Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Benarkah Madiun Basis PKI

Benarkah Madiun Basis PKI

Ratings: (0)|Views: 233 |Likes:
Published by Arik Bliz

More info:

Published by: Arik Bliz on Aug 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
PKI MADIUN 
 
|
Created by http://arikbliz.multiply.com 
 
 
1
Karena menempuh perjalanan mudik yang +/- 12 jam maka iseng pertanyaan itusaya lemparkan ke pak Su yang asli Madiun (60 tahun, driver) untuk membunuhwaktu.
 
Saya :
Pak Su apa betul Madiun itu basis komunis sih ?
Pak Su :
Terkenalnya Madiun itu basis-nya komunis ? Sebenarnya TIDAK, Madiun hanya
terkena ’AWU ANGETE’ karena Muso itu tert
angkap di daerah Madiun.
Saya :
Asli muso dari mana ?
Pak Su :
Muso itu asli sebenarnya orang Pagu Kediri. Muso itukan waktu menjabat ketuaPartai Komunis, dia itukan yang disusupi, yang dipengaruhi itukan buruh to ... hadia itu pakai alirannya Rusia itu lho ..ahh dia itukan pernah ke Rusia, belajar danpulang dari sana, mungkin ada mau ngerebut Pemerintahan atau gimana haaakhirnya diuber-uber sama Tentara Siliwangi ..larinya ke ....
 
PKI MADIUN 
 
|
Created by http://arikbliz.multiply.com 
 
 
2
Saya :
Pertama kali memberontak, gerakan pertamanya dimana ?
Pak Su :
Di Jawa Tengah, di daerah Boyolali
Solotigo. Larinya lewat Tawangmangu...Terus turun-turun ke Madiun lewat Magetan, Gorang-gareng terus akhirnya keTakeran.. Ke Takeran akhirnya mau menuju ke Selatan ke daerah Ponorogo, tapitertangkap perbatasan Ponorogo, di Ngebel. Mangkanya orang luar kota yangtidak tahu...Madiun itu katanya basisnya komunis, sebenarnya tidak mas ....Waktu saya masih muda Madiun itu justru basisnya PNI .... Masalahnya tokohnyaPNI itu waktu pemerintahan Soekarno itukan orang Madiun .. Pak AliSastroamodjojo itu lho ... Nahhh .....Pak Ali Sastroamidjojo itu .... Orang Jl.Sulawesi belakangnya Telkom .........Lalu meluncurlah terus cerita Pak Su tentang peristiwa tersebut, yang intinyabahwa Madiun adalah korban akibat konstelasi politik saat itu ...... sepanjang jalan kami memperbincangkannya. Saya hanya mendengarkan saja penuturan dia,dengan harapan agar dia tidak ngantuk saat mengemudi.Karena penasaran cerita Pak Su, maka saya coba-coba nggoggle hal tersebut,berikut nukilan hasilnya :
Tak dapat dipungkiri, musuh utama PKI adalah umat Islam, terutamapara kyainya. Kyai dianggap sebagai musuh karena memiliki ribuan pengikut(jamaah) yang setia.
Salah satu unsur umat Islam yang juga paling dibenci PKI adalah Masyumi. Hal inidiungkapkan oleh KH Roqib, salah seorang korban kebiadaban PKI Madiun 1948 yang
masih hidup. Kini KH Roqib adalah imam besar Masjid Jami‟ Baitussalam Magetan.
 Sebagai salah seorang kyai yang juga tokoh Masyumi, Roqib pun menjadi sasaran yang harus dilenyapkan. Dia diculik PKI sekitar pukul 03.00 dini hari pada tanggal 18
 
PKI MADIUN 
 
|
Created by http://arikbliz.multiply.com 
 
 
3
September 1948, tak lama setelah PKI merebut kota Madiun. Sebanyak 12 orang anggotaPKI berpakaian hitam dengan ikat kepala merah menciduk Roqib di rumah kediamannyadi kampung Kauman, Magetan. Dini hari itu juga dia dibawa ke Desa Waringin Agung dandisekap di sebuah rumah warga.Di sebuah dusun bernama Dadapan yang termasuk dalam wilayah Desa BangsriRoqib diseret oleh beberapa orang ke sebuah lubang di tengah ladang. Ketika akandisembelih di depan lubang, tiba-tiba Rokib mengingat pelajaran pencak silat yangdiperolehnya. Seketika itu dia menghentakkan kakinya dan meloncat lari ke kebunsingkong.Begitu lolos, Rokib bersembunyi diantara rerimbunan semak belukar hingga sianghari. Naas, siang itu pula dia ditemukan kembali oleh anggota PKI yang mengejarnya.Rokib pun tertangkap dan diikat lagi, lalu disiksa sepanjang jalan dari Desa Bangsri hinggapabrik gula Gorang-gareng.Di pabrik gula Gorang-gareng, Rokib disekap dalam sebuah loji (rumah-rumah besar untuk asrama karyawan). Di dalam loji terdapat banyak kamar dengan berbagaiukuran.
“Ketika saya datang ke loji itu, kamar
-kamarnya sudah penuh dengan tawanan.Satu kamar ukuran 3 x 4 meter diisi kurang lebih 40-45 orang. Bersama 17 orang lainnya,
saya dimasukkan ke dalam salah satu kamar yang terdapat di ujung loji,” tutur Rokib.
 PKI kemudian menembaki loji tempat Rokib dan tawanan lainnya disekap lebihdari satu jam lamanya. Tubuh-tubuh yang terkena peluru langsung terkapar di lantai bersimbah darah. PKI tidak mempedulikan teriakan histeris para korban yang terkenapeluru. Mereka terus saja melakukan tembakan. Diantara belasan orang yang ada di dalamloji, hanya Rokib dan Salis, serta seorang tentara bernama Kafrawi, yang selamat.Menurut guru ngaji ini, setiap habis menembak, pistol yang digunakan PKI itu tidak 
 bisa menembak lagi, tapi harus dikokang dulu. “Saya bisa selamat dari tembakan karena
memperhitungkan jeda waktu antara tiap tembakan sambil bersembunyi di bawah jendela.
Kalau tanpa pertolongan Allah, tidak mungkin saya selamat,” kata Rokib getir.
 Beberapa saat kemudian tentara Siliwangi datang menjebol pintu loji denganlinggis. Suasana sudah mulai sepi karena PKI telah melarikan diri, takut akan kedatangan
pasukan Siliwangi. “Ruangan tempat saya disekap itu benar
-benar banjir darah. Ketikaroboh dijebol dan jatuh ke lantai, pintu itu mengapung di atas genangan darah. Padahal,ketebalannya sekitar 4 cm. Darah yang membanjir
i ruangan mencapai mata kaki,” tutur
Rokib.Selain KH Roqib, terdapat beberapa ulama dan pimpinan pesantren di sekitarMagetan dan Madiun yang jadi korban kebiadaban PKI. Diantaranya adalah KHSoelaiman Zuhdi Affandi (Pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno), KH ImamMursjid (Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran), KH Imam Shofwan (Pimpinan
Pesantren Thoriqussu‟ada, Rejosari Madiun), serta beberapa kyai lainnya.
 Pesantren Ath-Thohirin yang diasuh oleh KH Soelaiman Zuhdi Affandi terletak diDesa Selopuro, Magetan. Pesantren yang mengajarkan ilmu thariqat ini sejak zamanpenjahan Belanda maupun Jepang, telah menjadi pusat gerakan perlawanan. Di pesantreninilah para generasi muda disiapkan dan dilatih perang oleh Soelaiman. Soelaiman gugurmenjadi korban keganasan PKI pada pemberontakan tahun 1948, mayatnya ditemukan disumur tua Desa Soco.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->