Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional

Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional

Ratings: (0)|Views: 1,728|Likes:
Published by Yulianto Kurniawan
draft
draft

More info:

Published by: Yulianto Kurniawan on Jul 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional(Sebuah Analisis Kritis)Akhir-akhir ini ramai dibicarakan Sekolah Bertaraf Internsional atau SBI. Sebuahkebijakan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional agar memiliki daya saing dengan negara-negara maju lainnya.
 Icon
SBI di matamasyarakat Indonesia tak bisa lepas dari
bilingual 
sebagai
medium of instruction,
multi media dalam pembelajaran di kelas, berstandar internasional, ataupun sebagaisekolah prestisius
 
dengan jalinan kerjasama antara Indonesia dengan negara-negaraanggota OECD maupun lembaga-lembaga tes/sertifikasi internasional, sepertiCambridge, IB, TOEFL/TOEIC, ISO, dan lain-lain.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai landasan hukum penyelenggaraan SBI,konsep dan karakteristik SBI, maupun analisis kritis terhadap kebijakan SBI.A. Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)1.Landasan Hukuma.UU Sisdiknas Pasal 50 Ayat 3
 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untudikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional .
1
 b.Kebijakan Pokok Pembangunan Pendidikan Nasional dalam Rencana StrategisDepartemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.1).Pemerataan dan Perluasan Akses2).Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing. Salah satunya pembangunan sekolah bertaraf internasional untuk meningkatkan dayasaing bangsa. Dalam hal ini, pemerintah perlu mengembangan SBI padatingkat kabupaten/kota melalui kerja sama yang konsisten antaraPemerintah dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang bersangkutan untuk mengembangkan SD, SMP, SMA, dan SMK yang bertaraf internasionalsebanyak 112 unit di seluruh Indonesia.3).Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik.
2
1 Anonim, 2006.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
WIPRESS2 Anonim, 2006.
 Rencana Startegis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.
DepartemenPendidikan Nasional. Jakarta.
1
 
2.Konsep Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)a.Filosofi Eksistensialisme dan EsensialismePenyelenggaraan SBI didasari filosofi
eksistensialisme
dan
esensialisme
(fungsionalisme). Filosofi
eksistensialisme
 berkeyakinan bahwa pendidikanharus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimalmungkin melalui fasilitas yang dilaksanakan melalui proses pendidikan yang bermartabat, pro-perubahan, kreatif, inovatif, dan eksperimentif), menum- buhkan dan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik.
3
Filosofi
eksistensialisme
berpandangan bahwa dalam proses belajamengajar, peserta didik harus diberi perlakuan secara maksimal untumengaktualkan, mengeksiskan, menyalurkan semua potensinya, baik potensi(kompetensi) intelektual (IQ), emosional (EQ), dan Spiritual (SQ).Filosofi
esensialisme
menekankan bahwa pendidikan harus berfungsi danrelevan dengan kebutuhan, baik kebutuhan individu, keluarga, maupunkebutuhan berbagai sektor dan sub-sub sektornya, baik lokal, nasional,maupun internasional. Terkait dengan tuntutan globalisasi, pendidikan harusmenyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing secarainternasional. Dalam mengaktualkan kedua filosofi tersebut, empat pilar  pendidikan, yaitu:
learning to know, learning to do, learning to live together,and learning to be
merupakan patokan berharga bagi penyelarasan praktek- praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, mulai dari kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, hingga sampai penilainya.
4
 b.SNP + X (OECD)Rumusan SNP + X (OECD) maksudnya adalah SNP singkatan dariStandar Nasional Pendidikan plus X. Sedangkan OECD singkatan dari
Organization for Economic Co-operation and Development 
atau sebuahorganisasi kerjasama antar negara dalam bidang ekonomi dan pengembangan.Anggota organisasi ini biasanya memiliki keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan yang telah diakui standarnya secara internasional. Yang termasuk anggota OECD ialah: Australia, Austria, Belgium, Canada, Czech Republic,Denmark, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Ireland, Italy,Japan, Korea, Luxembourg, Mexico, Netherlands, New Zealand, Norway,
3 Kir Haryana. 2007.
 Konsep Sekolah Bertaraf Internasional (artikel).
Jakarta: Direktorat PembinaanSekolah Menengah Pertama., hal. 374
 Ibid.,
hal. 37-38
2
 
Poland, Portugal, Slovak Republic, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey,United Kingdom, United States dan Negara maju lainnya seperti Chile,Estonia, Israel, Russia, Slovenia, Singapore, dan Hongkong.
5
Sebagaimana dalam “Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/MadrasahBertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah tahun2007”, bahwa sekolah/madarasah internasional adalah yang sudah memenuhiseluruh Standar Nasioanl Pendidikan (SNP) dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu Negara anggota
Organization for  Economic Co-operation and Developmen
(OECD) dan /atau Negara majulainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan,sehingga memiliki daya saing di forum Internasional.Jadi, SNP+X di atas artinya bahwa dalam penyelenggaraan SBI,sekolah/madrasah harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan (Indonesia)
6 
dan ditambah dengan indikator X, maksudnya ditambah atau diperkaya/di-kembangkan/diperluas/diperdalam dengan standar anggota OECD di atas ataudengan pusat-pusat pelatihan, industri, lembaga-lembaga tes/sertifikasi inter-nasional, seperti Cambridge, IB, TOEFL/TOEIC, ISO, pusat-pusat studi danorganisasi-organisasi multilateral seperti UNESCO, UNICEF, SEAMEO, dansebagainya.Ada dua cara yang dapat dilakukan sekolah/madrasah untuk memenuhikarakteristik (konsep) Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), yaitu sekolahyang telah melaksanakan dan memenuhi delapan unsur SNP sebagai
indikatorkinerja minimal
ditambah dengan (X) sebagai
indikator kinerja kuncitambahan.
Dua cara itu adalah: (1)
adaptasi
, yaitu penyesuaian unsur-unsur tertentu yang sudah ada dalam SNP dengan mengacu (setara/sama) denganstandar pendidikan salah satu anggota OECD dan/atau negara maju lainnyayang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan, diyakini telahmemiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional, serta lulusannyamemiliki kemampuan daya saing internasional; dan (2)
adopsi
, yaitu penambahan atau pengayaan/pendalaman/penguatan/perluasan dari unsur-
5 Kir Haryana. 2007.
 Konsep Sekolah
, hal. 416 Standar Nasional Pendidikan meliputi; standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar  pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standa pembiayaan, dan standar penilaian.( Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional Pendidikan).
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
emirosita liked this
Gelfis Dai Cool liked this
NOORYADI liked this
NdHa BysTr liked this
Icha Azuka liked this
pakbudi liked this
catsuke liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->