Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Stress n Kepribadian

Stress n Kepribadian

Ratings: (0)|Views: 521 |Likes:
Published by s4f11sn

More info:

Published by: s4f11sn on Jul 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
STRESSDewasa ini perubahan tata nilai kehidupan berjalan begitu cepat karena pengaruh globalisasi,modernisasi, inforamasi, industrialisasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola hidup, misalnya pola hidup social religius berubah individualis,materialistis,, dan sekuler; pola hidup produktif ke pola hidu konsumtif dan mewah; danambisi karier yang menganut asas moral dan etika hukum ke cara KKN.Perubahan psikososial dapat merupakan tekanan mental(stressor psikosial) sehingga bagisebagian individu dapat menimbulkan perubahan dalam kehidupandan berusaha beradaptasiuntuk menanggulanginya. Stresor psikososial, seperti perceraian karba tidak diamalkannyakehidupan religius dalam rumah tangga, masalah orang tua dengan banyaknya kenakalanremaja, hubungan internasional personal yang tidak baik dengan teman dan sebagainya. Namun, tidak semua orang dapat beradaptasi dan mengatasi stressor akibat perubahantersebut sehingga sehingga ada yang mengalami stress, gangguan penysuaian diri, maupunsakit.Mengapa kita perlu mempelajari tentang stress?????• Untuk mengetahui pengertian stress.• Untuk mengetahui dampak stress pada tubuh.• Untuk mengetahui mekanisme stress.• Untuk mengetahahui cara pemecahan masalah stress.I. PENGERTIAN STRESS• Menurut Kozier (1989)Stress adalah segala sesuatu yang member dampak secara total terhadap individu meliputifisik,emosi,social,spiritual.• Menurut Dadang hawari(2000)Stress adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubu• Menurut Dafis(1988)Stress adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihiondari yang disebabkan oleh perubahan yang memerlikan penyesuaian.• Menurut Hans SelyeYang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya.• Menurut Soeharto Heerdjan (1987)Stress adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam yang menimbul;kan suatuketegangan dalam diri seseorang.• Menurut maramisStress adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri dan karena itu sesuatu yangmengganggu kita.• Menurut Vincent CornelliStress adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntunankehidupan,yang dipengaruhi oleh lingkungan maupun penampilan individu didalamlingkungan tersebut.• Menurut lilis(1997)Stress adalah sebuah kondisi dimana system respon manusia berubah keseimbangannya.II.ASPEK UMUM STRESSRespon tubuh.Mekanisme perlindungan diri otomatis dan segera aktivasisistem syaraf dan endokrin fight dan flightrespon mekanik /kimia/thermal:1. Selular 2. Humoral3. Hormonal/endokrin
 
4. Saraf III. TAHAPAN STRESS1. Alarm Reaction : Reaksi alarm melibatkan pengerahan mekanisme pertahanan dari tubuhdan pikiran untuk menghadapi stressor.2. Stage of Resistance : Tubuh kembali stabil, kadar hormon, frekuensi jantung, tekanan darahdan curah jantung kembali normal.3. Stage of Exhaustion : Terjadi ketika tubuh tidak dapat lagi melawan stress dan energi yangdiperlukan untuk mempertahankan adaptasi menipis.IV. TIPE STRESSOR 1.Stressor InternalContohnya: tumor, cacat bawaan, hipertensi2. Stressor EksternalContohnya: Marah kepada teman, konflik dengan orang tua3. Stessor Fisik Contohnya : overdosis, virus, luka, suhu.4.Stessor PsikologisContohnya : takut operasi, cemas terhadap operasi, dan berduka karena kematian orang tua.V. HOMEOSTATIS & FAKTOR-FAKTORNYAHomeostatis yaitu mekanisme fisiologis yang bervariasi dalam tubuh individu untuk memelihara keseimbangan dalam lingkungan internal. Dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah iniFaktor genetik Faktor fisik dan kimiawiMikroorganisme dan parasitFaktor psikologik Faktor kulturalMigrasiFaktor Ekologik Faktor pekerjaanBurn outTechnologic societiesVI. MEKANISME PERTAHANAN EGOMekanisme Pertahanan Ego yang sering disebut sebagai mekanisme pertahanan mental.Adapun mekanisme pertahan ego adalah sebagai berikut :1. Kompensasi : Proses dimana seseorang memperbaiki penurunan citra diri dengan secarategas menonjolkan keistimewaan atau kelebihan yang dimiliki.2. Penyangkalan(denial) : Menyatakan ketidaksetujuan terhadap realitas dengan mengingkarirealitas tersebut. Mekanisme pertahanan ini adalah yang paling sederhana dan primitive.3. Pemindahan (displacement): Pengalihan emosi yang ditujukan pada seorang atau benda lainyang biasanya netral atau lebih sedikit mengancam dirinya.4. Disosiasi: Pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran atauidentitasnya.5. Identifikasi: Proses dimana seseorang untuk menjadi seseorang yang ia kagumi berupayadengan mengambil/menirukan pikiran-pikiran, perilaku, dan selera orang tersebut.6. Intelektualisasi: Pengguna logika dan alasan berlebihan untuk menghindari pengalamanyang mengganggu perasaannya,7. Introjeksi: Suatu jenis identifikasi yang kuat dimana seseorang mengambil atau melebur nilai-nilai dan kualitas seseorang atau suatu kelompok ke dalam struktur egonya sendiri,merupakan hati nurani.8. Isolasi: Pemisahan unsure emosional dari suatu pikiran yang mengganggu dapat bersifat
 
sementara atau dalam jangka waktu yang lama.9. Proyeksi: Pengalihan buah pikiran atau impuls pada diri sendiri kepada orang lain terutamakeinginan, perasaan emosional dan motivasi yang tidak dapat ditoleransi.10. Rasionalisasi: Mengemukakan penjelasan yang tampak logis dan dapat diterimamasyarakat untuk membenarkan impuls, perasaan, perilaku, dan motif yang tidak dapatditerima.11. Reaksi Formasi: Pengembangan sikap dan pola perilaku yang ia sadari, yang bertentangandengan yang sebenarnya ia rasakan atau ia ingin lakukan.12. Regresi: Kemunduran akibat stress terhadap perilaku dan merupakan cirri khas dari suatutaraf perkembangan yang lebih dini.13. Represi: Pengesampingan secara tidak sadar tentang pikiran, impuls atau ingatan yangmenyakitkan atau bertentangan dari kesadaran seseorang; merupakan pertahanan yang primer yang cenderung diperkuat oleh mekanisme lain.14. Pemisahan(splitting): Sikap mengelompokkan orang atau keadaan hanya sebagaisemuanya baik atau semuanya buruk; kegagalan untuk memadukan nilai-nilai positif dannegatif dalam diri sendiri.15. Sublimasi: Penerimaan suatu sasaran pengganti yang mulia artinya dimata masyarakatuntuk suatu dorongan yang mengalami halangan dalam penyaluran secara normal.16. Supresi: Suatu proses yang digolongkan sebagai mekanisme pertahanan tetapi sebetulnyamerupakan suatu analog represi yang disadari.VII. MODEL_MODEL STRESS1. Model Stress Berdasarkan Stimulus- Hukum elastisitas- Jika strain yang dihasilkan melampaui batas elastisitasnya maka kerusakan akan terjadi.- Stress sebagai ciri-ciri dari stimulus lingkungan yang dalam beberapa hal dianggapmengganggu atau merusak,- Stressor eksternal akan menimbulkan reaksi stress atau strain dalam diri individu,- Stress sebagai sesuatu yang dipelajari2. Model Stress Berdasarkan ResponMenurut Selye (1982), terdiri dari 3 tahapan- Reaksi alarm : respon siaga (fight or flight). Peningkatan cortical hormon, emosi danketegangan.- Fase perlawanan (resistance) : Bila respon adaptif tidak mengurangi persepsi terhadapancaman, ditandai hormon kortikal tetap tinggi. Usaha fisiologis untuk mengatasi stressmencapai kapasitas penuh.- Reaksi kelelahan : Perlawanan terhadap stress yang berkepanjangan mulai menurun, fungsiotak tergantung perubahan metabolisme, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efisien dan penyakit yang serius mulai timbul saat kondisi menurun.3. Model Stress Berdasarkan Transaksional- Lingkungan dan individu terjadi proses penilaian kognitif (cognitive appraisal)- Individu bervariasi dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya yaitu denganmelakukan koping terhadap berbagai tuntutan.Mengukur potensial stress yaitu :- Pengukuran primer : Menggali persepsi individu terhadap masalah- Pengukuran sekunder : Mengkaji kemampuan seseorang atau sumber-sumber tersediadiarahkan untuk mengatasi masalah,- Pengukuran tersier : Berfokus pada pikiran keefektifan perilaku koping dalam menghadapiancaman.VIII. FAKTOR_FAKTOR YANG MEMENGARUHI EFEK STRESSOR 1. Sifat stressor, apa arti sebuah stressor bagi klien? Karena stressor yang sama memberikan

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ahmad Sholih liked this
Rodiah Sefrina liked this
agnesfebriyanti liked this
ayizyiyiz liked this
derira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->