jawab dalam pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya menuju derajat kesehatanmasyarakat yang optimal dengan memanfaatkan potensi yang ada agar semua sumberdayadapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pembangunan kesehatan.Berdasarkan Instruksi Presiden nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas KinerjaInstansi Pemerintah, maka perencanaan strategis merupakan sebuah proses dalam mencapaitujuan pembangunan dalam kurun waktu 1 – 5 tahun. Program-program pembangunanstrategis yang disusun, secara keseluruhan dirangkum dalam satu bentuk dokumen RencanaStrategis (Renstra) dan Rencana Kerja ( Renja ) Dinas. Renstra dan Renja ini pada prinsipnya merupakan penjabaran dari Renstra dan Renja Kabupaten seperti yang tertuangdalam RPJM.Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tentang PedomanOrganisasi perangkat Daerah, maka pada awal tahun 2007terjadi penggabungan organisasi(
merger
) antara Dinas Kesehatan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) yang berubah nama menjadi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkesdan KB). Dengan penggabungan tersebut, maka penataan sumber daya, program dankebijakan harus dilaksanakan. Strategi dalam peningkatan pelayanan kesehatan dan KBkepada masyarakat juga perlu disusun kembali untuk mencapai visi yang diharapkansehingga revisi terhadap Renstra ini dilakukan.
B. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN RENSTRA
Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) dan rencana kerja (RENJA) dimaksudkanuntuk memberikan arah kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan kesehatan dankeluarga berencana di Kabupaten Gunungkidul agar pelaksanaannya dapat terkoordinasi,terarah, terpadu dan berkesinambungan selama kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun2007 – 2010.Tujuan disusun Rencana strategis adalah :
Renstra Dinkes dan KB