Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengapresiasikan Sikap Keterbukaan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Mengapresiasikan Sikap Keterbukaan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Ratings: (0)|Views: 9,915|Likes:
Published by Bunda Nada ApriLia

More info:

Published by: Bunda Nada ApriLia on Jul 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
1. Pengertian Keterbukaan
Adanya keterbukaan tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi sulit bahkan tidak mungkin untuk menepis danmengendalikan setiap informasi yang masuk. Dengan demikian, era keterbukaan secara tidak langsung akan mengakibatkan mengecilnya ruang dan waktu. Negara dituntut untuk lebih aktif dalam rangka menyaring dan mengendalikan setiap informasi yang masuk.Keterbukaan adalah keadaan yang memungkinkan ketersediaan informasi yang dapat diberikandan didapat oleh masyarakat luas. Keterbukan merupakan kondisi yang memungkinkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara.Di samping itu, keterbukaan juga akan mengakibatkan batas-batas teritorial suatu negara menjadikabur. Kecanggihan teknologi dan informasi membuat batas-batas teritorial suatu negara menjaditidak berarti. Seseorang akan dengan mudah memberikan dan menerima informasi sesuai dengankeinginannya. Pada akhirnya keterbukaan akan mengakibatkan hilangnya diferensiasi(perbedaan) sosial.Akan tetapi, keterbukaan akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di suatu negara. Di lihatdari aspek sosial budaya, keterbukaan akan memberikan ruang gerak bagi masuknya budaya- budaya barat yang sama sekali berbeda dengan budaya masyarakat Indonesia. Dilihat dari aspek ideologi, keterbukaan akan memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya ideologi-ideologi dari luar yang tidak sesuai dengan kepribadian suatu bangsa Indonesia. Oleh sebab itu,munculnya era keterbukaan akan membawa dampak yang sangat buruk apabila kita tidak dapatmempersiapkan diri.
2. Pengertian Keadilan
 Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai denganhaknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakuai dan diperlakukan sesuai dengan harkatdan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakansuku, keurunan, dan agamanya. Hakikat keadilan dalam Pancasila, UUD 1945, dan GBHN, kataadil terdapat pada:1. Pancasila yaitu sila kedua dan kelima2. Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea II dan IV3. GBHN 1999-2004 tentang visiKeadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak beratsebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.
y
 
Pembagian keadilan menurut Aristoteles:
 1.
 
Keadilan Komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasayang dilakukannya.2.
 
Keadilan Distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yangtelah dibuatnya.3.
 
Keadialn Kodrat Alam adalah memberi sesuatusesuai dengan yang diberikan orang lainkepada kita.
 
4.
 
Keadilan Konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturang perundang-undangan yang telah diwajibkan.5.
 
Keadilan Menurut Teori Perbaikan adalah seseorang yang telah berusaha memulihkannama baik orang lain yang telah tercemar 
y
 
Pembagian keadilan menurut Plato:
 1.
 
Keadilan Moral, yaitu suatu perbuatan dapat dikatakan adila secara moral apabila telahmampu memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajibannya.2.
 
Keadilan Prosedural, yaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah diterapkan.
y
 
Th
omas Hobbes
menjelaskan suatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkandengan perjanjian yang disepakati.
y
 
N
otonegoro,
menambahkan keadilan legalitas atau keadilan hukum yaitu suatu keadandikatakan adil jika sesuai ketentuan hukum yang berlakuKeterbukaan dalam pengertian sikap dan perilaku yang dilakukan pemerintah dewasa inimerupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari. Sebagai contoh adalah keterbukaan arusinformasi di bidang hukum. Keterbukaan arus informasi di bidang hukum penting agar setiapwarga negara mendapatkan suatu jaminan keadilan.Sikap keterbukaan juga menuntut komitmen masyarakat dan mentalitas aparat dalammelaksanakan peraturan tersebut. Kesiapan infrastruktur fisik dan mental aparat sangatmenentukan jalannya ³jaminan keadilan´.Sesungguhnya keadilan bermula dari adanya pertentangan antara kepentingan individu dankepentingan kelompok. Pertentangan kepentingan akan menyebabkan pertikaian, bahkan peperangan antara sesama manusia. Oleh sebab itu, keberadaan keadilan adalah untuk mempertimbangkan pertentangan secara teliti melalui perangkat peraturan-peraturan (hukum)untuk mewujudkan suatu perdamaian. Dengan kata lain, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara masalah keadilan menjadi masalah penting dalam rangkamemperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.Dalam konteks berbangsa dan bernegara, keadilan merupakan hak mutlak bagi setiap warganegara. Pemerintah harus mampu menegakkan keadilan bagi setiap warga negaranya. Keadilantersebut harus menyangkut semua aspek kehidupan, baik keadilan hukum, politik, maupunkesejahteraan ekonomiDalam mewujudkan suatu pemerintahan atau kepemerintahan yang demokratis maka hal yang paling utama yang harus diwujudkan oleh pemerintah adalah transparansi (keterbukaan). Adapunindikasi dari suatu pemerintahan atau kepemerintahan yang transparan (terbuka) adalah apabiladi dalam penyelenggaraan pemerintahannya terdapat kebebasan aliran informasi dalam berbagai proses kelembagaan. Berbagai informasi harus disediakan secara memadai dan mudahdimengerti sehingga dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi. Kepemerintahan
 
yang tidak transparan, cepat atau lambat cenderung akan menuju ke pemerintahan yang korup,otoriter, atau diktator.Akibat penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan diantaranya:1.
 
kesenjangan antara rakyat dan pemerintah akibat krisis kepercayaan2.
 
menimbulkan prasangka yang tidak baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara3.
 
 pemerintah tidak berani bertanggungjawab kepada rakyat4.
 
tidak adanya partisipasi dan dukungan rakyat sehingga menghambat proses5.
 
 pembangunan nasional6.
 
hubungan kerjasama internasional yang kuarang harmonis7.
 
ketertinggalan dalam segala bidang.Untuk itu diperlukan suatu penyelenggaran pemerintahan yang baik dan terbuka.Penyelenggaraan negara yang baik dapat menciptakan pemerintahan yang baik (goodgovernance). Dan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, ada beberapa asas yang perludiperhatikan, yaitu:1.
 
Asas Kepastian Hukum2.
 
Asas Tertib Penyelenggaran Negara3.
 
Asas Kepentingan Umum4.
 
Asas Keterbukaan5.
 
Asas Proposionalitas6.
 
Asas profesionalitas7.
 
Asas AkuntabilitasPenyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia dilakukan oleh pemerintah atau penyelenggara negara. Penyelenggara negara menurut Undang-Undang RI No. 28 Tahun 1999tentang Pentelenggara Negara yang Bersih, dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislative, dan yudikatif, dan pejabat lainyang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1. Mengapresiasikan Sikap
T
erbuka dalam Ke
h
idupan Berbangsa dan Bernegara.
 Di dalam iklim demokrasi saat ini, sikap terbuka penting untuk dilaksanakan. Sikap terbuka iniakan mendukung proses demokratisasi di Indonesia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,sikap terbuka harus dilaksanakan oleh setiap warga negara, termasuk oleh pemerintah. Hal ini penting agar keterbukaan tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat tetapi lebih jauh lagiketerbukaan harus juga berjalan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap penyelenggaraan pemerintahan harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau oleh warga negara. Dengandilakukannya hal ini maka kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam penyelenggaraan negara dapat diperkecil.Sikap terbuka adalah sikap untuk bersdia memberitahukan dan sikap untuk bersedia menerima pengetahuan atau informasi dari pihak lain. Sikap terbuka ini dapat ditunjukkan dengan

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Priska Richardly liked this
Maya Suryani liked this
Hannie Raynie liked this
Widia Sari liked this
Ancha Nissan liked this
dhyanayu liked this
Honoman Semar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->