Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nutrisi Anak Sakit Berat

Nutrisi Anak Sakit Berat

Ratings: (0)|Views: 3,071|Likes:
Published by Muhammad Taqwa

More info:

Published by: Muhammad Taqwa on Jul 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/27/2013

pdf

text

original

 
 
SUPPORT NUTRISI PADA ANAK SAKIT BERAT(
 NUTRITIONAL SUPPORT IN CRITICALLY ILL CHILD
)
 
A.Latief Azis
Divisi Pediatri Gawat Darurat Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR / RS Dr Sutomo - Surabaya
KORESPONDENSI
: A. Latief Aziz, dr. SpA(K).Alamat : Divisi Pediatri Gawat Darurat/ Bagian Ilmu Kesehatan Anak,FK Unair/RSU Dr Soetomo.Jl. Prof. Dr. Moestopo 6-8 SurabayaTelepon : 031 5501693.Emai : latiefdr@pediatrik.com
 
 ABSTRACT 
 Nutritional support is important aspect in management of critically ill child.The requirements of growth and organ development create a challenge in nutrition management of pediatric patient. Stressin crtitical illness further complicates the delivery of adequate nutrients. Although feeding through gastrointestinal tract is the preferred route for nutritional management, there are specificinstances when parenteral nutrition as a sole therapy is necessary to meet nutritional needs. Intravenous feeding is a lifesaving technology for patients unable to maintain their nutritional status using gastrointestinal tract. Althoug parenteralnutrition is an integral part of management critical patient, the risk associated with this therapy must be weighed against the potential benefits. Meticulous attention of fluid, caloric, protein and fat requirements along with metabolic status is important to provide fullnutritional support of crtitically ill child within 24 – 48 hours of hospital admission.Key words : Critically il Childl, Nutritional Support 
 ABSTRAK 
Support nutrisi merupakan bagian penting dalam perawatan anak sakit berat. Penderita sakit berat mengalami stresmetabolik sebanding dengan beratnya penyakit dan bila tidak mendapat penanganan yang baik dapat memberi akibat buruk terutama karena kemampuan metabolisme yang terbatas dan kebutuhan pertumbuhan anak yang cepat.
1
 
 
Tujuan support nutrisi pada anak sakit berat adalah untuk mengurangi keadaan hipermetabolik dan proses katabolisme,memperbaiki kesimbangan nitrogen, memperbaiki fungsi organ dan mencegah disfungsi sistim kardiovaskular, respirasi dankekebalan tubuh serta untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Support nutrisi sedapat mungkin diberikan secara enteral kecuali pada keadaan-keadaan dimana penderita tidak bisamenerima nutrisi secara enteral atau pemberian nutrisi enteral tidak mencukupi maka support nutrisi diberikan secara parenteral atau kombinasi enteral dan parenteral.Pemberian support nutrisi pada anak sakit berat dimulai dengan penghitungan jumlah cairan, kemudian jumlah kalori,vitamin dan mineral, komposisi campuran nutrisi, osmolaritas, jenis penyakit dan selalu dipantau efek samping yang bisaterjadi.Kata kunci : Anak sakit berat, Support Nutrisi
PENDAHULUAN
Support nutrisi merupakan aspek penting dari perawatan anak sakit berat yang dirawat diruang ICU. Pemberian nutrisi yang cukup pada fase akut penyakit-penyakit berat dapat memperbaikiakibat buruk yang bisa terjadi karena kekurangan gizi, terutama pada anak usia dibawah 2 tahun yangmempunyai resiko untuk mengalami gangguan gizi dan gangguan pertumbuhan otak yang tumbuhcepat pada usia ini. Apalagi anak mempunyai kebutuhan yang besar untuk pertumbuhannya dengankemampuan metabolisme terbatas dalam menghadapi stres, tanpa bantuan tambahan energi anak akanmudah jatuh kedalam keadaan katabolik.Berbeda dengan malnutrisi dimana cadangan glikogen sangat terbatas dan cepat habis dengansumber energi yang dipakai adalah lemak, pada anak sakit berat sumber energi didapat daripemecahan protein.Tujuan pemberian nutrisi pada anak sakit berat adalah :-
 
Mengurangi sekecil mungkin efek hipermetabolisme dan katabolisme yang terjadi- Memperbaiki
nitrogen balance
 -
 
Mempertahankan fungsi organ dan mencegah disfungsi sistim kardiovaskular, respirasidan kekebalan tubuh-
 
Mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang optimalUntuk kebutuhan tatalaksana penderita sakit berat diperlukan pengetahuan mengenai status nutrisianak sebelumnya, kebutuhan kalori dan pemahaman tentang metabolisme pada anak sakit berat.
RESPON METABOLISME PADA STRES
Anak sakit berat (
critically ill child 
) seperti pada renjatan, sepsis atau trauma yang luasmengalami stres metabolik yang sebanding dengan beratnya penyakit.
2
 
 
Akibat dari stres akan terjadi serangkaian respon tubuh yang kompleks yang melibatkan mediator-mediator, sitokin,
growth factor 
dan hormon yang secara bersama-sama meningkatkan kebutuhanmetabolisme secara signifikan.
1-4
Ada 3 fase respon fisiologis yang terjadi sesudah jejas akut :1.
 
Fase hipermetabolik awal (
 Initial hypermetabolic response
) :
 
Biasanya fase ini berlangsung dalam beberapa menit jam.
 
Terjadi peningkatan pengeluaran hormon-hormon stres seperti gukokortikoid,hormon pertumbuhan, glukagon, dan katekolamine, sehingga terjadi peningkatanmetabolisme, curah jantung dan ventilasi semenit (
minute ventilation
).
 
Terjadi peningkatan glukoneogenesis, pemakaian glukosa di jaringan menjadi tidak efektif sehingga terjadi hiperglikemia yang resisten terhadap insulin meskipun kadarinsulin juga meningkat pada stres.
 
Sintesis protein meningkat, tetapi katabolisme meningkat lebih tinggi sehinggaterjadi defisit protein atau terjadi balans nitrogen yang negative.
1,2,5
 
Pembakaran lemak di jaringan juga meningkat.2.
 
 Ebb phase
: fase ini biasanya berlangsung selama 24 – 36 jam.Terjadi penurunan akut dari kecepatan metabolisme yang bisa sementara atau menetaptergantung dari berat dan lama jejas serta lama pulihnya sirkulasi
1,4.
Pada fase inisirkulasi tidak adekuat, terjadi gangguan keseimbangan cairan dan konsumsi oksigenyang meningkat.3.
 
Flow phase
, berlangsung beberapa hari – minggu sesudah resusitasi.Merupakan fase hiperdinamik dimana pada fase ini terjadi mobilisasi substrat untuk produksi energi yang ditandai oleh perubahan-perubahan pada
4,5
:Sistim Kardiovaskular : Curah jantung dan kompartemen vaskular meningkatVasodilatasi perifer dan kebocoran kapilerPernafasan : Frekuensi pernafasan dan rasio ventilasi/perfusi ( V/Qmismatch ) meningkatGinjal : Retensi air dan garamGangguan kemampuan konsentrasiHepar : GlukoneogenesisOksidasi lemak Sintesis protein reactan fase akutGangguan ekskresi empeduSaluran Pencernaan makanan :Menurunnya enzim-enzim
brush border 
3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ismatul Amri liked this
Oky Wijaya liked this
ysafna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->