Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Pembuatan Soal UKDI

Petunjuk Pembuatan Soal UKDI

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,391|Likes:
Published by cyelz
Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Annex 1.
Petunjuk Pembuatan Soal
1. Jenis Soal Jenis atau tipe soal ujian adalah berupa soal pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban soal. Soal terdiri dari stem soal yang berbentuk skenario (vignette), pertanyaan, dan lima pilihan jawaban dengan satu jawaban benar. Jumlah soalsoal ujian seluruhnya adalah 200 soal. Untuk memudahkan penulisan soal, pada petunjuk ini juga mencantumkan pola redaksional soal yang dapat digunakan sebagai “template” p
Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Annex 1.
Petunjuk Pembuatan Soal
1. Jenis Soal Jenis atau tipe soal ujian adalah berupa soal pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban soal. Soal terdiri dari stem soal yang berbentuk skenario (vignette), pertanyaan, dan lima pilihan jawaban dengan satu jawaban benar. Jumlah soalsoal ujian seluruhnya adalah 200 soal. Untuk memudahkan penulisan soal, pada petunjuk ini juga mencantumkan pola redaksional soal yang dapat digunakan sebagai “template” p

More info:

Published by: cyelz on Jul 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2013

pdf

text

original

 
 
 Divisi UjianUji Kompetensi Dokter Indonesia
Annex 1.
Petunjuk Pembuatan Soal
1.Jenis Soal
Jenis atau tipe soal ujian adalah berupa soal pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban soal. Soal terdiri dari
 stem
soal yang berbentuk skenario (
vignette)
, pertanyaan, dan lima pilihan jawaban dengan satu jawaban benar. Jumlah soal-soal ujian seluruhnya adalah 200 soal.Untuk memudahkan penulisan soal, pada petunjuk ini juga mencantumkan polaredaksional soal yang dapat digunakan sebagai “
template
” pembuatan soal. (LihatPola Soal dengan menggunakan Vignette).2.
Kaidah Umum
Kaidah – kaidah umum yang penting diperhatikan di dalam pembuatan soal:1)Yakinkan bahwa setiap soal dapat diduga jenis jawabannya tanpa harusmelihat pilihan jawaban atau yakinkan bahwa pilihan jawaban adalah 100 % benar atau salah.2)Usahakan agar data atau informasi penting seoptimal mungkindicantumkan pada soal (
 stem
), sedangkan pilihan jawaban usahakan sesingkatmungkin.3)Hindari informasi berlebihan pada soal.4)Hindari soal-soal yang bersifat menjebak dan terlalu kompleks sertatidak relevan.5)Gunakan pilihan jawaban yang secara gramatikal konsisten dan secaralogis kompatibel dengan soal.6)Hindari kata-kata absolut seperti, selalu, tidak pernah, dan semua pada pilihan jawaban, dan hindari pula istilah yang tidak jelas (meragukan) seperti biasanya atau sering.7)Hindari kalimat atau frase negatif seperti KECUALI, TIDAK, atauBUKAN.8)Fokuskan soal pada konsep-konsep penting, dan hindari hanya mengujikemampuan mengingat fakta.9)Fokuskan soal-soal pada konsep penting dan kasus-kasus yang seringserta memiliki potensi masalah serius.10)Setiap soal diusahakan agar menilai aplikasi pengetahuan, tidak hanyamenguji daya ingat terhadap fakta terisolasi.11)Setiap soal tidak terlalu menekankan aspek klinik yang subspesialis.12)Setiap soal lebih baik menekankan pada pertanyaan mengenai pengambilan keputusan klinik.
3.Kesalahan struktur soal
Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai kesalahan struktur soal yang harusdihindari karena mengarah pada dua hal, yakni, “
testwiseness
” dan “
irrelevant difficulty
”.
Testwiseness
adalah suatu keadaan di mana peserta ujian dapatmenjawab soatu soal bukan karena penguasaannya terhadap isi materi yangditanyakan pada soal tersebut, tetapi karena kepintarannya dalam meneba
 
 
 Divisi UjianUji Kompetensi Dokter Indonesia
 jawaban yang benar. Sementara itu
irrelevant difficulty
berkaitan dengankesulitan yang dihadapi peserta ujian untuk menjawab suatu soal, bukan karenasulitnya materi yang diujikan, namun lebih ke arah sulitnya mahasiswa menjawab,yang ditimbulkan oleh struktur soal tersebut. Jenis kesalahan yang dimaksudadalah sebagai berikut:A. Kesalahan yang berkaitan dengan
testwiseness
:
1.Grammatical Cues2.Logical Cues
3.Istilah yang absolut4.Jawaban benar yang panjang5.Pengulangan kata dari badan soal ke jawaban6.Konvergensi soalB. Kesalahan yang berkaitan dengan kesulitan yang tidak perlu/relevan1.Pilihan jawaban yang panjang, kompleks, atau duplikasi2.Pilihan yang berupa angka tidak diurut sesuai dengan besarnya3.Pilihan yang mengandung unsur frekuensi suatu kejadian bersifat multiinterpretasi4.Pilihan jawaban tidak parallel dan urutan tidak logis5.Penggunaan BSSD (bukan salah satu diatas) pada pilihan jawaban6.Badan soal terlalu panjang, sulit, dan kompleksUntuk memberikan kejelasan poin – poin di atas, berikut ini dipaparkan contoh – contoh soal yang mengandung kesalahan struktur beserta uraiannya.A. Kesalahan yang berkaitan dengan
testwiseness
:
1.Grammatical Cues
Contoh soal :
Seorang pria, berusia 60 tahun, dibawa ke bagian gawat darurat oleh seorang polisi, yang menemukannya dalam keadaan tergeletak tidak sadarkan diri di sisi jalan. Setelahmemastikan bahwa saluran pernafasan dalam keadaan tidak tersumbat, langkah pertamadalam manajemen adalah administrasi intravena: A. pemeriksaan cairan serebrospinal  B. glukosa dengan vitamin B1 (thiamine)C. CT scan kepala D. fenitoin E. diazepam
2.Logical CuesContoh soal :
 Kejahatan adalah A. terjadi secara merata pada berbagai kelas social  B. lebih sering muncul pada golongan orang miskinC. lebih sering muncul pada kelompok masyarakat menengah sampai kaya.
 
Grammatical cues
: satu atau lebih dari opsi jawaban tidak cocok dengan kalimat pertanyaanyang disusun dalam suatu soal. Hal ini terjadi karena penulis hanya memfokuskan diri dalam pembuatan atau pemilihan jawaban yang benar. Sementara itu jawaban yang salah/distraktor tidak diperhatikan dalam pembuatannya. Pada contoh pertanyaan di atas mahasiswa dapatdengan mudah menyingkirkan A & C sebagai jawaban yang benar karena secara logika tidak mungkin benar berdasarkan kalimat pertanyaan yang diajukan, dalam hal ini menanyakanterapi , sementara A & C jelas tidak termasuk suatu terapi .
 
 
 Divisi UjianUji Kompetensi Dokter Indonesia
 D. pada dasarnya merupakan suatu indikasi psychosexual maladjustment  E. mencapai keadaan toleransi yang plateau terhadap negara
3.
Istilah yang absolut
Contoh soal :
 Pada pasien dengan demensia lanjut,tipe Alzheimer, defek memori yang terjadi A. dapat diberikan terapi secara adekuat dengan fosfatidilkolin (lesitin) B. dapat merupakan sekuel dari parkinsonism diniC. tidak pernah terjadi pada pasien dengan neurofibrillary tangles pada otopsi D.tidak pernah menjadi berat  E.mungkin melibatkan sistem kolinergik 
4.Jawaban benar yang panjang
Contoh soal :
Secondary gain adalah A. synonym dengan malingering  B. Problem yang biasa timbul pada orang dengan gangguan obsessive-compulsiveC. Komplikasi dari berbagai penyakit dan cenderung untuk memperlama waktu penyakit  D. Tidak pernah timbul pada gangguan otak organic
5.Pengulangan kata dari badan soal ke jawaban
Contoh soal: Seorang pria berusia 58 tahun dengan riwayat penggunaan alkohol yang berat dan sebelumnya pernah dirawat karena gangguan psychiatric mengalami kebingungan danagitasi. Dia mengatakan bahwa dunia ini tidak nyata (unreal). Keadaan ini disebut:
 A. depersonalisasi B. derailment C. derealisasi
 
 Logical cues
: sebagian opsi jawaban telah memperlihatkan kemungkinan jawaban yang benar.Pada soal di atas mahasiswa yang cukup cerdas dapat melihat bahwa kemungkinan besar dari jawaban A, B, atau C terdapat jawaban yang benar, sementara mahasiswa yang tidak terlalucerdas dalam menghadapi soal lebih banyak waktunya untuk mempertimbangkan opsi D danE. Seringkali, jawaban jawaban ini pun sebagian mengandung kebenaran danmembingungkan karena tidak terlihat dalam dimensi yang sama atau tidak bisa diurutkankedudukannya.Kesalahan ini sering terjadi apabila menggunakan opsi yang mengandung kata- kata “bertambah”, “berkurang”, atau “tetap”
Istilah yang absolut:
kata “selalu” atau “tidak pernah” digunakan dalam opsi jawabanPada soal di atas, opsi A, B, dan E mengandung makna yang tidak mutlak sebagaimana opsiC dan D. Mahasiswa yang cerdas akan menyingkirkan jawaban C dan D karena kedua opsi ituterlihat lebih tidak mungkin sebagai jawaban yang benar karena sifatnya yang cenderungmutlak tersebut. Perlu dicatat bahwa kesalahan semacam ini tidak akan terjadi apabila kalimat pertanyaan terfokus dan opsi jawabannya pendek, hal ini muncul ketika kata kerja dimasukankedalam opsi jawaban dan bukan di dalam pertanyaan „lead-in“
Jawaban benar yang panjang:
 pada soal di atas pilihan jawaban C lebih panjang dari yanglain. Selain itu terdapat 2 hal pada pilihan tersebut. Penulis soal kadang terlalu memberi perhatian lebih pada jawaban yang benar sehingga tidak memikirkan distraktor atau pilihanyang salah. Dengan demikian maka muncul banyak pernyataan pada jawaban yang benar secara berlebihan, sementara pada pilihan yang salah atau distraktor lebih pendek  pernyataannya.

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
epid liked this
alexpigai liked this
Irma Linda liked this
Ronald David M liked this
greyorenz liked this
Arie Akbar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->