Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
johar awal

johar awal

Ratings: (0)|Views: 587 |Likes:
Published by sabda_asep2832

More info:

Published by: sabda_asep2832 on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
BAB IIKAJIAN TEORI TENTANG ILMU YANG BERKEMBANG DI PULAUJAWADi Nusantara tercinta ini, Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di antara ribuan pulauyang tersebar di nusantara. Dilihat dari berbagai segi, pulau jawa memiliki kelebihandibandingkan dengan pulau-pulau yang lain, sehingga dinamika masyarakat penduduknya lebihdinamis dan sangat kompleks. Kelebihan Pulau Jawa tersebut dilatarbelakangi oleh tiga halutama, yakni historis, geografis, dan demografis.Secara historis kerajaan-kerajaan besar-kecil tersebar di Pulau Jawa, silih berganti dariabad ke abad, sehingga meninggalkan sejumlah warisan dalam berbagai bentuk, baik yang berwujud benda maupun non- benda. Demikian juga dengan penjajah, perhatian mereka baik secara politis maupun ekonomis berfokus ke Pulau Jawa. Secara geografis, Pulau Jawa memilikisejumlah gunung berapi yang aktif dan sering menumpahkan laharnya, sehingga menyebabkantanahnya subur dan sangat baik untuk bercocok tanam. Oleh karena itu, banyak penduduk yang bermukim di sini.Maka, berdasarkan kedua latar belakang di atas, penduduk Pulau Jawa relatif lebih banyak dibandingkan pulau-pulau yang lain. Berikutnya, bebagai aspek kehidupan pun berkembang di sini, termasuk perkembangan ilmu pengetahuan. Karena di samping memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak, bermacam-macam ilmu pun tumbuh dan berkembangdengan pesat sampai saat ini, baik yang bersifat akademik ilmiah, maupun yang bersifat religiusdan mistis. Dari hasil telaah kami, di Pulau Jawa ini terdapat berbagai sumber ilmu yang bernilaitinggi, namun semakin lama semakin terlupakan karena kalah populer oleh ilmu-ilmu pengetahuan modern yang datang dari berbagai penjuru dunia, terutamadari Barat. Sebagai bahan perandingan, berikut kami kemukakan sumber ilmu yang telah berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, yakniWiridHidayat Jati warisan para Wali, Kidoeng Kaislaman (Buahna Iman Islam),dan Tutungkusan Karuhun Sunda.2.1
 
Wirid Hidayat JatiWirid Hidayat Jati ini kami kutip dari buku karangan Raden Ngabehi Ronggowarsito,seorang pujangga besar di keraton Surakarta yang diakui kehebatannya, terutama olehmasyarakat Jawa. Pesan dari penulisnya, untuk memahami buku ini pembaca harus sudahmembekali diri dengan pengetahuan Al Quran dan Al Hadits agar tidak salah mengerti. Kami berpendapat, para praktisi ilmu dan mahasiswa penting untuk mengkaji ini dalam upayamengembangkan wawasan keilmuan dari berbagai dimensi. Hidayat Jati ini pada dasarnyamerupakan petunjuk sejati yang menjelaskan kedudukan ilmu ma¶rifat yang lahir dari ajaran paraWali di tanah Jawa. Sepeninggal Kanjeng Susuhunan di Ampeldenta (Sunan Ampel), mereka bermaksud menjabarkan wiridan yang merupakan inti dari ajaran ilmu kesempurnaan masing-masing.Semula, para wali hanya mengajarkan ilmu masing-masing, sepertiyang dikemukakan oleh R.Ng. Ronggowarsito (1997:7):Yang pertama: bersangkutan pada zaman awal berdirinya Negeri Demak para wali yang maumemberikan ajarannya hanya ada delapan:1. Kanjeng Susuhunan di Giri Kedhaton ; ajarannya berupa ilhamadanya Zat2. Kanjeng Susuhunan di Tandhes: ajarannya uraian mengenaiwahana zat3. Kanjeng Susuhunan di Majagung: ajarannya mengenai gelarankeadaan zat4. Kanjeng Susuhunan di Benang: ajarannya mengenai pembukatata mahligai di dalam Baetulmakmur 5. Kanjeng Susuhunan di Tembayat: atas perkenan dan ijin Kanjeng Sunan Kalijaga menyampaikanwejangan mengenai pembka tata mahligai di dalam Baitul Mukaram6. Kanjeng Susuhunan di Kalinyamat: ajarannya mengenai pembuka tata mahligai di dalam Baitulmukadas7. Kanjeng Susuhunan di Gunungjati: ajarannya yaitu penetapkesentosaan iman8. Kanjeng Susuhunan di Kajenar: memberikan ajaran tentangsasahidan atau persaksian.
 
Kemudian, pada zaman Mataram, Kanjeng Sultan Agung Anyakrakusumah, ke delapanajaran itu hendak dihimpunnya dengan segenap perabotannya agar dapat meliputi maknanyasemua. Ilmu-ilmu di atas dijabarkan menjadi satu ajaran saja. Setelah semua para ahli ilmusepakat, Kanjeng Sultan memerintahkan kepada para ahli yang menguasai ilmu untuk menyampaikan wejangan demikian.Mengenai ajaran yang sudah dihimpun menjadi satu itu, isinya sama berasal dari kutipan-kutipan dari semacam kitab-kitab tasawuf. Perkembangan selanjutnya, karena banyaknya guruyang mengajarkan ilmu di atas ada juga yang hanya mengajarkan ilmu perabotannya saja, bahkan ada yang hanya mengajarkan imju ma¶rifat saja, ilmu gaib saja, ilmu talek saja (ilmuyang menjabarkan keajaiban). Sehingga apa yang sudah dihimpun menjadi satu, akhirnyaterpisah-pisah lagi. Selanjutnya diperdalam lagi oleh Kyageng Muhammad Sirullah diKedungkol, dan pada tahun 1779 Ronggosogoto wargosinuta mendapat ilham dari Tuhan YangMaha Suci untuk menata kembali ilmu-ilmu ma¶rifat serta menyampaikan tujuan dan maksudajarannya sekaligus, mengikuti wejangan delapan macam yang dikumpulkan menjadi satu,dengan rincian sebagai berikut:Pertama, wejangan dari Kanjeng Susuhunan di Giri Kedaton,wejangan ini disebut ilham atau bisikkan adanya zat, karena oleh yang menyampaikannyadibisikan di telinga kiri yang menjelaskan wahyu Tuhan yang Maha Suci kepada Kanjeng NabiMuhammad Rasulullah, dengan terjemahan sebagai berikut:´Sajatine ora ana apa-apa; awit duk maksih awang-uwung durungana sawiji-wiji; kang ana dhingin iku ingsun, ora ana Pangeran Nanging Ingsun; sajatine Kang Maha Suci anglimputi ing Sifat Ingsun; anartani ing asman-Ingsun, amratandhani ing apngal Ingsun´ (Sesungguhnya tidak ada apa pun: sebab ketika masih berupa angkasa belum ada satu pun; yang ada mula-mula adalah Aku, Tiada Tuhan selain Aku;sesungguhnya Yang Mahasuci meliputi sifat-Ku, menyertai Nama-Ku, menunjukkan kepada perbuatan-Ku).Kedua, wejangan oleh Kanjeng Susuhunan di Tandhes, dinamakan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Oces Cobex's liked this
Azwir Phili liked this
zehidayat liked this
zehidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->