Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tinjauan Umum Kesehatan Mental

Tinjauan Umum Kesehatan Mental

Ratings: (0)|Views: 2,410|Likes:
Published by s4f11sn

More info:

Published by: s4f11sn on Jul 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
18
BAB IITINJAUAN UMUM KESEHATAN MENTAL
A. Pengertian Kesehatan Mental
Sebagai makhluk yang memiliki kesadaran, manusia menyadariadanya problem yang mengganggu kejiwaannya, oleh karena itu sejarahmanusia juga mencatat adanya upaya mengatasi problema tersebut. Upaya-upaya tersebut ada yang bersifat mistik yang irasional, ada juga yang bersifatrasional, konsepsional dan ilmiah.
1
Pada masyarakat Barat modern ataumasyarakat yang mengikuti peradaban Barat yang sekular, solusi yangditawarkan untuk mengatasi problem kejiwaan itu dilakukan denganmenggunakan pendekatan psikologi, dalam hal ini kesehatan mental.Sedangkan pada masyarakat Islam, karena mereka (kaum muslimin) padaawal sejarahnya telah mengalami problem psikologis seperti yang dialamioleh masyarakat Barat, maka solusi yang ditawarkan lebih bersifat religiusspiritual, yakni tasawuf atau akhlak. Keduanya menawarkan solusi bahwamanusia itu akan memperoleh kebahagiaan pada zaman apa pun, jikahidupnya bermakna.
2
 Islam menetapkan tujuan pokok kehadirannya untuk memeliharaagama, jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan. Setidaknya tiga dari yangdisebut di atas berkaitan dengan kesehatan. Tidak heran jika ditemukan bahwaIslam amat kaya dengan tuntunan kesehatan.
3
Namun demikian para ahlibelum ada kesepakatan terhadap batasan atau definisi kesehatan mental(
mental healt 
). Hal itu disebabkan antara lain karena adanya berbagai sudutpandang dan sistem pendekatan yang berbeda. Dengan tiadanya kesatuan
1
Achmad Mubarok,
Solusi Krisis Keruhanian Manusia Modern
:
Jiwa dalam Al-Qur’an
,Paramadina, Jakarta, 2000, hlm. 13
2
 Ibid 
, hlm. 14
3
M. Quraish Shihab,
Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i Atas Berbagai PersoalanUmat 
, PT. Mizan Pustaka anggota IKAPI, Bandung, 2003, hlm. 181.
 
19pendapat dan pandangan tersebut, maka menimbulkan adanya perbedaankonsep kesehatan mental. Lebih jauh lagi mengakibatkan terjadinya perbedaanimplementasi dalam mencapai dan mengusahakan mental yang sehat.Perbedaan itu wajar dan tidak perlu merisaukan, karena sisi lain adanyaperbedaan itu justru memperkaya khasanah dan memperluas pandangan orangmengenai apa dan bagaimana kesehatan mental.
4
Sejalan dengan keterangan diatas maka di bawah ini dikemukakan beberapa rumusan kesehatan jiwa, antaralain:Pertama, Musthafa Fahmi, sesungguhnya kesehatan jiwa mempunyaipengertian dan batasan yang banyak. Di sini dikemukakan dua pengertiansaja; sekedar untuk mendapat batasan yang dapat digunakan dengan caramemungkinkan memanfaatkan batasan tersebut dalam mengarahkan orangkepada pemahaman hidup mereka dan dapat mengatasi kesukarannya,sehingga mereka dapat hidup bahagia dan melaksanakan misinya sebagaianggota masyarakat yang aktif dan serasi dalam masyarakat sekarang.Pengertian pertama mengatakan kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejalapenyakit jiwa dan gangguan kejiwaan. Pengertian ini banyak dipakai dalamlapangan kedokteran jiwa (psikiatri). Pengertian kedua dari kesehatan jiwaadalah dengan cara aktif, luas, lengkap tidak terbatas; ia berhubungan dengankemampuan orang untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri dandengan masyarakat lingkungannya, hal itu membawanya kepada kehidupanyang sunyi dari kegoncangan, penuh vitalitas. Dia dapat menerima dirinya dantidak terdapat padanya tanda-tanda yang menunjukkan tidak keserasian sosial,dia juga tidak melakukan hal-hal yang tidak wajar, akan tetapi ia berkelakuanwajar yang menunjukkan kestabilan jiwa, emosi dan pikiran dalam berbagailapangan dan di bawah pengaruh semua keadaan.
5
 Kedua, pakar lainnya, Zakiah Daradjat, dalam pidato pengukuhannyasebagai guru besar untuk Kesehatan Jiwa di IAIN "Syarif Hidayatullah
4
Thohari Musnamar, et al,
 Dasar-Dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islam
, UIIPress, Yogyakarta, 1992, hlm. XIII.
5
Musthafa Fahmi,
Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat 
, jilid 1, alihbahasa, Zakiah Daradjat, Bulan Bintang, Jakarta, 1977, hlm. 20-22.
 
20Jakarta" (1984) mengemukakan lima buah rumusan kesehatan jiwa yang lazimdianut para ahli. Kelima rumusan itu disusun mulai dari rumusan- rumusanyang khusus sampai dengan yang lebih umum, sehingga dari urutan itutergambar bahwa rumusan yang terakhir seakan-akan mencakup rumusan-rumusan sebelumnya.1. Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa(
neurose
) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (
 psichose
). Definisi inibanyak dianut di kalangan psikiatri (kedokteran jiwa) yang memandangmanusia dari sudut sehat atau sakitnya.2. Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengandirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tempatia hidup. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih umum daripadadefinisi yang pertama, karena dihubungkan dengan kehidupan sosialsecara menyeluruh. Kemampuan menyesuaikan diri diharapkan akanmenimbulkan ketenteraman dan kebahagiaan hidup.3. Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problema-problema yang biasa terjadi, serta terhindar darikegelisahan dan pertentangan batin (konflik). Definisi ini menunjukkanbahwa fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dankeyakinan harus saling menunjang dan bekerja sama sehinggamenciptakan keharmonisan hidup, yang menjauhkan orang dari sifat ragu-ragu dan bimbang, serta terhindar dari rasa gelisah dan konflik batin.4. Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi, bakat dan pembawaan yangada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diridan orang lain, serta terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.
6
 Definisi keempat ini lebih menekankan pada pengembangan danpemanfaatan segala daya dan pembawaan yang dibawa sejak lahir,
6
Zakiah Daradjat,
Kesehatan Mental
, Gunung Agung, Jakarta, 1983, hlm. 11-13

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arwinda Febri liked this
Arma Nila added this note
MAKALAH INI MASIH KURANG MELUAS KAJIAANNYA DI DALAM MEMPELAJARI BAGAIMANA MENUJU KESEHATAN MENTAL DALAM HUBUNGAN DENGAN BIMBINGAN KONSELING ISLAMI
chya_sweet liked this
Sus KurniaWan liked this
hjhmeriam liked this
Sa-Joon Hyeon liked this
Yudi Rakapale liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->