Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
NUTRISI PARENTERAL

NUTRISI PARENTERAL

Ratings: (0)|Views: 761 |Likes:
Published by Muhammad Taqwa

More info:

Published by: Muhammad Taqwa on Jul 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm
TINJAUAN PUSTAKA
 
Nutrisi Parenteral Total pada Bayi Prematur
PARAMITA YUSHANANTA
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran USU/RSUP H. Adam Malik, Medan 
Pendahuluan
 Bayi prematur masih merupakan masalah yang penting dalam bidang perinatologi, karena berkaitandengan kejadian mortalitas dan morbiditas masa neonatus. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkandengan usia kehamilan di bawah 37 minggu1-3. Berdasarkan kurva pertumbuhan intrauterin danLubchenko, maka kebanyakan bayi prematur akan dilahirkan dengan berat badan yang rendah (BBLR)1,3. BBLR dibedakan atas berat lahir sangat rendah (BLSR), yaitu bila < 1500 gram, dan berat lahiramat sangat rendah (BLASR), yaitu bila < 1000 gram4,5.Dengan makin pesatnya perkembangan bidang perinatologi, makin banyak bayi kecil yangterselamatkan. Di negara berkembang, angka kematian bayi BLSR sangat menurun hingga mencapai5%. Pemberian nutrisi pada bayi-bayi kecil tersebut merupakan suatu tantangan, karena nutrisi yangsebelumnya didapat langsung dari plasenta kini harus diberikan peroral6.Perkembangan nutrisi setelah lahir sangat tergantung pada keadaan maturitas dan berat badan lahir2.Pada bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah, pemberian nutrisi parenteral harusdiberikan sebelum pemberian makanan secara enteral dapat diberikan dengan baik1,5,7. Pemberiannutrisi parenteral baik secara total (NPT) ataupun parsial (NPP), telah merupakan sarana penunjangutama dalam perawatan7. Churella8 melaporkan bahwa 80% unit perawatan intensif memberikan NPpada minggu pertama perawatan BBLSR.Tulisan ini bertujuan untuk membahas pemberian nutrisi parenteral total pada bayi premature denganberat lahir sangat rendah.Tujuan pemberian NPT adalah memberikan nutrien yang cukup untuk menyokong pertumbuhanekstrauterin tanpa menyebabkan efek yang merugikan terhadap pertumbuhan dan fungsi sistemorgannya7. Pemberian nutrisi parenteral baik total maupun parsial bukanlah tindakan yang rutindilakukan pada bayi prematur2. NP harus diberikan untuk pasien yang tidak mampu memenuhikebutuhan nutrisi dengan adekuat secara enteral. NPT diberikan bila saluran cerna tidak dapatdigunakan karena malformasi intestinal, bedah saluran cerna, sangkaan enterokolitis nekrotikan,distress pernapasan, atau keadaan dimana saluran cerna tidak mampu melakukan fungsi digesti danabsorbsi9. Bayi prematur dengan BLSR diberikan NPT dengan pertimbangan sebagai berikut:
1.
Sebagian besar BBLSR dilahirkan dengan usia kehamilan < 32 minggu. Mereka mempunyaikebutuhan gizi yang khusus karena cepatnya laju pertumbuhan dan fungsi yang belum
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm (1 of 13)14/05/2007 14:05:10
 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm
matang5.
2.
Cadangan energi terbesar tubuh adalah bentuk lemak yang memberikan energi sebesar 9 kal/ gram10. Sesuai dengan pola pertumbuhan intra uterin dimana pembentukan otot dan jaringanlemak bawah kulit pada trimester akhir kehamilan, maka energi dalam bentuk hidrat arang danlemak pada bayi prematur cenderung akan kurang. Demikian juga pada bayi yang lahir denganberat badan lahir rendah10. Tubuh bayi matur mengandung 15% lemak dan bayi prematurdengan berat 1 kg hanya mengandung 2,3%11.
3.
Memberikan nutrisi yang optimal pada bayi-bayi ini sangat penting dan menentukan bagikeberhasilan tumbuh kembang selanjutnya. Bayi yang mendapat nutrisi tidak adekuat akanmengalami penghentian pertumbuhan otak dan berisiko untuk kerusakan otak permanen. Initelah dibuktikan dengan hasil otopsi terhadap otak bayi kurang gizi yang memperlihatkanberkurangnya jumlah sel dan defisiensi kandungan lipid serta phospholipid10. NPT dapatmenyokong pertumbuhan bayi BBLSR dengan adekuat7.
4.
Proses pemberian makanan melalui mulut memerlukan pengisapan yang kuat, kerjasamaantara menelan dan penutupan epiglotis serta uvula dari laring maupun saluran hidung, jugagerak esophagus yang normal1. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 29--30 minggu akanmulai mengisap beberapa hari setelah lahir. Koordinasi yang baik antara mengisap danmenelan biasanya tidak tampak sampai usia kehamilan 33--34 minggu13.
5.
Aktivitas esofagus yang terorganisir belum berkembang sampai usia kehamilan 34 minggu5.Gelombang tekanan lambung adalah lanjutan dari peristaltik esofagus. Pemeriksaan gerakanlambung difokuskan pada pengosongan lambung12. Kombinasi tekanan yang rendah danrelaksasi esofagus yang panjang memudahkan terjadinya refluks esofagus5.
6.
Saluran cerna bayi baru lahir harus mampu untuk melaksanakan fungsinya, antara lain fungsidigesti dan absorbsi nutrien, mempertahankan keseimbangan cairan, serta fungsi proteksiterhadap toksin dan alergen. Tergantung dari tingkat prematuritasnya, kemampuan ini terbatas.Aktivitas amilase yang diperlukan untuk digesti karbohidrat belum terdeteksi pada prematur danmasih rendah sampai bayi berusia 4 bulan.Absorbsi dan digesti lemak pada neonatus adalah suatu proses yang tidak efisien karena pada bayibaru lahir, terutama prematur, kosentrasi lipase pankreas dan garam empedu sangat rendah12.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian NPT:
1.
EnergiKebutuhan nutrisi pada neonatus diketahui bervariasi menurut berat lahir dan usia kehamilan,cara pemberian, serta perubahan metabolik yang disebabkan oleh penyakit13. Bayi prematurhanya mempunyai sedikit cadangan energi karena kurangnya cadangan glikogen pada hati danlemak bawah kulit11. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan bayi yang matur makakebutuhan energinya jauh lebih besar, terutama karena pertumbuhannya yang pesat danimaturitas fisiologiknya13.Komite nutrisi dari
American Academy of Pediatrics 
merekomendasikan bahwa diet optimaluntuk bayi prematur yang dapat menyokong pertumbuhan sebanding dengan pertumbuhanintrauterin trimester tiga, tanpa memberikan tekanan pada fungsi metabolik dan ekstretorinyayang imatur14.Kebutuhan energi BBLSR dibagi menjadi dua komponen penting, yaitu kebutuhan untukpemeliharaan fungsi tubuh dan kebutuhan untuk tumbuh. Kebutuhan untuk pemeliharaan fungsi
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm (2 of 13)14/05/2007 14:05:10
 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm
tubuh antara lain meliputi metabolisme basal, aktivitas otot, regulasi suhu tubuh SDA (
Spesific Dynamic Action 
), dan ekskresi5,7. Kebutuhan energi untuk tumbuh berhubungan dengankandungan energi dari jaringan dan tergantung pada komposisi jaringan baru yang disintesa7.Bayi yang mendapat NPT tumbuh pada masukan energi yang lebih rendah, karena kehilanganenergi fekal dan SDA lebih sedikit, sehingga mengurangi pelepasan energi4.Pemberian energi parenteral 50 kkal/hari telah cukup untuk memenuhi kebutuhanpemeliharaan4,7. Untuk sintesa jaringan, diperlukan 10--35 kkal/kgbb/hari, sedangkan untukcadangan nutrien jaringan 20--30 kkal/kgbb/hari tergantung dari komposisi jaringan barutersebut5,7.Chessex15 dan Zlotkin16 memperlihatkan bahwa dengan pemberian kalori sebanyak 80 kkal/ kgbb/hari dengan jumlah nitrogen yang cukup, kecepatan pertumbuhan dan retensi nitrogenyang dicapai sama dengan pertumbuhan intra uterin. Jadi, kebutuhan kalori untuk BBLSRbervariasi antara 90--165 kkal/kgbb/hari5,7 dan akan meningkat pada keadaan peningkatanaktivitas.
2.
Jumlah cairan:Volume cairan ekstraseluler pada bayi prematur lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukupbulan5,7,10. Bayi prematur pada minggu pertama sesudah lahir akan kehilangan carianekstraseluler dengan cepat yang menyebabkan penurunan berat badannya5,9,17. Kebutuhancairan pada bayi prematur dapat meningkat atau menurun, tergantung pada lingkungannya.Kebutuhan meningkat pada keadaan seperti: memerlukan perawatan dengan
radiant warmer 
,inkubator, fototerapi, mengalami distres pernapasan, keadaan hipermetabolik, diare, ataumendapat pengobatan furosemid. Kebutuhan menurun pada keadaan bayi dirawat dengan
doble walled incubator 
, di ruangan dengan kelembaban tinggi, atau mengalami oliguria18.Tubuh kehilangan cairan melalui jalur renal dan ekstrarenal. Jalur ekstrarenal terdiri ataskehilangan air yang tidak terasa (kehilangan air insensibel) melalui kulit (transpidermal) danmelalui paru. Kehilangan ini meningkat karena aktivitas, stres respirasi, kelembaban udararendah, atau temperatur tinggi5.Penelitian pada BBLSR 26--29 minggu kehilangan berat rata-rata pada minggu pertamaberkisar 12--15% dari berat lahirnya19. Hal ini karena kehilangan cairan transepidermal,sekunder terhadap stratum korneum yang belum terbentuk sempurna. Masa gestasi maupunmasa pascanatal mempunyai efek pada cairan transepidermal4.Cara efektif mengurangi kehilangan cairan insensibel dengan membungkus bayi, ruangandengan kelembaban tinggi, memakai
incubator dobel walled4,5,18 
. Apabila bayi dirawat dalaminkubator dengan kelembaban maksimal maka kebutuhan cairannya sama dengan bayi cukupbulan, yaitu 60--80 ml/kgbb/hari, yang bertambah secara bertahap sampai 100--120 ml/kgbb/ hari sesudah minggu pertama4. Cairan parenteral awal dapat diberikan Dekstrose 5% atauDekstrose 10%7. Sebagai acuan pemenuhan kebutuhan cairan pada BBLR dapat dilihat padatabel 1.
Tabel 1: Rekomendasi Kebutuhan Cairan Parenteral Awal untuk BayiBBLRTipe tempat tidurBerat badan600-800801-10001001-15001501-2000
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/032001/pus-2.htm (3 of 13)14/05/2007 14:05:10

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nidya Yunaz liked this
fryancaka liked this
Luna Litami liked this
Tommy Tirtha liked this
Agung Tanan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->