah diserahterimakan ke Bappeda, kalautidak salah. Kita sudah melakukan kerja-kerja dukungan teknis kepada DPRD danpemerintah. Sebelum acara lokakarya ini diadakan, kita sudah mengadakanserangkaian pertemuan, sekitar bulan Oktober dimulai dengan FGD untukmembahas draf Raperda. Mengapa yang kita dorong adalah rancangan peraturandaerah tentang perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi? Karena
IDEA Bappeda Kabupaten GunungkidulPage 1
 
persoalan dalam perencanaan beberapa kali muncul, misalnya usulan Musrenbangdari desa banyak yang sia-sia, atau hasil Musrenbang kecamatan tidak terakomodirdi penganggaran. Kemudian anggarannya minim, tapi usulannya banyak, ini adalahpersoalan-persoalan klasik yang muncul setiap tahun. Harapannya Ranperda inibisa menjawab beberapa persoalan yang muncul meskipun mungkin tidak bisamenyelesaikan semua masalah, tapi barangkali bisa menjadi acuan agar hasil-hasilMusrenbang bisa terakomodir sesuai dengan kondisi keuangan di Gunungkidul. Itusalah satu semangatnya. Beberapa rangkaian acara sudah kita lakukan di bulanOktober, di Bappeda tiga kali. Kemudian di WIsma Kagama kita
konsinyering
, waktuitu juga mengundang tim anggaran eksekutif, kemudian dari Dinas Pendidikan, lalukita juga mengundang DPPKAD, disitu kita membahas pasal per pasal, tapi karenapada saat itu hanya tim internal, maka pada hari ini kita sangat mengharapkanmasukan dari bapak ibu sekalian, dari SKPD, DPRD, LSM, dan juga dari masyarakat.Itu adalah sekilas gambaran dari apa yang kami lakukan dalam beberapa bulan ini.Pak Irawan ini adalah pihak yang selalu mengawal, bersama dengan Pak Hanif danPak Wawan dari S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah. Tapi karena akademisi selalusibuk, maka hari ini Pak Hanif dan Pak Wawan tidak bisa bergabung untukberdiskusi dengan kita.Silahkan langsung saja pemaparannya Pak Irawan.Irawan
 Assalamualaikum wr. wb
., salam sejahtera untuk kita sekalian. Bapak anggotadewan yang saya hormati, terimakasih atas kehadirannya pada lokakarya hari ini.Dari teman-teman SKPD, kecamatan maupun masyarakat lain, tadi sudahdisampaikan Mbak Tenty dari IDEA, penyusunan naskah akademis sampaiRanperdanya, harapannya pada tahun ini kita ajukan ke dewan untuk pembahasan.Ini sudah melewati beberapa diskusi, namun hari ini kita melibatkan pihak yanglebih luas. Nanti setelah paparan ini ada diskusi kelompok, untuk perbaikan naskahakademis maupun rancangan Perda yang ada.Kami coba membuat checklist untuk panduan dalam diskusi pada kelompok.Checklist ini harusnya memuat beberapa substansi yang seharusnya masuk dalamrancangan peraturan daerah, sebagai berikut:1.Prinsip-prinsip Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik.2.Prinsip-Prinsip Perencanaan Partisipatif.3.Prinsip-Prinsip Penganggaran Partisipatif.4.Outline dan Substansi Naskah Akademik.5.Proses Penyusunan Perda Perencanaan dan Penganggaran Daerah Partisipatif.6.Outline dan Substansi Ranperda Perencanaan dan Penganggaran Partisipatif.7.Muatan Peraturan dan Perundangan terkait Pendekatan Partisipatif dalamPerencanaan dan Penganggaran Daerah.8.Pendekatan Partisipatif menurut Peraturan dan Perundangan Perencanaan danPenganggaran Daerah.9.Isu dan Permasalahan Perencanaan dan Penganggaran10.Prinsip-prinsip RPJPD.11.Prototipe Outline dan Substansi RPJPD.12.Prinsip-prinsip RPJMD.13.Prototipe Outline dan Substansi RPJMD.
IDEA Bappeda Kabupaten GunungkidulPage 2
 
14.Contoh Praktek-praktek yang Baik dalam Perda dan Ranperda Perencanaan danPenganggaran Daerah Partisipatif.
Di DIY memang sudah disusun bahannya,hanya saja sebagian kabupaten ini masih
copy paste
dari UU 25/2004. Kitaharap agar ada muatan-muatan lebih luas, namun tetap dalam batas-batasdiskresi daerah.Substansi rancangan Perda mendorong ke arah terwujudnya
good governance
1.Wawasan ke depan/visionary: Memiliki perencanaan ke depan yang berisi visidan strategi. Adanya kejelasan setiap tujuan kebijakan dan program. Adanyadukungan dari pelaku untuk mewujudkan visi.2.Keterbukaan dan transparansi: Tersedianya informasi yang memadai padasetiap proses penyusunan dan implementasi kebijakan publik. Adanya aksespada informasi yang siap, mudah dijangkau, bebas diperoleh, dan tepat waktu.3.Partisipasi masyarakat: Adanya pemahaman penyelenggara negara tentangproses/metoda partisipatif. Adanya pengambilan keputusan yang didasarkankonsensus bersama.4.Tanggung gugat: Adanya kesesuaian antara pelaksanaan dengan standarprosedur pelaksanaan. Adanya sanksi yang ditetapkan atas kesalahan ataukelalaian dalam pelaksanaan kegiatan. Adanya output dan outcome yangterukur.5.Supremasi hukum: Adanya peraturan perundang-undangan yang tegas dankonsisten. Adanya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Adanyakesadaran dan kepatuhan kepada hukum.6.Demokrasi: Adanya hak-hak dasar rakyat seperti hak berkumpul, berserikat, danmengeluarkan pendapat. Adanya kesamaan di depan hukum. Adanyakesempatan yang sama untuk turut serta dalam pengambilan keputusankebijakan publik. Adanya kesempatan yang sama untuk berusaha danberprestasi. Adanya kesempatan yang sama untuk berinovasi, berkreasi, danberproduktivitas.7.Profesionalisme dan kompetensi: Berkinerja tinggi. Taat asas. Kreatif daninovatif. Memiliki kualifikasi di bidangnya.
Perda ini harus memberikan ruanguntuk mendorong profesionalisme pemerintah daerah.8.Daya tanggap: Tersedianya layanan pengaduan, baik berupa
crisis center 
, UnitPelayanan/ Pengaduan Masyarakat (UPM), kotak saran dan surat pembaca yangmudah diakses masyarakat. Adanya standard dan prosedur dalammenindaklanjuti laporan dan pengaduan.9.Efisiensi dan efektivitas: Terlaksananya administrasi penyelenggaraan negarayang berkualitas dan tepat sasaran dengan penggunaan sumberdaya yangoptimal. Melakukan monitoring dan evaluasi untuk perbaikan. Berkurangnyatumpang tindih penyelenggaraan fungsi organisasi/unit kerja.10.Desentralisasi: Adanya kejelasan pembagian tugas dan wewenang antar tingkatpemerintahan dan antar tingkatan jabatan di daerah. Adanya kejelasan standardalam pemberian dukungan terhadap pelayanan masyarakat (StandarPelayanan Minimal).
Jadi desentralisasi tidak hanya berhenti di kabupaten,tapi juga diskresi bagi kabupaten untuk melakukan diskresi pada desa, karenadesa juga otonom, mempunyai wilayah hukum, dan kecenderungannya inisemakin menguat. Saat ini sedang dibahas UU tentang desa. Jadi nanti UUPemda akan dibagi menjadi 3 UU; pertama adalah UU tentang Pilkada, kedua UU
IDEA Bappeda Kabupaten GunungkidulPage 3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Hari Setiawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->