Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reformasi Proses Penyidikan Dlm Wujudkan Supremasi Hukum

Reformasi Proses Penyidikan Dlm Wujudkan Supremasi Hukum

Ratings: (0)|Views: 1,313 |Likes:
Published by shabeth

More info:

Published by: shabeth on Jul 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

 
REFORMASI PROSES PENYIDIKAN POLRIDALAM RANGKA MEWUJUDKAN SUPREMASI HUKUM
Oleh : Drs. TUKARNO
PENDAHULUAN1. Umum.
a. Perkembangan kehidupan masyarakat sangat mempengaruhiterhadap perkembangan kejahatan. Mengingat kejahatan itu merupakanbagian dari peradaban manusia dan kejahatan itu adalah produk darimasyarakat itu sendiri.b. Untuk mengungkapkan kejahatan-kejahatan tersebut memerlukanaparat penyidik yang memadai baik kuantitas maupun kualitasnya,disamping peralatan dan dana yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan penyidikan.c. Namun dalam kenyataan di lapangan, proses penyidikan POLRIyang dilakukan masih jauh dari harapan masyarakat. Banyakpenyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh oknum-oknum petugaspenyidik POLRI, baik dalam hal pelayanan yang masih banyak dijumpaiterjadinya kekerasan, tindakan dan ucapan yang kurang manusiawi maupuntindakan-tindakan yang merugikan masyarakat dengan meminta imbalanatas pelayanan yang telah atau akan dilakukan.Perbuatan demikian menimbulkan anti pati masyarakat terhadap POLRI danmenjauhkan hubungan POLRI dengan masyarakat.d. Sementara itu Undang-Undang No. 8 tahun 1981 tentang KitabUndang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) banyak aturan-aturan yangmenambah beban penyidik dengan kegiatan-kegiatan formal yangsebetulnya tidak mendasar bila dikaitkan dengan pembuktian material.e. Keadaan demikian memaksa penyidik untuk mengerahkan tenaga,pikiran, waktu dan biaya dalam menyelesaikan berkas perkara. Disisi lainpara penjahat mendapat peluang yang semakin leluasa karena terbatasnyakemampuan penyidik untuk mengejarnya, baik karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki dan waktu yang tersedia.Dengan ketat dan rumitnya prosedur penyidikan, baik yang diatur dalamKUHAP maupun buku petunjuk administrasi penyidikan serta Juklak/Juklapyang dibuat oleh POLRI dan Jaksa, menambah berat beban penyidik danmemperburuk kinerja penegakan hukum, khususnya penyidik POLRI.f. Taskap ini akan mengkaji berbagai permasalahan penting yangdihadapi dan dilakukan para penyidik, termasuk tata kerjanya denganPenuntut Umum. Dengan harapan dapat menjadikan pemecahan berbagaipermasalahan yang berkaitan dengan proses penyidikan yang sedangdihadapi saat ini maupun masa mendatang.
 
2
. Maksud dan Tujuan
a. Maksud dari penulisan ini adalah untuk memenuhi kewajibanpenyelesaian tugas akhir pendidikan pada Sekolah Staf dan AdministrasiTingkat Tinggi Polri (Sespati Polri) Dikreg II T.P 2001.b. Tujuan penulisan adalah untuk menggali sejauh mana hukum acarapidana dan Mindik serta Juklak/Juklap Penyidikan yang ada maupunperilaku menyimpang dari penyidik memberikan andil negatif kepada prosespenyidikan dalam rangka perwujudan supremasi hukum dan hak azasimanusia serta mencarikan jalan keluarnya. Selanjutnya hasil kajian inimerupakan masukan kepada Pemerintah, Polri dan DPR dalampenyempurnaan KUHAP dan pembenahan moral / perilaku penyidik Polri
3. Rumusan Masalah
 Melihat tujuan penulisan Taskap ini, ialah untuk mencari kelemahan /dalam proses penyidikan dan bagaimana mengatasinya, maka dapat dirumuskanpermasalahan penulisan sebagai berikut : ³
Terjadi penyimpangan dan pemborosan dalam proses penyidikan tindak pidana menurut Undang- Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(KUHAP), dan Petunjuk Teknis Kapolri tentang Penyidikan Tindak Pidanayang mengakibatkan rendahnya produktivitas penegakan hukum pidana dan perlindungan hak azasi manusia, sehingga KUHAP dan petunjuk proses penyidikan serta moral Penyidik perlu diperbaiki´.
 Berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah beberapa persoalan-persoalan sebagai berikut :a. Dimanakah letak kelemahan dalam proses penyidikan POLRI ?b. Bagaimanakah proses penyidikan yang efektif dan effisien?c. Bagaimana strategi dan implementasi Polri untuk mereformasiproses penyidikan ?.
4
. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan Taskap ini meliputi : Pelaksanaan tugaspenyidikan oleh Polri, yang meliputi penyelidikan dan penyidikan, penangkapan,penahanan, penggeledahan rumah, penyitaan, pemeriksaan tersangka dan saksiserta hubungan antara Penyidik dan Penuntut umum.
5. Metode Pendekatana. Pendekatan.
Taskap ini menggunakan pendekatan hukum dan manajemen, ialahdengan melihat kelemahan kaidah-kaidah hukum acara pidana danperaturan dibawahnya, petunjuk administrasi Juklak/Juklap prosespenyidikan, serta penyimpangan-penyimpangan oknum penyidik kemudiandikaitkan dengan kaidah-kaidah manajemen dalam menilai efisiensi hukumacara pidana dalam proses penyidikan tindak pidana di Indonesia.
b. Metode analisa.
Taskap ini menggunakan metode kualitatif, ialah dengan mengukur kualitas petugas penyidik dan hasil akhir dari pekerjaannya, kemudiandianalisa dan dicarikan alternatif pemecahannya.
 
6
. Tata urut
I. PENDAHULUANII. KERANGKA TEORIIII. IDENTIFIKASI KELEMAHAN PROSES PENYIDIKAN POLRIIV. PROSES PENYIDIKAN YANG EFEKTIF DAN EFFISIENV. PELUANG DAN KENDALAVI. STRATEGI DAN IMPLEMENTASI REFORMASI PROSESPENYIDIKAN POLRIVII. PENUTUP
LANDASAN TEORI7. U m u m
 Landasan pemikiran ini merupakan rangkaian teori-teori tentang tujuan danazas pembangunan hukum di Indonesia yang intinya adalah
tercapainya perlindungan hak azasi manusia dan harkat martabat manusia dalam proses peradilan pidana
 
serta sistem peradilan yang cepat, murah, sederhana, adil danterbuka
. Tujuan dan azas tersebut digunakan untuk mengukur sejauh manaproses penyidikan Polri telah dilaksanakan guna menemukan kelemahan-kelamahannya.Selanjutnya dengan pendekatan teori manajemen dirumuskan strategi agar upaya mereformasi proses penyidikan menuju ke arah yang efisien dapatdiwujudkan melalui perubahan perilaku penyidik dan rumusan KUHAP sertapetunjuk yang berkaitan dengan penyidikan.
8
. Latar belakang sejarah
Proses penyidikan di indoensia sebelum UU No. 8 /1961 (KUHAP)memedomani pada Reghment Indonesia yang dibaharui (R.I.B) atau yang dikenaldengan Het Herzine Irlandsch Reghment (HIR) berdasarkan UU No. 1 DRT tahun1951.Tugas pemeriksaan perkara pidana dibebankan kepada Kejaksaan RI disampingsebagai Penuntut umum. tugas tersebut meliputi pengumpulan keterangan-keterangan dan data-data serta mengolahnya untuk penuntutan perkara dimukapengadilan. Sedangkan Polri yang berpangkat AIPTU keatas, disamping sebagaipenyidik ditunjuk pula sebagai Jaksa Pembantu.Maka dalam praktek di lapangan, tugas pemeriksaan dan pengumpulan barangbukti diserahkan pada Polri (penyidikan) dan tugas pemeriksaan yuridis(penyidikan lanjutan dan penuntutan diserahkan kepada Kejaksaan RI.Namun dalam RIB belum memberikan jaminan dan perlindungan terhadaphak azasi manusia, khsusunya tentang bantuan hukum bagi tersangka.Untuk itu diadakan pembaharuan hukum dengan menyempurnakan Perundang-undangan ke arah modernisasi, tegaknya hukum dan perlindungan harkat sertamartabat manusia. Atas pertimbangan tersebut, maka azas-azas yang mengatur perlindunganterhadap hak azasi manusia dimasukan dalam materi Undang-Undang Hukum Acara Pidana No. 8 tahun 1981 (KUHAP).

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Pardin Malaka liked this
Hanif Izzata liked this
Hamdan Hamdani liked this
Anda Pdd liked this
ahanadjie liked this
wisanggenie liked this
batubatubara liked this
Hok Sing August liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->