Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 4

Bab 4

Ratings: (0)|Views: 292 |Likes:
Published by s4f11sn

More info:

Published by: s4f11sn on Jul 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
BAB IVPENGARUH TASAWUF SUNNITERHADAP PEMIKIRAN KEAGAMAAN NUA. Tasawuf dalam NU
1.
Tasawuf Sunni dalam NU
Ada dua kecenderungan umat Islam: satu pihak cenderungmengutamakan pelaksanaan Islam secara lahiriyah, dan di pihaklain lebih mengutamakan pengamalannya secara batiniyah. Keduapengamalan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. KarenaIslam mengutamakan keseimbangan antara dunia dan akhirat; lahirdan bathin; materiil dan spiritual; syariah dan hakikat,sebagaimana diisyaratkan dalam al Qur’an surah al A’raf/4: 117.Dalam sejarah Islam, pengutamaan salah satu dari duaajaran Islam: tasawuf dan fikih, sempat menegang danmenimbulkan polemik berkepanjangan. Mereka salingmenyalahkan. Ulama yang sufi menuduh fikih hanya beribadahsecara formal. Sementara
fuqaha’ 
menuduh seorang sufi terjebakpada makna yang tersembunyi tanpa tahu formalitas dan legalitas.Mereka (sufi) terjebak pada kemampuan intuitif pribadi dalammengenal Tuhan.Dalam keadaan seperti ini, terjadi jurang pemisah yangsemakin dalam antara ilmu kalam (teologi) dan ilmu fikih (hukum).Ilmu fikih mendasarkan diri pada akal, menggunakan dialektika,sementara ilmu tasawuf menggunakan intuisi dan pengalamanruhani. Dengan demikian, kaum sufi banyak melakukan oposisi daripihak kaum ortodoks (Nurcholish Madjid: 1997).
 
Padahal jauhsebelum mereka bertikai, sudah ada rambu-rambu dari Abu yazid alBusthami tentang perlunya melaksanakan kedua ajaran Islamtersebut secara bersamaan. Abu yazid al Busthami berkata:
“Apabila kamu sekalian melihat seseorang diberi karamah(kemuliaan/kelebihan) sehingga dia mampu terbang di angkasa,maka jangan sekali-kali kamu tergiur dengannya, sehingga kamumelihat bagaimana keadaannya dalam menjalankan perintah danmeninggalkan larangan, serta bagaimana ia menjaga ketentuan-ketentuan yang ada” 
(Al Qusyairi: 1940).
Imam Malik juga memandang perlunya pemaduan antarafikih dan tasawuf. Dia mengatakan:
مللو فللصت نو .قست د فصي و هت ن.قحت د اب عاج نو .دزت د هي
Halaman 47
 
“Siapa yang berfikih tanpa bertasawuf, maka cenderung fasiq;siapa yang bertasawuf dengan meninggalkan fikih, makacenderung menjadi zindiq; siapa yang memadukan keduanya,maka akan mencapai tingkatan hakikat” 
(Al Zabidi: tt).
Namun seruan kedua ulama tersebut baru sebatas gagasan,belum menyentuh pada masalah praksisnya. Dalam tataran teoritistelah banyak usaha yang dilakukan untuk merekonsiliasi antarakeduanya, namun belum membuahkan hasil. Dalam sejarahintelektual Islam, tercatat al Qusyairi dengan kitabnya:
al Risalah alQusyairiyah
berhasil memadukan antara kehidupan rasional dengankehidupan intuitif. Setelah itu diteruskan oleh al Ghazali. Dia adalahpenerus usaha para pendahulunya, dan tercatat sebagai ulamapaling besar jasanya dalam memadukan rasionalitas dan intuisi. AlGhazali pun tercatat sebagai ulama yang paling berhasil.Al Ghazali telah melakukan upaya mendekatkan syari’atdengan hakikat. Dengan demikian, antara keduanya mengalamiperpaduan, saling menunjang. Oleh karena itu, dia dijuluki sebagai
Hujjah al islam
(argumentasi Islam; pembela Islam). Wujud daripemaduannya itu, dapat dibaca dalam kitab monumentalnya: Ihya’Ulum al Din dan kitab lain yang ditulisnya, seperti Bidayah alHidayah.
1
Munculnya tasawuf yang dipelopori oleh ulama Sunni,khususnya al Ghazali, tidak lepas dari dinamika masyarakat Islampada waktu itu. Masyarakat banyak mengikuti pola kehidupansufistik yang menjauhi syari’at, dan tenggelam dalam keasyikanfilsafat (Nurcholish Madjid: 1995).
 
Akibatnya, muncul gerakankembali ke syari’at dan tenggelam dalam ajaran tasawuf, yangkemudian dikenal dengan tasawuf Sunni.Di samping kitab-kitab ulama Sunni dibaca di pesantren-pesantren, jalur transformasi intelektual dan spiritual mereka,
1
Sebagian orang, termasuk Gus Dur dan Cak Nur dalam berbagaiceramahnya, mengatakan: Tradisi NU itu Syi’i (maksudnya terpengaruh dengantradisi orang-orang Syi’ah—
ed 
.). Ini terbukti, lanjut Gus Dur dan Cak Nur, denganbacaan al Barzanji, cium tangan, pembacaan puji-pujian sebelum shalat dengannadham yang terkenal:
Lil khamsatin uthfi biha harra al waha li al khatimah, alMusthafa wa al Murtadha, wa Ibnahuma wa Fathimah
(ada lima hal yang bisameredakan api bencana di hari akhir, yaitu: Nabi Muhammad saw; Ali ibnu Abi Thalib; Hasan, Husen dan Sayyidah Fathimah).” Bagi penulis, ini harus dibedakanantara Syi’ah dengan
tasyayyu’.
Syi’ah lebih cenderung ke pemikiran politis,meskipun ada Syi’ah yang Sunni, seperti Syi’ah Alawiyah. Sedang
tasyayyu’ 
adalah ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad dan Ahlul Bait. Oleh karena itudikenal adanya kitab
al Shillah baina Tasawwuf wa al Tasyayyu’ 
, ditulis oleh AliWardi. Sedangkan cium tangan merupakan ekspresi ajaran fikih Syafi’i atauSyafi’iyyah, yang menaruh hormat kepada seorang tokoh tertentu, yangmemenuhi persyaratan tertentu, seperti wali dan kiai (termasuk guru yangdihormati).Halaman 48
 
khususnya al Ghazali, bisa dilihat dari pemikiran mahasiswaNidhamiyah (lembaga pendidikan semacam universitas yangdipimpin al Ghazali—
ed 
.). Nidhamiyah berkembang pesat padamasa pemerintahan Nidhamul Muluk. Kampusnya berdiri megah dipusat kota di Baghdad (Montgomery Watt: 1979).Perguruan Tinggi ini mempunyai alumni yang tersebar dimana-mana, termasuk di Makkah dan Madinah. Pola pemikiranmereka pun masuk ke Indonesia.Diceritakan bahwa setelah melakukan pengembaraanspiritual, al Ghazali kembali lagi ke Thus, kota kelahirannya.
2
Di sinidia menempuh hidup sebagai seorang sufi; sebagai seorang guru,dan hidup bersama murid-muridnya dalam satu pondokan. Paramuridnya itu menerima pelajaran dan mempraktikkannya bersamasang guru (Montgomery Watt: 1979).Gambaran pemikiran al Ghazali dapat dilihat dalam kitabBidayah al Hidayah dan kitab Ihya’ Ulum al Din. Kedua kitab ini,khususnya, sangat berpengaruh di Indonesia. Kitab ini jugamerupakan potret pemikiran dan amaliyah praktis (hakekat)-nya(Montgomery Watt: 1979). Dan perlu dicatat di sini, dalam deretantarekat yang masuk kategori mu’tabarah, nomor ke 25 adalahtarekat Ghazaliyyah.
3
Sebuah pertanyaan menggoda layak dilontarkan: Apakah alGhazali mempunyai andil langsung dalam perkembangan ini, atausekedar sehelai benang dalam berkas selendang kecenderunganyang semuanya menuju ke satu arah?Memang sulit di lacak, sejauh mana bentuk transmisi(silsilah) itu terjadi. Montgomery Watt dalam buku
IslamicPhilosophy and Theology 
-nya menyatakan: periode al Ghazali keperiode selanjutnya seolah-olah merupakan perjalanan siang hariyang terang menuju kegelapan malam (Montgomery Watt: 1979).Pertanyaan tersebut akan menjadi jelas apabila dicatat,bahwa abad ke-8 merupakan permulaan dari orde darwis (semacamrahib Islam), atau tarekat. Pada waktu itu, Farmadhi (w. 1084 M),guru al Ghazali yang menjadi pemimpin organisasi sufi (tarekat),merupakan orang yang mempengaruhi al Ghazali. Sementara alGhazali sendiri pernah mendirikan semacam pesantren tasawuyang membimbing para sufi. Pada abad ke-8 inilah telah terbentuk
2
Sebagian sarjana mengatakan bahwa pengembaraan al Ghazalimemakan waktu 10 tahun. Pengembaraan al Ghazali yang dilakukan tahun 1095itu, satu sisi karena faktor psikis, dan di sisi lain karena faktor politis.
3
Untuk tarekat Ghazaliyah ini penulis tidak mendapat informasi, baikmengenai ajaran maupun silsilahnya. Hal ini semata-mata karena tidakpopulernya tarekat ini di Indonesia.Halaman 49

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Donny Yulianto added this note
mantap utk di ketahui tambah ilmu,bagi saya apa dan siapa yg diluar nu
Wan Faridah liked this
fcholid liked this
Mega Mustika liked this
Rici San liked this
N'dah Fitriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->