Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
edisi 379

edisi 379

Ratings: (0)|Views: 1,033 |Likes:
Published by Hary Buana
Mingguan Medikom Edisi 379
Mingguan Medikom Edisi 379

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 379 Tahun VII 26 Juli s.d. 1 Agustus 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Ke Halaman 11Ke Halaman 11Ke Halaman 11
Pemilukada bertujuan untukmemilih kepala daerah yangnantinya dapat merealisasikankebijakan prorakyat. Namun yang terjadi saat ini, pemilukadadipandang hanya menguatkanekonomi politik oligarkis. Dengankata lain, hanya orang-orang yang punya uang banyak ataudekat dengan orang-orangberduit yang mungkin terpilih.Akibatnya, ‘aspirasi’ yangpaling pertama didengar olehpejabat hasil pemilukada adalahsuara para pemilik modal ataupenyandang dana kampanye.Sementara, kebijakan-kebijakan yang prorakyat akan sangat sulitdirealisasikan.
Biaya Pilkada Selangit,Hasilnya Jeblog
Hajat demokrasi lokal berupa pemilihan umumkepala daerah (pemilukada) kabupaten/kota danprovinsi kini menimbulkan paradoks. Sebab danayang dikeluarkan, baik dari kas daerah maupuncalon bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Namun,hasil dari pelaksanaan pemilukada tetap saja tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Pilkada tidak menjamin dan sulitmenghasilkan pemimpin yangberkualitas, karena sebagaimanapoin pertama, orang yangsebenarnya berkualitas, hanyakarena tidak memiliki ‘maharpolitik’ atau kendaraan politik, tidakbisa maju sebagai kandidat,bersaing dengan pasangan lain yangmemiliki akses dana besar.Maka pemilukada tidak sertamerta menghasilkan pemimpin yang betul-betul diinginkan olehrakyat, karena hingga saat inimasyarakat hanya ‘dipaksa’ untukmemilih paket pasangan yangsudah ada, yang sudah ditentukanoleh partai politik. Bahkanfenomena pencalonan artis punmuncul dalam pemilukada dibeberapa daerah.Kerisauan banyak pihak terkaitpelaksanaan pemilukada yangmenyedot biaya cukup besar tapidengan hasil yang jeblog ini menjadiisu panas akhir-akhir ini. Bahkanpresiden Susilo BambangYudhoyono merasa prihatinterhadap pelaksanaan pemilukadadi sejumlah daerah karena ongkosdemokrasi yang terlampau mahal.“Satu keprihatinan dankecemasan kalau politik dandemokrasi kita ini menjadi sesuatu yang amat mahal. Ini bukan jadirahasia lagi kalau orangmencemaskan pemilukada sajabiayanya sangat tinggi,” ujarPresiden SBY.Hal itu diungkapkan Presiden,saat menerima Pengurus PusatICMI di Kantor Presiden, Jakarta,beberapa waktu lalu.Hal itu terjadi, lanjut SBY, padapemilkada di segala tingkat mulaipemilihan bupati, wali kota dangubernur. Bila keadaan tersebutterus berkembang, menurutnyabukan hanya berimbas padamahalnya ongkos politik, tapi jugamenyimpang dari hakikatbagaimana rakyat memilihpemimpin dengan cara-cara yangsepatutnya.“Bagaimana rakyat pemilihpemimpinnya memilih siapa yangmewakilinya dengan cara-cara yang baik amanah dan bersihdan sebaginya. Ini menyangkutmoral politik, ini menyangkutbudaya politik dan menyangkutetika politik,” jelas SBY.SBY berharap kondisi sepertiitu tidak dilestarikan. Demokrasidan politik bisa berkembangnamun tetap amanah dantercegah dari perilaku yangmenyebabkan ongkos politik yangmahal.“Kita memiliki kewajibanmoral, untuk itu jangan sampaimasa depan kita berada dalam wilayah yang salah, jangansampai generasi mendatangmendapat warisan dari perilakupolitik dan demokrasi yangsebenarnya yang tidak kitainginkan,” kata SBY.Pernyataan presiden inidiamani oleh pengamat politik DrDede Mariana MA yang juga
Kekerasan Tak Dirumuskan,Dakwaan Mestinya Batal
Saatnya Harga kePuncak Gunung
SUMEDANG,
 Medik om
 –Bertepatandengan hari ulang tahun KejaksaanRepublik Indonesia yang ke-50,Kejaksaan Negeri Sumedang, JawaBarat, boleh jadi merasakansuasana kantor yang benar-benarrepresentatif. Gedung berlantai dua yang dibangun dengan anggaranmiliaran tersebut, kini boleh jadimerupakan salah satu gedungperkantoran termegah dilingkungan Pemkab Sumedang.Hanya sayang, di balik kemegahangedung yang dihuni para hambahukum tersebut sepertinyaterindikasi menyimpan aroma tidakmengenakkan. Banyak pihakmenuding, selama prosespembangunan gedung tersebutdiduga kuat sarat dengan praktikpersekongkolan yang kononmelibatkan orang dalam Kejaksaan.Kedengarannya memang sangatmemprihatinkan, namun apalacur, tudingan miring tersebutsepertinya bukan tanpa dasarapalagi kalau sekadar mengada-ada. Soalnya, pihak-pihak yangmelemparkan aroma kebobrokan
“Aroma Busuk” di Balik Megahnya Gedung Kejaksaan Sumedang
tersebut, muncul dari berbagaielemen masyarakat yang patutdiyakini kredibilitasnya. Sebut sajamisalnya, Lembaga SwadayaMasysrakat (LSM) GabunganMasyarakat Bawah Indonesia(GMBI), Gerakan Bersama PeduliRakyat Sumedang (GEBPRAKS) danLSM Pemantau Kinerja AparaturPemerintah (PENJARA).Berdasarkan informasi dan databerupa surat rilisan ketiga LSMtersebut yang diperoleh
Medikom
selama sepekan terakhir sepertinyasatu sama lain saling berkaitandalam substansi yang tidak jauhberbeda. Lihat saja, Surat LSMGMBI bernomor: 002/DPD/LSM-GMBI/SMD/II/10, tertanggal 2Februari 2010, yang ditujukanlangsung kepada Pejabat PembuatKomitmen (PPK) ProyekPembangunan Gedung KejaksaanNegeri Sumedang tahun anggaran20009. Dalam surat tersebut padaintinya mempertanyakan dugaanpenyimpangan penggunaanmaterial, khususnya material kayu yang tidak sesuai dengan spesifikasi.Hanya berselang satu minggu,surat yang dilayangkan LSM GMBItersebut langsung disikapi KepalaKejaksaan Negeri Sumedang,Bambang Riadi Lany, yang padaintinya berisi bantahan. Bahkandalam surat balasan KajariSumedang bernomor: 228/0.2.2.1/Cum/02/2010, tertanggal 8Februari 2010 tersebut ditegaskan,permintaan LSM GMBI untukmelakukan klarifikasi di lapangantidak memiliki dasar hukum dantidak lazim dilakukan. Anehmemang, sepertinya UU No 28 Tahun 1999 tentang PenyelenggaraNegara yang Bebas KKN dan PP No68/1999 tentang PeransertaMasyarakat dalam PenyelenggaraanNegara yang bebas KKN termasukUU No 14/2008 tentangKeterbukaan Informasi Publik diKejaksaan yang satu ini belumtersosialisasikan. Tidak ayal, surat balasan KajariSumedang tersebut kemudianmendapat reaksi keras dari LSMGEBPRAKS dan LSM PENJARASumedang, yang selanjutnyamelayangkan surat laporan/pengaduan kepada KejaksaanAgung c.q Jaksa Agung MudaBidang Pengawasan dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.Surat LSM PENJARA Sumedangbernomor: 026/LSMPJR/VII/2010,tertanggal, 12 Juli tersebut secarategas menyoroti dua poinpermasalahan, yaitu indikasipenyimpangan spek material kayupada kegiatan pembangunanKantor Kejaksaan NegeriSumedang tahun anggaran 2009silam.]]Sementara itu pada butir keduadiuraikan bahwa pada tahunanggaran 2010, dalampembangunan lanjutan KantorKejaksaan Sumedang, jugaterindikasi kuat penyimpangan yang bermuara padapersekongkolan antara pengusahadan pihak Kejaksaan. Adapunmodus persekongkolan tersebutdikemas dengan cara rekayasaproses pelaksanaan lelang yangpada akhirnya hanya sewaperusahaan sebesar 3 persen.Lebih jauh LSM PENJARASumedang di penghujung suratnyamenegaskan, agar semua pihak yang berwewenang khususnyaKejaksaan Agung RI, segeramenyikapinya sebelum gedung itudiresmikan. Sementara itu, KajariSumedang Bambang Riadi LanySH, menanggapi surat LSM tersebutkepada sejumlah wartawan usaiacara peringatan Hari BaktiAdhyaksa ke-50 pekan lalu hanyaberkomentar singkat, “Itu sudahbasi. Kalau masih ada LSM yangmenyurati masalah tersebut, itusudah basi.”
(Aidin Sinaga)BOGOR,
 Medik om
-PelaksanaanSensus Penduduk tahun 2010 telahberakhir 31 Mei lalu, namunmenyisakan cerita pahit yangmemilukan. Sebab, berakhirnyakerja keras para petugas sensussebagai petugas pencacah lapangan(PCL) khususnya di Kota Bogor,menyisakan ganjalan yang tidakmengenakkan, karena jerih payahpendataan para petugas pencacahtersebut diduga dijadikan sapiperahan para oknum Badan PusatStatistik (BPS) Kota Bogor.Dugaan itu mencuat, berkenaandengan adanya informasi beberapasumber kepada
Medikom
yangmengatakan bahwa di salah satukecamatan ada koordinatorlapangan (korlap) memintaRp100.000 kepada setiap petugaspencacah lapangan di beberapakelurahan di Kota Bogor.Alasannya, untuk uang lelah danperbaikan yang tidak jelas.Apalagi, adanya dugaanterjadinya pemotongan uangpengganti transport para PCL turutdiperjelas, oleh salah seorangkoordinator kecamatan di KotaBogor berinisial IA.Ketika dikonfirmasi
Medikom
,beberapa hari lalu, IA mengatakan,sebenarnya hal tersebut terjadibukan di daerah pengkondisiannyasaja, akan tetapi di beberapakecamatan lainnya yang ada di KotaBogor telah dilakukan hal yangsama. “Malah lebih parah lagi,”katanya.Dirinya juga menegaskan,sebenarnya bukan pungutan ataupotongan, akan tetapi hal tersebutdiberikan oleh petugas pencacah
BPS Kota BogorDiduga Sarat Pungli
kepada koordinator lapangansebagai ucapan terima kasih karenasudah dilibatkan, bahkan pihakkelurahan juga yang ikutmemberikan.“Pungutan itu juga terjadi dibeberapa Badan Pusat Statistikkecamatan lainnya, baik ituselatan, utara, barat, tengah, timurdan Tanah Sareal. Pemberiannya juga sifatnya bervariatif tidak meratadari Rp100.000 sampai Rp200.000bahkan sampai Rp500.000, yangdiberikan setiap petugas pencacahdi lapangan. Dan hal ini bukan olehsaya sendiri tapi semua kecamatan yang ada di Kota Bogor,” ungkapnya.IA juga menambahkan,pemberian itu bukan pungutanakan tetapi ucapan terima kasih yang diberikan secara pribadimaupun dikolektif melalui pihakkelurahan. Akan tetapi dirinya jugamenyadari bahwa kawan-kawan-nya yang menjadi koordinator dibeberapa kecamatan dalammengondisikan dana dari parapetugas PCL lebih besar memplotanggarannya, sehingga di luarangka biasa potongan honor mau-pun transport para petugas.Kepala Badan Pusat StatistikKota Bogor, ketika akandikonfirmasi terkait dana potongan yang dilakukan beberapa korlapkecamatan, belum bisa ditemui.Menurut pesan yang disampaikanvia sms kepada
Medikom
, bahwaKepala Kantor BPS sedang beradadi luar kota.“Kepala kantor belum pulang dariSurabaya. Kalau sudah pulangnanti disampaikan,” demikian isismsnya.
(Gan/Wan)SUBANG,
 Medik om
 –Nasabah Bank Jabar Banten di Subangmengeluhkan lembaga perbankanmilik pemda tersebut. Keluhan ituterkait dengan tabungan yang tidakbisa diambil oleh nasabah lantaranterikat perjanjian utang piutang.“Saya kecewa tehadap Bank Jabar yang tidak memberikan uangtabungan istri saya pada saat akandiambil. Padahal kami mengambiltabungan karena terdesakkebutuhan sekolah anak,” ucapSuhendar.Suhendar saat itu bersamaistrinya ke Bank Jabar Kalijati.Dijelaskannya, tabungan istrinya yang berada di Bank Jabar sebesarRp1.4 juta sementara uang yangdibutuhkan mencapai Rp950.000.Sementara itu Dina Kartika Sari,seorang pegawai Bank Jabar bagiananalis mikro saat dikonfirmasi dimeja kerjanya menjelaskan,tabungan dimaksud bukanlah uangtabungan, akan tetapi yangbersangkutan merupakan nasabahdari PNS yang telah menyepakatisurat pernyataan bahwa uangsimpanan wajib itu tidak dapatdiambil sebelum angsuran kreditnyadiliunasi.
Nasabah KeluhkanBank Jabar Banten
Uang tersebut dapat diambil,setelah nasabah dimaksudmengangsur kreditnya selamasetengah waktu kontrak. Apabilanasabah mengambil kredit delapantahun maka nasabah tersebut bisamengambil uang simpanan wajibnya setelah meng-angsurkreditnya selama empat tahunatau setengah dari waktu kontrakpinjaman kredit.“Bisa saja seorang nasabahmengambil uangnya sebelum lunasatau sebelum angsurannyamencapai setengah waktu kontrak,asalkan nasabah tersebutmempunyai alasan yang jelas, ataukondisi keluarganya sakit dengandisertai surat keterangan darirumah sakit tertentu,” ucap Dina.Saat Dina ditanya jumlahnasabah dari golongan PNSpihaknya tidak dapat memberikandata dimaksud sebelum ada izin dariatasannya. Sementara saat maudikonfirmasi, atasannya sedangtidak ada di kantor. Menurut Dina,atasannya sedang menghadirikegiatan di Pemkab Subang.“Saya tidak bisa memberikan
Ke Halaman 11
MAJALENGKA,
 Medik om
 –Target kenaikan produksi padi diKabupaten Majalengka pada tahun 2010 turun mencapai 3% daritarget kenaikan sebesar 5%. Penyebabnya, terjadinya anomali iklim yang berdampak pada pertumbuhan hama, kelembagaanpengendalian belum terampil serta dukungan prasaranapengendalian terbatas.Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Ditankan) KabupatenMajalengka Idi Tjahidi mengatakan, hasil evaluasi musim panenpada Musim Tanam pertama dan kedua maka kenaikan produksipadi hanya mencapai 1,06%. “Target kenaikan produksi padi yangingin dicapai sebesar 5%, namun setelah dilakukan evaluasi padamusim tanam kedua maka kenaikan produksi padi hanya sebesar1,06%,” ungkap Idi.Penurunan kenaikan produksi padi di antaranya karenaanomali iklim, terutama air hujan. Menurut dia, air dibutuhkanoleh tanaman padi namun tidak terus menerus. Selama musimtanam kedua ini, hujan terus menerus turun sehinggamemunculkan organisme pengganggu tanaman (OPT), kemudiankelembagaan petani untuk pengendalian OPT belum terampil sertadukungan prasarana pengendaliannya terbatas.“Anomali iklim ini berpengaruh pada pertumbuhan OPT. Jikamusim hujan terus terjadi maka OPT akan sulit ditangani karena
Target KenaikanProduksi PadiMenurun
INDRAMAYU,
 Medik om
 –Dampak darimenggilanya serangan hama werengbatang coklat (WBC) yang dalamsebulan terakhir terjadi di sejumlahkecamatan dalam KabupatenIndramayu, menjadikan para petani di wilayah tersebut waswas. Akibatnyatidak sedikit dari mereka yang terpaksamelakukan panen lebih awal. Seperti yang terjadi di sebagian wilayahKecamatan Gabus Wetan, Terisi,Cikedung dan Lelea.Wastara (40), petani asal BlokLimbangan, Desa Pengauban,Kecamatan Lelea, mengaku terpaksamemanen tanaman padinya lebih awalkarena khawatir akan bertambahrusak. Padahal menurutnya usia tanaman padinya tersebut, barulayak dipanen antara dua minggu ke depan. “Namun melihatkondisi serangan hama yang semakin menggila, maka sayamemutuskan lebih baik memanen lebih awal daripada dibiarkan,sementara hasilnya belum tentu ada,” jelas Wastara saat ditemui
Medikom
di areal persawahan miliknya di Jalan Tempel Leleapekan kemarin.
Serangan WerengCoklat Merebak 
Petani Panen Lebih Awal
Abdul Muin SPCIAMIS,
 Medik om -
Melayani kebutuhan masyarakat banyak,pemerintah tampaknya telah banyak mengucurkan anggaran.Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunyamelakukan perbaikan sarana irigasi. Dan tampaknya hal ini sangatdibutuhkan masyarakat, khususnya para petani tani, gunamengairi areal persawahannya.“Namun akan sangat disayangkan apabila dalam pelaksanaanprogram maupun proyeknya terkesan asal-asalan dalampengerjaannya. Maka hal ini akan banyak merugikan banyakkalangan. Hal tersebut sepertinya bisa dilihat saat pembuatanpasangan miring pada saluran irigasi itu diduga kuat adapengurangan volume pada saat pengerjaannya,” kata Aef Saefudin,tokoh masyarakat Ciamis, kepada wartawan, Rabu (21/7).Menurutnya, berdasarkan temuan di lapangan, pada saatpengerjaan pembuatan saluran irigasi Rawa Onom, tepatnya diDesa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, letakpekerjaannya ada beberapa titik lokasi disepanjang saluran itu.“Akan tetapi, ada kejanggalan pada saat pengerjaan. Di antaranyaproses campuran aduk, ada yang tidak menggunakan mesinmolen. Juga pasangan terlihat secara kasat mata tipis. Maka halitu diduga tidak sesuai dengan bestek, Hal tersebut terjadi jelasakan mengurangi volume pekerjaan, yang akan merugikan
Proyek SaluranIrigasi Rawa OnomDiduga Bermasalah
Ke Halaman 11
 
Sisi Lain
Edisi 379 Tahun VII 26 Juli s.d. 1 Agustus 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
 Medik om
 – Untuk membantu pe-merintah menyediakanperumahan bagi ma-syarakat khususnyauntuk rumah sederha-na sehat (RSH), PerumPerumnas tidak terasasudah berkarya selama36 tahun. Dalammomen peringatan Hari Jadi Perumnas ke-36tersebut, PerumPerumnas Regional IV yang meliputi wilayahkerja di Jawa Barat dan Bantenoptimistis mencapai targetpembangunan rumah sebanyak1.350 unit pada tahun 2010.General Manager Perum PerumnasRegional IV Ir Hardy melalui ManagerMarketing Setiawati SE didampingiAsisten Manajer Penjualan Sakyokepada
Medikom
baru-baru inimenyampaikan, dari 1.300 unitrumah ini, paling banyak dibangundi Karawang sebanyak 500 unit,kemudian Cirebon 270 unit, Cilegon
Perumnas Regional IV Optimistis TargetPembangunan 1.300 Unit Rumah Tercapai
250 unit, dan sisanyadibangun di Tasikmalaya,Bandung, danSukabumi. Khususuntuk daerahKarawang dan Cilegon,sebagian besar rumah yang dibangun Tipe 36,sedangkan untuk wilayah lainukurannya lebih kecil.Hal ini disesuaikandengan daya belimasyarakat setempat.Setiawati juga menambahkan,Perum Perumnas Regional IV gencarmelakukan pemasaran rumahtersebut melalui kantor cabang yangada di Karawang, Cilegon, Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, danSukabumi. “Perumnas juga optimispenjualan rumah tersebut akanmaksimal,” ujarnya.Untuk memenuhi permintaanperumahan bagi masyarakat,Perumnas Regional IV juga terusmelakukan pengadaan tanah karenatanah Perumnas yang ada luasnyasemakin sedikit. Dalam pengadaantanah ini lanjut Setiawati, Perumnasmengalami kendala karena hargatanah yang terus semakin mahal.Sementara tanah Perumnasdiutamakan untuk pembangunanrumah sederhana sehat yangkonsumennya kebanyakanmasyarakat ekonomi kelas menengahke bawah. Jadi denganmeningkatnya harga tanah, makaharga rumah juga semakinmeningkat.Meningkatnya jumlah pendudukdi perkotaan mengakibatkankebutuhan perumahan jugameningkat. Peran pengembangperumahan sangat penting dalammenyediakan perumahan ini. Salahsatu perintis pembangunanperumahan ini adalah PerumPerumahan yang statusnya BadanUsaha Milik Negara.Untuk memenuhi kebutuhanperumahan tadi, Perum PerumnasRegional IV Jabar dan Banten padatahun 2010 ini akan membangundua apartemen dan 1.350 unitrumah. Saat ini Perumnas sedangmenyelesaikan perizinanpembangunan apartemen di wilayahAntapani, Kota Bandung. SuratPersetujuan Wali Kota Bandungtentang Pemanfaatan Ruang sudahkeluar pada Maret 2010 lalu. Terkait dengan pemasaran,Setiawati menambahkan,pemasaran perumahan ini sudahmulai dilakukan sejak prosespembangunan perumahan dimulai.“Khusus untuk rumah tipe 27 dan30, ada subsidi bunga kepadapembeli. Sedangkan untuk tipe 36sampai 70 harga komersil,” ujarnya.Lanjut Setiawati, harga rumah yang ditawarkan Perumnas saat ini,tipe 27 Rp49 juta, tipe 30 Rp55 juta,tipe 36 antara Rp90-120 juta, tipe 46antara Rp160-200 juta, tipe 63 di atasRp200 juta, tipe 73 di atas Rp250 juta.Variasi harga rumah tersebutdisesuaikan dengan lokasi rumah yang strategis. Semakin strategisposisinya, harga rumahnya jugasemakin tinggi.
(IthinK)Setiawati SEBANDUNG,
 Medik om
-Mulai Minggu(25/7) hingga Selasa (27/7), KotaBandung akan menjadi tuan rumahpenyelenggaraan Rapat KerjaNasional (Rakernas) AsosiasiPemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) dan Indonesia City Expo (ICE)2010. Hingga pekan kemarin, dari 97kota anggota Apeksi, sudah 70 WaliKota yang menyatakan diri akanhadir dalam rakernas tersebut.Wali Kota Bandung H Dada Rosadamenyatakan, dalam rekernas tersebutsalah satu hal yang paling menjadisorotan dan akan dibahas yaitumasalah pajak Biaya Pajak NomorKendaraan Bermotor (BPNKB).Selama ini 70 persen pendapatan daripajak tersebut diberikan kepadapemerintah provinsi sementarapemerintah kota hanya kebagian jatah 30 persen.“Sebenarnya banyak masalah yangakan diangkat dalam rakernas nanti,
Bandung Tuan Rumah Rakernas Apeksi
dan umumnya masalah yang diha-dapi masing-masing kota. Namunsalah satu hal yang juga akan kitabahas yaitu masalah BPNKB,” kataDada ketika ditemui wartawan usaikegiatan uji petik emisi di GedungKantor Wilayah Keuangan I Jabar, Jln Asia Afrika, Jumat (23/7).Dijelaskan Dada, besaran 30 persen yang diberikan kepada pemerintahkota memang harus diubah. BahkanDada berharap dan bersama kepaladaerah lainnya akan berupaya agarporsi pembagian menjadi terbalik,pemerintah kota 70 persen danprovinsi 30 persen. Selama ini, upaya-upaya ke arah itu pun sudah pernahdan sering dilakukan. Hanya saja,selama ini upaya tersebut belumberhasil.Yang menjadi kendala, tambahDada, pemerintah provinsi punmemiliki kepentingan lainnyasehingga tidak bisa begitu sajamelepaskan atau memberikan porsibesar kepada pemerintah kota.Provinsi, dikatakan Dada, harusmengurus banyak daerah. “Bukanhanya daerah yang memberikankontribusi, tapi mereka (provinsi, red) juga harus memberikan bagiankepada daerah miskin yang selamaini tidak ada kendaraannya. Tapi kita(pemerintah kota) yang memberikontribusi besar, tentunya ingin adaperbedaan,” paparnya.Perbedaan itu, ujar Dada,mengingat besarnya fungsi danbeban dari pemerintah kota yangselama ini memberikan kontribusi.Ia mengambil contoh Kota Bandung.Fungsi dan beban Kota Bandungcukup besar, mengingat tingginya jumlah kendaraan yang masuk keKota Bandung. “Akibatnya jalanbanyak yang rusak. Tapi kalaumisalkan kita dapat 70 persen,lumayan untuk menambah biayaperbaikan jalan yang tadinya hanya30 persen. Kalau sekarang kita punyaRp200 miliar, artinya akan adatambahan lagi lebih dari Rp200 miliardan itu bagus,” ungkapnya.Kegiatan rakernas sendiri akandilaksanakan di Hotel SavoyHomann. Selain itu akan digelar jugakegiatan ICE di Gasibu dengan target77 peserta (26-30 Juli), City Tourdengan peserta pameran (27 Juli),Bisnis Trip atau berbagi informasikepada kota kota lain di duniainternasional direncanakan keShanghai World Expo (28-31 Juli),Ladies Program melibatkan istri para wali kota (26-27 Juli). “Kota Bandungselaku tuan rumah berharap, tidaksaja sukses penyelenggaraan tapi jugasukses mendapatkan dampaknyasecara sosial ekonomi. Menyuburkaniklim berusaha dan merangsangkreativitas serta inovasi pelakuusaha,” ungkap Dada.
(Dudi)CIAMIS,
 Medik om -
Pemasangan pipa berdiameter 6 inci di sepanjang 2 kmdi Desa Panyingkiran sampai perbatasan Desa Imbanagara, sampai saatini masih dilakukan. Untuk sementara PDAM Tirta Galuh (KabupatenCiamis) melakukan buka-tutup terhadap pelanggan PDAM yang beradadi Desa Panyingkiran.PDAM melakukan pergantian pipa ke wilayah tersebut, yakni dariawalnya berdiameter 2 inci menjadi 6 inci, untuk mencegah kebocoran.Hal tersebut mengingat dikhawatirkan dengan daya pompa instalasi baru,pipa diameter 2 inci bisa pecah.Sebagaimana dikatakan Koordinator Pelaksana dari PDAM TIrta GaluhCiamis Edi, penggantian pipa baru dengan diameter enam inci inidiharapkan nantinya bisa menciptakan pelayanan yang lebih maksimal.“Selama ini pasokan PDAM, terutama ke Desa Panyingkiran, debit airnyamasih kategori sangatlah kecil. Sementara kalau debit airnya ingindinaikkan, mestinya pipa harus diperbesar, agar tidak pecah. Karenadengan menggunakan pipa yang kecil itu, pipa-pipa tersebut akan bisamudah pecah, mengingat daya tampung air semakin besar pula dannantinya menimbulkan masalah dalam pelayanan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/7).Dengan begitu, lanjut Edi, diharapkan dengan pemasangan pipa barudengan panjang 2 km itu pasokan air PDAM ke Desa Imbanagara bisamaksimal. “Bahkan rencananya di samping pipa-pipa baru itu akanmemasok keperluan air PDAM di Desa Panyingkiran. Seiring denganbanyaknya debit air yang dihasilkan, bisa juga masuk desa-desa lainnya,di antaranya Pawindan dan Linggasari,” jelasnya.Adapun aksi buka tutup, lanjut Edi, tidak akan berlangsung lama.Berdasarkan target, pemasangan pipa tersebut akan selesai akhir Juli2010. “Saya yakin akhir Juli pemasangan pipa-pipa ini akan selesai dandari saat ini pasokan PDAM ke warga perkotaan Ciamis akan stabilkembali,” tandasnya. (
Herz
)
PDAM Tirta Galuh PasangPipa Lebih Besar
SUKABUMI,
 Medik om
 – 
Wakil Wali Kota Sukabumi H Mulyono mengakupuas atas pelayanan yang telah diberikan oleh PT Asuransi Kesehatan(Askes) Cabang Sukabumi terhadap seluruh PNS dan juga masyarakatKota Sukabumi. Bahkan pihak Askes menerapkan sistem jemput boladengan tujuan melayani masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh WakilWali Kota Sukabumi H Mulyono usai membuka kegiatan senam sehatbersama Askes, sekaligus memperingati HUT PT Askes (Persero) ke-42 yang jatuh tanggal 15 Juli 2010 lalu.Acara senam yang diikuti segenap unsur muspida, PNS dan masyarakatKota Sukabumi yang terdaftar sebagai peserta Askes dilaksanakan diLapang Merdeka Kota Sukabumi Sabtu (24/7).Dikatakan Mulyono, dari tahun ke tahun, pelayanan yang diberikanoleh PT Askes menunjukkan grafik yang meningkat, artinya cukup positif.Salah satunya dengan diterapkannya program dokter keluarga, sebagaisalah satu bentuk kepedulian terhadap pelayanan kesehatan bagimasyarakat.“Masyarakat yang ingin berobat ke puskesmas sore hari bisa terlayani.Dan tentunya agar program dokter keluarga bisa berjalan denganmaksimal, harus terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.Plh Kasi Hubungan Kehumasan dan Eksternal PT Askes Drg IrfanQadarusman menjelaskan, memperingati HUT PT Askes (Persero) ke-42pihaknya melaksanakan kegiatan senam sehat dan pemeriksaankesehatan gratis serta pembagian door prize.Irvan menambahkan, jumlah peserta PT Askes di Kota Sukabumi yangterdaftar untuk PNS, veteran, TNI/Polri dan lainnya sekitar 14.000 orang.Sedangkan jumlah klaim asuransi kesehatan yang dibayarkan setiapbulannya termasuk pengobatan mencapai Rp1 miliar.
(Arya/Ne)
PT Askes Cabang SukabumiTerapkan Dokter Keluarga
BANDUNG,
 Medik om
-
Kebijakanpromosi atau pemasaran produk wisata menjadi penentu tingginyaangka kunjungan wisatawan kedaerah tujuan atau destinasi wisata. Oleh karena itu dalamkebijakan strategisnya sangatditentukan produk yangditawarkan yang unik, unggulansesuai dengan kebutuhan dandaya tarik yang diharapkan wisatawan atau turis.Sehingga, tutur Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan MM, baru-baruini, kepada pers, Pemprov melaluiDisparbud Jabar mengandalkanpendekatan perpaduan antarastrategi yang ditetapkan, targetatau ukuran yang hendak dicapaidalam kurun waktu tertentu dandaya saing yang bisa diberikanuntuk meningkatkankenyamanan. “Disparbud Jabardalam kegiatan 2010–2011mengandalkan kebijakanpariwisata dan budaya yangberbasis pada metode
strategic
,
targeting
,
positioning
dengantujuan, supaya angka kunjungan wisatawan baik mancanegara(wisman) dan nusantara (wisnus)meningkat,” tegasnya.Metode yang ditetapkan,tambahnya, mengharmonisasitarget yang hendak dicapai denganpertimbangan posisi dan dayatawar yang dimiliki tepatmempengaruhi daya tarik wisatawan untuk berkunjung keseluruh objek-objek atau yangmenjadi daerah kunjungan wisatawan.Sementara itu keunggulanproduk wisata yang unik yangdimiliki juga mesti disertai denganpelestarian budaya dan kekayaansejarah tradisi para leluhur yangharus dipertahankan. Oleh karenaitu pengayaan, perlindungan danpelestariannya sebagai jati dirimesti terus dilakukan secaraberkesinambungan sejalan denganmisi pengembangan produk wisata.Sebagai fasilitator Dirparbudberharap penyedia dana dari APBD Jabar 2009–2010 dimaksudkanuntuk merangsang peran dantanggung jawab seluruh
stakeholders
kepariwisataan.Bantuan tunai untuk
Produk WisataUnik PikatWisatawan
meningkatkan sarana-prasaranadan merangsang tanggung jawabmasyarakat sebagai sebuah jati diridalam merespons segalaperkembangan budaya yang terjadisekaligus mendayagunakan segalasarana–prasarana yang dibutuhkan.Penyempurnaan secara fisik dalambentuk sarana dan prasarana yangdibutuhkan, seperti pengucuran danasecara langsung, terus menjadianggaran prioritas seperti yangdianggarkan dalam APBD Jabar 2010sekaligus evaluasi secarakomprehensif untuk menggerakkandan meningkatkan kesejahteraanrakyat urainya melalui produk wisata yang unik dan unggulan. Tanggung jawab dan peran sertamasyarakat, tambahnya, untukmemberikan kontribusipengembangan dan revitalisasibenda cagar budaya (BCB) secarasinergis harus terus diupayakan,supaya sejalan dengan kebutuhanmasyarakat. Sebab perkembanganteknologi informasi (IT) saat inisearah dengan perhatian terhadapperan BCB sebagai media informasi yang mendapat apresiasi darimasyarakat luas. “Sinergisitas antarapemerintah dengan masyarakatsangat mendukung peningkatanstandarisasi produk wisata, saranadan prasarana sekaligus pelayananaangka kunjungan ke museum,”ujarnya. (
Zaz
)
Ir H Herdiwan MMBANDUNG,
 Medik om
 –Ketua TimPenggerak PKK Kota Bandung HjNani Dada Rosada mendapatpenghargaan Satya Lancana WiraKarya dari Presiden RepublikIndonesia (RI) sebagai pengelolaterbaik I Tingkat NasionalKesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan 2010. Penghargaandiserahkan oleh Wakil Presiden RI,Boediono pada acara puncakperingatan Hari Keluarga Nasionalke-17 dan Bulan Bhakti GotongRoyong Masyarakat ke-7 tahun2010, di lapangan Jabal Nur Palu,Sulawesi Tengah, pekan lalu.Hadir dalam acara tersebut,Menteri Dalam Negeri GamawanFawzi, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie, Menteri PemberdayaanPerempuan dan PerlindunganAnak Linda Agum Gumelar.Sebelumnya pada tahun 2007 TimPenggerak PKK Kota Bandungmendapat pengharagaan yangsama.Ketua PKK Kota Bandung Nanimengucapkan syukuralhamdulillah dan terima kasihkepada warga Kota Bandung atasdukungannya, sehinggapenghargaan tersebut dapat diraih.“Saya mengucapkan syukur, dantak lupa saya juga mengucapkanterima kasih kepada warga KotaBandung atas dukungannya danperan sertanya dalam program KBini, sehingga penghargaan ini dapatdiraih,” ujarnya.Nani juga berharap dengandiraihnya penghargaan tersebut,program KB di Kota Bandung dapatlebih meningkat lagi, begitu pundengan kesejahteraan keluargadapat terwujud dan meningkat.“Untuk mewujudkan hal tersebutPKK Kota Bandung jugamengadakan beberapa kegiatanseperti melaksanakan pelatihankeluarga mengenai sosialisasigender dan pola asuh anak danmenyelenggarakan pelatihan binakeluarga balita,” ucapnya.Kepala Badan PemberdayaanPerempuan dan KeluargaBerencana (BPPKB) Kota BandungIr Dra Wiwiek Indrayati MPd,
Nani Mendapat PenghargaanSatya Lancana Wira Karya
menuturkan perkembangan tingkatpartisipasi masyarakat dalamkeikutsertaan dalam ber-KB cukuptinggi sekitar 81%. “Dari jumlahtersebut 73%-nya merupakan pesertaKB Mandiri,” ujar Wiwiek.Lebih lanjut dikatakannya, rata-rata usia perkawinan pertama wanitadi Kota Bandung di atas usia 20tahun. Hal ini berdampak padapengendalian kelahiran. “Dengankondisi seperti ini, rata-ratakemampuan ibu melahirkan anaksemasa kurun reproduksinya sebesar1,7%,” paparnya.Program pengembangan KB diKota Bandung, menurut Wiwiek,lebih pada pendekatan pemberdayaandan ketahanan keluarga sepertipemberdayaan ekonomi keluargamelalui kelompok-kelompok UsahaPeningkatan Pendapatan KeluargaSejahtera (UP2KS). Sedangkan untukketahanan keluarga menurutnyadilakukan melalui bina-binakeluarga, bina keluarga balita, binakeluarga remaja, bina keluarga lansiadan bina lingkungan keluarga. “Disamping program tersebut, kita jugatidak lupa memperhatikan mengenaiprogram kesehatan reproduksiremaja,” pungkasnya.
(Dudi)Hj Nani Dada RosadaBOGOR,
 Medikom
-Ada pemandanganmenarik, bila anda menyambangiBalaikota Bogor , Jumat lalu (23/7).Ratusan laptop berjajar bak display yang biasa dipajang pada pamerankomputer. Tapi sekali lagi, jajaranlaptop ini ada di Balaikota Bogor,bukan di Glodok atau pun di HarcoMangga Dua, Jakarta.Ratusan laptop tersebut berjejerrapi di Ruang Rapat I, baik di dalammaupun di luar ruangan. Laptoptersebut digunakan oleh para pesertakompetisi e-dukasi Teknologi Inovasi.Kompetisi ini digelar untuk pertamakalinya sehubungan denganperingatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor.Berbeda dengan peringatan HariAnak Nasional yang digelarsebelumnya di Kota Bogor,Komunitas TI di Kota Bogor, bersamadengan Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika KotaBogor, sepakat menggelar kompetisidan workshop yang diikuti oleh anak-anak dari beragam usia. Kompetisi yang digelar, mulai dari e-Du Typing,e-Du Story, e-Du Kuiz hingga e-DUreporter diikuti oleh anak-anaksekolah beragam tingkat, dari tingkatsekolah dasar(SD) hingga sekolahmenengah atas (SMA).Kompetisi e-DU Typing diikutisekitar 86 peserta dari beragam siswakelas 1 dan 2 SD. Kompetisi inimencari siapa peserta yang tercepatmengetik huruf dan menemukanhuruf yang tampil di layar monitorpada keyboard. Kecepatan mengetikakan dihitung dalam Word Per Minute(WPM). Sedangkan e-DU Story, akandiikuti oleh peserta dari kelas 3 dan 4SD. Kompetisi ini akanmengkalkulasi siapa peserta yangmengetik kalimat paling cepat, tepat,rapi dan menarik, baik dalamtampilan seperti border maupun font.Penilaian juga akan diberikan untukpenentuan judul yang menarik dansesuai dengan tema yang diberikan.Sedangkan e-DU story dan e-DUreporter digelar Sabtu (24/7).Kompetisi Bogor e-dukasi diharapkanseluruh lapisan masyarakat Bogor,khususnya anak-anak, mampumenjadikan Teknologi Informasisebagai alat bantu dalam menunjangaktivitas pendidikan, kerja, usahamaupun di dalam pemerintahan.Hal ini sesuai dengan kesepakatanbeberapa komunitas di tahun 1999 yang lalu, untuk membangun Bogor
Di Bogor, Ratusan Anak IkutiKompetisi Teknologi Informasi
Cyber City .“Kompetisi yang digelardalam Ajang KreativitasSeluruh Elemen Sekolah(AKSES) ini bertujuanmenggerakkan seluruhelemen masyarakat untukmau terus belajar danmelek teknologi informasi,”ujar Ketua Panitia MichaelSugiardi saat memberikansambutan.Walikota Bogor DianiBudiarto dalam sambutan yang dibacakan oleh KepalaDinas Perhubungan,Komunikasi danInformatika Kota Bogor DrsH Achmad Syarief MSimenyambut baik gagasanpanitia untukmenyelenggarakan workshop dan kompetisiteknologi informasi.“Karena kegiatan ini sayapandang sebagai ajangedukasi bagi wargamasyarakat untuk lebihmenguasai penggunaan teknologiinformasi serta untukmengeksplorasi seluruh potensi yangada di dalam teknologi informasi,”urai Diani.Diani mengatakan bahwateknologi informasi sudah amat cepatperkembangannya. Bukan hanyapenggunaannya yang sudah meluas,tetapi juga sudah semakin akrab.Anak-anak dari tingkat SD hinggaSMA sudah terbiasa denganpenggunaan internet.“Dengan kata lain, saat initeknologi informasi sebetulnya sudahmenjadi bagian dari kehidupanmasyarakat. Tinggal bagaimanapemanfaatan teknologi informasitersebut diarahkan untukmendukung kegiatan-kegiatan yanglebih produktif dan tidak terhentihanya dengan memanfaatkaninternet untuk kegiatan bersifatkonsumtif,” imbau Diani.Diani juga berharap agarperkembangan teknologi informasidapat dimanfaatkan untukmeningkatkan pelayanan, termasukpeningkatan penyelenggaraanpendidikan. Namun Diani jugameminta agar masyarakat penggunateknologi informasi juga tidakmenganaktirikan produk-produkdalam negeri. Baik perangkat kerasmaupun lunak.“Sebab saat ini produk dalamnegeri untuk perangkat kerasmaupun lunak yang digunakandalam teknologi informasi sudahsemakin bersaing kualitasnya,” yakinnya.Kegiatan AKSES sudahdiselenggarakan pada bulan Juni2010, dalam rangka Hari Jadi KotaBogor ke-582. Kegiatan yang digelarberupa seminar, workshop dankompetisi, diikuti oleh total 611peserta, dengan hasil 63 finalis darikategori kompetisi, mulai tingkat SDsampai SMP SMA dan sederajat.AKSES bulan Juli 2010 ini akanmenjaring puluhan finalis yang akanbersama finalis Akses bulan Junimemperebutkan hadiah-hadiahpersembahan dari AMD Indonesia.Finalis AKSES bulan Juni dan Juliakan mengikuti final AKSES padatanggal 7 Agustus 2010 yang akandiselenggarakan di GedungKonservasi Ruang Audio VisualKebun Raya Bogor. Kompetisi AKSESbulan Agustus 2010 adalah merakitkomputer untuk SMK sederajat dansekaligus akan dilakukanpenyerahan hadiah dari BoNet, CEC,Marvel berupa piala dan tabungan,serta dari AMD dan distributornya,berupa 5 unit Notebook, 5 unit PCdengan prosessor AMD dan 5 unitKamera Digital.
(gan)Diani Budiarto
BANDUNG,
 Medik om
 –PT  Telekomunikasi Indonesia(Telkom) menguatkankomitmen untukmenyediakan layanantelekomunikasi di pulau-pulau terluar Indonesia, baikitu layanan telepon (suara)maupun data (internet). VicePresident Public andMarketing Communication Telkom Eddy Kurniamenegaskan, tersedianyalayanan telekomunikasitersebut sangat penting,karena posisi beberapa pulauterluar secara geopolitiksangat strategis.
Eddy menyatakan, beberapa pulauterluar saat ini sudah memiliki aksestidak hanya suara, tetapi jugainternet. “Natuna merupakan pulauterluar Indonesia pertama yangmemiliki akses internet kecepatantinggi. Natuna sejak tahun 2007telah menikmati layanan internetcepat Speedy,” jelas Eddy. Penyediaanlayanan internet broadband TELKOMSpeedy di Natunamerupakan bagian dari tanggung jawab sosial Telkom yang tertuangdalam salah satu
corporateinisiative
. Fasilitas yangdioperasikan Telkom di pulautersebut terdiri dari tiga akses, yaknitelepon, faksimili, dan internetbroadband.“telkom telah bertekad untukmenjadi yang terdepan dalampengelolaan USO (Universial ServiceObligation) sekaligus terdepan dalammembangun infrastrukturtelekomunikasi di titik-titik terluar wilayah Indonesia,” katanya.Ditambahkannya, kehadiran Telkom yang sebagian besarsahamnya dimiliki oleh negara dipulau-pulau terluar maupundaerah-daerah perbatasan dengannegara lain secara tidak langsung
Telkom Tingkatkan FasilitasTelekomunikasi di Pulau-pulauTerluar Indonesia
merupakan simbol kedaulatanNegara Kesatuan RepublikIndonesia.Selain di Natuna, Telkom telahmenggelar infrastruktur di PulauMiangas yang berbatasan denganFilipina dan Pulau Nipah yangberbatasan dengan Singapura.Setidaknya ada 12 titik wilayahterluar lain yang menjadi targetpembangunan infrastruktur Telkom, yaitu Pulau Marore (UtaraKepulauan Sangihe, berbatasandengan Filipina), Pulau Marampit(Utara Kepulauan Talaud,berbatasan dengan Filipina), PulauSekatung (Utara Pulau Natuna,berbatasan dengan Vietnam), Pulau Tapeh (sebelah Timur Laut TimorLeste), Pulau Rondo (Utara PulauWeh, Aceh), Pulau Berhala, P Fani(Utara Papua), Pulau Fanildo (UtaraPapua), Pulau Bras (Utara Papua),Pulau Batek (berbatasan dengan Timor Leste), Pulau Dana(berbatasan dengan Australia), danPulau Sebatik (berbatasan denganMalaysia).Kehadiran Telkom di lokasi-lokasitersebut dilandasi kesadaran bahwasemua orang di Indonesia seyogianyamemiliki akses terhadap saranatelekomunikasi guna meningkatkankualitas hidupnya. “Telkom memilikikomitmen menggelar infrastrukturdi seluruh wilayah Indonesia untukmengurangi berbagai kesenjanganinformasi akibat keterpencilan wilayah geografis,” ujar Eddy Kurnia.Dewasa ini terdapat 66.778 desa diIndonesia, dari jumlah tersebut barusekitar 23.759 atau 36% diantaranya yang sudah terjangkaulayanan telekomunikasi.Lebih dari sebatas pengelolaanUSO, Telkom bahkan berkeinginanuntuk menjadi yang terdepan dalammembangun infrastruktur di titik-titik terluar wilayah Indonesia.“Kehadiran Telkom di pulau terluardan wilayah terpencil semata-matasebagai bagian dari tanggung jawabsosial perusahaan, karena apabiladilihat dari hitungan bisnis,pengoperasian fastel lokasi-lokasitersebut tidak menguntungkan,”papar Eddy.
Diperkuat anak perusahaan
Kehadiran Telkom di wilayahterdepan Indonesia juga diperkuatoleh anak perusahaannya, yakni Telkomsel. Melalui program“Telkomsel Merah Putih” telahdibangun jaringan di daerahterluar dan kawasan terpencil.Sebagai negara kepulauansepanjang 1/8 bentangan duniadengan luas 1,9 juta kilometerpersegi yang memiliki 18.000pulau, geografis Indonesiamemiliki tantangan tersendiri.Untuk itu, seiring dengan upayapenggelaran jaringan yang umumdilakukan oleh operator selular, Telkomsel juga terus melakukaninovasi dan integrasi teknologidalam upaya menghadirkan solusiteknologi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang selama inikesulitan mendapatkan layanantelekomunikasi.Salah satunya adalah inovasiteknologi GSM berbasis IPberkonsep”Remote SolutionSystem” sebagai solusi layanankomunikasi dan informasi didaerah terpencil seperti pedesaandan pulau-pulau terluarIndonesia termasuk wilayah laut.Bahkan inovasi teknologi inimemberikan kecepatanpenyediaan jaringantelekomunikasi selular yang lebihbaik, menjadi sekitar 2 jam saja,di mana sebelumnyapembangunan cara konvensionaldengan mendirikan menara BTSbutuh waktu sekitar 1-2 bulan.Program Telkomsel Merah Putihmembuktikan kemampuanrekayasa teknologi karya anakbangsa Indonesia dalammengintegrasikan beberapaperangkat sistem dan produkteknologi canggih menjadi suatusolusi penyediaan fasilitastelekomunikasi berkualitas yangsesuai dengan karakter geografisIndonesia sebagai negarakepulauan. Bahkan mengingatbanyak wilayah Indonesia yangmempunyai permasalahanketersediaan listrik, Telkomsel juga telah mengimplementasikaninovasi alternatif 
power supply
dengan tenaga matahari (
solarcell
) dan tenaga angin (kincirangin).
(IthinK)
 
Lintas Kota
3
Edisi 379 Tahun VII 26 Juli s.d. 1 Agustus 2010
Peningkatan harga paling menonjolterjadi pada komoditas sayur mayur,mencapai antara 30-40 persen daribiasanya. Bahkan untuk hargasayuran jenis cabai mengalamipeningkatan sekitar 60 persen.“Kenaikannya sulit diprediksi,berubah-ubah terus tiap harinya,”ujar Dadang Abdul Hamid (38), salahseorang pedagang di Pasar IndukGuntur, Garut, Senin dua pekansilam.Menurut dia, fluktuasinya hargabarang tersebut diakibatkan olehkurangnya antisipasi daripemerintah. Terbukti dari sistemdistribusi barang yang kerapmengalami keterlambatan.Akibatnya persediaan barang ditingkat pedagang kian menipis.“Kami terpaksa menaikkan hargakarena tidak ada pengiriman daripetani,” ujarnya.Namun, meski harga barangmelambung, tambah Dadang, parapedagang tidak berkeuntunganlebih. Soalnya, omzet penjualanbarang melorot drastis. Harga jualsekadar cukup untuk menutupiongkos angkut saja.Sebelum kenaikan harga, diamencontohkan, bisa menjual gulamerah sebanyak 2-3 ton per minggudengan harga Rp6.000 per kilogram.Setelah harganya naik menjadiRp10.000 per kilogram, hanyamampu menjual sebenyak 2 kuintalselama dua pekan. “Kenaikan hargaini juga berpengaruh terhadapmenurunnya daya beli masyarakat,”ujar Dadang.Kenaikan serupa terjadi padasejumlah komoditas lainnya sepertitelur. Telur yang semula dijualRp11.000/kg, kini dilepas pedagangRp14.000 hingga Rp15.000/kg.“Kami jadi pusing menjualnya,” kataHamid, pedagang grosir diKecamatan Ciasem, KabupatenSubang.Menurut dia kenaikan harga telurdiperkirakan berlanjut hinggamenjelang Ramadan mendatang.Pasalnya komoditas tersebut banyakdicari oleh kalangan ibu rumahKecemasan tidak tampak pada parapejabat yang terkait denganpengaturan masalah kebutuhanpokok. Ferry Sofwan Arif misalnya,menegaskan kenaikan hargabarang-barang masih dalam batastoleransi. Walaupun, Kepala DinasPerindustrian dan PerdaganganProvinsi Jawa Barat ini mengakuiharga produk tertentu seperti cabe,daging ayam, dan beras mengalamikenaikan yang cukup tinggi.“Namun harga cabai yang sempatdi atas Rp40.000/kg, kini sudahmenurun di kisaran Rp31.000-32.000,” tuturnya.Apalagi, menjelang bulan puasapada pertengahan Agustus, Ferrymengungkapkan, stok kebutuhanpokok masyarakat khususnya di Jawa Barat akan terpenuhi. Jadidiprediksi kenaikan hargakebutuhan pokok masih bisaditoleransi.Disperindag Jabar besertalembaga terkait, ujar dia, terusmelakukan koordinasi agarkebutuhan pokok masyarakat padabulan Puasa nanti tercukupi.Khusus untuk beras, jika mengalamikenaikan tinggi, Disperindag Jabarberkoordinasi dengan Perum BulogDivre Jabar siap melakukan operasipasar guna menekan permainanpara spekulan.Artinya Disperindag tidakberpangku tangan. Untukmemastikan kenaikan harga-hargakebutuhan pokok di Jawa Barat,tambahnya, Disperindag Jabar jugaterus memantau harga di empatpasar tradisional di Kota Bandung:Pasar Kosambi, Pasar Andir, PasarSederhana, dan Pasar Kiaracondong.Pasar ini dinilai menjadi repren-sentasi pasar yang ada di Jabar.Dikatakan, ada 19 jeniskebutuhan pokok masyarakat yangterus dipantau harganya, yaitu beras,gula pasir, minyak goreng, daging,telur ayam, susu kental manis dansusu bubuk, jagung pipilan, garamberyodium, tepung terigu, kacangkedelai, mi instan, cabe merah,bawang merah, ikan asin teri,kacang hijau, kacang tanah, ketelapohon, gas elpiji, dan semen.Ferry kembali menegaskan, hargakebutuhan pokok di atas umumnyamasih stabil. Kenaikan yang tinggiterjadi untuk komoditas cabai.Untuk daging ayam dan beraskenaikan harganya masih dalamtoleransi.Khusus menjelang Puasa,kebutuhan pokok dari komoditaspertanian diprediksi tercukupi.Soalnya kata Ferry, komoditaspertanian di sentra pertanian JawaBarat siap panen. Sedangkan stok
Saatnya Harga kePuncak Gunung
 Harga kebutuhan pokok terus meroket. Di samping disodok kenaikan tarif dasar listrik sebelumnya, kenaikan harga juga dipicu oleh akan masuknya bulan Ramadandilanjutkan Lebaran. Maka, terjadilah kenaikan harga yang sempurna.
tangga maupun pengusaha kateringdan kue.Sementara itu, harga gula pasirnaik dari Rp8.000 menjadi Rp9.000/kg. “Harga gula juga diperkirakanakan terus bergerak naik,” ujarKomar, pedagang di Desa CilamayaHilir Blanakan, Kabupaten Subang.Dikatakan, harga komoditas yanghingga kini masih relatif stabil adalahterigu yang dijual pedagang Rp4.000/kg dan minyak goreng curah masihbertahan di kisaran harga Rp8.700/kg. “Yang memprihatinkan adalahharga beras yang tembus Rp5.500/kg. Padahal musim panen gadumasih lama,” ujar Euis, warga DesaSarengseng, Kecamatan Patokbesi.Merambah berasKenaikan harga bahan pangan juga merambah ke komoditas beras.Pantauan
Medikom
di pasartradisional Kabupaten Subangmenunjukkan harga berasmengalami kenaikan hampirRp1.000 per kilogramnya. Harga beras jenis IR62 naik dari Rp8.500 menjadiRp9.500 per kilogram. IR 64 dijualmenjadi Rp6.500 dari Rp6.100 perkilogram. Beras ketan naik dariRp7.900 menjadi Rp8.600 perkilogram.Sejumlah beras kualitas tinggimengalami kenaikan cukup besar.Beras Pandanwangi naik dariRp6.500 menjadi Rp7.200 perkilogram. Sedangkan jenis berasMuncul, naik dari Rp5.300 menjadiRp6.000 per kilogram.Kenaikan harga beras bukan sajadikeluhkan pembeli, tapi juga parapedagang di pasar. Keduabelah pihaksama-sama merasa dirugikandengan situasi itu. Pedagangterbebani dengan kenaikan semua jenis beras, karena omzet menurundan sepinya pembeli.
Kendali di pemerintah
Sikap pedagang yangmenyalahkan pemerintah mendapatdukungan dari Prof Dr Ina Primiana.Pakar ekonomi dari Unpad Bandungtersebut, menegaskan, seharusnyapemerintah tidak membebanimasyarakat. Ia menilai momenmenaikkan tarif dasar listrik (TDL) yang tidak tepat menjadi salah satubiang permasalahan. Mestinyapemerintah mengatur harga sebelumada wacana kenaikan dandiperhitungkan sejauhmanadampak terhadap masyarakat.“Wacana TDL naik menjadipemicu utama di samping adaoknum yang diduga merusakpasokan sehingga sembako menjadiberkurang di pasaran,” ujar KetuaISEI Cabang Bandung, Koordinator Jabar ini kepada
Medikom
usaipenutupan acara ISEI di Hotel SavoyHomann, Kamis (22/7). Jadi, kata Ina, ketidakjelianpemerintah menanggapi kenaikan TDL yang berimbas pada hargasembako menggoncangkan situasiperekonomian. Seharusnyapemerintah memiliki catatan ketikaPLN akan menaikkan tarif,pemerintah harus sigapmenentukan harga sembako danberapa harga kenaikannya.“Pemerintah harus mensosi-alisasikan kepada masyarakat berapaharga sembako di awal dan berapakenaikannya sehingga pedagangtidak sembarangan menentukanharga,” ujarnya.Selain itu, tambah ibu berjilbabini, sebenarnya harga bisa stabil baikmenjelang Puasa maupun Lebaran.Asalkan, pasokan cukup dandistribusinya bagus. “
Demand
meningkat dan
supplay
-nya cukupmaka tidak ada kenaikan harga danpemerintah harus membantu!”tegasnya.Bila peran pemerintah tidakmaksimal, Ina mengkhawatirkansulitnya kemungkinan harga-hargaakan kembali normal. Karena,semenjak dulu di Indonesia belumpernah mengalami penurunanharga.“Melihat situasi saat ini sepertinyatidak mungkin harga turun, karenatidak ada dalam sejarahnya.Kalaupun turun tidak akan sebesarseperti kenaikan harga,” ujarnya.
(Wulan, Aloy, L Butar Butar, Dadan)
Penangkal Itu Bernama Operasi Pasar
beras juga tercukupi, apalagi PerumBulog sudah menjamin ketersediaanberas untuk beberapa bulan kedepan.Sedangkan kebutuhan pokokmasyarakat yang berasal dari pabrik juga dinilai bisa mencukupikebutuhan masyarakat. Saat inisistem transportasi untukmengangkut logistik ke berbagai wilayah Jabar berjalan lancar.Kepala Dinas PertanianKabupaten Garut Tatang Hidayat juga membantah bila kenaikanharga sayuran di tingkat pedagangdiakibatkan oleh kelangkaanbarang. Menurutnya, produksisayuran selama satu tahun di wilayahnya rata-rata mencapaisekitar 620.000 ton. Hasil produksipertanian setiap tahunnyamengalami surplus.Dia mencontohkan, dalam satutahun produksi cabai mencapai 80-90.000 ton. Sekitar 40 persennyadikonsumsi oleh masyarakat Garut,sedangkan sisanya disuplai ke luardaerah. “Tidak mugkin langka, inihanya hukum pasar saja,” ujarnya.Menurut Tatang, kenaikan harga-harga sayuran merupakan hal yangbiasa. Apalagi menjelang peringatanhari-hari besar keagamaan.Karennya Tatang memprediksi hargasayuran seperti cabai akan terusmengalami kenaikan selama duabulan ke depan menjelang Hari RayaIdulfitri nanti.Sementara, Dinas Perindustriandan Perdagangan KabupatenSubang, langsung melakukan aksidengan menggelar inspeksimendadak ke pasar tradisional. Tujuannya menekan kenaikanharga kebutuhan bahan pokok yangtak terkendali. Meski harganya terusmeroket, Disperindag menjamin stokkebutuhan bahan pokok amanhingga sebulan ke depan.Di Ciamis, Perum Bulog Sub DriveCiamis menyatakan siap melakukanoperasi pasar di kawasan Priangan Timur. Pihaknya juga telahmenerima rekomendasi untukmenggelar operasi pasar dari MenteriPerdagangan RI.“Kami telah menerimarekomendasi Menteri Perdagangan RIterkait harus mengadakan operasipasar yakni beras. Namun untukmelakukannya diwajibkan kepaladaerah dalam hal ini bupati/ walikota merekomendasikannyakepada Bulog,” terang Humas BulogSub Drive Ciamis, Dadi Hadipriatna,kepada wartawan, Selasa (20/7).Menurut Dadi, pihak Bulog SubDrive Ciamis yang meliputi wilayahkerja Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, danBanjar, telah siap melakukanoperasi pasar di lima kabupatentersebut. Asalkan, bupati/wali kotamelalui dinas perdaganganmemberikan rekomendasinya kepihak Bulog.“Namun, sampai saat ini, darilima kabupaten/kota belum adasatu pun yang mengajukandigelarnya operasi pasar,” jelasnya.Diakui Dadi, semenjak memasukiawal Juli, beras yang masuk bulogse Priangan Timur drastis menurun.Dari awalnya per hari sebanyak 500ton, saat ini hanya mencapai 250ton. Dengan begitu sudah jelaspasokan beras ke Bulog se Priangan Timur berkurang sebanyak 50 persen.Akibatnya, harga penjualan Bulognaik senilai Rp272, dari awalnyapenjualan Bulog Rp5.500/kg, saatini menjadi Rp5.775/kg.“Namun, meskipun pemasukanberas ke Bulog mengalamipenurunan drastis, tapidikarenakan kami mempunyai stokcadangan beras sebanyak 6.500 ton,Bulog tidak akan keteteran melayanikeperluan beras di masyarakat,”tegasnya seraya mengatakan stoktersebut masih bisa untukmencukupi persediaan masyarakatPriangan Timur sampai akhir 2010.Dadi menilai, penyebab utamakenaikan harga beras adanyabeberapa daerah produsen padi yangmengalami fuso.Di tempat terpisah, KepalaDisperindag Kabupaten Ciamis DrsDucrahman, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akanmengadakan rapat di tingkatprovinsi. Pada rapat itu, akandibahas pelaksanaan operasi pasar.“Keputusan akan dilakukanoperasi pasar atau tidaknya, itu akanada keputusan di rapat koordinasiDisperindag tingkat Provinsi diBandung,” tegasnya.
(MbayakGinting, Heru, Asep Aloy, Dadan)
Melambungnya harga-hargakebutuhan pokok dirasa sangatmemberatkan kaum ibu. Wajar saja jika belakangan ini, para ibu rumahtangga dibuat rungsing dalammengatur uang belanja.Apalagi bagi keluargaberpenghasilan pas-pasan, kenaikanharga-harga kebutuhan pokokseolah mencekik leher mereka. Atun(39) dan Nani (48) boleh jadimerepresentasikan kaum ibu rumahtangga dengan
income
sekadarnya.Kedua warga sebuah desa dikawasan sejuk Bandung timurtepatnya di Kelurahan Pasirwangi,Kecamatan Ujung Berung, KotaBandung ini, mengail rezeki denganmembuka jongko nasi berukuran 3x 2 meter. Mirip-mirip warteg dipinggir jalan.Bila dirata-ratakan, penghasilanmereka sebesar Rp35.000 per hari.“Itu kalau
rame
. Kalau sepi, palingRp20.000,” tutur Nani. Belum lagi,timpal Atun, “Kita harusmenyisihkan untuk sewa jongkoRp500.000 per bulan. Jadi, kataAtun, untuk kebutuhan bumbudapur saja, sangat beratmemikirkannya. Apalagi sekaranganak masuk sekolah dan sembakopada naik.Sepertinya, mereka berduabernasib kompak. Baik Atunmaupun Nani, bersuamikan lelakikorban PHK tanpa pesangon daripabrik rajutan. Bedanya, suami Atunkini berprofesi sebagai kulibangunan, sedangkan suami Nanimenjadi tukang ojek. Dua profesiberbeda namun berpenghasilansama tidak pastinya.Perbedaan lainnya, Atun barumemiliki tiga orang anak, sedangkanNani sudah beranak empat yangsudah duduk di bangku SD danSMP. Sedikit nasib baik dirasakanNani, karena anak tertuanya sudahdinikahi orang sehingga mengurangibeban biaya sehari-hari. Anaknyatersebut kini berprofesi sebagaitukang cuci. Dengan penghasilanRp25.000 sehari dirasakan Nanicukup lumayan bisa membantu-bantu meringankan beban.Namun salutnya, kondisi sepertiitu, tidak meluruhkan asa mereka.
Ferry Sofwan Arif 
Dirungsing Tarif Sembako
Di tengah harga sembako yangmelambung tinggi sepercik harapanke depan masih terpancang: suatusaat sang anak dapat suksesmengangkat keluarga dari cengkramlingkaran kemiskinan.Karenanya, ketidaknyamananhidup yang mereka jalani, seolahterbayar dengan anak-anak mereka yang masih bisa mengenyam bangkusekolah hingga saat ini.Untuk jangka pendek, keinginandan harapan dari Kartini Kartinitangguh ini sederhana. Merekahanya ingin agar harga sembako takmelambung. “Biar biaya hidup tidakberat,” ujar Atun serayamenambahkan, kalau bisa ketemupresiden akan disampaikan,kenaikan harga sembako betul-betulmembuat kelabakan.
(Wulan)
BANDUNG BARAT,
 Med ik om –
Memasukiusia ke-3 tahun,Kabupaten BandungBarat belummenunjukkanpertumbuhanpembangunan yangsignifikan. Malahsebaliknya, terkesanada penurunan.Contohnya dalamsektor saranatransportasi, masihbanyak kondisi jalan di wilayah KabupatenBandung Barat yangrusak.
Sarana Tranportasi Bandung Barat Diharapkan Memadai
“Apakah ini tujuan daripemekaran?” tutur salah seorangtokoh masyarakat Kecamatan CililinEdi kepada
Medikaom
baru-baru ini.Menurutnya, sarana teranpor-tasi, pelayanan kesehatan danpendidikan sampai saat ini masihbelum ada peningkatan. Yang palingdirasakan masyarakat BandungBarat adalah sarana transportasi.Kerusakan jalan jelas merugikanmasyarakat bahkan nyawa jaditaruhan, akibat sarana transportasi yang belum memadai.Hal serupa diungkapkan Asep, warga Kecamatan Sindangkerta.Kepada
Medikom
, ia mengatakan,sarana transportasi memangsebagian kondisinya rusak berat.Ironisnya sejauh ini belum adaupaya dari Pemkab Bandung Baratuntuk memperbaiki.“Jadi, kalau engga mampu kenapaharus mekar,” tandas Asep dengannada bertanya.Padahal, tujuan dari pemekarandi antaranya meningkatkanpelayanan kepada masyarakat agarlebih maksimal, dan meningkatkanpertumbuhan ekonomi dimasyarakat agar lebih sejahtera.Kepala Dinas Binamarga danPengairan Kabupaten BandungBarat Ir Giat Sugiawan melaluitelepon selularnya mengatakan, saatini pihaknya baru selesaimengadakan tender untukpembangunan sarana teransportasi(jalan). Rencananya bulan Agustussudah bisa dilaksanakanpembangunan.Giat menambahkan, untukpembangunan jalan dianggarakanRp30 miliar yang bersumber daridana APBD kabupaten, bantuandari APBD provinsi dan pusat. Saatini pihak dinas juga sedangmengadakan tender untukpenerangan jalan umaum (PJU).Anggota DPRD KabupatenBandung Barat dari Komisi C, HeriHilmasyah saat ditemui dikediamannya, Selasa (20/7)mengatakan, utuk keberhasilanpembangunan di Bandung Baratperlu peninjauan kembali di segalabidang. Salah satu di antaranyadalam penempatan SKPD harussesuai dengan keahlianya masing-masing. Pihak pemkab pun mestimengedepankan kesejahteraanmasyarakat dan memberikanpelayanan yang lebih maksimal lagididukung dengan ketransparanandalam penggunaan anggaran.Heri menegaskan, perlu adanyatarget dari masing-masing SKPD.Setelah ada target, jalankan sesuaiatuaran perundang-undangan yangberlaku.“Jangan sampai di sisi lainanggaran minim, tapi dalampelaksanaannya bayak yang bocor.Salah satu pembebasan tanahuntuk pembanguan kator pemda.Dari uang yang dianggarkan untukpembebasan tanah sebesar Rp44miliar, baru dipakai Rp13 miliarsudah ada masalah yangbertentangan dengan peraturan yang berlaku seperti
mark up
harga,”ungkapnya.Heri menambahkan, pada tahunini anggaran Kabupaten BandungBarat baru mencapai Rp800 miliardan itu jelas belum cukup. Untukpembangunan sarana transportasisaja, diperlukan anggaran kuranglebih Rp300 miliar. Dengan anggaranAPBD Kabupaten Bandung Barat yang baru mencapai Rp800 miliar, jelas masih devisit. Idealnya APBDBandung Barat sekitar Rp3 triliun.Dikatakan, saat ini pihak DPRDKabupaten Bandung Barat sedangmenyusun Perda Retribusi untukmendongkrak PAD. Karena sejauhini Bandung Barat masihmenggunakan Perda KabupatenBandung.Ia mengharapkan agarpemerintah fokus dalamperencanaan pembangunan danbagi para SKPD yang tidakkonsekuen dalam perencanaanpembangunan, pihak bupati harusbisa memberikan sanksi yang tegas.
(K Fauzi)BANDUNG,
 Medik om
 –Pemkot Bandung mensyaratkan setiap kendaraan yang melakukan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK)harus dinyatakan lulus uji emisi gas buang. Hal ini bertujuanmengurangi tingkat pencemaran udara yang disebabkan emisi gasbuang kendaraan bermotor.Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota BandungPrijo Subandiono kepada wartawan, saat memberikan layanan ujiemisi secara gratis di sekitar kantor PT INTI, Jln Moh. Toha Bandung,pekan lalu.Prijo menjelaskan, ketentuan ini sesuai dengan Peraturan MenteriNegara Lingkungan Hidup No 5/MNLH/8/2006 tentang Ambang BatasEmisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Selain itu, sejalan denganPerda Kota Bandung No 2/2008 tentang Penyelenggaraan Perhubungandi Kota Bandung. Tingkat pencemaran akibat transportasi kendaraan bermotor,lanjutnya, merupakan angka terbesar sebelum kebakaran hutan,rumah tangga, dan industri. Karena itu, tingkat pencemaran akibatemisi gas buang kendaraan bermotor harus bisa ditekan dan dikurangi.Di Kota Bandung, katanya, saat ini terdapat sekitar 1.131.406kendaraan bermotor, yang terdiri atas 808.768 kendaraan bermotorroda dua, 285.635 kendaraan pribadi, serta 45.000 kendaraan umum,bus, dan truk. Dari jumlah tersebut, tingkat pencemaran kendaraanbermotor dan kendaraan umum mencapai 21%, sedangkan kendaraanpribadi 48%.Prijo menambahkan, zat-zat pencemar gas buang kendaraanbermotor terdiri atas karbondioksida, hidrokarbon, nitrogenoksida,timah hitam, dan sulfuroksida. Pemerintah, mengendalikanpencemaran dengan beberapa cara, seperti penghijauan ataupenanaman pohon, pengendalian pencemaran udara, danmemperbaiki struktur bahan bakar yang digunakan.Cara lain yang diterapkan adalah memberlakukan setiap perkantoranuntuk menyeleksi kendaraan yang memiliki emisi gas buang yang baik.Maksudnya, tambahnya, kendaraan bermotor yang parkir di kawasanperkantoran seperti Balai Kota wajib lulus emisi. Demikian pula dengantempat parkir di mal dan di jalan raya, harus membuat standar yangsama.“Terakhir dengan cara setiap penerbitan dan pengesahan SNTK wajiblulus emisi gas buang,” katanya.Prijo menambahkan, kebijakan wajib lulus uji emisi merupakankeputusan Kapolda Jabar dan merupakan pilot project pertama diIndonesia. Jika ini diterapkan, katanya, Kota Bandung atau JawaBarat yang pertama kali melakukan kebijakan ini.
(Dudi)
Perpanjangan STNK HarusLulus Uji Emisi Gas Buang
BANDUNG,
 Med ik om
 –Pemerintah Kota Bandung melalui DinasKebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan unsur muspida sertapengusaha hiburan membentuk tim pembinaan usaha hiburan. Tim yang terdiri dari PHRI Kota Bandung H Momon AbdurochmanSE, Ketua Hiphi Barli Iskandar, unsur kejaksaan, tokoh agama,dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menekan upaya-upayapemerasan yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang selamaini kerap memanfaatkan pengusaha hiburan.Ketua Tim Pembinaan Usaha Hiburan yang juga Kepala DisbudparKota Bandung Priana Wirasaputra, usai rapat, menuturkan,sangkaan terhadap dunia usaha hiburan memang tetap ada. Namundi sisi lain, usaha hiburan harus dipertahankan dan jangan sampaidibinasakan. “Mereka harus dibina agar berusaha dengan baik tanpaharus melanggar aturan. Inilah fungsi tim yang dibentuk,” ujarnya.Priana mengungkapkan, tim pembinaan usaha hiburan jugamerupakan wadah agar usaha hiburan di Kota Bandung tetapberjalan. Pasalnya, usaha hiburan perlu dipupuk serta dibina agarbisa berkembang dan menunjang perekonomian kota. Bahkan disisi lain, usaha hiburan juga bisa memberdayakan dan menyeraptenaga kerja. Saat ini, PAD Kota Bandung dari sektor pariwisatamencapai 60%, termasuk di dalamnya usaha hiburan.Lebih lanjut Priana menambahkan, tim pembinaan usahahiburan secara legalitas sudah disetujui dan dibentuk Wali KotaBandung berdasarkan SK No 556.322/ Kep.439-Disbudpar/2010tertanggal 23 Juni 2010. Tugas tim ini adalah melakukan pembinaan,penyuluhan, pengendalian, dan pengawasan tempat usaha hiburandi Kota Bandung.Diungkapkan, saat ini pihaknya tidak menutup mata terhadaptindakan oknum pengusaha hiburan di Kota Bandung yangmelanggar peraturan dalam menjalankan usaha. Hal itu harusditertibkan karena jika terus-menerus dibiarkan akan menimbulkanefek lain.Namun yang menjadi masalah, tambahnya, dalam penertibanitu terkadang ada oknum-oknum tertentu yang menakut-nakutidan menjadikan pengusaha hiburan sebagai objek pemerasan.“Memang selama ini belum ada satu tim untuk pembinaan usahahiburan. Yang ada masing-masing instansi melakukan pembinaansilih berganti. Dan yang lebih parah, ada oknum-oknum yangmenakut-nakuti pengusaha dan melakukan pemerasan. Mudah-mudahan dengan adanya tim ini situasi menjadi lebih kondusif,”ujarnya.Priana menilai perlu ada sinergi antarinstansi untuk melakukanpembinaan. Artinya, tim tersebut merupakan salah satu wadahuntuk pembinaan. “Perlu disatukan karena baik kepolisian,kejaksaan, Satpol PP adalah instansi pemerintah. Coba kitabayangkan kalau banyak yang masuk, dampaknya jelas akanmengganggu pengusaha hiburan dan tidak memberikan rasa amankepada mereka,” ujarnya seraya menambahkan, kategori yangtermasuk usaha hiburan, karoke, karoke keluarga, diskotek, boling,spa, sauna, biliar, klub malam, bioskop, dan gelanggang permainanmekanik.
(Dudi)
Pemkot Bentuk TimPembinaan Usaha Hiburan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Riezmha liked this
Dita Nur Amalina liked this
Noetar Noe liked this
Atet Hendrawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->