Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rekam Proses Workshop Memerangi Kemiskinan Memenuhi Kebutuhan Dasar

Rekam Proses Workshop Memerangi Kemiskinan Memenuhi Kebutuhan Dasar

Ratings: (0)|Views: 1,422|Likes:
Published by ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
NOTULENSI WORKSHOPMEMERANGI KEMISKINANMEMENUHI KEBUTUHAN DASAR;
Untuk Memberikan MasukanRPJMD Kabupaten Gunung Kidul 2010 – 2015Hotel Saphir, 2 Juni 2010
IDEA – FPPM – PRAKARSA - FORDFOUNDATION
 
SESI I
(Sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB di buka oleh Mas Adjie dari IDEA)
Mas Adjie
 Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatu
, salam sejahtera bagi kita semua,yang terhormat Bapak Drs. Joko Sasono beserta teman-teman dari Gunung Kidul,dari ekskutif, legislatif, teman-teman dari SANGGAR (Sinau Ngerti Anggaran), Jaringan CBO di delapan belas kabupaten, kemudian ada teman-teman dariPRAKARSA, FPPM serta teman-teman dari IDEA. Sungguh menjadi kebahagiaanbagi kita semua dan ini luar biasa kesempatan yang kita dapat di pagi hari ini kitabisa bertemu untuk sekali lagi menjadi rangkaian kegiatan kita untukmendiskusikan tentang masadepan Gunung Kidul. Pagi hari ini kita bertemudalam workshop “Memerangi Kemiskinan, Memenuhi Kebutuhan Dasar UntukMemberikan Masukan RPJMD Kabupaten Gunung Kidul 2010-2015”. Semogadapat menjadi semangat kita dalam mendiskusikan banyak hal yang menjadiagenda kita hari ini. Nanti ada dari perwakilan Bappeda yang akanmenyampaikan paparan terkait rancangan RPJMD 2010-2015, kemudian adaMbak Zaki dari IDEA yang akan memaparkan hasil dari IDEA, kemudian adateman-teman dari PRAKARSA, FPPM, dan teman-teman dari IRE. Setiap dari kitasaya undang untuk terlibat berdiskusi untuk masadepan Gunung Kidul yang kitacintai, luar biasa kesempatan yang kita dapat di pagi hari ini. Namun sebelumnyasebagai ucapan rasa syukur sekaligus mohon berkah dari yang memiliki kitasemua, yang memiliki kehidupan, kita sebaiknya berdoa sejenak, meluangkanwaktu sejenak semoga diskusi kita hari ini bisa berjalan sesuai dengan yang kitaharapkan,
(berdoa mulai).
Baik workshop pada pagi hari ini juga dihadiri PakSekda sekaligus kami mohon sambutan sekaligus pembukaan secara resmi,silahkan.
 Joko Sasono (Sekda Kabupaten Gunung Kidul)
 Terima kasih bapak ibu sekalian dan teman-teman yang saya hormati.
 Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu,
selamat pagi salam sejahtera bagikita semua, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah
Subhana Wata’ala
atas ridho dan perkenaannya sehingga pada kesempatan pagihari ini kita masih diberikan kesempatan, kenikmatan dalam bentuk apapun.Masih
alhamdulilah
kita bisa bertemu, insyaallah pertemuan ini berjalan baik,lancar dan memberikan pencerahan kepada kita dan akhirnya memberikanmanfaat dalam masyarakat khususnya di Gunung Kidul, khususnya lagi adalahmasyarakat miskin. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih kepada IDEAyang telah memprakarsai pertemuan ini. Bapak ibu dan saudara-saudara sekalianyang saya hormati, saya merasa senang dan menyambut baik acara ini,mengapa? karena saat ini kami sedang mempersiapkan berbagai hal. Pertamakami sedang mereview sistem perencanaan yang selama ini kami laksanakan dikabupaten. Kami menggunakan istilah review dan itu merupakan hasil awal darikajian atau evaluasi yang kita lakukan, dan kemarin pada hari senin sudah kamipicu dengan menyampaikannya di forum semiloka di kabupaten dan saya sendiriyang menyampaikan tentang review itu. Substansinya adalah kita bicaraperencanaan itu bagaimana melahirkan suatu dokumen perencanaan dan bicaraperencanaan tidak bisa bersifat
sparsial
sehingga secara vertikal ada benang
 
merah yang berkaitan meskipun tetap memperhatikan kondisi, potensi dankecenderungan-kecenderungan yang ada disuatu wilayah.Nah
stressing
kami kemarin itu lebih pada bagaimana keselarasan perencanaanditingkat desa dan kabupaten, secara fakta meski kita mengakui bersama bahwamuara dari berbagai kebijakan itu akhirnya kecenderungannya adalah ke tingkatdesa. Dan kalau kita lihat sisi perencanaannya selama ini kita memadukan dariatas kebawah dan dari bawah ke atas, tetapi kalau kita ada kesepahamanmeskipun sebagian dominan yang mana? saya kecenderungan lebih dominan dariatas kebawah, bicara
basic
ditingkat desa secara sistem sebenarnya sudahdimulai bagaimana desa menyusun rencana pembangunan jangka menengah. Tetapi secara lingkup substansi dan kedalamannya sudahkan sebagaimana yangdiharapkan. Dari situ kalau kita cocokkan dengan kabupaten, dari kapupatenpunya RKPD dan desa juga mestinya punya RKP desa sudahkah? Maka kitamembawa dari sisi pola itu ada kesamaan, berarti kita juga harus membangun dikabupaten dulu. Saya berpendapat bahwa RPJM kabupaten yang itu merupakanpenjabaran dari RPJP durasi 20 tahun itu memberikan inspirasi, memberikan inputkepada desa dalam rangka menyusun rencana pembangunan desanya sesusidengan kondisi karena antar desa kan ada perbedaan. Mengapa demikian?Karena nanti akan ketemu pada suatu titik menurut saya kalau kita konsisitenpada sistem yang sekarang dilaksanakan yaitu di musren. Menurut saya hanyabicara kabupaten saja termasuk memerangi kemiskinan itu tidak bisa. Nanti dimusren ini ada dus des cam, dan kita sudah memulai untuk kabupaten integrasiantara perencanaan reguler dan PNPM. Reguler dan PNPM itu sebenarnya hanyapola terbalik dilihat dari penyedian dana, kalau PNPM dananya ada dulu, pagunyaperkecamatan, dia dari dus des di tigkat kecamatan, itu yang terjadi sehingga jatuh bangun membuat usulan dan sebaginya uangnya kelihatan sehingga prosesperencanaan PNPM itu masyarakat lebih responsif karena uangnya kelihatan. Tetapi kalau reguler sebaliknya karena kemampuan keuangan akhir nanti berapaini masih dalam proses perencanaan meskipun estimasi sudah ada. Tetapipermasalahannya bukan pola terbaliknya dalam memproses musyawarah usulandari desa ke atas itu pijakan yang dipakai itu sudah ada atau belum. Soalnyakalau tidak nanti hanya sesuatu yang muncul sesaat, dominasi akan terjadi olehsuatu pihak yang kuat, yang menang, yang mampu berargumentasi dansebaginya karena prinsip kompetisi. Tetapi premnya itu tidak jelas mana yangakan dicapai, targetnya tidak jelas, makanya RPJM ini akan memberikan inspirasidlam menyusun RPJM Des dan juga RKPD. Dan menurut saya selama ini kalau kitabicara desa itu belum cukup mempunyai gambaran, dalam lima tahun itu maukemana? Mau apa yang kita capai? Dan tahunnya apa? Itu belum, padahal desaadalah merupakan basis berbagai program masuk disini. Sehingga bisa dikatakanistilah saya orang wonosari “desa bisa hanyut” dari hal-hal yang memang munculdari atas sehingga jati diri desa tidak begitu nampak dan terbangun, kalau bicaraposisi tawar dia lemah. ini sehingga dengan kita begitu dalam musren ditingkatkecamatanpun saya sudah sampaikan kepada teman-teman untuk dikaji lebih jauh.Kabupaten itu perannya bukan mendominir dari musyawarah itu di kecamatan,kita itu hanya sebagai narasumber dan memberikan fasilitasi bagaimana terjadisinkronisasi. Ini yang sudah kita lakukan dan kemarin dicoba tahun pertama 2010

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Teguh Yuliarto liked this
Heri En Ge Ha liked this
aryatarta liked this
Astri Rafikasari liked this
Astri Rafikasari liked this
Astri Rafikasari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->