Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aqiqah

Aqiqah

Ratings: (0)|Views: 1,910|Likes:
Published by Iwan Hermawan
AQIQAH A. Latar Belakang Masalah

Manusia dilahirkan ke Bumi oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan bersih seperti kapas yang belum ternodai. Oleh karena itu Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya'?. Ada Hadits lain yang menyatakan, "Anak laki-laki ('Aqiqah-nya dengan 2 kambing) sedang anak perempuan ('Aqiqah-nya) dengan 1 ekor kambing'?. Status
AQIQAH A. Latar Belakang Masalah

Manusia dilahirkan ke Bumi oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan bersih seperti kapas yang belum ternodai. Oleh karena itu Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya'?. Ada Hadits lain yang menyatakan, "Anak laki-laki ('Aqiqah-nya dengan 2 kambing) sedang anak perempuan ('Aqiqah-nya) dengan 1 ekor kambing'?. Status

More info:

Published by: Iwan Hermawan on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

 
AQIQAHA.Latar Belakang Masalah
Manusia dilahirkan ke Bumi oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan bersih sepertikapas yang belum ternodai. Oleh karena itu Aqiqah merupakan salah satu hal yangdisyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalahHadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya'?. Ada Hadits lain yangmenyatakan, "Anak laki-laki ('Aqiqah-nya dengan 2 kambing) sedang anak perempuan('Aqiqah-nya) dengan 1 ekor kambing'?. Status hukum 'Aqiqah adalah sunnah. Hal tersebutsesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan ImamMalik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yangmengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya 'Aqiqah wajib, maka kewajibantersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya 'Aqiqahwajib, maka Rasulullah saw juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga iamendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cintadi masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah 'Aqiqah tersebut.Mengenai kapan 'Aqiqah dilaksanakan, Rasulullah saw bersabda, "Seorang anak tertahan hingga ia di-'Aqiqah-i, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannyadan diberi nama pada waktu itu'?. Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa 'Aqiqahmendapatkan kesunnahan jika disembelih pada hari ketujuh. Sayyidah Aisyah ra dan ImamAhmad berpendapat bahwa 'Aqiqah bisa disembelih pada hari ketujuh, atau hari keempat belas ataupun hari keduapuluh satu. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwasembelihan 'Aqiqah pada hari ketujuh hanya sekedar sunnah, jika 'Aqiqah disembelih padahari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya maka hal itudibolehkan.Oleh karena itu penulis memberikan pengertian dan tata cara bagi muslim dalammelakukan Aqiqah untuk anaknya sesuai dengan hukum dan syariat islam.B.
Rumusan Masalah
Dari Latar Belakang Masalah diatas maka Rumusan Masalah adalah sebagai berikut:1.Bagaimana Tata Cara Aqiqah menurut syariat Islam?2.Bagaimana Pendapat Ulama tentang Aqiqah?3.Bagaiman Hukum Aqiqah menurut syariat Islam?C.
Pembahasan Masalah
1.
 Pengerian Aqiqah
Aqiqah ialah sembelihan binatang
an‘am
yang dilakukan kerana menyambut kanak-kanak yang baru dilahirkan sebagai tanda kesyukuran kepada Allah
 subhanahu wata‘ala
.
 
2.
 Dalil-dalil Pelaksanaan
Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayitergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan(kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahidengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]
Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewanuntuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” [HR Ahmad]
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqahdilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlahsemua gangguan darinya.” [Riwayat Bukhari]Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiranbayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk  perempuan satu kambing.”
[HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber ‘aqiqah untuk Hasan danHusain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supayadihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)”. [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4,hal. 264]Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskinseberat timbangan rambutnya.” [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas,atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi′i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagaisesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, “Anak tergadaidengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihandan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukharidan Ashhabus Sunan)
 
Perkataan: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu:“Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakanlakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).Perkataan: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah. Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknyanusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah inihewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syafi’iy berkata: Dan harusdihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kamimempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darahkambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing,mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. AbuDawud juz 3, hal. 107]Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketikamencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”.[HR. Ibnu Hibban dengan tartib IbnuBalban juz 12, hal. 124]Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran.Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang anak terikatdengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi). Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisadilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja iamampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh)atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalahmemudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT: “Allah menghendakikemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berdasarkansabda Nabi SAW, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya,disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.(HR: ImamAhmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada harike empat belas, dan bila tidak bisa, maka pada hari ke dua puluh satu, ini berdasarkanhadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muammar Khadafi liked this
Ivan Widyawan liked this
Farra Dhiena liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->