Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1. Konsep Sehat Dan Sakit

1. Konsep Sehat Dan Sakit

Ratings: (0)|Views: 2,421|Likes:
Published by s4f11sn

More info:

Published by: s4f11sn on Jul 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/11/2012

pdf

text

original

 
KONSEP SEHAT DAN SAKIT
Muhammad Azinar 
A.
ARTI DAN KONSEP SEHAT
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakitakan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik,emosi, sosial dan spiritual. Menurut
WHO (1947)
Sehat itu sendiri dapat diartikanbahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidakhanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapatmeningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994):1)Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.2)Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.3)Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
UU No.23 tahun 1992 
tentang Kesehatan menyatakan bahwa:
Kesehatanadalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi 
. Dalam pengertian ini maka kesehatan harusdilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosialdan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.Dalam
 pengertian yang paling luas
sehat merupakan suatu keadaan yangdinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkunganinternal (
 psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit 
) dan eksternal (
lingkungan fisik,social, dan ekonomi 
) dalam mempertahankan kesehatannya.Sedangkan bagi masyarakat umum/ awam, sehat hanya berarti “tidak sakit”.Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :1)Kesehatan jasmaniIni merupakan dimensi sehat yang paling nyata, dan mempunyai perhatian padafungsi mekanistik tubuh.2)Kesehatan mentalDiartikan sebagai kemampuan berfikir dengan jernih dan koheren. Istilah inidibedakan dari kesehatan emosional dan sosial, meskipun ada hubungan yangerat di antara ketiganya.3)Kesehatan emosional
1
 
Diartikan sebagai kemampuan untuk mengenali emosi, seperti takut, kenikmatan,kedukaan dan kemarahan dan untuk mengekspresikan emosi-emosi itu secaratepat. Kesehatan emosional atau afektif juga berarti penanganan stress,ketegangan jiwa, depresi dan kecemasan.4)Kesehatan sosialArtinya adalah kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungandengan orang lain.5)Kesehatan spiritualIni berkaitan dengan kepercayaan dan praktik keagamaan.6)Kesehatan sosietalDiartikan bahwa kesehatan individu tidak terlepas dari lingkungan kehidupanindividu tersebut.
B.MODEL SEHAT SAKIT
1.
Model
Rentang Sehat-Sakit 
(Neuman)Menurut
Neuman
(1990): ”sehat dalam suatu rentang merupakan tingkatkesejahteraan klien pada waktu tertentu, yang terdapat dalam rentang dankondisi sejahtera yang optimal, dengan energi yang paling maksimum, sampaikondisi kematian yang menandakan habisnya energi total”Jadi menurut model ini
sehat adalah
keadaan dinamis yang berubahsecara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagaiperubahan pada lingkungan internal dan eksternalnya untuk mempertahankankeadaan fisik, emosional, inteletual, sosial, perkembangan, dan spiritual yangsehat.Sedangkan Sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satuatau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan biladibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relatif dan mempunyaitingkatan sehingga akan lebih akurat jika ditentukan seseuai titik-titik tertentupada skala Rentang Sehat-Sakit.
2
KematianPrematurKesejahteraan, Tingkat TinggiModel TindakanModel sejahteraKetidakmampuanGejalaTandaKesadaranpendidikanPertumbuhan
 
Dengan model ini perawat dapat menentukan tingkat kesehatan kliensesuai dengan rentang sehat-sakitnya. Sehingga faktor resiko klien yangmerupakan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan dalammengidentifikasi tingkat kesehatan klien. Faktor-faktor resiko itu meliputi variabelgenetik dan psikologis.Kekurangan dari model ini adalah sulitnya menentukan tingkat kesehatanklien sesuai dengan titik tertentu yang ada diantara dua titik ekstrim pada rentangitu (Kesejahteraan Tingkat Tinggi – Kematian). Misalnya: apakah seseorangyang mengalami fraktur kaki tapi ia mampu melakukan adaptasi denganketerbatasan mobilitas, dianggap kurang sehat atau lebih sehat dibandingkandengan orang yang mempunyai fisik sehat tapi mengalami depresi berat setelahkematian pasangannya.Model ini
efektif 
 jika digunakan untuk membandingkan tingkatkesejahteraan saat ini dengan tingkat kesehatan sebelumnya. Sehinggabermanfaat bagi perawat dalam menentukan tujuan pencapaian tingkatkesehatan yang lebih baik dimasa yang akan datang. 
2.
Model
Kesejahteraan Tingkat Tinggi 
(Dunn)Model yang dikembangkan oleh
Dunn
(1977) ini berorientasi pada caramemaksimalkan potensi sehat pada individu melalui perubahan perilaku.Pada pendekatan model ini perawat melakukan intervensi keperawatan yangdapat membantu klien mengubah perilaku tertentu yang mengandung resikotinggi terhadap kesehatanModel ini berhasil diterapkan untuk perawatan lansia, dan juga digunakan dalamkeperawatan keluarga maupun komunitas.
3.
Model
 Agen-Pejamu-Lingkungan
(Leavell
at all.
)
3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Susi Junita liked this
Yuliia K Ningrum liked this
Hadi Nugraha liked this
Hadi Nugraha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->