Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jamur tiram

jamur tiram

Ratings: (0)|Views: 3,618|Likes:
Published by Whty Chzz

More info:

Published by: Whty Chzz on Jul 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
http://www.cybertokoh.com/news/
 
 jamur
.htmEdisi 325 / Minggu / 1 3 Maret 2005AGRIBISNIS
 jamur
 
tiram
, di Nusa Tenggara Barat, sampai saat ini masih tergolong hal baru. Di Jawa dan Bali, bisnis ini sudah cukup lama dikenal. Di Lombok, tidak banyak  bahkan bisa dikatakan hanya satu dua saja yang menggeluti usaha ini. Salah satunyaadalah usaha yang dirintis Ir. M. Mahrup Kaseh sejak tahun 1989. Hingga kini usaha itumasih bertahan dan terus melakukan inovasi pada teknik budidaya dan pengembangan pemasarannya sehingga menjadi agribisnis yang utuh dan mudah dilaksanakan sebagaiteknologi tepat guna yang ramah lingkungan.Pengembangan teknik budidaya ini dipermudah dengan menggunakan bibit sebar dedandengan media yang mudah dan murah. Alat pres dan alat sterilisasi direkayasa sendirisehingga mudah dilaksanakan dengan hasil yang baik. “Teknik dan alat yang digunakanmerupakan hasil pencarian terus menerus,” ungkap pensiunan PNS ini yang mengaku, belajar membudidayakan
 jamur
lewat buku, potongan-potongan koran, majalah daninformasi yang ia kumpulkan.Di Mataram, menurut, Ir. Parman, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram,yang selama ini peduli dalam penelitian dan permasalahan
 jamur
, animo masyarakatuntuk membudidayakan
 jamur
ini terbilang kurang. “Padahal untuk komoditi ekspor usaha ini sangat menjanjikan,” katanya.Berbeda dengan
 jamur
merang yang perlu ruangan tertutup dan hangat serta kedapudara,
 jamur
 
tiram
tidak memerlukan suhu tertentu atau ruang kedap udara. “Pada suhu biasa,
 jamur
 
tiram
bisa tumbuh dengan baik,” lanjutnya.
Jamur
 
tiram
yang umumdikembangkan untuk budidaya biasanya berwarna putih, sementara warna coklat danmerah muda tidak. Menyoal rasa dari
 
 jamur
tersebut, ungkap Parman, tergantungmedianya. Sementara itu, untuk menghasilkan
 jamur
sesuai warnanya tergantung padawarna asal bibit yang ditanam.-niek Cermati Ciri-ciri
 
Jamur
BeracunSECARA umum,
 jamur
termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge,sawi. “Karena kandungan kalorinya rendah,
 
 jamur
boleh dimakan sekehendak atau bebastanpa memperhitungkan banyaknya,” kata Ni Nyoman Widarmini, S.K.M. KepalaInstalasi Gizi Rumah Sakit Umum, Mataram.“Tentunya,
 jamur
yang boleh dimakan atau tidak beracun,” ungkap Ir. Parman, Ph.D.Menurutnya,
 jamur
 
tiram
, yang berkembang dibudidayakan hingga saat ini adalah
 jamur
 
tiram
putih, coklat dan merah muda.
Jamur
ini, tumbuh di kayu yang mengalami pelapukan atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu.
Jamur
tersebut tidak beracun dan boleh dimakan.
Jamur
yang tergolong beracun dantidak dapat dikonsumsi, lanjutnya, jika
 jamur
 
tiram
misalnya, tumbuh di kayu yangmasih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. “Jika termakan,
 jamur
jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan
 
 bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.Ciri-ciri
 jamur
beracun antara lain, umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapatlingkaran menyerupai cincin. Tapi, katanya, tidak semua yang bergelang merupakan
 jamur
beracun. Selain itu, aroma
 jamur
akan terasa berbau sangat tajam, jika dipotongterdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir. “Jika terdapat tanda-tanda tersebut,sebaiknya
 jamur
ini jangan dikonsumsi,” saran Parman.
Jamur
ini biasanya tumbuh liar,sementara
 jamur
yang sengaja dibudidayakan untuk dikonsumsi tentunya
 jamur
yangtidak beracun, jadi tidak perlu khawatir membeli
 jamur
apalagi yang sudah dalamkemasan.Selain dikonsumsi dalam keadaan segar,
 jamur
juga kerap dikonsumsi setelahmengalami pengeringan untuk pengawetan. Menurut Nyoman, antara
 jamur
segar dan
 
 jamur
kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya.
Jamur
segar dalam 100gram di dalamnya terdapat 15 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gr, karbohidrat 0,9 gr,kalsium 3 mg, zat besi 1,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan vitamin C 5 mg.Sedangkan pada 100 gram
 
 jamur
kering terdapat 128 kalori, protein 16 gram, lemak 0,9gr, karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan tidak mengandung vitamin C. “
Jamur
segar maupun
 jamur
kering keduanya tidak mengandung vitamin A,” ujar Nyoman yang sudah 15 tahun bekerja di Instalasi Gizi ini. – niek Belum Mampu Memenuhi PermintaanBUDIDAYA
 jamur
 
tiram
dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu yang dilakukanMahrup, bisa dijadikan alternatif usaha yang mempunyai prospek sangat baik. Selainmemakai bahan yang mudah dan murah, Mahrup juga membuat sendiri bibit induk dan bibit sebar 
 
 jamur
 
tiram
ini, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahanuntuk membeli bibit.Dalam waktu dua setengah bulan bibit tersebut sudah dapat dipakai, lebih cepatketimbang proses yang selama ini dikenal yang memakan waktu sekitar empat bulan.Membuat bibit induk dan bibit sebar 
 jamur
 
tiram
dilakukan dengan menyediakan mediaantara lain dedak halus dan tepung jagung yang dicampur dan ditambahkan air lalu dibuatadonan atau pasta (perbandingan 2:1). Media tanam dipres dengan alat pres yangdirekayasa sendiri.Proses perawatan hingga panen dalam budidaya
 jamur
 
tiram
ini juga cenderunggampang. Setelah polybag-polybag dingin, bibit
 
 jamur
 
tiram
dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi. Jumlah bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat
 jamur
yang dihasilkan melainkan proses keluarnya
 jamur
 bisa lebih cepat, kata Mahrup. Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akankelihatan memutih di seluruh permukaannya. “Jika sudah putih semua, polybag tersebutdapat dipindahkan ke ruang produksi,” ujar Mahrup.Dalam ruang produksi, perawatan sederhana dimulai dengan membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruanganserta merangsang tumbuhnya
 jamur
 
tiram
. Agar proses tumbuhnya
 jamur
cepat, makakapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum
 jamur
keluar. Dalam waktu 15hari dalam ruang produksi,
 jamur
akan terlihat bermunculan, keluar dari mulut-mulut polybag. Tidak lama setelah itu, selang tiga hari kemudian
 jamur
 
tiram
pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai.Selain menjual
 jamur
segar, Mahrup juga menyediakan polybag-polybag berisi
 jamur
 
tiram
berumur sehari untuk dijual. “Artinya, kami menjual
 jamur
yang sudah keluar dankemungkinan sudah tidak lagi terkontaminasi,” katanya. Untuk pemasaran polybag
 jamur
siap panen ini, Mahrup memakai sistem mitra, mereka yang sengaja membeli polybag-polybag
 jamur
siap panen tersebut. Sampai saat ini, ia memiliki setidaknyaenam mitra yang rutin mengambil masing-masing 200 polybag tiap bulannya. Di sampingitu, pemasaran dilakukan di pasar-pasar tradisional sekitar Mataram.Permintaan akan
 jamur
siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi,hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Tahun 2005 ini ia telah membuat bibitlebih banyak dari biasanya, serta sedang melakukan proses percobaan pada kemungkinan bisa menambah berat
 jamur
 
tiram
saat dipanen setidaknya dua ons. Di rumahnya,tempat budidaya
 jamur
 
tiram
sampai saat ini, Mahrup telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada mahasiswa tentang budidaya
 jamur
 
 
tiram
juga sebagai tempatPKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuanagrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di NTB. –niek olahan-
-
 
Tulisan ini dikirim pada pada Selasa, Februari 26th, 2008 2:31 am dan di isikan dibawah agribisnis,   budidaya,
 
.Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melaluiRSS 2.0 feed. r  Anda dapat merespon,or trackback dari website anda.
713 Responses to “Budidaya
 
Jamur Tiram lebih Mudah denganMedia Murah”
1.
mengatakan:Februari 26, 2008 pukul 10:07 pm Aku memang lagi mencari info tentang
 
 jamur
pak, makasih ya artikelnyaBalas 2.
angelina hariyanto
mengatakan:Maret 11, 2008 pukul 8:13 am Ass.wr.wbPak saya minta di bantu pemasaran
 
 jamur
 
tiram
bagaimana,adakahagen/bakul/sales yang mau mengambil panenan
 
 jamur
 
tiram
dari petani-petani?saya domisili di kabupaten malang (turen).adakah di malang asosiasi/perkumpulan untuk petani
 jamur
agar dibentuk suatukemitraan agar harga
 
 jamur
 
tiram
di pasaran stabil.tolong dibantu yaPak,mengingat saya baru memulai usaha ini dengan modal kerja yang sangat pas- pasan.terima kasih atas perhatian dan tanggapannya.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eduereina Ae Ae liked this
Febri Zach liked this
Afif liked this
miftahol liked this
dwiopet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->