Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Globalisasi

Globalisasi

Ratings: (0)|Views: 1,520 |Likes:
Published by HanadiaYurista

More info:

Published by: HanadiaYurista on Jul 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
Globalisasi
 Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatanketerkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia duniamelalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negaramenjadi bias. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama denganinternasionalisasi,dan istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak seringmenggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas batas negara.
Pengertian
Kata "globalisasi" diambil dari kata
 global 
, yang maknanya ialah
universal 
. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (
working definition
),sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagaisuatu prosessosial, atau prosessejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh  bangsa dannegaradi dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanankehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis,ekonomidan  budaya masyarakat. Mitosyang hidup selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akanmembuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri.Kebudayaanlokal atauetnisakan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan  budaya global.Anggapan atau jalan pikiran di atas tersebut tidak sepenuhnya benar. Kemajuanteknologikomunikasimemang telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tak  berguna. John Naisbitt (1988), dalam bukunya yang berjudul
Global Paradox
inimemperlihatkan hal yang justru bersifat paradoks dari fenomena globalisasi. Naisbitt
 
(1988) mengemukakan pokok-pokok pikiran lain yang paradoks, yaitu semakin kitamenjadi universal, tindakan kita semakin kesukuan, dan berpikir lokal, bertindak global.Hal ini dimaksudkan kita harus mengkonsentrasikan kepada hal-hal yang bersifat etnis,yang hanya dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendiri sebagai modal pengembangan ke dunia Internasional.Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung olehnegara-negaraadikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curigaterhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akanmengendalikanekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak  mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti  budayadan agama.
Ciri globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomenaglobalisasi di dunia.Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitanantarmanusia di seluruh dunia
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang sepertitelepon genggam, televisi satelit, daninternetmenunjukkan bahwa komunikasiglobal terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacamturisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
Pasar dan produksi ekonomidi negara-negara yang berbeda menjadi saling  bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan eprdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasisemacamWorld Trade Organization(WTO).
Peningkatan interaksikulturalmelalui perkembangan media massa (terutamatelevisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini,kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenaihal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang
 fashion
,literatur, dan makanan.
 
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisismultinasional,inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy
dan
Cohen
menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita padaglobalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwaduniaadalah satu.
Giddens
menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah
dunia yang harus berubah tanpa terkendali
yang ditandai denganselera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataanyang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu,Peter Drucker  menyebutkan globalisasi sebagai
 zaman transformasi sosial 
. Setiap beberapa ratus tahun dalam sejarah manusia,transformasi hebat terjadi. Dalam beberapa dekade saja, masyarakat telah berubahkembali baik dalam pandangan mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dansosial, maupun seni. Lima puluh tahun kemudian muncullah sebuah dunia baru.
Teori globalisasi
Cochrane
dan
Pain
menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapattiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
Para
globalis
percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memilikikonsekuensi nyata terhadap bagaimana orang danlembagadi seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dankebudayaanlokal akan hilangditerpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, paraglobalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap prosestersebut.
Para
globalis positif 
dan optimistis menanggapi dengan baik  perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akanmenghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
Para
globalis pesimis
berpendapat bahwa globalisasi adalahsebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk  penjajahan barat(terutamaAmerika Serikat) yang memaksa sejumlah  bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatuyang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
Para
tradisionalis
tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos sematau atau, jika memangada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalismetelah menjadi sebuah fenomenainternasionalselama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alamisaat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi,dari produksi dan  perdagangan kapital.
Para
transformasionalis
berada di antara para globalis dan tradisionalis. Merekasetuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Oman Farhurohman liked this
Nur Hidayah liked this
Nurul Islam liked this
Nurul Islam liked this
Samiullah Ahmad liked this
Nazirah Mustafa liked this
Hasni Saman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->