Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pembiasan-cahaya

pembiasan-cahaya

Ratings: (0)|Views: 2,022 |Likes:
Published by Fitarani

More info:

Published by: Fitarani on Jul 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
Konsep Cahaya 
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08
 
1
II. Pembiasan Cahaya (Refraksi)
Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya 
. Arah pembiasan cahaya dibedakanmenjadi dua macam yaitu :
a. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahayamerambat dari medium optik kurang rapat ke mediumoptik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dariudara ke dalam air.
b. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahayamerambat dari medium optik lebih rapat ke mediumoptik kurang rapat, contohnya cahaya merambat daridalam air ke udara.Syarat-syarat terjadinya pembiasan :1) cahaya melalui dua medium yang berbedakerapatan optiknya;2) cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidangbatas (sudut datang lebih kecil dari 90
O
)Beberapa contoh gejala pembiasan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari diantaranya :
dasar kolam terlihat lebih dangkal bila dilihat dari atas.
kacamata minus (negatif) atau kacamata plus (positif) dapat membuat jelaspandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun dekat karena adanya pembiasan.
terjadinya pelangi setelah turun hujan.
1. Indeks Bias
Pembiasan cahaya dapat terjadi dikarenakan perbedaan laju cahaya pada keduamedium. Laju cahaya pada medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan lajucahaya pada medium yang kurang rapat. Menurut Christian Huygens (1629-1695) :
“Perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu zat dinamakan 
indeks bias 
.” 
 Secara matematis dapat dirumuskan :dimana :
-
 
n
= indeks bias
-
 
c
= laju cahaya dalam ruang hampa
( 3 x 10
8
m/s)
 
-
 
v
= laju cahaya dalam zatIndeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1(artinya, n
1), dan nilainya untuk beberapa zatditampilkan pada tabel disamping.
vcn
=
 
Tabel Indeks Bias Beberapa zatMedium
n = c/vUdara hampaUdara (pada STP)AirEsAlkohol etilGliserolBenzenaKacaKuarsa leburKaca koronaApi cahaya/kaca flintaLucite atau plexiglassGaram dapur (Natrium Klorida)Berlian1,00001,00031,3331,311,361,481,501,461,521,581,511,532,42
rrii
udaraairudaraaircahayabias
cahayabiasNormalNormalcahayadatang
cahayadatang
 
Konsep Cahaya 
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08
 
2Contoh :1. Apa yang dimaksud indeks bias air = 1,3.Jawab :Yang dimaksud indeks bias air = 1,3 adalah perbandingan antara laju cahaya dalamruang hampa dengan laju cahaya di dalam air besarnya 1,3.2. Hitung laju cahaya dalam berlian.Penyelesaian :Diketahui :
n
= 2,42
c
= 3 x 10
8
m/sDitanyakan :
v
= ... .Jawab :
sm xv sm xvncv
 / 1024,1 42,2 / 1000,3
88
===
 
2. Hukum Snell
Pada sekitar tahun 1621, ilmuwan Belanda bernama Willebrord Snell (1591 –1626)melakukan eksperimen untuk mencari hubungan antara sudut datang dengan sudutbias. Hasil eksperimen ini dikenal dengan nama hukum Snell yang berbunyi :
-
sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
-
hasil bagi sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetapdan disebut indeks bias.
3. Pembiasan Cahaya pada Prisma
Bahan bening yang dibatasi oleh dua bidangpermukaan yang bersudut disebut
prisma 
.Besarnya sudut antara kedua permukaan itudisebut
sudut pembias 
(
β
).Apabila seberkas cahaya masuk pada salahsatu permukaan prisma, cahaya akandibiaskan dari permukaan prisma lainnya.Karena adanya dua kali pembiasan, makapada prisma terbentuklah sudut penyimpanganyang disebut
sudut deviasi 
.
Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan cahaya datang dengan perpanjangan cahaya bias yang meninggalkan prisma 
.P, Q, R, dan S menyatakan jalannya cahaya dari udara masuk ke dalam prismakemudian meninggalkan prisma lagi.
 
β
 
N
2
 N
1
 
r
2
 
i
1
 
i
2
 
r
1
 
sudutdeviasi
PQ RS
 
Konsep Cahaya 
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08
 
3
4. Pemantulan Internal Sempurna (Total Internal Reflection)
Pemantulan internal sempurna adalah pemantulan yang terjadi pada bidang batas dua zat bening yang berbeda kerapatan optiknya 
.
-
Cahaya datang yang berasal dari air (medium optik lebih rapat) menuju ke udara(medium optik kurang rapat) dibiaskan menjauhi garis normal (berkas cahaya
).
-
Pada sudut datang tertentu, maka sudut biasnya akan 90
O
dan dalam hal ini berkasbias akan berimpit dengan bidang batas (berkas
). Sudut datang dimana hal initerjadi dinamakan
sudut kritis 
(sudut batas).
Sudut kritis adalah sudut datang yang mempunyai sudut bias 90 
atau yang mempunyai cahaya bias berimpit dengan bidang batas.
-
Apabila sudut datang yang telah menjadi sudut kritis diperbesar lagi, maka cahayabiasnya tidak lagi menuju ke udara, tetapi seluruhnya dikembalikan ke dalam air(dipantulkan)(berkas
L
). Peristiwa inilah yang dinamakan pemantulan internalsempurna Syarat terjadinya pemantulan internal sempurna :1) Cahaya datang berasal dari zat yang lebih rapat menuju ke zat yang lebihrenggang.2) Sudut datang lebih besar dari sudut kritis.Beberapa peristiwa pemantulan sempurna dapat kita jumpai dalam kehidupansehari-hari, diantaranya :a. Terjadinya fatamorganab. Intan dan berlian tampak berkilauanc. Teropong prismad. Periskop prismae. Serat optik, digunakan pada alat telekomunikasi atau bidang kedokteran. Serat inidigunakan untuk mentransmisikan percakapan telefon, sinyal video, dan datakomputer.
5. Pembiasan Cahaya pada Lensa
Lensa adalah benda bening yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapatmembiaskan atau meneruskan hampir semua cahaya yang melaluinya. Ada dua jenislensa yaitu
lensa cembung 
atau
lensa positif 
dan
lensa cekung 
atau
lensa negatif 
.
5.1 Bentuk dan Sifat Lensa Cembung (Positif)
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagiantepinya. Lensa cembung terdiri dari 3 macam yaitu :1) Lensa
bikonveks 
(cembung ganda) yaitu lensa kedua permukaannya cembung.2) Lensa
plankonveks 
(cembung datar) yaitu lensa yang permukaannya satucembung dan yang lain datar.3) Lensa
konkaf konveks 
(meniskus cembung/cembung cekung) yaitu lensa yangpermukaannya satu cembung yang lainnya cekung.
udaraaircahayadatangcahaya biascahaya pemantulansempurna
 J K L
bidang batas udara - air

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
RmbAgungEW liked this
Ayub Qonaa liked this
azmifalah liked this
Ayodya Budir liked this
areteviggo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->