Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
57Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Efek Obat Antituberkulosis dan penatalaksanaannya

Efek Obat Antituberkulosis dan penatalaksanaannya

Ratings: (0)|Views: 2,464 |Likes:
Published by prawithasari

More info:

Published by: prawithasari on Jul 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

EFEK OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA ANAK DAN
PENATALAKSANAANNYA
11.1 Epidemiologi

Sejak akhir tahun 1990-an, dilakukan deteksi terhadap beberapa penyakit yang kembali muncul dan menjadi masalah(re-emerging disease), terutama di Negara maju, salah satunya adalah TB. WHO memperkirakan bahwa sepertiga penduduk dunia (2 miliar orang), telah terinfeksi oleh M. tuberkulosis, dengan angka tertinggi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tuberkulosis, terutama TB paru, merupakan masalah yang timbul tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Tuberkulosis tetap merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Ada 3 hal yang mempengaruhi epidemiologi TB setelah tahun 1990, yaitu perubahan strategi pengendalian, infeksi HIV, dan pertumbuhan populasi yang cepat (Depkes, 2002).

11.2 Patofisiologi
Paru merupakanport d'entree lebih dari 98% kasus infeksi TB. Karena
ukurannya yang sangat kecil «5 urn), kuman TB dalam percik renik(droplet
nuclei)yang terhirup, dapat mencapai alveolus (Guyton, 1997). Masuknya kuman
TB ini akan segera diatasi oleh mekanisme imunologis nonspesifik.

Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus, dan terus berjalan sehinga sampai di

;Mega CPYawitliasari Lu6is_O.ft'11
1

alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di Paru, yang mengakibatkan peradangan di dalam paru, saluran linfe akan membawa kuma TB ke kelenjar linfe disekitar hilus paru, dan ini disebut sebagai kompleks primer. Waktu antara terjadinya infeksi sampai

pembentukan
kompleks
pnmer
adalah
4
&
6
mmggu.
Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin
dari
negative
menjadi
positif.

Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besamya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan

perkembangan
kuman TB. Meskipun

demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan. Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.

;Mega CPYawitliasari Lu6is_O.ft'11
2
11.3 Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya infeksi TB maupun timbulnya penyakit TB. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi factor risiko infeksi dan faktor risiko progresi infeksi menjadi penyakit (risiko penyakit).

11.3.1. Resiko Infeksi TB

Faktor risiko terjadinya infeksi TB antara lain adalah sebagai berikut: anak yang memiliki kontak dengan orang dewasa dengan TB aktif, daerah endemis, penggunaan obat-obatan intravena, kemiskinan, serta lingkungan yang tidak sehat (tempat penampungan atau panti perawatan) (Arsyad, 2002).

11.3.2 Resiko Penyakit TB

Orang yang telah terinfeksi kuman TB, tidak selalu akan mengalami sakit TB. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan progresi infeksi TB menjadi sakit TB. Faktor risiko yang pertama adalah usia <5 tahun mempunyai risiko lebih besar mengalami progresi infeksi menjadi sakit TB, mungkin karena imunitas selulemya belum berkembang sempuma (imatur). Namun, risiko sakit TB ini akan berkurang secara bertahap seiring pertambahan usia. Pada bayi <1 tahun yang terinfeksi TB, 43%-nya akan menjadi sakit TB, sedangkan pada anak usia 1-5 tahun, yang menjadi sakit hanya 24%, pada usia remaja 15%, dan pada dewasa 5-10%. Risiko tertinggi terjadinya progresivitas TB adalah pada dua tahun pertama setelah infeksi. Pada bayi, rentang waktu antara terjadinya infeksi dan timbulnya sakit TB sangat singkat dan biasanya timbul gejala yang akut.

Faktor risiko yang lain adalah konversi tes tuberkulin dalam 1-2 tahun terakhir, malnutrisi, keadaan imunokompromais (misalnya pada infeksi HIV, keganasan, transplantasi organ, pengobatan imunosupresi), diabetes melitus, gagal

;Mega CPYawitliasari Lu6is_O.ft'11 3

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
hanny_cahyadi liked this
Nurhayati Martam liked this
Ruth Angela liked this
Sukma Effendy liked this
Nancy Hestiyani liked this
Topo Susilo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->