Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
23Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Terapi Cairan Pada Shock

Terapi Cairan Pada Shock

Ratings: (0)|Views: 2,204|Likes:
Published by Muhammad Taqwa

More info:

Published by: Muhammad Taqwa on Jul 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm
SEKEDAR PENYEGAR 
 
Terapi Cairan Intravena (Kristaloid) pada Syok Hipovolemik
TONI ASHADI
Dokter Umum Pasca PTT 
Definisi dan Penyebab Syok
 Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkanketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanismehomeostasis. Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentang fisiologi keadaan syok danhomeostasis, syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Syok merupakankeadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif.Syok secara klinis didiagnosa dengan adanya gejala-gejala seperti berikut:
a.
Hipotensi: tekanan sistole kurang dari 80 mmHg atau TAR (tekanan arterial rata-rata) kurangdari 60 mmHg, atau menurun 30% lebih.
b.
Oliguria: produksi urin kurang dari 20 ml/jam.
c.
Perfusi perifer yang buruk, misalnya kulit dingin dan berkerut serta pengisian kapiler yang jelek.Syok dapat diklasifikasi sebagai syok hipovolemik, kardiogenik, dan syok anafilaksis. Di sini akandibicarakan mengenai syok hipovolemik yang dapat disebabkan oleh hilangnya cairan intravaskuler,misalnya terjadi pada:
1.
Kehilangan darah atau syok hemoragik karena perdarahan yang mengalir keluar tubuh sepertihematotoraks, ruptura limpa, dan kehamilan ektopik terganggu.
2.
Trauma yang berakibat fraktur tulang besar, dapat menampung kehilangan darah yang besar.Misalnya, fraktur humerus menghasilkan 500--1000 ml perdarahan atau fraktur femurmenampung 1000--1500 ml perdarahan.
3.
Kehilangan cairan intravaskuler lain yang dapat terjadi karena kehilangan protein plasma ataucairan ekstraseluler, misalnya pada:
a.
Gastrointestinal: peritonitis, pankreatitis, dan gastroenteritis.
b.
Renal: terapi diuretik, krisis penyakit Addison.
c.
Luka bakar (kombustio) dan anafilaksis.Pada syok, konsumsi oksigen dalam jaringan menurun akibat berkurangnya aliran darah yangmengandung oksigen atau berkurangnya pelepasan oksigen ke dalam jaringan. Kekurangan oksigendi jaringan menyebabkan sel terpaksa melangsungkan metabolisme anaerob dan menghasilkan asamlaktat. Keasaman jaringan bertambah dengan adanya asam laktat, asam piruvat, asam lemak, dan
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm (1 of 5)14/05/2007 13:31:00
 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm
keton (Stene-Giesecke, 1991). Yang penting dalam klinik adalah pemahaman kita bahwa fokusperhatian syok hipovolemik yang disertai asidosis adalah saturasi oksigen yang perlu diperbaiki sertaperfusi jaringan yang harus segera dipulihkan dengan penggantian cairan. Asidosis merupakan urusanselanjutnya, bukan prioritas utama.
Gejala dan Tanda Klinis
 Gejala syok hipovolemik cukup bervariasi, tergantung pada usia, kondisi premorbid, besarnya volumecairan yang hilang, dan lamanya berlangsung. Kecepatan kehilangan cairan tubuh merupakan faktorkritis respons kompensasi. Pasien muda dapat dengan mudah mengkompensasi kehilangan cairandengan jumlah sedang dengan vasokonstriksi dan takhikardia. Kehilangan volume yang cukp besardalam waktu lambat, meskipun terjadi pada pasien usia lanjut, masih dapat ditolerir juga dibandingkankehilangan dalam waktu yang cepat atau singkat.Apabila syok telah terjadi, tanda-tandanya akan jelas. Pada keadaan hipovolemia, penurunan darahlebih dari 15 mmHg dan tidak segera kembali dalam beberapa menit. Adalah penting untuk mengenalitanda-tanda syok, yaitu:
1.
Kulit dingin, pucat, dan vena kulit kolaps akibat penurunan pengisian kapiler selalu berkaitandengan berkurangnya perfusi jaringan.
2.
Takhikardia: peningkatan laju jantung dan kontraktilitas adalah respons homeostasis pentinguntuk hipovolemia. Peningkatan kecepatan aliran darah ke mikrosirkulasi berfungsi mengurangiasidosis jaringan.
3.
Hipotensi: karena tekanan darah adalah produk resistensi pembuluh darah sistemik dan curah jantung, vasokonstriksi perifer adalah faktor yang esensial dalam mempertahankan tekanandarah. Autoregulasi aliran darah otak dapat dipertahankan selama tekanan arteri turun tidak dibawah 70 mmHg.
4.
Oliguria: produksi urin umumnya akan berkurang pada syok hipovolemik. Oliguria pada orangdewasa terjadi jika jumlah urin kurang dari 30 ml/jam.Pada penderita yang mengalami hipovolemia selama beberapa saat, dia akan menunjukkan adanyatanda-tanda dehidrasi seperti: (1) Turunnya turgor jaringan; (2) Mengentalnya sekresi oral dan trakhea,bibir dan lidah menjadi kering; serta (3) Bola mata cekung.Akumulasi asam laktat pada penderita dengan tingkat cukup berat, disebabkan oleh metabolismeanaerob. Asidosis laktat tampak sebagai asidosis metabolik dengan celah ion yang tinggi. Selainberhubungan dengan syok, asidosis laktat juga berhubungan dengan kegagalan jantung(
decompensatio cordis 
), hipoksia, hipotensi, uremia, ketoasidosis diabetika (hiperglikemi, asidosismetabolik, ketonuria), dan pada dehidrasi berat.Tempat metabolisme laktat terutama adalah di hati dan sebagian di ginjal. Pada insufisiensi hepar,glukoneogenesis hepatik terhambat dan hepar gagal melakukan metabolisme laktat. Pemberian HCO3(bikarbonat) pada asidosis ditangguhkan sebelum pH darah turun menjadi 7,2. Apabila pH 7,0--7,15dapat digunakan 50 ml NaHCO3 8,4% selama satu jam. Sementara, untuk pH < 7,0 digunakan rumus2/2 x berat badan x kelebihan basa.
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm (2 of 5)14/05/2007 13:31:00
 
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm
Pemeriksaan Laboratorium - Hematologi
Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk menentukan kadar hemoglobin dan nilaihematokrit. Akan tetapi, resusitasi cairan tidak boleh ditunda menunggu hasil pemeriksaan. Hematokritpasien dengan syok hipovolemik mungkin rendah, normal, atau tinggi, tergantung pada penyebabsyok.Jika pasien mengalami perdarahan lambat atau resusitasi cairan telah diberikan, nilai hematokrit akanrendah. Jika hipovolemia karena kehilangan volume cairan tubuh tanpa hilangnya sel darah merahseperti pada emesis, diare, luka bakar, fistula, hingga mengakibatkan cairan intravaskuler menjadipekat (konsentarted) dan kental, maka pada keadaan ini nilai hematokrit menjadi tinggi.
Diagnosa Differensial
 Syok hipovolemik menghasilkan mekanisme kompensasi yang terjadi pada hampir semua organtubuh. Hipovolemia adalah penyebab utama syok pada trauma cedera. Syok hipovolemik perludibedakan dengan syok hipoglikemik karena penyuntikan insulin berlebihan. Hal ini tidak jarang terjadipada pasien yang dirawat di Unit Gawat Darurat.Akan terlihat gejala-gejala seperti kulit dingin, berkeriput, oligurik, dan takhikardia. Jika padaanamnesa dinyatakan pasien sebelumnya mendapat insulin, kecurigaan hipoglikemik sebaiknyadipertimbangkan. Untuk membuktikan hal ini, setelah darah diambil untuk pemeriksaan laboratorium(gula darah sewaktu), dicoba pemberian 50 ml glukosa 50% intravena atau 40 ml larutan dextrose40% intravena.
Resusitasi Cairan
Manajemen cairan adalah penting dan kekeliruan manajemen dapat berakibat fatal. Untukmempertahankan keseimbangan cairan maka input cairan harus sama untuk mengganti cairan yanghilang. Cairan itu termasuk air dan elektrolit. Tujuan terapi cairan bukan untuk kesempurnaankeseimbangan cairan, tetapi penyelamatan jiwa dengan menurunkan angka mortalitas.Perdarahan yang banyak (syok hemoragik) akan menyebabkan gangguan pada fungsi kardiovaskuler.Syok hipovolemik karena perdarahan merupakan akibat lanjut. Pada keadaan demikian, memperbaikikeadaan umum dengan mengatasi syok yang terjadi dapat dilakukan dengan pemberian cairanelektrolit, plasma, atau darah.Untuk perbaikan sirkulasi, langkah utamanya adalah mengupayakan aliran vena yang memadai.Mulailah dengan memberikan infus Saline atau Ringer Laktat isotonis. Sebelumnya, ambil darah ± 20ml untuk pemeriksaan laboratorium rutin, golongan darah, dan bila perlu
Cross test 
. Perdarahan beratadalah kasus gawat darurat yang membahayakan jiwa. Jika hemoglobin rendah maka cairanpengganti yang terbaik adalah tranfusi darah.Resusitasi cairan yang cepat merupakan landasan untuk terapi syok hipovolemik. Sumber kehilangan
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/sek-1.htm (3 of 5)14/05/2007 13:31:00

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
La Ni liked this
Krisnayoga Silva liked this
D'ajeng Ayu liked this
Rasdiyanah Rahim liked this
b3djo_76 liked this
Siti Khadijah liked this
Faklina Juli liked this
Faklina Juli liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->