Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sejarah

sejarah

Ratings: (0)|Views: 1,283 |Likes:
Published by Adi Yanuar Aji

More info:

Published by: Adi Yanuar Aji on Jul 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
B. Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru
Sebagai langkah awal untukmenciptakan stabilitas nasional,Sidang Umum IV MPRS telahmemutuskan untuk menugaskanLetjen. Soeharto selaku pengembanSurat Perintah 11 Maret 1966 atauSupersemar yang sudahditingkatkan menjadi KetetapanMPRS No. IX/ MPRS untukmembentuk kabinet baru. DibentukKabinet Ampera yang bertugas:
Gambar 1.2 Presiden Soekarno dan anggota KabinetAmpera.
Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka
Akurasi Prinsip
Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru
71. menciptakan stabilitas politik,2. menciptakan stabilitas ekonomi. Tugas pokok itulah yang disebut Dwidarma Kabinet Ampera. Programyang dicanangkan Kabinet Ampera disebut Caturkarya Kabinet Ampera,yaitu:1. memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di bidang sandang danpangan;2. melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantumdalamKetetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968);3. melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingannasional sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966;4. melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan antikolonialisme dalamsegalabentuk dan manifestasinya.Kabinet Ampera dipimpin oleh Presiden Soekarno, tetapi pelaksanaannyadilakukan oleh Presidium Kabinet. Presidium Kabinet dipimpin oleh JenderalSoeharto. Jadi, di sini terdapat dualisme kepemimpinan dalam KabinetAmpera.Akibatnya, perjalanan tugas kabinet kurang lancar yang berarti pula kurangmenguntungkan bagi stabilitas politik.Pada tanggal 22 Februari 1967 dengan penuh kebijaksanaan, PresidenSoekarno menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Soeharto sebagaipengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966. Penyerahan kekuasaantersebut merupakan peristiwa sangat penting dalam usaha mengatasi situasikonflik yang sedang memuncak pada saat itu. Penyerahan itu tertuang dalamPengumuman Presiden Mandataris MPRS, Panglima Tertinggi ABRI Tanggal20 Februari 1967. Pengumuman itu didasarkan atas Ketetapan MPRS No.XV/MPRS/1966 yang menyatakan apabila presiden berhalangan, pemegangSurat Perintah 11 Maret 1966 berfungsi sebagai pemegang jabatan presiden. Jenderal Soeharto selaku pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 pada tanggal 4 Maret 1967 memberikan keterangan pemerintah dihadapan sidang DPRGR mengenai terjadinya penyerahan kekuasaan.Pemerintah tetap berpendirian bahwa penyelesaian konstitusional tentang
 
penyerahan kekuasaan tetap perlu dilaksanakan melalui sidang MPRS. Olehkarena itu, untuk menghindari pertentangan politik yang berlarut-larut,diadakanSidang Istimewa MPRS dari tanggal 7 sampai dengan 12 Maret 1967 di Jakartayang berhasil mengakhiri konflik politik. Berdasarkan Tap MPR XXXIII Secaraumum, kebijakan pemerintah Orde Baru terdiri atas kebijakan dalam negeridan kebijakan luar negeri.
1. Kebijakan Dalam Negeri
Struktur perekonomian Indonesia pada tahun 1950–1965 dalam keadaankritis. Pemerintah Orde Baru meletakkan landasan yang kuat dalampelaksanaanpembangunan melalui tahapan Repelita, keadaan kritis ditandai oleh hal-halsebagai berikut.8
Sejarah SMA/MA Kelas XII Program IPA
a. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertaniansehinggastruktur perekonomian Indonesia lebih condong pada sektor pertanian.b. Komoditas ekspor Indonesia dari bahan mentah (hasil pertanian)menghadapi persaingan di pasaran internasional, misalnya karet alam dariMalaysia, gula tebu dari Meksiko, kopi dari Brasil, dan rempah-rempahdari Zanzibar (Afrika), sehingga devisa negara sangat rendah dan tidakmampu mengimpor bahan kebutuhan pokok masyarakat yang saat itu belumdapat diproduksi di dalam negeri.c. Tingkat investasi rendah dan kurangnya tenaga ahli di bidang industri,sehingga industri dalam negeri kurang berkembang.d. Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Indonesia sangat rendah. Tahun1960-an hanya mencapai 70 dolar Amerika per tahun, lebih rendah daripendapatan rata-rata penduduk India, Bangladesh, dan Nigeria saat itu.e. Produksi Nasional Bruto (PDB) per tahun sangat rendah. Di sisi lainpertumbuhan penduduk sangat tinggi (rata-rata 2,5% per tahun dalam tahun1950-an).f. Indonesia sebagai pengimpor beras terbesar di dunia.g. Struktur perekonomian pada akhir tahun 1965, berada dalam keadaanyangsangat merosot. Tingkat inflasi telah mencapai angka 65% dan saranaekonomi di daerah-daerah berada dalam keadaan rusak berat karena ulahkaum PKI/BTI yang saat itu berkuasa dan dengan sengaja inginmengacaukan situasi ekonomi rakyat yang menentangnya. Tugas pemerintah Orde Baru adalah menghentikan proses kemerosotanekonomi dan membina landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi kearahyang wajar. Dalam mengemban tugas utama tersebut, berbagaikebijaksanaantelah diambil sebagaimana tertuang dalam program jangka pendekberdasarkan Tap. MPRS No. XXII/MPRS/1966 yang diarahkan kepada pengendalian inflasidan usaha rehabilitasi sarana ekonomi, peningkatan kegiatan ekonomi, danpencukupan kebutuhan sandang. Program jangka pendek ini diambil denganpertimbangan apabila laju inflasi telah dapat terkendalikan dan suatu tingkat
 
stabilitas tercapai, barulah dapat diharapkan pulihnya kegiatan ekonomiyangwajar serta terbukanya kesempatan bagi peningkatan produksi. Denganusahakeras tercapai tingkat perekonomian yang stabil dalam waktu relatif singkat.Sejak 1 April 1969 pemerintah telah meletakkan landasan dimungkinkannyagerak tolak pembangunan dengan ditetapkannya Repelita I. Dengan makinpulihnya situasi ekonomi, pada tahun 1969 bangsa Indonesia mulaimelaksanakan pembangunan lima tahun yang pertama. Berbagai prasaranapenting direhabilitasi serta iklim usaha dan investasi dikembangkan.Pembangunan sektor pertanian diberi prioritas yang sangat tinggi karenamenjadikunci bagi pemenuhan kebutuhan pangan rakyat dan sumber kehidupansebagian besar masyarakat. Repelita I dapat dilaksanakan dan selesaidenganbaik, bahkan berbagai kegiatan pembangunan dipercepat sehingga dapatdiikuti
Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru
9oleh Repelita selanjutnya. Perhatian khusus pada sektor terbesar yangbermanfaatmenghidupi rakyat, yaitu sektor pertanian. Sektor pertanian harus dibangunlebih dahulu, sektor ini harus ditingkatkan produktivitasnya. Bertumpu padasektor pertanian yang makin tangguh itu kemudian barulah dibangunsektorsektorlain. Demikianlah pada tahap-tahap awal pembangunan, secara sadarbangsa Indonesia memberikan prioritas yang sangat tinggi pada bidangpertanian. Pembangunan yang dilaksanakan, yaitu membangun berbagaiprasarana pertanian, seperti irigasi dan perhubungan, cara-cara bertani, danteknologi pertanian yang diajarkan dan disebarluaskan kepada para petanimelaluikegiatan penyuluhan. Penyediaan sarana penunjang utama, seperti pupuk,diamankan dengan membangun pabrik-pabrik pupuk. Kebutuhanpembiayaanpara petani disediakan melalui kredit perbankan. Pemasaran hasil produksimereka, kita berikan kepastian melalui kebijakan harga dasar dan kebijakanstokberas.Strategi yang memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian danberkat ketekunan serta kerja keras bangsa Indonesia, khususnya para petani,produksi pangan dapat terus ditingkatkan. Akhirnya, pada tahun 1984bangsaIndonesia berhasil mencapai swasembada beras. Hal ini merupakan titik balikyang sangat penting sebab dalam tahun 1970-an, Indonesia merupakannegarapengimpor beras terbesar di dunia. Bersamaan dengan itu tercipta pulalapangankerja dan sumber mata pencaharian bagi para petani. Swasembada beras itusekaligus memperkuat ketahanan nasional di bidang ekonomi, khususnyapangan.Dengan ditetapkannya Repelita

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Endang Widowati liked this
Zsazsa Dhysha liked this
evanurlis liked this
Fitri Handayani liked this
Try Soetrisno liked this
Bagus Bali liked this
g.islami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->