Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
8Activity
×
P. 1
BAB IV. PENYELENGGARAAN URUSAN ......

BAB IV. PENYELENGGARAAN URUSAN ......

Ratings: (0)|Views: 6,946|Likes:
Published by ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
BAB IVPENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
Sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah memberikan kewenangan yangluas nyata dan bertanggungjawab kepada Daerah (otonomi). Otonomi daerahdiarahkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
kewenangan
yangdimiliki daerah. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang PemerintahanDaerah merupakan tonggak lahirnya otonomi daerah dengan menempatkan asasdesentralisasi dan asas tugas pembantuan dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.Dalam asas desentralisasi, menempatkan semua kewenangan pemerintahankepada Kabupaten/Kota selain kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lainnya yang merupakan kewenangan Pemerintah ataupun kewenanganProvinsi sebagai daerah otonom. Kewenangan bidang lainnya salah satunya
adalah“penetapan pedoman untuk menentukan standar pelayanan minimal dalambidang yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota” 
, sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang KewenanganPemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom. Adapun kewenanganwajib Kabupaten/Kota meliputi :
 pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dankebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanamanmodal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja
. Dengan adanya penerapan standar pelayanan minimal (SPM) pada kewenangan wajibKabupaten/Kota, fungsi pemerintahan daerah Kabupaten/Kota adalah
 sebagai  pelayan masyarakat (public service).
Dalam pertengahan implementasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999,amandemen kedua Undang-undang Dasar 1945 telah merubah dasar sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 18 amandemen kedua Undang-undangDasar 1945 mengamanatkan bahwa
“pemerintahan daerah menjalankan otonomi  seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undanditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat”.
Sedangkan Pasal 18 A menegaskan bahwa
“hubungan wewenang antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota atau antara Provinsi dan Kabupaten dan Kota,diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dankeragaman daerah”.
Dari pasal 18 tersebut, terlihat adanya amanat pembagianurusan pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi danPemerintahan daerah Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan keserasianhubungan antar tingkatan atau susunan pemerintahan.
62
 
Penjabaran atas amandemen kedua UUD 1945 tersebut, diterbitkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti atasUndang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Undang-undang Nomor 32tahun 2004 membawa perubahan mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dan ditegaskan dalam Pasal 11 yang menyebutkan bahwa
“penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas,akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar  susunan pemerintahan”.
Penyelenggaraan urusan pemerintahan dimaksudmerupakan pelaksanaan hubungan kewenangan antara pemerintah dan pemerintahandaerah provinsi, kabupaten dan kota atau antar pemerintahan daerah yang salingterkait, tergantung, dan sinergis sebagai satu sistem pemerintahan. Sedangkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah, yang diselenggarakan berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi terdiri atas urusan wajibdan urusan pilihan dimana penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib berpedoman pada standar pelayanan minimal yang dilaksanakan secara bertahap danditetapkan oleh Pemerintah.Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 adalah urusan yang sangat mendasar yang berkaitan denganhak dan pelayanan dasar warga negara antara lain:a. Perlindungan hak konstitusional; b. Perlindungan kepentingan nasional, kesejahteraan masyakat, ketentramandan ketertiban umum dalam kerangka menjaga keutuhan NKRI; danc. Pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dankonvensi internasional.Sedangkan yang dimaksud dengan urusan pilihan adalah urusan yang secaranyata ada di Daerah dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatsesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah.Tahun 2006 merupakan awal pelaksanaan Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Adapun pelaksanaan masing – masingurusan Pemerintahan sesuai dengan pembidangan dalam RKPD Tahun 2006 adalahsebagai berikut :
A.BIDANG PERTANIAN DAN PERIKANAN1. Program dan Kegiatan
Tujuan pembangunan bidang pertanian dan perikanan yangdilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 adalah :a.Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia petani nelayan, petugas, mitra petani, serta pelaku usaha pertanian lainnya; b.Meningkatkan kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis lainnya;
63
 
c.Meningkatkan kualitas sumber daya dinas dan sarana prasarana pendukung kelancaran tugas dinas;d.Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian dan perikanandalam rangka mewujudkan ketahanan pangan;e.Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, hortikultura,dan perikanan untuk memantapkan ketahanan pangan;f.Meningkatkan kualitas hasil pertanian yang berdaya saing dalam rangka peningkatan pendapatan petani-nelayan.
Adapun sasarannya adalah sebagai berikut :
a.Tercapainya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap petani-nelayan; b.Terwujudnya kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis yang mantap;tercapainya peningkatan kinerja dan kelancaran pelaksanaan tugas;c.Tercapainya peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian;d.Tercapainya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan danhortikultura;e.Tercapainya peningkatan pendapatan petani-nelayan melalui pengembangan usaha pertanian yang berwawasan agribisnis.Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, dilaksanakan 6 (enam) program, yaitu Peningkatan Ketahanan Pangan, Pengembangan Agribisnis,Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pertanian, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pertanian, Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian, danPengembangan dan Pengelolaan Irigasi dan Air Bersih. Adapun kegiatan yangdilaksanakan sebanyak 48 kegiatan sebagai berikut :
a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, meliputi kegiatan – kegiatan :
1)Penangkaran benih palawija (DAK)2)Antisipasi kegagalan tanam3)Penanganan daerah sumber serangan OPT4)Pelatihan agensia hayati dan pengawasan pupuk dan pestisida5)Pengelolaan PAD6)Diversifikasi tanaman pangan non beras7)Pengembangan padi organi8)Pengembangan produksi padi beras merah9)Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan(pendampingan)
64

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
agusekoms liked this
sikasartika liked this
B'MAZ liked this
Fahmil Aziz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->