Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 1999 - 2007 Clinical Governance RSUP Fatmawati

Dody Firmanda 1999 - 2007 Clinical Governance RSUP Fatmawati

Ratings: (0)|Views: 3,204|Likes:
Edisi Pertama Clinical Governance (1999 - 2007) - kompilasi naskah asli perjalanan panjang Komite Medik RSUP Fatmawati Jakarta dari tahun 1999 dalam rangka "empowering medical professions toward quality". (Dody Firmanda)
Edisi Pertama Clinical Governance (1999 - 2007) - kompilasi naskah asli perjalanan panjang Komite Medik RSUP Fatmawati Jakarta dari tahun 1999 dalam rangka "empowering medical professions toward quality". (Dody Firmanda)

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/19/2013

pdf

text

original

 
Kumpulan Artikel
Clinical Governance 
dari konsep sampai dengan implementasidi RSUP Fatmawati Jakarta
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati Jakarta
 
11
“Clinical Governance” 
:Konsep, konstruksi dan implementasi manajemen medik.

Dr. Dody Firmanda SpA MARSUP Fatmawati, Jakarta
Pendahuluan
Meskipun pelayanan kesehatan sangat bervariasi dari dan dalam satu rumah sakit dipropinsi dan daerah di negara maju/industri maupun dunia ketiga. Akan tetapi ciri dansifat masalah tersebut tidak jauh berbeda satu sama lainnya dalam hal yang mendasaryakni semakin meningkatnya jumlah populasi usia lanjut (perubahan demografi),meningkatnya tuntutan dan harapan pasien akan pelayanan, perkembangan pesatteknologi dan ilmu kedokteran serta semakin terbatasnya sumber dana. Sehingga tidak heran reformasi bidang kesehatan tidak hanya terjadi di negara kita, akan tetapi juga dinegara yang sudah maju lainnya; seperti Inggris dan Scotland dengan
NHS
dandesentralisasi tipe ‘devolusi’nya begitu juga Amerika Serikat dan Eropa. Apapun sitemkesehatan yang dianut, masalah mutu pelayanan dan hak asasi manusia di bidangkesejahteraan/kesehatan semakin menonjol dan mencuat ke permukaan.Sebagaimana telah diketahui istilah dan definisi ‘mutu’ itu sendiri mempunyai arti/maknadan perspektif yang berbeda bagi setiap individu tergantung dari sudut pandang masingmasing. Dapat ditinjau dari segi profesi medis/perawat, manajer, birokrat maupunkonsumen pengguna jasa pelayanan sarana kesehatan. (‘
Quality is different things todifferent people based on their belief and norms’
). Begitu juga mengenai perkembanganakan ‘mutu’ dari
inspection
,
quality control
,
quality assurance
sampai ke
total quality
.Jepang menggunakan istilah
quality control
untuk seluruhnya, sedangkan di Amerikamemakai istilah
continuous quality improvement 
untuk
total quality
dan Inggrismemakai istilah
quality assurance
untuk
quality assurance’,
continuous quality

Disampaikan pada seminar dan
business meeting
“Manajemen Medis: dari Kedokteran Berbasis Bukti(
 Evidence-based Medicine
 /EBM) menuju
Clinical Governance
” dalam rangka HUT RSUP Fatmawati ke40 di Gedung Bidakara Jakarta 30 Mei 2000.
 
22
improvement 
’ maupun untuk ‘
total quality
dan tidak membedakannya. Di negara kitadikenal juga akan istilah ‘
Gugus Kendali Mutu/GKM 
’ dan ‘
 Akreditasi
’.Bila kita pelajari, evolusi perkembangan mutu berasal dari bidang industri pada awalakhir abad ke sembilan belas dan awal abad ke dua puluh di masa perang dunia pertama.Pada waktu itu industri senjata menerapkan kaidah
inspection
dalam menjaga kualitasproduksi amunisi. Shewart mengembangkan dan mengadopsi serta menerapkan kaidahstatistik sebagai
quality control
serta memperkenalkan pendekatan siklus P-D-S-A(
 P
lan,
D
o,
S
tudy dan
A
ct) yang mana hal ini kemudian dikembangkan oleh muridnyaDeming sebagai P-D-C-A (
 P
lan,
D
o,
heck dan
A
ction). Kaidah PDCA ini menjadi cikalbakal yang kemudian dikenal sebagai
‘generic form of quality system’
dalam
‘qualityassurance’
dari BSI 5751 yang kemudian menjadi seri EN/ISO 9000 dan 14 000. TatkalaDeming diperbantukan ke Jepang dalam upaya memperbaiki dan mengembangkanindustri, beliau mengembangkan dengan memadukan unsur budaya Jepang
‘kaizen’
danfilosofi Sun Tzu dalam hal
‘benchmarking’
maupun manajemen dan dikenal sebagai
‘total quality’
. Sehingga akhirnya
‘quality system’
tersebut berkembang denganmemadukan unsur unsur
‘total quality’
. Mulai abad XXI ini seri EN/ISO 9000 (yangsebelumnya terdiri dari ISO 9001, 9002 dan 9003) menjadi satu sistem yakni ISO 9000versi 2000 yang memadukan prinsip prinsip
total quality
, di Eropa dikenal sebagai EQA(
 European Quality Award 
) dan di Amerika Serikat dengan MBA (
 Malcolm-Bridge Award 
) dan
Benchmarking Award 
serta di Jepang dikenal dengan sistem
Deming’s Prize Award 
.Bila kita menyimak akan perjalanan perkembangan/evolusi akan mutu dari
inspection
,
quality control
,
quality assurance
sampai ke
total quality
, maka akan terlihat jelas akanperbedaan istilah tersebut dan komponennya masing masing. Meskipun demikian cikalbakal perkembangan tersebut dipengaruhi pula dari berbagai aliran seperti Deming,Juran, Crosby dan Feigenbaum serta untuk bidang kesehatan dikenalnya juga carapendekatan Donabedian, Maxwell ataupun kombinasi keduanya dalam membuat standar,kriteria maupun indikator mutu. Donabedian dengan ‘
structure, process
dan
outcome
pada awal tahun 80an memperkenalkan tentang cara penilaian untuk standar, kriteria dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->