Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
gangguan depresi

gangguan depresi

Ratings: (0)|Views: 1,207|Likes:
Published by badnan86

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: badnan86 on Jul 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

 
 LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA PADA KASUS OBESITAS YANGMENYEBABKAN DEPRESI
1.
 
Identitas
 Nama : Septiani. Jenis kelamin : PerempuanTempat tanggal lahir : Yogyakarta, 23 September 1994Usia : 16 tahunPekerjaan : Pelajar SMU
2
.
 
eluhan
Subjek memiliki berat badan yang berlebihan, sehingga subjek selalu dijadikan objek ejekanoleh teman-temannya. Subjek mengalami rasa putus asa yang besar.
3
.
 
L
atar belakang
A.
 
ObservasiBeberapa penyebab dari terjadinya kelebihan berat badan (obesitas) pada subjek yaitusedikitnya aktifitas yang dilakukannya di luar ruangan dan juga pola makan yang berlebihan. Setiap harinya subjek bisa menghabiskan 9 piring nasi dengan porsi yang banyak, yaitu 3 piring disaat sarapan, 3 piring makan siang, dan 3piring makan malam.Padahal di sekolah subjek juga sering jajan makanan ringan. Pulang sekolah biasanya dialangsung tidur hingga sore, bangunnya dari tidur biasanya subjek langsung makanmaknan kecil. Begitulah kegiatan subjek setiap harinya. Subjek memang terlihat tidak memiliki 1 orang pun teman dekat, baik itu disekolah maupun dirumah. Padahal Subjek orangnya supel dan ramah, terlihat pada saat diwawancarai.B.
 
Wawancara1.
 
Wawancara dengan ibu subjek Berdasarkan hasil wawancara terhadap ibunya, subjek sudah 2 minggu tidak masuk sekolah. Dengan berbagai alasan seperti sakit, belum mengerjakan tugas rumah, dan
 
teman-temannya yang jahat terhadap dirinya. Menurut ibunya, subjek memang baru 1 bulan pindah sekolah dari Kalimantan ke Jogja, karena mereka sekeluarga harusmengikuti ayahnya yang melanjutkan kuliah pascasarjana di Jogja.Melihat kondisi putrinya, ibu klien datang ke sekolah menanyakan perihal putrinyayang akhir-akhir ini tidak mau masuk sekolah dan lebih sering mengurung diri dikamar serta nafsu makannya berkurang. Menurut wali kelas subjek, di sekolah subjek memang suka menyendiri dan lebih banyak diam dibandingkan teman-temannya yanglain. Di kelas subjek susah sekali untuk fokus terhadap pelajaran yang diberikan olehguru-gurunya. Subjek lebih banyak tidur di kelas sehingga prestasinya sangatmenurun dibandingkan dari yang sebelumnya.Menurut teman-temannya, subjek sering di jadikan bahan ejekan oleh siswa-siswalain. Akibatnya subjek selalu merasa tersisih dan tersinggung.C.
 
Pola kepribadianTubuh yang kurus dipercaya sebagai tubuh ideal, sehingga kelebihan berat badan atauobesitas membuat pengidapnya merasa tak puas dan memiliki citra diri yang buruk, yangmeningkatkan berisiko depresi. Masalah psikologis yang paling umum didapatkan adalahcemas, gangguan makan. Depresi pada obesitas dapat muncul karena pertentangan batinantara keinginan untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal dan kenyataan yang ada.Depresi terjadi akibat gangguan citra tubuh (sering berupa distorsi bila melihat di depancermin, seseorang tidak melihat tubuhnya sebagaimana adanya dalam realitas).Bagi remaja putri yang mengalami obesitas, masalah yang sering kali muncul adalahkepercayaan diri yang rendah dan kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan remaja putra yang lebih mengutamakan prestasi daripada mengurus bentuk tubuh yang ideal(Dewi, 2004).
4
.
 
L
andasan Teori dan Dinamika psikologis
y
 
Landasan Teori1.
 
Pengertian DepresiBeck (dalam McDowell & Newel, 1996) mendefinisikan depresi sebagai keadaanabnormal organisme yang dimanifestasikan dengan tanda simptom- simptom seperti:
 
menurunya mood subjektif, rasa pesimis dan sikap nihilistik, kehilangan kespontanandan gejala vegetatif (seperti kehilangan berat badan dan gangguan tidur). Depresi jugamerupakan kompleks gangguan yang meliputi gangguan afeksi, kognisi, motivasi dankomponen perilaku.2.
 
Teori-teori DepresiAda beberapa teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan munculnya gangguandepresi, yaitu:a)
 
Teori BiologiTeori biologi ini mempunyai asumsi bahwa penyebab depresi terletak pada genatau malfungsi beberapa faktor fisiologik yang memungkinkan faktor tersebut(dalam Sarason dan Sarason,1989). b)
 
Pandangan psikodinamikaStudi psikologik tentang depresi dimulai oleh sighmund freud dan karl Abraham.Keduanya menggambarkan bahwa depresi merupakan reaksi kompleks terhadapkehilangan atau (loss). Freud dalam bukunya ³Mourning and Melancholia´menggambarkan bahwa rasa sedih yang normal dan depresi sebagai respon darikehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya (Davidson dan Neale, 1997).Pada orang yang mengalami depresi terjadi pengurangan harga diri secara luar  biasa dan mengalami kemiskinan ego pada skala yang besar (dalam Sarason danSarason,1989).c)
 
Pandangan Behavioral.Teori belajar berasumsi bahwa antara depresi dan penguat yang kurang (Lack of Reinforcment) saling berhubungan satu sama lain. Pandangan Behavioralmenjelaskan bahwa orang yang mengalami depresi kurang menerima penghargaan (rewards) atau dengan kata lain lebih mengalami hukuman(punishment) daripada orang yang tidak mengalami depresi (dalam Sarason danSarason,1989).d)
 
Pandangan humanistik ± eksistensial.Teori eksistensial memfokuskan kehilangan harga diri sebagai penyebab depresiutama. Kehilangan harga diri dapat nyata atau simbolik, misal kehilangankekuasaan, status sosial atau uang. Teori humanistik menekankan perbedaan self 

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
asepsis liked this
asepsis liked this
adahabibi liked this
Dahniar Anindya liked this
junmarujun liked this
Erica Fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->