4Di Thailand, selain
Clarias batracus
, dibudidayakan pula
Clarias macrocephalus
.
Diluar jenis tersebut, ada ratusan jenis ikan lele yang tersebar dari Afrika hingga Amerika
.
Nama Catfish menjadi nama dagang internasional untuk lele dan beberapa genus lain(Pangasius, macrones, Siluria dan sebagainya
)
(Suyanto, 2007
).
II.1.
2 Habitat Hidup LeleHabitat lele adalah perairan air tawar seperti sungai dengan arus tidak deras, kolam,danau atau rawa
.
Dengan organ pernafasan tambahan didepan insangnya, lele dapatmemperoleh oksigen langsung dari udara
.
Karena itulah lele mampu hidup di perairan yang beroksigen rendah
.
Lele tidak cocok dengan daerah tinggi (700 m dpl
)
dan tumbuh lambat pada suhu dibawah 20
0
C
.
I
kan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginyamaksimal 700 m dpl
.
Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah
5-1
0%
.
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur
.
Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, pecomberan, kolam pekarangan, kolamkebun, dan blumbang
.
Lokasi untuk pembuatan kolamhendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudahrontok
.
Selain itu sebaiknya lokasi pembuatan kolam berhubungan langsung atau dekatdengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya
.
I
kan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup, sekalipunkondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O
2
.
Perairan tidak boleh tercemar oleh bahankimia, limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yangdapat mematikan ikan
.
Selain itu, perairan tersebut hendaknya banyak mengandung zat
-
zatyang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami
.
Perairan tersebut bukan perairan yangrawan banjir
.
Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun
-
daunanhidup, seperti enceng gondok
.
I
kan lele dapat hidup pada suhu 20 derajat C, dengan suhu optimal antara 2
5-
28derajat C
.
Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 2
6-
30 derajatC dan untuk pemijahan 24
-
28 derajat C
.
Air kolam budidaya sebaiknya memenuhi kriteriafisika
-
kimia diantaranya, empunyai pH
6
,
5-9;
kesadahan (derajat butiran kasar
)
maksimal
1
00 ppm dan optimal
5
0 ppm
;
turbidity (kekeruhan
)
bukan lumpur antara 30
-6
0 cm
;
kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk yang dewasa sampai